
Rumah Lee Hyun!
Lee Hyun duduk santai di depan TV yang sedang menayangkan berita seputar Royal Road. Wajahnya terlihat datar tidak menikmati acara sama sekali.
"Ya. Segmen selanjutnya dari program kami adalah tentang player terkenal di Kerajaan Cawang yang ramai dibicarakan oleh para player belakangan ini. Mr. Oh, aku dengar sekarang ada seorang Blacksmith yang bisa memperkuat defense equipment?"
"Ya, itu benar. Tak dapat dipungkiri seorang petarung pasti selalu membutuhkan equipment yang bagus. Karena saat memakai equipment dengan defense tinggi akan meningkatkan kemungkinan untuk bertahan hidup. Dan Blacksmith dari Cawang bisa meningkatkan defense equipment dengan cara meleburkan mineral penguat."
Ada banyak program televisi yang berkaitan dengan Royal Road, membahas banyak keajaiban dan legenda dari Benua Versailles. Hal ini juga menguntungkan rate. Karena para pemirsa meningkat seiring dengan masuknya para player ke Royal Road, mengarah pada pendapatan iklan yang sangat besar.
"Hmm, seorang Blacksmith?" Lee Hyun mensejajarkan kakinya di kasur. Tak salah lagi, kamar adalah tempat ternyaman untuk beristirahat. Matanya tak berhenti menatap acara TV yang tidak ada habisnya.
Di acara itu, seorang host perempuan dan host laki-laki sedang mengobrol ringan tentang seputar dunia fantasi Royal Road. Lee Hyun berharap mendengar informasi baru yang berguna tentang game itu. Dia yakin sebagian besar dari pemirsa yang menonton acara itu memiliki tujuan yang sama dengannya.
Di Benua Versailles tidak memiliki perbedaan antara siang dan malam, setiap saat adalah jam berburu. Tetapi saat program yang berkaitan dengan Royal Road ditayangkan, tempat berburu menjadi sedikit sepi. Semua orang berpindah ke dunia nyata hanya untuk mendapatkan beberapa info yang cukup berguna.
"Itu menakjubkan. Sepertinya aku juga harus memintanya untuk memperkuat equipment ku. Tetapi bukankah biayanya sangat tinggi?"
"Harga bervariasi mulai dari 10 sampai 100 gold tergantung pada efek atau fungsinya. Bukankah itu sangat luar biasa?"
"100 gold? Aku tidak mampu membayarnya. Bahkan, setelah mengumpulkan semua uang yang aku kumpulkan selama ini." Shin Hye Min menggelengkan kepala beberapa kali, terlihat tidak berdaya.
"Haha, tetapi harga itu hanya untuk item yang sangat-sangat bagus. Jadi, dia mungkin akan memperkuat item mu dengan harga sekitar 10 gold."
"Player Blacksmith itu akan menjadi sangat kaya dengan cepat."
"Tidak sepenuhnya benar. Harga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memperkuat equipment sangatlah mahal, jadi dia tidak akan bisa mendapat keuntungan lebih dari 20% untuk satu pesanan. Alasan bagi Blacksmith dari Kerajaan Cawang menjadi topik panas, mungkin karena dia menjadi player pertama yang mencapai tahap intermediate dalam Blacksmith."
Shin Hye Min mendesah panjang, "Pencapaian itu membuat ku iri. Ngomong-ngomong tentang profesi crafting, belakangan ini juga ada topik panas mengenai seorang Sculptor terampil yang muncul di Kerajaan Rosenheim, kan?"
"Benar. Katanya patung-patung yang dia pahat sangat indah. Hal ini sangat mengejutkan, mengingat profesi Sculptor yang sangat langka. Karena profesi ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang tidak semua orang mampu menjalaninya."
Seorang Sculptor dari Kerajaan Rosenheim yang mereka bicarakan tentu saja adalah avatar game milik Lee Hyun, Weed.
"Setelah aku mendengar rumor tersebut, aku bergegas mengunjungi Kerajaan Rosenheim untuk mewawancarainya. Lalu membeli sebuah patung sebagai sovenir untukmu, Hye Min. Tetapi ternyata aku terlambat, dia sudah pergi."
"Sayang sekali."
"Hm. Aku khawatir jika dia menghapus avatar nya karena tidak mampu lagi melalui jalan seorang Scluptor yang terkenal sulit dan melelahkan."
"Wow, itu berita buruk. Aku kehilangan kesempatan untuk menerima hadiah yang bagus. Padahal ku pikir para seniman mulai unjuk gigi. Sayang sekali."
"Berita berikutnya adalah tentang sesuatu yang telah kalian tunggu-tunggu." Dia sengaja menjeda beberapa detik agar antusias penonton menggila, "Perang sipil Britten Alliance! Akhirnya, Kastil Tambun yang terkenal luas tak tertaklukkan berhasil diserang! Guild Nambo sekarang berada dalam masalah yang sangat-sangat-sangat besar."
Selanjutnya ada cuplikan video dalam game Royal Road. Dari ketinggian, terlihatlah sebuah kastil mewah berwarna apricot, yang dikelilingi oleh 35 menara, tempat tinggal para Archer dan Mage saat terjadi peperangan. Dinding benteng tersebut terlihat sangat tebal karena dibangun dengan 3 lapisan batu-bata. Kerajaan itu juga dikelilingi oleh parit yang luas dilengkapi dengan jembatan. Tempat yang terlihat kokoh dan tak tertembus.
"Wow, sangat menakjubkan. Aku seolah-olah sedang melihat sebuah kastil pada abad pertengahan."
"Ini adalah Kastil Tambun yang dimiliki oleh guild Nambo. Pertempuran sengit terjadi di tempat menakjubkan ini kemarin malam."
Kastil Tambun memang terkenal memiliki reputasi yang buruk bahkan sebelum dibanjiri oleh darah para player yang tak terhitung jumlahnya. Bagaimana tidak, penguasa tempat yang megah itu membuat kebijakan tak masuk akal mengenai pajak dan biaya masuk dengan harga selangit. Bahkan desa sekitar harus membayar pajak 60% di setiap transaksi jual beli, 2 kali lipat lebih tinggi di kota-kota lain. Hal ini berlaku untuk semua item termasuk herb, potion dan obat-obatan lainnya.
Sedangkan, teruntuk para merchant yang melakukan perjalanan melewati benteng dipaksa membayar 40% dari keuntungan penjualan, dengan dalih pajak bea cukai. Kastil Tambun memanfaatkan lokasinya yang strategis ditengah-tengah Britten Alliance dan Kerajaan Buaran untuk memonopoli perdagangan internasional.
Pada akhirnya semua uang diraup semua oleh guild Nambo, pemilik kastil Tambun. Sudah jelas mereka akan dibenci oleh semua orang. Kemarahan para player sudah diluar batas hingga menyebabkan kekacauan ini.
"Sebelumnya Kastil Tambun belum pernah diambil alih, kan?"
"Benar. Tetapi pertarungan ini sangat menakjubkan. Lihatlah."
TV tersebut menampilkan penampakan Kastil Tambun di malam hari di latar belakangi bulan sabit yang menggantung di langit. Di sekitar kastil sudah dipenuhi oleh player yang bergerombol layaknya semut, ikut meramaikan pemandangan itu. Bendera masing-masing guild berkibar indah mengikuti jejak angin. Mereka sedang menunggu datangnya mentari pagi.
Mata Lee Hyun membulat, dia sontak langsung duduk tegak untuk menatap layar TV dengan detail, "Berapa banyak orang yang berkumpul di sana?"
Dia mengetahui berita tentang peningkatan drastis player yang bermain di Royal Road beberapa waktu lalu. Tapi dia tidak menyangka akan sebanyak ini. Saking banyaknya sampai tidak bisa diperkirakan berapa jumlah mereka. Mereka terlihat layaknya gerombolan semut yang siap melenyapkan sebuah donat.
"Jumlah player yang berkumpul untuk menaklukan Kastil Tambun lebih dari 30.000." Lanjut MC laki-laki, Oh Joo Wan, seolah-olah bisa membaca pikiran para pemirsa.
"30 ribu? Itu adalah jumlah player terbanyak yang berpartisipasi dalam sebuah perperangan sejauh ini!"
"Tepat sekali. Keinginan untuk menaklukan Kastil Tambun telah menyebar luas. Sekitar 150 guild bersatu, ditambah sekitar 5 ribu Mercenary yang ikut berpartisipasi dalam perang kali ini. Kita akan menyaksikan kejadiannya sekarang."
Akhirnya, matahari terbit menyinari Kastil Tambun yang sewarna senja. Beberapa pemimpin guild memberi pidato panjang tentang mereka yang berada dipihak kebenaran. Dan bagaimana mereka akan merevolusi kekejaman di Kastil Tambun setelah berhasil menaklukannya.
Api perjuangan berkobar, para pejuang berteriak semangat, pertarungan pun dimulai.
Pemandangan itu terlihat menakjubkan untuk ditonton.
300 ribu player menyerbu kastil Tambun secara serentak. Panah berterbangan menuju tempat yang sama, Kastil Tambun. Diikuti dengan berbagai macam sihir yang menghantam kedamaian benteng. Ketapel tak ada habisnya melemparkan batu. Para golem terus berdatangan menyerang pertahanan benteng. Namun, lawan mereka terus bertahan, mengandalkan kekokohan benteng.
__ADS_1
Guild Nambo tentu tidak akan berdiam diri dan menonton keruntuhan rumah yang selama ini mereka jaga baik-baik. Sebelum perang berlangsung merekapun telah memanggil aliansi mereka untuk membantu perang ini. Ada juga infanteri NPC dari Kastil Tambun, ikut memperkuat pertahanan benteng.
Gelombang perang telah berubah saat pasukan khusus menyelinap dari jalur tikus untuk memasuki benteng.
Sebenarnya guild-guild besar dan player berlevel tinggi hanyalah pengalihan. Mereka sedang mengulur waktu sampai Pasukan Khusus berhasil menyusup ke dalam benteng melalui saluran air.
Boom!
Aura pedang yang besar dan sihir meledak dimana-mana.
"Diketahui, kurang lebih setengah dari 100 player terbaik di Britten Alliance telah berpartisipasi dalam perang kali ini. Sudah pasti Kastil Tambun tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi, dan akhirnya jatuh ke tangan para penyerang."
Anggota guild Nambo yang berjuang hingga akhir semuanya tewas. Guild-guild sekutu mereka menyerah saat situasi tidak lagi menguntungkan mereka. Akhirnya pertempuran sengit pun berakhir. Terlihatlah penampakan guild-guild penyerang yang bersuka cita dalam kegembiraan luar biasa atas kemenangan ini.
"Mr. Oh, akankah sekarang kedamaian telah datang ke Kastil Tambun?"
"Menurutku belum. Pertama, Guild Nambo adalah pemilik sah benteng itu, kemungkinan besar tidak akan mundur begitu saja. Mereka akan mengumpulkan kekuatan besar untuk merebut kembali milik mereka."
"Berarti perang lainnya akan terjadi lagi."
"Ya, namun, walau perebutan kembali oleh Guild Nambo itu berakhir gagal. Kastil Tambun tampaknya belum akan tenang untuk sementara waktu. Ini tentang pembagian keuntungan di antara guild-guild pemenang tidak akan selesai dengan mudah. Mengingat keuntungan besar yang telah ditumpuk Katik Tambun selama ini, tidak menutup kemungkinan semua orang akan serakah bersaing untuk memilikinya. Sebesar itulah nilai yang dimiliki tanah itu. Nambo telah menginvestasikan banyak uang untuk menstabilkan ekonomi di sana. Sebagai gantinya, mereka juga telah mengumpulkan banyak pajak untuk tentara dan benteng. Karena itu akan banyak orang yang menginginkan tempat tersebut."
"Itu adalah siklus yang buruk."
"Bukan lagi, sangat buruk. Belum lagi letak strategis dari Kastil Tambun, yang berdiri di tengah-tengah dua kerajaan. Berfungsi sebagai tempat pertukaran informasi. Tempat ini akan terus berada dalam kekacauan."
Lee Hyun menyeringai, sebuah seringaian yang bisa membuat penjahat paling keji sekalipun menjadi iri. 'Para penyerang ada 30 ribu orang. Setidaknya sekitar 15 ribu orang telah tewas tak lama setelah pertarungan dimulai. Ditambah 10 ribu orang lagi yang tidak bisa bertahan sampai perang berakhir.'
Tentu saja membayangkan skill dan level yang hilang dari player-player yang tewas adalah hal menggembirakan bagi Lee Hyun. Saat stat orang lain menurun, Lee Hyun sudah bergerak jauh semakin kuat.
Tiba-tiba telepon berdering, dan dia bergegas menjawab. "Halo"
- Oppa sudah siap?
Orang di seberang telpon, yang langsung bertanya tanpa salam terlebih dahulu adalah adiknya, Lee Hye Yoon.
Lee Hyun menatap bajunya beberapa kali untuk memastikan tidak ada yang salah dengan kostumnya, "Ya. Aku sudah ganti baju dan mencuci wajahku."
- Rambut?
"Tentu saja aku sudah keramas." Reflek Lee Hyun memegang rambut lalu merapihkan nya sedikit.
- Acara akan segera dimulai. Cepat datanglah!
'Sebenarnya apa yang sedang ku lakukan?'
Walau sangat tak ingin menginjakkan kaki lagi di sekolahan setelah dia keluar dari sana, tapi dia tidak punya pilihan. Lee Hyun tetap pergi ke sana sambil mendesah beberapa kali. Nafasnya semakin panjang saat dia menatap gerbang megah yang melindungi tempat pendidikan itu.
Uaena High School!
Melihat tulisan segede gaban itu, Lee Hyun kembali mengingat kisah kelam di masa lalu. Dia pernah bersumpah pada diri sendiri jika dia tidak akan pernah menginjakkan kaki lagi ke tempat ini apapun alasannya.
Tapi pagi ini, kakinya berakhir membawanya ke tempat terkutuk ini. Lee Hyun bimbang antara mengikuti ego atau berhadapan dengan adik semata wayangnya. Entah ada angin darimana, tiba-tiba dia mengingat kejadian tak mengenakan yang pernah menimpa Darius saat diserbu oleh para gadis di timnya.
Tadi pagi Lee Jajan merengek beberapa kali pada Lee Hyun, "Oppa, pokoknya harus datang!"
Belum sempat Lee Hyun membantah sudah datang ancaman kedua yang sedikit mematikan. Adik kecilnya itu berencana untuk menyita kapsulnya selama beberapa hari jika Lee Hyun tidak menuruti keinginan mutlak nya yang satu ini. 'Dia tidak sadar, untuk siapa aku mati-matian mencari uang.'
Berakhirlah Lee Hyun memasuki tempat penuh kenangan mengerikan ini, "Tsk! Tak ku sangka mengurus adik perempuan akan serepot ini."
Acara yang dihadiri Lee Hyun kali ini adalah sebuah festival SMA. Orang lain mengajak orang tua mereka, tetapi Lee Hayan hanya bisa mengandalkan kakaknya.
"Ugh. Apa yang sebenarnya aku lakukan." Lee Hyun mengeluh tanpa henti.
Walau dia benar-benar tidak ikhlas datang ke tempat ini, tapi memikirkan kekecewaan adiknya, dia tidak mau hal itu sampai terjadi. Dia merasa seolah-olah seekor sapi yang diseret paksa oleh tukang jagal.
Saat sampai, Lee Hyun secara asal duduk di salah satu kursi di tribun festival. Sedangkan para siswa di bagi-bagi sesuai klub yang diikuti atupun kelas, mereka menawarkan berbagai macam dagangan di depan Stan. Tapi, Lee Hyun menganggap mereka semua angin lewat.
"Hei, apa kau Lee Hyun?"
Lee Hyun menoleh ke sumber suara. Terlihatlah seorang mahasiswi cantik yang bertubuh langsing, dia memakai rok ungu yang mempermanis tampilannya.
Lee Hyun terlihat tidak tertarik, menatapnya dengan datar, "Siapa kau?"
Wajah gadis itu terlihat kecewa berat setelah mendengar jawaban Lee Hyun. "Ah, ternyata aku benar. Ini aku, Yoon Ah."
"Oh Lim Yoon Ah." Akhirnya Lee Hyun ingat dengan gadis itu. Wajah cantiknya membuatnya jadi favorite banyak laki-laki saat masa SMA. 'Dia terlihat lebih modis. Dan tampilannya yang terlihat cerdas mungkin mempertahankan kepopulerannya sampai sekarang. Dia pasti mendapat perlakuan baik di kampus.'
Hanya tentang ini yang bisa Lee Hyun ingat tentang dia, tidak ada lagi kenangan spesial yang tersisa.
__ADS_1
"Ya, lama tak jumpa."
Sebenarnya Lee Hyun kurang nyaman mengobrol dengannya, tapi akan sangat tidak sopan jika dia mengabaikan orang yang pernah satu sekolahan dengannya, bagaimanapun mereka pernah menjadi teman sekelas, dulu.
"Jadi, kenapa kau di sini padahal sudah lulus dari sekolah ini?"
"Mmhm. Adik perempuanku sekolah di sini jadi aku datang. Kau sendiri?"
"Sama."
"Kamu juga punya adik perempuan ternyata. Boleh aku duduk di sampingmu?"
"Untuk apa izin, kursi itu kosong. Lakukan apapun yang kamu mau." Jawab Lee Hyun mulai tak nyaman dengan tatapan semua orang pada nya. Dia mengalihkan pandangan ke arah festival untuk menonton pertunjukan yang sedang dimulai.
Lim Yoon Ah pun peka situasi, tidak memaksakan diri untuk mengajak Lee Hyun mengobrol lebih jauh lagi. Ikut menikmati pertunjukan.
Pentas drama yang berjudul Putri Salju dan 7 Kurcaci.
Seorang penjual apel muncul, dia menari sambil bernyanyi seperti orang bodoh, kemudian berbicara dengan bangga. "Oh! Ratu yang paling cantik di muka bumi. Ini ada beberapa apel lezat. Baru dipetik dari kebun apel jadi harganya murah dan segar! Hanya 2 ribu won per 5 apel!"
Ratu yang berbadan kurus itu menguap lebar sebelum menjawab, "Kenapa mahal sekali?!"
"Karena ini adalah apel yang dipilih dengan hati-hati mempertimbangkan kematangan yg alami, Ratuku!"
"Benarkah? Ah! Bisakah kita bisa menggunakan ini untuk membunuh Putri Salju?"
"Uh! Aku yakin tidak pernah mengatakan hal seperti itu."
"AKU TANYA! APEL ITU BISA DIGUNAKAN UNTUK MEMBUNUH ATAU TIDAK?!" Suara ngebass nya meraung mengguncang panggung. Membuat pemirsa ikut terhanyut ke dalam aktingnya yang sempurna.
"Saat seseorang sudah mencicipinya, maka dia tidak akan berpaling dari kelezatannya, Ratuku!" Jawab lelaki itu dengan tangan bergetar.
Ratu tersenyum puas sambil menyeringai. Dia membeli beberapa apel. Lalu berjalan ke arah Putri Salju yang baru memasuki aula. Dia melakukan beberapa tarian aneh sebelum menyerahkan apel ke tangan rival seumur hidupnya itu.
"Kenapa kau tidak pernah datang saat reunian?" Lim Yoon Ah memberanikan diri untuk bertanya lagi saat situasi disekitar mereka sudah tenang.
Lee Hyun menjawab dengan malas tanpa menatap lawan bicara, "Aku malas untuk pergi."
"Oh begitukah? Kami berharap setidaknya bisa bertemu denganmu di sana. Karena setelah berhenti sekolah, kami tidak bisa menghubungimu sama sekali. Hanya Sanghoon yang bisa menelpon mu. Dia selalu mengatakan sudah mengajakmu pergi. Jadi kami pikir kau akan datang sekali-kali."
"Terimakasih, kebohongannya sangat menghibur." Lee Hyun tetap menonton pentas seni dengan ekspresi dingin. Jika sedang di dalam game, mungkin dia sudah menyebarkan fighting spirit dalam ruangan itu.
"Um tapi aku bersungguh-sungguh ingin bertemu denganmu lagi. Apa kau ingat momen saat kau menyelamatkanku sebelumnya?"
"Aku pernah menyelamatkan mu?" Lee Hyun terdiam sejenak untuk mencari pencerahan, "Ah, benar."
Ketika Lee Hyun kelas 10, dia mengantarkan koran di pagi hari. Suatu hari dia melihat seorang gadis ditangkap oleh beberapa preman di taman. Awalnya Lee Hyun berniat untuk lewat begitu saja karena itu bukanlah urusannya, jadi dia memutuskan untuk mengabaikannya. Tetapi mendengar jeritan ketakutan gadis kecil itu, Lee Hyun berlari kembali.
Dia memukuli para preman itu dan menyelamatkan gadis kecil itu. Kemudian, dia baru sadar jika gadis itu adalah Lim Yoon Ah yang bersekolah di tempat yang sama dengannya. Dia tak tahu tentangnya, karena dia tak berada di kelas yang sama, tetapi mereka akhirnya satu kelas di kelas 11.
Saat mereka mengenang masa lalu yang kelam, drama musikal sudah menuju konflik yang melenceng jauh dari legenda aslinya.
Ada ulat di apel yang dijual pada ratu, jadi Putri Salju memukuli penjual apel tanpa ampun. Saat dia melancarkan aksi pendisiplinan, pelayan itu menyuap paksa apel busuk itu ke mulut Putri Salju, akhirnya kegilaan itu berhenti setelah dia ambruk ke tanah.
Para Kurcaci yang kebetulan lewat, menculik Putri Salju ke rumah mereka, untuk dijadikan pelayan yang mengurus segala hal tentang keperluan rumah, seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci dan lain-lain.
Putri Salju yang baru sadar di sebuah gubuk reyot tentu saja merasa kaget dan kebingungan. Apalagi setelah mendengar penjelasan para kurcaci. Dia yang hidup nyaman dalam pelukan sendok emas tentu tidak mengerti bagaimana cara menjadi pelayan.
Ketika disuruh membersihkan piring dia malah memecahkan semuanya. Dan ketika mereka menyuruhnya membersihkan rumah, dia malah merusak dekorasi rumah, menghancurkan perabotan dan banyak hal gila lainnya.
Akhirnya, datanglah hari dimana seorang pangeran berjubah putih datang untuk mengambil sang putri, ketujuh kurcaci berteriak dalam kegembiraan. Mereka tentu saja sangat senang karena berhasil menyingkirkan pembantu yang tak berguna itu.
Drama musikal itu sangat melenceng dan mencengangkan, mengingat betapa gilanya alur cerita serta semua karakter yang ada dalam drama.
"Sungguh mengecewakan." Lee Hyun berpikir jika dia telah membuang-buang waktunya.
Tetapi berbeda dengan Lima Yoon Ah yang duduk di sebelahnya tengah tertawa tanpa henti. "Hahaha! Lihat itu, Hyun-ah. Benar-benar lucu."
"..." Lee Hyun tak mengerti kenapa dia memanggilnya dengan cara yang bersahabat seperti itu, saat mereka sangat jarang bertemu.
...•••...
Oke fix sekarang bertambah lagi cewe di samping Lee Hyun😂 Kali ini benar-benar nyata, bukan fiksi belaka lagi😂
Jadi bagaimana?
Udah fix menentukan kapal untuk berlayar belom?
Selamat menikmati ship shipan nya ya readers tercinta
__ADS_1
Wkakakakakak!
Lia Cantik~~