
Nnnng!
Cahaya biru tipis mulai terpancar dari Iron Sword, lalu mengerubungi tubuh Weed dari kepala sampai kaki. Cahaya itu berhasil mengalihkan perhatian skeleton knight, fokusnya terarah penuh pada iron sword. Pedang itu terlihat membesar sampai menyentuh langit-langit dungeon.
"Apa yang terjadi?" Para gadis khawatir dengan Weed.
Shoom!
Udara sekitar serasa tersedot oleh pedang. Seperti sedang mengumpulkan kekuatan pasca ledakan.
Weed mempersiapkan diri untuk menusuk lawan. Walau kebanyakan skillnya adalah tebasan, tapi damage dari tusukan jauh lebih kuat. Sebaliknya, jika tusukan tersebut meleset, maka lawan akan menyerang balik diantara cela yang tercipta.
Tebasan lebih bertumpu pada berat pedang. Sedikit perubahan keseimbangan antara pinggang, pergelangan tangan, dan langkah kaki pengguna pedang.
Hal ini adalah salah satu keahlian Weed, merubah ruang dan waktu menjadi keuntungan. Tubuhnya selentur karet saat menghindari serangan musuh. Lalu menyerang balik dengan menggabungkan serangan dan pertahanan.
Inilah alasan utama Weed bisa berhasil melawan monster yang sangat kuat, meskipun HP dan defense nya lebih rendah daripada player lain. Jika bukan karena strategi ini, bahkan dia akan kesulitan saat melawan skeleton soldier tadi.
Meskipun hanya tersisa satu atau dua langkah lagi, Weed bisa merasakan semua HP dan mana miliknya terkuras dari tubuhnya, secara perlahan mengalir ke ujung pedang.
Rahang Skeleton Knight menganga melihat kekuatan Weed.
'Selesai!' Sedikit tampilan dari skill ini saja sudah cukup untuk memuaskan Weed. Namun, sebelum serangan tersebut mengenai Skeleton Knight, Weed merasakan guncangan dari dampaknya.
Tanah bergetar hebat, debu-debu di tanah berterbangan memenuhi dungeon, diakhir oleh suara ledakan yang memekakkan telinga.
Boom!
Perlahan debu-debu itu turun kembali ke asal. Tersisalah Weed seorang diri yang masih berdiri tegak dengan badan yang babak belur. Dia masih shock sekaligus takjub meratapi perjalanan debu-debu menuju tanah. 'Bagaimana mungkin?'
Ternyata hasilnya terlampau jauh dari dugaan, Sword Kaiser adalah sebuah sklill mengerikan dan kejam. Sekali pakai langsung menghabiskan 2000 Mana. Jika mananya tidak cukup maka akan menyerap poin HP. Setelah memakainya, HP Weed telah tersedot hingga tersisa kurang dari 50.
Weed masih sedikit linglung, "D-Dimana dia?"
Langkahnya terseok menuju ke tempat semula Skeleton Knight.
Skeleton Knight!
Iron Sword telah tertancap pada perut skeleton knight. Dari arah itu, keretakan menyebar sampai seluruh tubuhnya hancur berkeping-keping. Weed memang puas dengan hasil ini, tapi hatinya sangat tidak puas dengan keadaan HP nya sekarang. 'Sesuai julukan mu, sword kaiser. Mengerikan.'
Semua anggota partynya berhamburan mendekat ke arah Weed.
Terutama Surka, anggota party yang paling cerewet diantara semuanya. Saat sampai di depan Weed ia ngos-ngosan untuk menenangkan nafas, "Kita berjuang sangat keras untuk mengalahkan makhluk sialan ini!" Ia akhirnya memegang kedua lutut, masih kelelahan.
Sayangnya, setelah dikalahkan Skeleton Knight hanya menjatuhkan beberapa bijih besi, beberapa silver dan sebuah tulang. Padahal mereka telah berjuang keras antara hidup dan mati, mempertaruhkan nyawa sendiri untuk mengalahkannya. Belum lagi, mereka memulai pertarungan dalam kondisi tak siap. Ini adalah pertarungan tersulit dan terkacau yang pernah mereka lakukan.
Sama seperti Weed, semua orang telah berjuang sampai kehabisan mana. Saat pertarungan berlangsung, Romuna sibuk merapal mantra sambil mengintai situasi kalau-kalau ada skeleton knight lain yang mendekat. Jantungnya terasa akan meledak saking cemas nya dengan keadaan.
Di dungeon lain, mungkin ada player lain yang menolong saat sekarat, tapi disini berbeda, karena mereka lah satu-satunya pengunjung.
Semuanya masih was-was jika kejadian seperti tadi kembali terulang. Rasanya lebih dari saat sedang menaiki role coster.
Tapi bagi Weed, situasi seperti inilah yang paling disukai nya. Karena saat memasuki dungeon, kemampuan unik dari Moonlight Scluptor akan aktif secara otomatis. Berbeda dengan saat berada di bawah terik matahari, skill Weed tidak berada dalam kondisi terbaik. Namun dalam kegelapan malam, atau dalam kegelapan dungeon, kekuatan sejati profesinya akan muncul. Maka kekuatannya akan meningkat 30% lebih tinggi.
Selain itu, Weed telah membaca pola serangan Skeleton Knight menggunakan kemampuan tempur bawaannya. Baginya, undead itu bukan lagi sebuah ancaman, karena sekarang dia sudah tahu pola serangan dan kelemahannya. Pengetahuan ini saja bisa mengurangi setengah damage yang dia terima tadi.
Weed menatap Surka yang sekarang terduduk lemas. Walau ada satu skeleton lagi yang datang, diapun yakin Surka sudah mampu membantunya, apalagi dengan bantuan rekan lainnya. Satu skeleton knight tidak akan bisa melakukan apa-apa selain menyerahkan nyawanya.
"Hahahaha." Weed tertawa setelah berpikir sampai sejauh ini. Tawanya semakin kencang setelah melihat para skeleton yang berjalan-jalan sebagai EXP berharga dan item potensial.
"Kekeke!"
"Hehe!"
"Hahaha!"
Semua orang di tim Weed mulai tertular tawa Weed.
Tak pernah terpikir, jika pemandangan skeleton yang berjalan-jalan bisa membuat hati mereka berbunga-bunga!
Pedang yang dibawa Skeleton Soldier, meskipun bukan semuanya Clay Sword, bisa dijual dengan harga yang lebih baik daripada Iron Sword. Hanya perlu diperbaiki sedikit kemudian baru menjualnya dengan harga tinggi.
Tempat ini adalah lahan berburu yang fantastis, karena drop itemnya langka-langka, ditambah drop rate ganda, tak ayal penyimpanan Weed langsung penuh.
Untuk sekarang, satu skeleton knight berlevel tinggi sekalipun bukan lagi lawan yang mematikan bagi tim Weed. Tapi berbeda dengan Death Knight, dia adalah mimpi buruk yang sebenarnya
"Manu-sia. Bau- ma-nusia- di sini--"
Satu Death Knight lewat di tempat sebelumnya Weed berada. Dia memakai armor abu-abu gelap, sambil menunggang kuda segelap malam.
Untung Weed dan yang lain segera bersembunyi setelah membunuh skeleton knight dan memungut drop item yang dijatuhkannya. Jadi mereka tidak harus berhadapan langsung dengan pembawa kematian itu.
Karena tidak peduli sebesar apa usaha yang mereka lakukan, sekarang mereka tidak akan bisa mengalahkan death knight yang berlevel di atas 200 sedangkan mereka masih berlevel dibawah 100. Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh, sehingga serangan mereka akan dianggap meleset walau mengenai sasaran.
Di Royal Road, tidak hanya player yang bisa bertambah kuat, tapi termasuk para NPC. Death Knight yang telah berevolusi hingga mencapai level 200-an tentu saja juga dilengkapi skill yang mematikan.
Death Knight yang lewat ini bernama Royan. Saat berjalan, energi kegelapan tercium dari tempat dia sebelum lewat. Death Knight adalah monster yang memiliki nama. Jadi, setiap dari mereka memiliki nama tersendiri.
Royan berjalan memutar untuk menemukan mangsa, "Bau- ma-nusia--" Lalu ia berhenti mendadak di dekat persembunyian Weed.
Membuat party itu menutup mulut dan menahan nafas. Jantung mereka seakan berhenti berdetak, saat mata merah death knight itu hampir menatap mereka. Aura mematikan menekan habis party itu hingga ke dasar terendah.
__ADS_1
"Oh!"
Surka hampir cegukan karena terlalu terkejut oleh suara teriakan Royan. Untung Romuna bergerak cepat memencet hidungnya, karena sudah menebak kebiasaan rekannya itu.
"Aku- ternyata tak punya hidung." Mata Royan menyapu tempat persembunyian mereka beberapa saat, kemudian perlahan-lahan pergi ke arah lain.
Aura kematian mengikuti arah kepergiannya, bersama suara ketukan kuku kuda.
"Whew." Romuna mengusap dada beberapa kali. Tak lama dia merasakan tepukan kasar pada tangannya, ia hampir bersumpah serapah, tapi tak jadi setelah melihat wajah merah Surka, diapun melepaskan cubitannya pada hidung Surka sambil nyengir, "Maaf?"
"Dia pergi." Pale terduduk lega. Dia menatap bekas cekikan kuku yang membekas di telapak tangan. Sebelumnya, karena terlalu cemas dia menggenggam tangannya kelewat batas.
Sekarang mereka seakan mendapatkan kembali nafas yang sebelumnya sempat lenyap tertelan rasa takut. Karena biang keladinya sudah menjauh, jadi mereka merasa lega untuk sesaat. Tapi mereka tidak bisa lengah seperti sebelumnya. Mereka tetap bersembunyi di sana untuk mempersiapkan mental dan raga.
Setelah beberapa saat, barulah mereka kembali ke lantai pertama untuk memungut semua drop item, termasuk kerangka skeleton knight. Lalu segera menyelesaikan quest.
Ternyata, semua rekan di party Weed dalam dunia nyata memang berteman, mereka besar bersama sejak kecil karena tinggal di lingkungan yang sama. Dan Surka adalah adik Romuna. Weed baru mengetahui fakta yang sudah diduganya ini, termasuk hubungan darah kedua kakak adik yang suka mengumpat itu. Weed bisa tahu berkat cerita Romuna.
"Sekarang giliran kau." Romuna menyenggol lengan adiknya.
"Aku?!" Surka terkejut. "Ti-tidak, Irene eonni saja, a-aku--" Suaranya nyangkut di tenggorokan melihat tatapan mematikan Romuna.
Pale menggelengkan kepala melihat kelakuan dua kakak beradik itu, dia yang baru saja akan membuka mulut terlebih dahulu didului oleh Irene.
"Maaf Weed, sebenarnya kami sangat menyesal harus mengatakan ini tapi--" Irene berhenti mendadak sambil menghembuskan nafas panjang.
"Sepertinya untuk sementara waktu kami tidak bisa online." Lanjut Pale karena Irene kesulitan untuk melanjutkan ucapannya, dia terlihat sangat sedih.
Surka ikut menunduk sebagai permintaan dari maknae, "Orang tua kami memergoki kami." Dia sangat tidak enak pada Weed sekaligus malu.
Dalam dunia nyata, mereka telah kecanduan bermain game Royal Road sampai tidak tahu waktu makan maupun tidur, bahkan sampai ke tahap bolos kuliah. Hari ini kebetulan orang tua mereka sedang libur kerja, jadi mengetahui hal ini.
Jelas saja, mereka semua dihukum.
Romuna menggali ke dalam ingatannya untuk menceritakan kisah lengkapnya pada Weed.
Pada hari kamis di dalam kamar Surka.
Ayahnya mendobrak pintu kamar sekuat tenaga karena kedua putrinya tidak juga keluar kamar saat di suruh sarapan. Dia takut ada sesuatu yang buruk menimpa anak gadis kesayangannya.
Ternyata oh ternyata, yang dilihatnya malah mata bengkak kedua putrinya karena terlalu berlebihan bermain game. Dia akhirnya berdecak pinggang sambil melotot tajam.
"Kalian! Bermain game bukannya mengerjakan TUGAS?!"
"A-ayah--" Surka terbata.
"PERGI KE UNIV SEKARANG!" Suara ayahnya menggelegar menerbangkan semua burung yang bertengger di atap rumahnya.
Berakhirlah semua orang tua berunding di rumah orang tua Surka untuk mendiskusikan tentang kelangsungan hidup anak-anak mereka, serta diskusi yang akan dibahas Pale dan yang lain.
Setelah beberapa perdebatan panjang, kesuksesan itu akhirnya terjadilah. Orang tua mereka berhasil terpikat oleh dunia Royal Road.
Karena masih merupakan player baru, mereka terkurung dalam benteng selama 4 minggu. Tapi mereka benar-benar menikmati waktu yang ada.
Karena bagaimanapun juga, Roal Road adalah dunia fantasi yang sempurna.
Masa kecil para orang tua mereka sendiri telah melewati perjalanan memainkan beragam game kuno maupun membaca novel-novel fantasi. Tapi ketika sudah dewasa, mereka terlalu sibuk bekerja, jadi tidak punya waktu untuk merileksan diri dalam kegiatan masa kecil yang santai. Apalagi setelah menikah dan punya anak, kesibukan mereka menjadi berkali-kali lipat lebih sibuk dan membuat stres.
Namun setelah memasuki dunia yang seindah dan senyaman ini, bagaimana mungkin mereka tidak betah. Mereka bisa berlibur seperti saat honey moon pertama. Dunia ini adalah surga yang telah di mimpi kan semua orang sejak masih kecil.
Game ini seperti memasuki dimensi dunia baru, dimana mereka bisa melepas penat setelah beberapa tahun ini sibuk dengan urusan dunia yang tiada henti. Tanpa bisa liburan keluar negeri.
Ayah Surka mengangguk kecil, dengan santai mengelus dagu yang tak berjenggot, wajahnya terlihat beberapa tahun lebih muda, "Gamenya tak terlalu buruk."
"Benar sayang, di sini menyenangkan."
Seorang wanita paruh baya yang mirip Irene, sedang berkipas dengan santai, gayanya mirip ibu-ibu tetangga tukang nagih hutang, "Ngomong-ngomong, Bu Jun Gee, ku dengar kamu mendapatkan sebuah quest dari Toko Senjata?"
"Ya, itu lebih seperti tugas rumahan. Questnya sangat sederhana, memberi perintah untuk membelikan 5 batu gerinda. Mudah, bukan?"
Orang di sampingnya melongo, "Apa kamu punya uang yang cukup?"
"Yep. Aku hanya mengeluarkan 3 silver untuk membelinya. Sedangkan 1 batu gerinda berharga 50 copper. Nah, dengan uang itupun aku masih punya sisa 50 copper."
"Bagilah dengan kami!"
Para orang tua memulai di Benteng Serabourg bersama-sama. Mereka berkeliaran bersama-sama, mengerjakan quest dan berteman dengan NPC.
Dan seperti itulah, 4 minggu di dalam game telah berlalu. Tetapi, di dunia nyata hanya seminggu yang berlalu. Sekarang para orang tua telah bebas untuk keluar masuk benteng.
Ketika Pale dan Surka memberitahu mereka tentang kebebasan mereka untuk meninggalkan benteng sekarang, dan menceritakan tentang perburuan monster dan lain-lain, orang tua mereka hanya tertawa.
"Ayolah, bagaimana mungkin orang tua seperti kami bisa berburu monster?"
"Berburu itu, untuk kalian para anak muda."
"Kami suka tinggal di dalam benteng untuk membantu orang lain yang membutuhkan dan melakukan pekerjaan sederhana untuk mendapatkan uang. Kemudian bisa kita gunakan untuk membeli makanan enak. Hidup ini simple." Ayah Surka bertos ria dengan ayah Irene lalu tertawa bersama.
Tapi karena desakan dari anak-anak akhirnya mereka menyerah, terlebih karena rasa penasaran yang berlebihan, mereka mau keluar dari zona nyaman. Tentu saja dengan pengawasan para anak-anak yang harus membantu disaat kritis.
"Bastard Sword menghasilkan damage lebih banyak daripada Long Sword. Kenapa bisa begitu?"
__ADS_1
Romuna hampir kehilangan kesabaran mangasuh orang-orang lanjut usia ini. Karena mereka selalu saja melupakan pertanyaan yang baru saja terjalin sejam dua jam yang lalu, dia menyayangkan ingatan mereka yang sangat buruk.
Untung ada Pale dan sejuta kesabarannya, selalu menengahi situasi yang mulai panas, "Karena itu adalah pedang yang besar dan berat. Harus dipakai menggunakan dua tangan, dan tidak bisa diayunkan dengan cepat."
Ayah Irene mengangguk antara paham atau tidak, dia langsung nimbrung diantara percakapan mereka, "Jadi maksudmu, tidak seperti Long Sword yang hanya melayangkan serangan lemah, tapi Bastard Sword langsung menghasilkan serangan kuat bahkan hanya dengan sekali pukulan." Kepalanya seakan berputar mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.
"Ya, intinya seperti itulah."
Ayah Surka tersenyum miring, "Senjata jenis itulah yang aku inginkan." Sedetik kemudian senyumannya lenyap seketika, "Tetapi Bastard Sword harganya lebih dari 10 gold di toko."
"Mau aku belikan?" Senyuman Romuna mengembang indah. Emosinya sudah lama lenyap, sekarang dia ingin orang tuanya bangga pada mereka.
Tapi diluar dugaan, perkataan yang dia dengar selanjutnya adalah, "Ya, aku sebenarnya tidak mau mengungkit hal ini sekarang. Tapi coba kamu pikir berapa banyak uang dan keringat yang telah kami keluarkan untuk membesarkan kalian? Sejak kalian belum lahir sampai besar, kami selalu mengutamakan kebutuhan kalian, dari pakaian sampai makanan. Tidak peduli seberapapun itu, kalian tidak akan pernah bisa membalas semua kepedulian orang tua. Ini yang dinamakan kepedulian orang tua, kami tidak memaksa kalian membayar kasih sayang orang tua."
Semua anak-anak melongo, terdiam kelu.
Situasi Pale cukup mirip dengan Romuna-Surka. Orang tuanya adalah guru sekolah, dan dengan demikian mereka sangat ketat padanya. Bahkan ketika masih kecil, dia tak bisa membuat suara keras saat bernafas di depan orang tuanya.
Sedangkan saat muda, Ayahnya telah menjabat jadi seorang kapten di angkatan darat militer. Jadi dia secara alami membawa karismanya yang tak terbantahkan. Dan dialah juga penyebab perdebatan tak berujung mereka sebelum memasuki dunia fantasi Royal Road. Untung saja berhasil berkat bujukan sang istri.
Saat malam hari tiba, mereka meninggalkan benteng sebentar untuk makan malam.
Ternyata hanya raga nya yang berada di dunia nyata, tapi pikirannya masih nyangkut dalam Royal Road, Pale terkejut saat ayahnya membuka percakapan saat makan, padahal hal ini merupakan hal yang tabu untuk dilakukan. "Hmm, tampaknya para rubah sialan itu sangat kuat?"
"...?" Pale atau yang bernama asli Oh Sehun, terlalu terkejut dengan kenyataan ini, otaknya tertunda untuk memikirkan jawaban untuk ayahnya.
Ayahnya sekali lagi berbicara seakan sadar dengan kebekuan anak nya itu. "Ayah bilang, para rubah sialan. Mereka sangat kuat."
Setelah mendengar suara tegas itu sekali lagi barulah Oh Sehun tersadar, dia mengangguk kecil, "Mereka sedikit sulit dihadapi jika ayah tidak memiliki perlengkapan apapun."
"Aku punya beberapa."
Pale menatap ayahnya penuh curiga, "Jangan bilang ayah sedang berencana untuk melawan mereka seorang diri?"
"Aku akan melakukannya."
"Apa?" Pale lagi-lagi terkejut, tapi dia segera pulih dari keterkejutan kedua ini, dia baru sadar seperti inilah sifat asli ayahnya. Sebaliknya, akan sangat mengejutkan jika dia tidak bertindak seberani ini. Jadi dia tidak akan melarang melainkan memberi masukan, "Tentu saja itu akan sulit. Bisa dikatakan hampir mustahil jika ayah mencoba melawan para rubah sendirian, dilevel ayah yang sekarang."
Ayahnya memicingkan mata, menatap anaknya setajam sembilu, "Maksudmu kamu bisa mengalahkan mereka? Para rubah itu?"
"Tentu saja." Jawab Pale sederhana, karena sekarang para rubah tidak ada apa-apanya baginya.
Tiba-tiba tangan hangat ayahnya menggenggam kuat tangan Oh Sehun.
"Balaskan dendam ayahmu!" Perintahnya tegas.
"..."
Jadi seperti itulah, semua orang tua akhirnya tenggelam dalam dunia Royal Road. Karena keluarga tetangga juga bermain game itu bersama-sama, Royal Road menjadi topik panas saat arisan dan pertemuan keluarga.
Sekarang, bukannya membahas masalah keuangan danΒ real estate, para orang tua malah mengobrolkan tentang Royal Road sambil minum. Rupanya, ada banyak orang di usia mereka yang bermain game itu. Kenyataannya, orang tua Pale dan sahabat terlalu telat untuk menemukan kesenangan dalam Royal Road.
Weed mengerti keadaan rekannya. Jadi dia tidak akan mempermasalahkan apapun.
Lee Hyun telah lama memprediksi jika hari seperti ini akan tiba. Dalam kebanyakan game, harga dari item-item akan jatuh seiring berjalannya waktu. Sama juga seperti mata uang seperti gold dan silver. Ini alami, karena rata-rata level para player akan naik seiring waktu berjalan. Ini terjadi jika pemain game ini rata-rata berusia 10-20 tahun.
Tapi beda ceritanya jika para orang dewasa yang sudah berkecukupan ikut berkelana dalam Royal Road, maka mata uang dalam game tidak akan jatuh.
Karena mereka keadaan uang mereka lebih dari mampu, ketika ada item bagus yang muncul, mereka akan memulai perang penawaran. Mereka akan membeli apapun yang diinginkan selagi mampu, seperti senjata, armor, dan perlengkapan lainnya.
Sebenarnya dunia ini memberikan manfaat yang lebih besar daripada dunia nyata. Ketika seorang player bisa pergi berburu menggunakan perlengkapan bagus. Lalu bisa merasakan diri sendiri menjadi orang yang kuat, dan merasakan manisnya kemenangan.
Seiring waktu berlalu, akan banyak player paruh baya yang memenuhi dunia fantasi ini. Mereka berbondong-bondong untuk membeli item-item dengan harga yang semakin tinggi, seolah bertarung memperebutkan mobil limited edition. Hal ini juga yang memikat para orang tua untuk bermain Royal Road.
Sayangnya, inilah penyebab utama Pale dan anggota timnya tidak bisa lagi menjelajahi Lavias, tak lain dan tak bukan adalah untuk memanjakan orang tua mereka.
"Maaf, tetapi kami harus membantu orang tua kami. Setidaknya sampai mereka terbiasa dalam game." Sekali lagi Pale membahas hal ini tanpa menyembunyikan kekecewaannya.
Hal ini tentu saja tidak bisa dihindari, karena mereka melakukannya untuk orang tua sendiri.
Weed memahami mereka, diapun mengantar kepergian mereka walau sedikit tak rela, tidak ada support sistem yang kuat lagi. Tapi dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya bahkan sedetikpun.
"Pulanglah, lakukan yang terbaik selagi mereka masih ada." Weed mengangguk sambil tersenyum kecil pada rekannya.
Membuat yang lain semakin sedih dengan antar-antaran ini.
Romuna membuang nafas panjang, "Ya, Weed. Kaupun harus semangat ya."
"Sampai jumpa di lain hari!"
"Yap!"
"Semangat Weed!" Surka mengacungkan kepalan tangan.
Hal terakhir yang mereka lihat adalah senyuman Weed yang terlihat menyedihkan.
...β’β’β’...
Panggil aku LIA!
EL ILI A ππ» LIA! LIAAAAAAAAAA!
__ADS_1
jangan thor lagi yak cintaku πππ