Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Fall to Earth!


__ADS_3

Weed menarik pedang dari sarungnya lalu memasuki terowongan gelap itu dengan langkah tegas. Belum jauh dia berjalan, tiba-tiba--


Fwoosh!


Ada suara senjata yang mengarah padanya. Secara refleks Weed menghindari suara itu, lalu menyerang balik.


Clang!


Suara logam berbenturan, suara reaksi cepat dari pergelangan tangannya, dan suara aliran dari arus udara berkumpul memenuhi ruang gelap itu. Cukup mengalihkan dirinya dari kegelapan yang menenggelamkan diri dengan rasa takut, dan angin yang menderu seakan mencabik nya.


Percikan api muncul saat pedang saling berbenturan, berhasil menerangi koridor secara singkat. Dan itu cukup bagi Weed untuk mempelajari situasi sekitar.


Level Weed memang telah meningkat pesat, tapi kemampuan para Barbarian itu juga meningkat menyesuaikan dengan dirinya. Serangan mereka sangat terkoordinasi untuk memaksimalkan kekuatan mereka dan menyembunyikan kelemahan yang di cari-cari Weed.


Serangan beruntun terus memerangi Weed hanya memaksanya bertahan, tidak memberinya ruang untuk berpikir.


Saat dia yakin telah menghindari serangan musuh, malah kena. Saat dia yakin telah menyerang musuh, malah meleset.


Dia bahkan tidak dibiarkan bernafas. Setelah melakukan gerakan yang ini sudah dipaksa melakukan gerakan yang lain. Musuh menyerang tanpa henti layaknya kilat yang menyambar-nyambar.


Ini benar-benar pertarungan antara hidup dan mati. Dia harus mengambil keputusan yang tepat.


Weed mengatasi rasa takutnya pada musuh, akhirnya hasil latihan kerasnya selama ini muncul, tubuhnya mulai bergerak secara alami.


Dia berhasil menangkis, menghindar dan membalas serangan musuh jauh lebih ganas. Bahkan, terkadang dia telah sampai tahap dimana bisa menangani serangan musuh dengan sebelah tangan.


Dia bernostalgia dengan perlombaan di festival sekolah, saat memecahkan balon air yang menyerangnya tanpa jeda. Walau, sekarang ini bahayanya berkali lipat lebih besar karena taruhannya adalah nyawa. Tapi, Weed sudah terbiasa berkat guncangan di awal, sisanya akan mudah diurus.


'Pola! Gerakan mereka pasti memiliki pola khusus. Aku harus menemukan urutan yang tepat.' Weed berusaha menyesuaikan gerakannya dengan pola serangan musuh, untuk menyempurnakan urutan gerakannya.


'Aku hanya harus bergerak secara alami layaknya air yang mengalir.' Setelah berusaha mati-matian akhirnya gerakan Weed tersingkron dengan pola para Barbarian. Dia berevolusi dari benteng yang tak tertembus menjadi badai penghancur yang tak terelakkan.


Semakin lama pertempuran ini berlangsung, dia merasa jantungnya akan meledak. Darahnya seakan mendidih, terlalu semangat menghancurkan musuh satu persatu.


Crack!


Prop!


Para Barbarian itu bukan lagi ancaman, dia tidak takut lagi pada mereka.


30 menit kemudian, Weed berhasil menghancurkan semua Barbarian. Tubuhnya langsung ambruk ke lantai, dadanya naik turun karena kelelahan. Jantungnya berdebar liar.


"Hufth!" Weed merasa dadanya sesak, berusaha meraup udara sebanyak mungkin. Bahkan dia tidak mampu bergerak lagi karena otot-otot tubuhnya terasa kram. Stamina nya telah merosot sampai ke titik terendah. Tubuhnya bergetar menahan lapar yang menerjang-nerjang.


Lorong segelap gulita itu akhirnya terang. Dari arah pintu masuk, instruktur menghampiri Weed sambil bertepuk tangan ria. "Menakjubkan! Kamu adalah orang pertama yang berhasil setelah dua kali percobaan di sini."


Instruktur langsung membantu Weed yang berusaha berdiri walau tubuhnya bergetar, "Apa aku lulus Beginner Training Hall?"


"Tentu saja!"


"Kalau boleh, bisakah instruktur memberitahuku berapa banyak orang yang telah lulus pelatihan ini sebelum aku?"


"Di tempat ini? Sudah ku bilang kau adalah yang pertama. Ah! Jika yang kau tanyakan tentang seluruh benua, mungkin yang ke 400."


Lebih tepatnya, ada sekitar 3.800 orang yang telah lulus dari Basic Training Hall. Mereka adalah orang-orang yang sama seperti Weed, bertahan untuk meningkatkan statistik dengan terus-menerus memukuli orang-orangan sawah selama sebulan. Jumlah itu sangat mengesankan, mengingat tekad dan kegigihan yang tinggi dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.


Namun, jumlah yang telah lulus dari Beginner Training Hall berkurang secara signifikan. Hal ini kemungkinan besar karena banyak yang tidak bisa menemukan tempat Beginner Training Hall. Tapi bisa jadi alasan utamanya karena pelatihannya yang terlampau sulit untuk dijalani.


Tidak seperti pelatihan tingkat satu yang terlampau mudah, hanya mengandalkan kegigihan untuk memukuli orang-orangan sawah selama sebulan. Untuk lolos dari tahap Beginner Training Hall, seseorang harus memahami eksistensi bertarung di dalam kepungan.


Hal ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.


Bahkan setelah kegagalan berulang kali, hanya sedikit orang yang memiliki kemauan untuk terus mencoba sampai berhasil. Inilah inti pembelajaran tentang kegigihan dan pantang menyerah dari Basic Training Hall.


Tentu saja, hadiahnya setingkat dengan kesulitan dan resikonya yang luar biasa.


Instruktur tak berhenti memuji Weed, "Kau punya potensi untuk menjadi petarung sejati. Apa kau tidak berniat untuk keluar dari profesi mu yang tak berguna ini lalu pindah profesi menjadi seorang Master Knight? Dengan ini, kau bisa menggunakan senjata apapun. Lalu, pukulan dan tendangan mu akan menjadi lebih kuat. Ini adalah profesi tersembunyi drai Praktisi Seni Bela Diri."


Pergantian Profesi : Master Knight (Profesi Rahasia)


Anda akan bisa menggunakan skill spesial yang berhubungan dengan profesi ini. Anda bisa meningkatkan Weapon Matery lebih cepat. Lalu, statistik attack dan vitality akan meningkat drastis.


Apa Anda mau pindah profesi?


Ya | Tidak


Peringatan : Jika Anda berganti profesi. maka profesi tersembunyi Legendary Moonlight Scluptor akan menghilang secara otomatis.


Weed yakin hanya orang-orang yang memiliki pemahaman bawaan tentang pertempuran yang bisa lulus Beginner Training Hall, terkhusus kepada profesi Knight, Archer atau profesi lain yang berhubungan erat dengan Weapon Mastery. Mengingat hadiahnya menekankan pada statistik itu.


Master Kinght!


Itu adalah sebuah hadiah yang diberikan hanya pada mereka yang telah melewati Beginner Training Hall. Kebanyakan orang tanpa ragu-ragu akan memilih pindah profesi menjadi seorang Master Kinght.


Tetapi, tidak dengan Weed. Walau awalnya dia mendapatkan profesinya yang sekarang karena masuk dalam jebakan, dan sangat menyesalinya. Tapi semua itu adalah masa lalu biarlah berlalu.


Pesona dan keuntungan tersembunyi dari profesi ini telah menarik perhatiannya. Weed tahu dengan jelas seberapa kuat profesi Master Kinght, tapi dia tidak akan goyah. Bahkan dia tidak berpikir dua kali saat memutuskannya. "Aku akan mempertahankan profesi ku yang sekarang."


Anda telah menolak tawaran pergantian profesi!

__ADS_1


Wajah instruktur terlihat kecewa, "Baiklah aku akan menghormati keputusanmu. Ini hadiah lain atas kinerja mu selama pelatihan." Dia terdiam sejenak setelah memberikan hadiah pada Weed, "Dan juga, kau punya kesempatan untuk mendapat skill baru. Aksi apapun yang kau lakukan, akan menciptakan sebuah skill untukmu. Lakukan apapun yang kau mau."


Weed merenung dalam, sebuah skill bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah didapatkan, jadi kesempatan ini jangan sampai sia-sia. 'Skill apa kira-kira yang aku butuhkan?'


Setelah pamit pada instruktur, dia berjalan menuju tempat pertama kali masuk ke Kota Surga. Dalam perjalanan, fokusnya masih belum teralihkan dari skill yang diinginkannya.


'Ilmu pedang?' Tidak, dia tidak membutuhkannya. Karena dia bahkan tidak menggunakan skill pedang miliknya secara maksimal.


'Skill gerakan kaki?' Sejauh ini dia hanya menggunakan gerakan kaki saat dia berusaha mengurangi jarak antar dirinya dan musuh. Atau ketika dia menghindari mantra sihir. Tapi, insting dasarnya lebih dari cukup, sehingga dia tidak membutuhkan skill ini juga. Tentu saja, ketika bertemu dengan lawan yang sangat terampil, dia perlu menggunakan gerakan kaki, tetapi dia bisa menutupinya dengan skill miliknya yang lain.


'Holy Magic?' Tapi dia tidak bisa mempelajarinya sekarang. Setelah inteligent miliknya meningkat di atas 300 barulah dia bisa mempelajarinya. Terlepas dari profesinya yang melenceng jauh, itu adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan di masa depan.


Weed terlalu pusing untuk memikirkan hal ini. Setelah banyak pertimbangan, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu secara acak. "Apapun yang aku lakukan, maka sebuah skill yang cocok akan tercipta."


Dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan, tapi ketika kesempatan berada di depan mata, dia bingung harus dilakukan seperti apa.


Di ujung jurang, Weed terdiam cukup lama. Tiba-tiba dia merasakan keraguan tentang meninggalkan Lavias dan semua kenangan di dalamnya. Tentu saja, kenangan yang dia habiskan bersama Dain terus menghantuinya. Tempat perburuan yang telah mereka lalui, semua Skeleton Knight, Skeleton Mage, Skeleton Soldier, Dullahan, Death Knight dan Spirit yang telah mereka lawan bersama-sama.


Dain bahkan mungkin sudah tak hidup lagi. Weed masih menyesal tak sempat mengucapkan selamat tinggal padanya. Maka dari itu, dia bertekad untuk melupakan semua masa lalu ini dan melanjutkan masa depan dengan baik. "Selamat tinggal masa lalu dan--"


Weed memejamkan kedua mata, "Dain." Seketika langsung terjun menuju bumi.


"Aaahhh!" Weed reflek berteriak merasakan tubuhnya berguncang melawan angin.


Lama-lama teriakannya semakin keras, sampai terdengar ke hutan tempat sebelum dia jatuh tadi, "AAAAAAAAHHHHHHHHHH!!!"


Ini adalah sebuah isyarat tentang perpisahan pada para Avian dan Dain. Dia melepaskan semua emosi yang dia tahan dalam satu lolongan yang penuh derita.


New Skill : Lion's Roar!


Sebuah teriakan keras yang akan mengguncang langit, dan dipenuhi dengan emosi sang petarung.


Efek :


• Fighting Spirit sekutu meningkat sebesar 200%.


• Leadership akan meningkat sebesar 170% selama 5 menit.


• Kebingungan apapun akan bersih.


...***...


Desa Baran telah makmur setelah invasi monster berakhir. Pelindung desa, yang berlambang kemakmuran dan kecantikan telah kembali. Patung Dewi Freya itu telah menarik perhatian kaum bangsawan maupun para merchant untuk berkunjung walau menempuh perjalanan jauh. Nantinya, para turis akan mengobrol penuh semangat tentang patung itu setelah kembali ke kota asal.


Mungkin berkat blessing dari patung itu, Desa Baran tidak mendapat serangan dari para monster lagi.


Di samping kaki patung Dewi Freya ads prasasti kecil peninggalan dari pemahat nya. Tapi, sebagian besar orang menganggapnya hanya omong kosong belaka.


Baran dulunya hanyalah desa kecil walau pernah dikunjungi oleh bangsawan, raja dan para merchant. Tapi saat ini skalanya sudah berbeda, player yang berburu di sekitar kerajaan Rosenheim telah meningkat drastis, mereka perlahan-lahan bermigrasi ke arah sini untuk mencari tempat berburu yang baru. Akhirnya, meningkatkan populasi Desa Baran hingga menjadikannya sebuah kota.


Sekitar Kota Baran banyak dungeon yang belum terjamah. Ditambah faktor utama yang menarik perhatian para penduduk baru, Patung Dewi Freya. Bagi siapapun yang menatapnya akan meningkatkan 15% pemulihan HP dan mana selama sehari. Ini adalah jacpot yang tidak boleh di lewatkan begitu saja.


"Bagaimana mungkin kita baru mengetahui keberadaan patung sehebat ini?"


"Siapa yang membuat patung ini?"


Orang-orang tertarik sekaligus kagum pada patung itu. Dibalik semua itu, telah tersebar rumor panas yang mengatakan bahwa pemahat patung itu adalah seorang Sculptor misterius dalam pasukan ekspedisi yang membantu membebaskan Desa dari invasi monster.


Tentu saja dia adalah Weed!


Sekali lagi dia telah menjadi selebriti terkenal melampaui kepopulerannya saat di Benteng Serabourg.


Senyuman murni dan wajah segar layaknya embun pagi patung itu telah memikat hati semua orang. Mereka tidak tahan untuk melihatnya, setidaknya sekali sehari.


Sedangkan, alun-alun di sekitar patung itu dipenuhi oleh para merchant yang menjajakan dagangan. Dan para turis yang berkunjung untuk mengagumi keindahan patung.


"Aku membutuhkan beberapa item, dan akan membayarnya 10% lebih tinggi dari harga di toko."


"Dicari seorang Warrior di atas level 100 sebagai penghasil damage untuk berburu Salamander dan Werewolf. Ah! Rogue dan Assasin juga diterima!"


"Aku Ranger level 120, mencari sebuah tim untuk berburu di Sunter Valley atau setidaknya seseorang yang akan memandu ku ke sana."


"Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Kota Baran. Tolong undang aku ke dalam sebuah tim. Profesi ku Bard. Aku akan menyanyi dengan indah selama pertempuran berlangsung."


"Ini adalah equipment yang berasal dari Benteng Serabuorg. Dijual murah dengan harga aslinya ditambah ongkos transportasi!"


Di alun-alun yang ramai tersebut, ada seorang merchant berlevel 70 yang bernama Mapan. Dia termasuk yang terajin mempromosikan dagangannya. Meskipun masih pemula, dia dengan giat mengangkut banyak item dari Benteng Serabourg ke Kota Baran. Para pembeli yang membutuhkan sumber daya dalam sekejap mengerumuninya.


Dia berharap suatu hati nanti setidaknya akan menjadi pejabat di Kerajaan Rosenheim. Mapan sangat bekerja keras untuk mengumpulkan uang. Melipat gandakan uang lalu menumpuknya sedikit demi sedikit adalah hal menyenangkan yang hanya bisa dinikmati oleh para Merchant.


Tak lama kemudian, dagangan Mapan habis tak bersisa. Dia mendorong gerobak miliknya ke pojokan. Dengan santai, dia merenggangkan tubuh sambil menatap langit. Matanya melebar sempurna saat melihat benda hitam yang jatuh dari langit.


"Hu-huh? Apa itu?" Dia mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya, ternyata memang benar ada sesuatu yang terjatuh. Dan itu adalah seorang manusia.


"Ha-hant- tidak-tidak!" Mapan tergagap beberapa kali, belum bisa mengusir rasa kagetnya.


"Hei! Se-seseorang! Seseorang terjatuh dari langit!" Mapan berteriak keras sambil menunjuk langit.


"Bicara apa sih dia?"

__ADS_1


"Apa dia sudah gila?"


Beberapa orang menganggapnya bicara omong kosong. Tetapi beberapa orang lagi menatap mengikuti arah telunjuk Mapan.


Ternyata benar, ada seseorang yang jatuh dari langit. Dia membawa 9 tas raksasa, sedang meluncur menuju tanah dengan kecepatan yang mengerikan.


"Aaaahhhh!"


"Apa-apaan?"


"Bodoh! Cepat menghindar!"


Dalam sekejap, alun-alun itu jatuh dalam kekacauan.


Whooooooooooosh!


Telinga Weed sakit karena suara dari deru angin yang berhembus di sekitarnya dengan kecepatan yang mengerikan. Jika dia menghantam tanah dengan kecepatan ini, maka tulang-tulangnya akan remuk dan tanah tempat dia jatuh akan retak. Bahkan batu yang keras dan batu raksasa akan terbelah dan hancur berkeping-keping jika dia mendarat di atasnya.


Berbeda dengan situasi yang tampak sangat berbahaya ini, Weed sangat tenang. Dia menyipitkan kedua mata menatap tanah untuk mengarahkan arah pendaratan. 'Sedikit ke kanan.'


Weed berusaha menyesuaikan tubuhnya, terlihat ingin segera menyentuh bumi.


"Ahhhhh!!"


"Lariiii! Ceepaat!"


Weed sudah dekat dengan bumi, dia bisa menyaksikan dengan jelas orang-orang yang berteriak dan berlari kalang kabut.


Begitupun para merchant, mereka telah berlari melarikan diri tanpa memperdulikan dagangan mereka, yang terpenting menyelamatkan nyawa seolah-olah sedang dikejar oleh si jago merah.


"Apakah Desa Baran memang seramai ini?" Pikir Weed santai. Dia tidak sangat penasaran karena sebentar lagi dia akan mengetahuinya sendiri.


Saat berjarak sekitar 500 meter dari tanah, Weed menggunakan Feather of Lightness. Tubuhnya yang terjun bebas dengan kecepatan mengerikan melambat seketika. Tekanan udara tidak seluar tadi.


Akhirnya dia mendarat di tanah dengan selamat, tidak ada kerusakan besar yang terjadi, hanya sedikit debu yang menyambut pendaratannya. Namun karena dia membawa beban 9 tas raksasa, kakinya masuk ke dalam tanah sekitar 10 cm.


Semua orang menatapnya was-was.


"..."


"Siapa dia?"


"Apa dia seorang Mage?"


Para player menunjuk Weed, benar-benar kaget dari peristiwa yang baru saja mereka saksikan. Banyak player sudah berspekulasi tentang identitas dari pria misterius yang jatuh dari langit itu.


Kecurigaan pertama semua orang adalah dia seorang Mage yang baru saja menggunakan Flight magic. Tetapi Flight Magic tak bisa digunakan oleh sembarangan orang. Hanya seorang Mage berlevel di atas 300 dengan Five Circle Supporting Magic yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini.


Seorang level 300 bisa dianggap sebagai pemain top di Royal Road. Mage macam apa yang akan muncul seperti itu, jatuh dari langit.


Karena Weed turun dengan kecepatan yang tak bisa dipercaya, dia menarik lebih banyak perhatian daripada yang biasanya dia terima. Lebih dari seratus player saat ini menatapnya saat dia mengamati kota.


Weed terfokus pada sebuah toko yang tutup meskipun dalam kekacauan dan menatap Mapan yang bersembunyi di belakang Patung Dewi Freya, sedang mengintip Weed.


"Hei kau!" Weed memanggilnya secara tiba-tiba.


Mapan menjawab dengan terkejut, "Y-Ya?"


Weed berkata dengan lembut, "Kau tampak seperti seorang Merchant, apa kau pemborong drop item?"


"Apa? Y-ya! Tentu saja!" Mapan buru-buru mengangguk saat dia muncul dari belakang patung itu, takut jika Weed mungkin berubah pikiran. Bagaimanapun juga, Mapan adalah seorang pebisnis dan dia terspesialisasi dalam perdagangan drop item dan equipment.


Mapan akan memborong drop item dari kota-kota besar dengan harga murah, lalu menjual kembali di tempat lain dengan harga yang lebih tinggi, ini karena dia memiliki skill tranding khusus Merchant. Mereka bisa memperoleh banyak EXP setelah membeli dengan harga murah dan mampu menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi.


Weed berkata dengan nada santai, "Berani bayar berapa kau untuk memborong drop itemnya?"


"Jika kau menjual ke toko, keuntungannya sebanyak 2% dari harga aslinya. Aku bisa membayar setidaknya 15% lebih banyak dari toko itu, dan jika itu dalam jumlah besar maka aku akan membayar 18% lebih banyak. Aku akan membeli hanya dengan 2% laba yang tersisa untukku." Mapan menjawab dengan masam.


Weed mencari-cari seseorang yang akan menyarankan kesepakatan lebih baik daripada Mapan, tetapi tak ada orang lain yang mau. Harga yang diajukan memang harga yang pas.


Skill Trading milik seorang Merchant bergantung pada seberapa cepat dia bisa menjual dagangannya. Mapan, yang bisa menyisakan 2% laba, dianggap sebagai Merchant yang sangat terampil. Weed memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan dia.


"Jika ada item yang kau inginkan, aku akan menjualnya khusus untukmu."


Rahang Mapan hampir jatuh. 'Tidak salah lagi, orang ini adalah tangkapan besar.' Semangatnya memuncak.


Berapa banyak item yang ia miliki, sampai-sampai bisa mengatakan jika dia akan menjual item yang diimpikannya. Dan kenapa dia bisa yakin itemnya akan Mapan beli.


Ketika menjual item, akan jauh lebih menguntungkan jika dijual dengan jumlah besar.


"Semuanya. Item ku sudah laku semuanya, jadi sudah saatnya aku membeli beberapa item lagi." Mapan menjawab penuh semangat.


"Benarkah?"


Weed membalik tasnya dan menggoyang nya beberapa kali. Semua orang tercengang melihat benda-benda yang keluar dari sana. Ada beberapa kaki Dullahan, ke pin ga tulang Skeleton, tombak pendek berkarat, celana pendek, benang emas dan item-item lainnya yang keluar dari tas itu tanpa ada tanda-tanda akan berhenti. Mereka semua menumpuk sampai membentuk sebuah gunung kecil.


"B-Bagaimana bisa!" Mata Mapan tak bisa terbuka lebih lebar lagi. 'Dimana dia berburu hingga bisa mengumpulkan item sebanyak ini?'


...•••...

__ADS_1


Kangen Dain apa kangen akoh? wkwk


Weed : LIKE DULU GEH!


__ADS_2