Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Quest Desa Baran!


__ADS_3

Sejak awal Weed sudah mencurigai sesuatu. Matanya yang jeli merasakan akan ada peluang besar dari orang tua lusuh ini. Dia adalah Ghandilva, kepala Desa Baran yang sedang dilema. Desa tempat tinggalnya dulu adalah desa yang subur dan tempat termakmur di provinsi selatan kerajaan Rosenheim.


Terdapat rumah dari 500 kepala keluarga, sekarang desa itu tidak setenang dahulu sejak di serang oleh monster. Penduduk desa menyebar, ada yang melarikan diri atau tertangkap oleh monster.


Tapi bukan itu tujuan utama Weed, "Aku ingin mendengar cerita tentang darimana asal biji ini."


Harapan baru kembali muncul di mata Ghandilva yang sebelumnya sempat putus asa. "A-apa kau akan menolong kami jika aku menceritakan apa yang aku tahu?"


"Sekalipun kepala desa tidak memberitahuku, aku masih akan tetap menolong penduduk desa. Ketika orang yang tidak bersalah diculik oleh monster jahat, bagaimana bisa kita sesama manusia mengabaikan hal itu?"


"Oh!" Ghandilva merasa ingin berteriak kegirangan. Dari sekian banyak orang yang menolak permintaannya, ternyata masih ada orang sebaik ini yang malah menawarkan diri untuk membantu dengan tulus.


"Komandan Darius menolak permintaanku, karena yang bisa aku hadiahkan hanyalah biji ini." Ghandilva menunjukkan sebuah biji dari genggaman tangannya.


Weed menjawabnya selembut mungkin, "Astaga, siapa yang tega mengabaikan orang lain yang kesusahan? Dasar manusia kejam."


Mata kepala desa berkaca-kaca, tidak dapat dipungkiri hatinya yang rapuh merasa tersentuh, "Aku benar-benar tidak menduga bahwa dunia ini masih mempunyai orang yang baik hati. Terimakasih anak muda."


Mata Weed melirik pada genggaman tangan Ghandilva. "Ngomong-ngomong, bagaimana kisah tentang biji ini?"


"Oh, ini? Sebenarnya aku pun tidak tahu dari mana tumbuhan ini berasal."


Dahi Weed mengernyit dalam mulai merasa curiga, "Kepala desa bahkan tidak tahu darimana biji ini berasal?"


"Benar. Karena biji ini telah diwariskan secara turun menurun di keluargaku. Ini adalah warisan berharga. Nenek moyang terdahulu memberi wasiat untuk menjaganya dengan baik, karena biji ini memiliki nilai yang tidak bisa diukur. Mereka mewasiatkan kepada kami untuk menjadikan biji ini sebagai imbalan hanya untuk bantuan besar atau seorang kesatria sejati."


Weed mengangguk kecil, "Aku mengerti."


Bagi Weed, semuanya sekarang sudah jelas, bagaikan teka-teki yang sudah terjawab. Namun, hatinya masih belum sepenuhnya yakin. 'Apakah benar biji ini akan menunjukkan jalan ke Kota Surga, atau hanya biji tumbuhan biasa?'


Kepala desa menatap Weed dengan harapan tinggi, "Maukah kau menolong penduduk desa?"


Ding!


Quest khusus dari Desa Baran!


Baran adalah desa yang subur dan makmur. Namun suatu ketika perbatasan selatan kerajaan diserang oleh para monster jahat. Ketika monster menyerang desa, kepala desa Ghandilva tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan semua penduduk.


Dia melarikan diri hanya bersama anak-anak. Sedangkan orang-orang dewasa memutuskan untuk bertahan di dalam desa untuk mengulur waktu. Monster jahat menangkap para penduduk dewasa yang memberontak dan bukannya membunuh mereka, para monster memperbudak para penduduk di markas mereka di Gunung Barat.


Selamatkan orang tua dari para anak-anak. Jika waktu habis, para monster akan membunuh semua penduduk tanpa sisa. 


Tingkat kesulitan : D


Hadiah : Sebuah biji tanpa nama


Jumlah tahanan : 55 orang


Weed memang memiliki quest tingkat A yaitu quest dari Zahab, namun kemamampuannya sekarang masih sangat jauh untuk menuntaskan quest selevel itu. Dan berita buruknya quest itu berada di zona terlarang. Sedangkan quest dari kepala desa Baran masih terbilang cukup rendah, setara dengan quest pasukan ekspedisi, tetapi lebih sulit.


Ekspresi Weed menajam, "Orang tua ya." gumamnya kecil. Ingatannya tentang orang tua hanya sampai dia berumur 8 tahun. Itupun hanya ingatan masa-masa terburuk dalam hidupnya, yaitu ketika para rentenir yang terus terusan mengganggunya. 'Itulah satu-satunya warisan yang mereka berikan padaku.'


Walau begitu, Weed tetap merindukan ayah dan ibunya. Dia bahkan rela membayar berapapun biayanya jika nyawa mereka bisa ditukar dengan uang.


Ghandilva semakin cemas melihat calon penolongnya yang termenung, "Apakah kau tidak puas dengan hadiahnya?"


"..."


"Saat nanti desa kami pulih, kami akan membayar hutang budi ini padamu, anak muda."


"Tidak usah. Ini lebih dari apa yang bisa aku harapkan. Aku akan menyelesaikan quest ini secepat mungkin."


Anda telah menerima quest!


"Terima kasih. Sebagai petunjuk, para monster itu menetap di Gunung Barat. Aku akan menunggu kabar baik darimu." Ghandilva langsung lega, seakan semua bebannya telah terangkat.


Anggota tim Weed langsung mengerumuninya, "Weed, apa yang kau lakukan?"


"Apa kau menerima questnya?"


Pale dan Surka memandang Weed tidak percaya. Karena mau menerima quest baru yang hanya menghadiahkan sebuah biji tanaman.


Weed menatap semua orang dengan tegas, "Jangan banyak tanya, cepat terima quest yang aku dapat."


Weed adalah ketua tim yang sesungguhnya. Dalam desakan Weed, Surka percaya bahwa pasti ada alasan kuat Weed melakukan hal yang seperti tiada gunanya ini. Dia berjalan ke arah Ghandilva untuk ikut menerima quest.


"Aku bergabung dengan Weed."


"Aku juga ingin bergabung dalam quest untuk menyelamatkan para penduduk."

__ADS_1


"Aku juga."


"Begitupun denganku."


Party Anda menerima quest!


Walaupun semua anggota sudah menyatakan bergabung dalam quest yang Weed ambil, tetapi mereka masih mempertanyakan alasannya. Setelah kepala desa baran pergi barulah mereka semua mempertanyakan hal yang mengganggu pikiran.


Pale memiringkan kepala ke samping tampak kebingungan, "Aku tidak mengerti alasan kau menyerah dalam quest pasukan ekspedisi, dan malah mengambil quest kecil setelah perjalanan panjang yang kita tempuh untuk quest ekspedisi."


Mata Weed menerawang jauh masuk ke jantung hutan, "Aku yakin quest ini akan menghadiahkan sesuatu yang sangat besar. Dan sekalipun aku salah, quest ini masih lebih bagus daripada ikut dalam quest pasukan ekspedisi."


"Apa maksudmu?"


"Bayangkan bila kita bertarung melawan monster bersama pasukan sebanyak itu. Di level kita yang sekarang, kita tidak akan mendapat exp dan fame yang cukup banyak."


Kelompoknya setuju dengan Weed, karena level yang mereka capai sekarang jaraknya sangat jauh dengan level Darius dan timnya. Awalnya mereka mengikuti quest ini untuk mendapatkan quest baru setelah memberantas para monster dari desa Baran. Mereka tidak berharap banyak pada quest ekspedisi yang dipimpin oleh Darius karena sudah memperkirakan hal ini.


"Tenang saja, firasat ku menunjukkan jika kita lebih baik beralih pada quest ini." Weed meyakinkan semua orang di tim nya.


"Namun tingkat kesulitannya D. Apa kau tidak berpikir bahwa ini akan terlalu sulit untuk kita berlima tangani?" Surka meringis.


Weed tersenyum kecil, "Jangan khawatir, aku ada rencana."


"Baiklah Weed. Kami percaya padamu." Pale menepuk bahunya sekali.


Setelah menerima quest Ghandilva mereka memisahkan diri dari barisan.


Tidak lama kemudian dua orang menghampiri tim Weed. Mereka adalah Becker dan Dale, prajurit dari tentara Rosenheim.


"Komandan! Kemana kau akan pergi?"


"Kita hampir memulai pertempuran melawan para monster."


Weed menjawab dengan sungguh-sungguh, tanpa menutupi apapun, "Aku dan anggota tim ku akan pergi untuk membebaskan para penduduk desa, mereka adalah ayah dan ibu dari para anak-anak yang berhasil selamat, sekarang sedang disandera di markas para monster."


"Itu adalah quest yang cukup sulit!" Becker kaget dengan jawaban Weed. Begitupun Dale.


"Apa kalian berlima bisa menyelesaikan quest ini?" Gumam Dale sambil menatap semua orang di depannya. Mengukur kekuatan setiap individu di tim Weed. Dia yakin bahwa mereka lebih lemah dari dirinya. Lalu ia tersenyum kecil, menepuk dadanya dengan bangga, "Komandan, kami ingin membantumu dalam quest ini."


"Ya. Komandan tim ekspedisi pasti mengizinkan kami bergabung denganmu saat kita menjelaskan situasi ini padanya." Lanjut Becker dengan tegas.


Tawaran ini tentu saja karena persahabatan yang telah terjalin diantara mereka. Jika tidak, tergantung situasi, ada juga saat dimana para prajurit NPC tidak akan menuruti perintah bahkan dari player level tertinggi. Termasuk saat terjadi pembantaian masal warga desa yang tak berdosa. Karena Charm tidak berlaku untuk menggerakkan para prajurit kecuali didukung oleh fame dan leadership yang tinggi.


Setelah terdiam beberapa saat, Weed berkata dengan lembut, "Aku sangat-sangat senang menerima bantuan kalian, tapi untuk yang ini tidak mungkin. Kerajaan sedang menugaskan kalian untuk menyelamatkan Desa Barang dibawah komando Darius, benar bukan?"


"Tapi--"


"Lebih sedikit orang yang melakukan quest ini, lebih baik! Aku berharap agar kalian melakukan yang terbaik untuk quest ekspedisi. Bagaimana ceritanya saat kami berhasil menyelamatkan para penduduk, sedangkan desa tempat mereka tinggal sudah lenyap."


Becker dan Dale saling pandang, "Ahhh."


"Komandan benar!"


Sebenarnya akan lebih mudah bagi Weed untuk menyelamatkan para sandra jika dibantu oleh 200 prajurit Resenheim, apalagi mereka yang saat ini menjadi ketua pasukan sudah pengalaman menjadi bawahannya. Stat leadershipnya yang tinggi akan mengubah mereka membentuk kekuatan yang besar. Masalahnya, Darius pasti akan sadar dan penasaran.


Sedangkan jika hanya Weed dan anggota timnya yang memisahkan diri dari pasukan ekspedisi, Darius tidak akan dirugikan, bahkan kecil kemungkinan dia akan sadar akan kepergian mereka mengingat banyaknya player yang ikut dalam quest ini.


Setelah berpisah dengan Dale dan teman-teman, Weed dan rekan setimnya menuju ke gunung disebelah barat Desa Baran, sesuai instruksi Kepala Desa tadi. Gunung ini terlihat terjal dan suram. Kabut menebal dari atas air terjun sampai ke lembah.


"Wilayah mereka dimulai dari sini." Mata Pale bersinar keemasan mulai mengaktifkan skill penglihatan dan skill pengamatan sesuai dengan profesinya. Bagi profesi archer keahlian itu sangat penting untuk mencegat musuh dari jarak jauh dan untuk menganalisa suatu wilayah seperti yang dilakukan oleh Pale saat ini.


"Ya, menurutku para monster menyeberangi perbatasan selatan dan membuat markas di wilayah Barat." Jawab Weed singkat. Dirinya juga sedang meneliti daratan. Lembah itu terlihat lebih luas dan curam dari lembah-lembah lainnya. "Ayo."


Mereka menyiagakan diri untuk mengantisipasi adanya serangan mendadak para monster. Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka menemukan 5 monster penjaga. Monster itu mirip dengan kadal raksasa berkulit hijau klimis serta memiliki kaki dan tangan layaknya manusia. Levelnya sekitar 60 an.


"Iww, menjjikan." Romuna meringis sampai wajahnya mengerut.


Weed mengangguk setuju dengan pendapat Romuna. Kebanyak monster memang tampak menjijikan dan mengerikan, namun tidak pernah membuat Weed takut. 'Aku cukup melakukan hal yang sama seperti melawan para goblin.'


Level monster disini lebih tinggi 10 level dibanding para goblin, namun mereka adalah monster biasa, tidak bisa dibandingkan dengan monster dungeon ataupun monster-monster dimalam hari yang kekuatannya 50% lebih kuat. Jadi jika dibandingkan kekuatan monster ini sebanding dengan para goblin.


Mata Weed menyala-nyala, tubuhnya sudah gatal ingin segera memanaskan otot-ototnya yang terpendam cukup lama beberapa hari ini karena berkecimpung di dunia pahat dan memasak. Senyum dingin melintas dimata nya saat ia mengeluarkan pedang. 'Akhirnya aku bisa bernafas lagi.'


Teknik Pedang Imperial Formless!


Teknik pertama :


Mana : 300

__ADS_1


Meningkatkan keindahan saat melakukan triple attack


Meningkatkan jumlah serangan dan damage ketika level skill naik.


Teknik kedua :


Mana : 400


Bisa teleport ke belakang musuh untuk menyerangnya.


Teknik ketiga :


Mana : 600


Menghancurkan senjata musuh dengan 5x serangan.


Teknik keempat :


Mana : 1000


Mengecoh lawan dengan gerakan sehalus tarian untuk menargetkan titik vital lawan.


Teknik kelima :


Bersatu dengan pedang, mengonsentrasikan seluruh mana untuk diledakkan, hingga mana habis. Jika mana kurang dari 2000, maka HP juga akan berkurang.


Weed memberi nama setiap teknik pedangnya, yaitu Triple, Backstab, Power Break, Sword Dance, dan Sword Kaiser.


Sekarang jumlah mana Weed mencapai 940 berkat Emperor's Tablet. Dia bisa menggunakan Skill Triple 3 kali, Backstab 2 kali, dan Power Break sekali. Sedangkan teknik lainnya tidak bisa dipakai sekarang karena mana nya tak mencukupi. Biasa saja bagi Weed untuk menggunakan kelima teknik pedang ini, tapi terlalu beresiko bagi nyawanya. 'Aku sudah tidak sabar ingin segera mengasah kemampuan ku.'


Semangat Weed berkobar ganas, karena ia belum pernah berburu menggunakan teknik pedang imperial formless sejak ia mempelajarinya. Weed berbisik ke rekan setimnya. "Tenang, di siang hari kekuatan mereka hanya separuh. Dan lagi, kadal menjijikan ini spesialis rawa, bukan di lembah pegunungan. Aku akan menjadi penyerang terdepan."


Irene melongo, "Kadal?"


Romuna ikut menatap Irene, "Menjijikkan?"


"Bukankah ini buaya?"


"Tapi, tetap saja, ini markas nya Weed, MARKAS!" Serobot Pale menggebu-gebu takut Weed melangkah tanpa rencana.


"Aku tahu, dan kita pasti bisa." Weed kembali meyakinkan rekan-rekannya.


"Tapi- tingkat kesulitan quest ini D." Pale masih belum menerima usulan Weed.


"Um- Quest tingkat D, paling tidak sekitar 800 monster, kan?" Weed menatap mereka Pale dengan cermat.


Pale hanya bisa mengangguk tanpa membantah lebih lanjut. "Ya, kurang lebih 8 ratus monster."


"Tapi menurutku tidak, karena kita tidak sendirian, Darius dan puluhan player bawahannya akan membantu kita." Weed tersenyum kecil sambil menepuk bahu Pale.


"Darius akan membantu kita? Omong kosong apa itu?" Pale semakin bingung dibuatnya.


Weed sibuk membagikan botol kecil ke rekannya.


Romuna mengamati botol kecil dalam genggamannya, "Apa ini Weed? Jangan bilang--"


"Potion?" Lanjut Pale.


"Ini adalah racikan fermentasi buah-buahan segar yang aku buat sebelum kita pergi meninggalkan benteng Serabourg. Harga botol nya juga murah."


Surka memilin bibir, "Untuk apa kau membagikannya sekarang--"


"Minumlah dulu, baru kau akan mengerti." Potong Weed gemes. Ia langsung menegakkan bagiannya.


Anda telah meminum Brandy of Vitality!


Hp : +100


Strength : +10


Agility : +5


Efek : Mengurangi rasa sakit saat terluka.


Mata Irene melebar saat menghabiskan minuman dari Weed, "Aku tak percaya bagaimana ceritanya bir bisa seluar biasa ini." Bahkan ia tak mampu menjelaskannya dengan kata-kata.


Disebelahnya ada Surka yang masih menjilati mulut botol walau brandynya sudah habis. Sebenarnya Surka baru saja mencapai umur dewasa, jadi rentan terhadap minuman beralkohol, tapi aroma minuman dari Weed membuat dahaga merasa ingin mencicipinya lagi dan lagi.


"Minuman ini tidak di fermentasi terlalu lama, jadi efeknya juga terbatas. Tapi kelebihannya, minuman ini tidak menyebabkan mabuk." Weed menjelaskan hasil racikannya.

__ADS_1


Tanpa aba-aba lebih lanjut, Weed langsung bergerak duluan untuk menyerang para monster penjaga.


"Eh eh eh We--ed?"


__ADS_2