Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Through the Dangerous Forest!


__ADS_3

Saat melakukan perjalanan di wilayah Selatan, Kerajaan Rosenheim, Weed dan Mapan sengaja berhenti di kota-kota besar untuk memborong produk lokal. Mutiara, batu giok, keju, minyak zaitun, white wine, mithril dsb, semuanya adalah ciri khas di kota-kota selatan.


Kerajaan Rosenheim tak memiliki teknologi komersial yang tinggi. Mungkin karena hal inilah perhiasan, makanan, dan bijih mentah secara aktif diperdagangkan. Di antara kerajaan di pusat benua, ada beberapa kota dan negara yang memiliki keahlian khusus untuk memproduksi senjata dan armor.


Tentu saja, senjata yang diproduksi di pusat benua lebih tahan lama dan memiliki statistik attack dan defense yang mengagumkan dibandingkan wilayah bagian lain. Oleh karena itu, para player yang memulai di pusat benua mendapat keuntungan yang memuaskan. Namun, di kerajaan pinggiran memiliki lebih banyak tempat berpetualang yang belum tersentuh, hal ini memberi kesempatan pada para player pemula untuk berkembang pesat.


Mapan sedang melihat-lihat barang yang kualitasnya bagus. Sekarang dia ditugaskan oleh Weed untuk membeli item-item yang mereka butuhkan untuk dijual di pusat benua nanti. Karena lelaki ini memiliki skill yang memungkinkan untuk membeli item dengan harga yang lebih murah. Walau begitu, dia masih harus hati-hati dalam tawar menawar, karena jika menawarkan harga terlalu berlebihan bisa menyebabkan kegagalan dalam transaksi. Maka, penjual akan kecewa dan tak ingin bertransaksi denganmu selama kurang lebih 10 hari.


"Aku akan membeli 40 berlian."


Mapan melakukan tawaran menawarkan dengan penjual. Setelah mencapai kesepakatan, dia berbalik kebelakang, menghadap bos sesungguhnya dalam tim ini. Dia bertanya dengan suara rendah, "Harga berliannya 760 gold. Haruskah aku membelinya?"


Weed ikut mendekatkan wajahnya, "Umm. Apakah tidak bisa kurang lagi?"


"Ini adalah batasan skill milikku."


Tangan Weed gemetar saat memasuki sakunya. Dari sana keluarlah 800 gold, tangannya masih tak berhenti gemetar. Dengan berat hati dia menyerahkan harta kesayangannya itu pada Mapan.


Mapan bahkan harus mengerahkan segenap tenaga untuk mencabut uang itu dari genggaman tangan Weed. "Ehem!"


Setelah perjuangan panjang akhirnya uang itu berakhir di tangan Mapan. Dia tertawa paksa saat berhadapan lagi dengan penjual, "Ini bayarannya, pak. 800 gold."


Weed hampir menangis melihat perpindahan hartanya, "Ke-kembaliannya." Dia bergumam serak, merasakan suaranya hampir putus. Dia langsung menyambar uang kembalian sebelum penjual menyodorkannya pada Mapan.


Mapan tidak terkejut lagi dengan sikap protektif nya ini jika sudah menyangkut uang. Jadi, dia bersikap seakan tidak ada yang terjadi, "Kemana kita pergi sekarang?"


"Ke Desa Citeras untuk membeli beberapa mutiara."


Mereka melanjutkan perjalanan sambil mengamati desa sekitar. Akhirnya, terkumpullah 50 mutiara seharga 690 gold, ditambah 3 kg mithril yang dibeli setibanya di desa tambang batubara.


Dompet Weed yang biasanya hanya mengenal pemasukan sekarang terpaksa berkenalan dengan pengeluaran. Setelah sekian banyak pengeluaran, pada akhirnya telah tersisa 50 gold. Padahal kekayaan Weed sebelumnya lebih dari 1700 gold.


Weed harus meringankan jiwa dan raga atas mengusutnya kekayaan yang telah dia kumpulkan dengan susah payah. Memang benar kata pepatah yang mengatakan, mencari uang membutuhkan perjalanan panjang yang menguras keringat dan darah, sedangkan menghabiskannya cukup dengan sekejap mata. Jadi, Weed meyakinkan diri beberapa kali bahwa ini adalah awal dari investasinya.


Bagaimanapun caranya Weed akan menggandakan uangnya berlipat kali lebih besar. Sebelum berangkat dia telah mencari info tentang daerah-daerah yang akan di lalui nya maupun medan pegunungan nya yang berbahaya, jadi dia cukup tenang dengan rencana-rencana yang telah dia susun sebaik mungkin.


Di Britten Alliance, di balik Pegunungan Baruk, harga permata sekitar 25% lebih mahal daripada di sisi pegunungan sebelah sini. Bahkan jika seseorang yang menjualnya bukan seorang Merchant, dia masih bisa menghasilkan keuntungan kecil dari harga pasar dan mendapat fame. Sehingga Weed sengaja memborong item sebanyak mungkin.


Tapi Mapan sangat penasaran dengan kesibukan Weed yang terlihat tidak akan menemui titik ujung. "Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan?"


Dan kesibukannya itu bukanlah hal yang umum dilakukan oleh orang-orang, dia selalu melakukan hal aneh yang di luar nalar, wajar jika Mapan terlihat kebingungan olehnya.


Saat mereka melalui jalan setapak di pedesaan, Weed terkadang berjongkok untuk mencabut rumput liar yang bermekaran meramaikan pinggir jalan, lalu menyimpannya dalam ransel. Wajahnya terlihat riang, seriang menemukan harta karun.


Kepala Mapan serasa akan pecah memikirkan berbagai alasan yang masuk akal atas kesibukan Weed. Akhirnya dia memilih mengakhiri rasa penasarannya sebelum makin bercabang, "Weed, boleh aku bertanya apa yang sedang kau lakukan?"


Weed menatapnya sejenak, "Ah! Maksudmu ini?" Dia menunjuk tanaman liar di tangannya, "Aku sedang mencabut tanaman herbal."


Wajah Mapan terlihat tidak mempercayai ucapan Weed, dia menatap tumbuhan di tangan Weed lebih dekat, "Eiy! Bagaimana mungkin rumput liar ini tanaman herbal."


"Aku tidak salah, ini adalah tanaman herbal. Sedikit info, aku pernah mempelajari skill Medical Tradisional."


"Benarkah?"


"Hmm. Area di sini memang tidak terawat, tapi tanahnya sangat subur, selain rumput liar ada banyak tanaman herbal yang ikut tumbuh. Lumayan untuk menambah stok."


"Oh!" Mapan menghembuskan nafas panjang, tampak menelan sumpah serapahnya dalam-dalam. Sisa-sisa Weed yang sebelumnya pernah dinobatkan menjadi seorang idola oleh Mapan telah lenyap sepenuhnya. Akhirnya menjadi japkae terburuk yang pernah ada. 'Aku menilai orang ini terlalu cepat!'


Mapan menatap Weed prihatin. Selama ini dia masih berpositive thinking bahwa orang yang telah memburu Death Knight dan para undead adalah Weed, karena dia sendirian yang membawa drop item dari mereka. Sekarang Mapan mulai berpikir yang tidak-tidak, saat itu mungkin saja Weed kebetulan sedang beruntung dan menemukan drop item itu di suatu tempat. Walau kemungkinannya setipis benang, tapi ini lebih masuk akal daripada sikap anehnya.


Walau Mapan telah meragukan Weed sampai titik ini, tapi dia tetaplah seorang pria sejati. Dia tipe orang yang mempercayai keadilan dan takdir. Jika bukan karena Weed, dia tidak mungkin mendapat keuntungan sebanyak ini dalam sekejap mata. Peningkatan skill dan levelnya secara tidak langsung di sebabkan oleh Weed.


Dalam perjalanan kali inipun, statistik nya bisa naik drastis berkat membeli item-item yang ditugaskan oleh Weed. Situasi ini tidak buruk sama sekali, jadi dia tidak perlu terlalu cepat menyerah dari kerjasamanya bersama Weed. Walau bagaimanapun, dia selalu mendatangkan keuntungan yang besar untuk Mapan.


'Lagipula sebagai pria sejati, aku tidak bisa menarik kata-kataku.' Mapan mengangguk beberapa kali. Dia yakin dengan pilihannya kali ini.


"Benar! Aku tidak akan menyerah!" Gumamnya.


"Apa?"


"Tidak, tidak ada apa-apa. Aku sedang memikirkan apa yang akan ku beli nantinya."


"Ohhh. Aku kira kau sedang menyesal karena telah mengikuti ku."


"..." Mapan terdiam, dia menelan saliva susah payah.


"Aku hanya bercanda." Weed menepuk bahu Mapan beberapa kali, "Ayo, kita harus membeli beberapa keperluan lagi."


"..."


Weed menoleh pada Mapan, "Jangan bilang bahwa candaan ku benar?"


Mapan tertawa paksa, "Haha! Mana mungkin. Kau adalah pembawa keberuntungan bagi ku."


Mapan dengan sungguh-sungguh mengerahkan usahanya saat membeli beberapa komoditas khusus Weed. Mapan pun menyempatkan diri untuk memborong beberapa item untuk dirinya sendiri. Tak seperti Weed, dia tidak memiliki banyak kekayaan. Jadi, borongan nya berpusat pada makanan seperti minyak zaitun dan keju. Item-item ini tidak memiliki banyak keuntungan, tapi harganya sangat stabil sehingga tidak memiliki resiko kerugian.


Mapan memang sengaja menunda membeli item-item untuknya sampai di tempat terakhir. Selain karena skill nya sudah meningkat pesat berkat membelikan item-item Weed yang membuatnya bisa memborong banyak item dengan harga murah, dia juga tidak kerepotan menarik beban melewati beberapa desa.

__ADS_1


Mapan menawar harga seekor kuda yang ternyata lebih dari 100 gold. Karena uangnya tidak mencukupi, terpaksa dia membeli seekor keledai yang sudah sekarat.


Persiapan untuk pergi akhirnya selesai.


Weed membuang beberapa ransel yang telah menemani perjalanannya selama ini, karena sudah rusak dimana-mana. Sebagai gantinya, dia mendapat bantuan dari Mapan untuk membeli sebuah ransel di toko untuk menyimpan tanaman herbal nya, yang bisa menampung 20 kali dari volumenya, serta mengurangi beratnya hampir seperempat.


Sekarang, Weed terlihat seperti seorang pedagang keliling. Dia menatap Mapan yang sedang menahan tawa. "Apa kau siap?"


Seketika jantung Mapan berdetak lebih kencang, dia baru sadar mereka telah sampai di perbatasan desa. Dia menelan saliva beberapa kali saat menatap hutan belantara di hadapan mereka. "Ya!"


...***...


Pegunungan Baruk!


Pegunungan tersebut terletak diantara Kerajaan Resenheim bagian Selatan dan Britten Alliance bagian Timur. Gunung itu adalah perbatasan langsung kedua negara tetangga tersebut. Tapi tempat itu adalah surga dunia nya para monster.


Rumah bagi para monster. Medan yang berbahaya.


Kedua negara menempatkan pasukan khusus untuk menjaga dan membersihkan monster di daerah pinggir Pegunungan Baruk secara berkala. Jika tidak melakukan hal ini, Kerajaan Rosenheim dan Britten Alliance akan terus-menerus diserang oleh para monster.


Rooooaaaaaar!


Baru saja mereka berdua mendaki pegunungan sudah disambut oleh lolongan mengerikan. Suara itu memantul beberapa kali di dinding gunung. Membuat kaki Mapan bergetar hebat karena terlalu terkejut.


Saat mereka semakin masuk ke dalam hutan, berbagai suara mengerikan mulai bermunculan berdengung di telinga. Diikuti oleh suara dahan pohon yang patah terdengar bersahutan. Mapan menatap ke atas beberapa kali untuk memastikan tidak ada dahan yang akan menimpa mereka.


Seperti reputasinya, pegunungan ini benar-benar surganya monster. Sebuah tempat yang bukan dungeon seperti ini sangatlah langka bisa menyimpan monster yang melimpah.


"Lihat depanmu!"


Mapan akhirnya tersadar oleh peringatan Weed, jika tidak gerobak mereka akan masuk ke jurang. Tadi dia terlalu fokus memperhatikan sekitar hingga tidak sadar dengan dunia nyata, "Maaf."


"Fokus! Aku tidak mau kehilangan nyawa berkat hal konyol, seperti terjatuh dari gerobak."


"Ah." Mapan akhirnya fokus, mereka kembali melanjutkan perjalanan yang tertunda, dan Weed kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda.


Sialnya, baru beberapa langka mereka pergi sudah dicegat oleh monster, Lycanthrope. Lebih tepatnya adalah manusia serigala, belevel sekitar 100.


Lycanthrope pada umumnya berlevel 150. Di pegunungan ini mereka menduduki posisi terendah dalam rantai makanan. Karena itu, mereka tersisih dari jantung pegunungan dan menghuni kaki gunung, tempat yang sedang di lalui oleh Weed dan Mapan.


Berita buruknya, para Lycanthrope sering berburu dalam kelompok, dan saat ini lebih dari 10 telah muncul sekaligus. Raungan barusan yang terdengar seperti lolongan serigala, mungkin adalah suara teriakan dari para Lycanthrope ini. Alasan dari lolongan tersebut adalah mangsa telah ditemukan dan berada di lahan berburu mereka.


Tubuh mereka menyerupai manusia, terkecuali kepala yang menyisakan gen serigala. Lalu tubuh mereka mulai ditumbuhi bulu abu-abu layaknya serigala pada umumnya. Mereka adalah mahluk jahat yang bisa berubah menjadi anjing liar.


Mapan yang menduduki kursi pengemudi tentu saja sudah gelisah."Mo-monster akhirnya muncul. Tidak, tidak, yang lebih penting lagi, apa yang akan kita lakukan? Weed! Kau bilang akan menangani situasi seperti ini!"


Para Lycanthrope mendekati mereka perlahan-lahan.


"Weed! Katakan sesuatu!" Mapan hampir menangis melihat Weed yang menatapnya sekejap dengan cengiran tanpa dosa.


Handicraft : Intermediate Level 4,0%


• Kemampuan saat memakai alat dan tangan meningkat 5%.


• Memberi efek pada banyak skill dan statistik.


Ketika skill Handicraft tahap beginner, statistik nya akan meningkat sebanyak 3% setiap naik level. Sedangkan tahap intermediate, peningkatan 5% akan diberikan setiap naik level. Jika di pikir-pikir, efeknya sekarang memang lebih besar, namun untuk menaikkannya 1 level pun jauh lebih sulit dari sebelumnya.


Saat itu, Weed sedang memahat bentuk pohon yang baru saja dia lalui dengan sangat detail, jadi dia bisa meningkatkan Sculpture Mastery sebesar 1.5%. Ada saat-saat ketika skill memahatnya naik secara signifikan hingga mengejutkannya, tetapi ada juga saat-saat ketika skillnya sulit naik. Mengingat skill milik Weed adalah tahap Intermediate level 4, sebuah peningkatan 1.5% adalah peningkatan yang besar. Level skill milik Weed telah naik, dan meningkatkan statistik miliknya.


Weed sedikit puas dengan hasil yang didapatkan, "Lumayan."


Bagaimanapun juga dari sebuah pohon, ada banyak cabang dan daun. Melihat dari dahan dan ranting pohon yang mekar kemana-mana, tampaknya pohon itu sudah hidup selama bertahun-tahun. Sesuai rumor yang mengatakan bahwa menggambar sebuah pohon yang telah hidup lebih dari 1000 tahun akan sangat sulit dan melelahkan. Sekarang Weed mengalaminya secara nyata.


Tapi, seperti yang diduga dari seorang Weed, sekali dia terjun untuk melakukan sesuatu, maka tidak tanggung-tanggung dia akan mengeluarkan usaha terbaiknya. Hasil pahatannya terlihat nyaris seperti pohon aslinya. Walau belum cukup mumpuni untuk dibanggakan, tapi bagaimanapun juga itu adalah sebuah pahatan yang cukup bagus.


"We-Weed- Kumohon!"


Weed segera meletakkan Engraving Knife di tangannya tepat sebelum Mapan menangis.


Sriiing!


Lantunan merdu dari pedang yang terlepas dari sarangnya menggema diantara mereka. Weed menjadikan Clay Sword tumpuan saat dia berpidato santai di depan segerombolan musuh, "Aku merasa sedikit tak bertenaga. Sepertinya aku terlalu lama istirahat. Sudah waktunya bagiku untuk merenggangkan otot." Weed melakukan pemanasan singkat.


Mapan mengusap wajahnya penuh emosi, tidak menyangka disaat ke kritis seperti ini, Weed masih bisa sesantai di pantai, "Oh ya ampun! Jangan bilang dia mengira kita sedang piknik?"


"Sayang sekali, aku melewatkan perubahan kalian. Tapi tak masalah, karena kalian bukan satu-satunya Lycanthrope yang menghuni Pegunungan ini, bukan?" Weed tersenyum mengerikan. membuat lawannya mundur selangkah.


Yang Weed sayangkan karena tidak melihat proses perubahan para Lycanthrope tadi karena dia ingin memahat mereka, akan lebih baik jika dia melihat secara langsung bagaimana proses perubahan mereka. Karena dari sana dia bisa mengabadikan momen sebelum, saat dan pasca perubahan mereka. Itu adalah ide bagus untuk meningkatkan level Sclupture Mastery nya dengan drastis.


Weed melompat dari gerobak sambil ditemani Clay Sword.


Mapan mangap-mangap melihatnya, tak bisa menahan keterkejutan melihat pedang nya yang sudah retak di mana-mana, seakan langsung hancur saat di serangan pertama, "Jangan-jangan kau berencana untuk bertarung menggunakan pedang itu?"


Meskipun Weed telah mendapatkan banyak equipment dari para monster undead, pedang yang Weed gunakan masih tetap Clay Sword. Itu karena Dullahan hanya menjatuhkan senjata berat seperti gada besi dan kapak, Ghoul hanya menjatuhkan kuku, sedangkan senjata Death Knight tak bisa digunakan, kecuali kau seorang Knight atau berlevel di atas 200, jadi Weed tak punya pilihan dalam hal senjata.


Karena dia berburu sendirian dan di tempat-tempat terisolasi, dia setidaknya harus menahan hal ini. Setiap kali pedangnya patah, dia mengganti dengan Clay Sword yang lain, hal ini telah terjadi puluhan kali.

__ADS_1


Weed menoleh sebentar pada Mapan dengan cengiran khasnya, "Gotcha!" Dia mengarahkan telunjuk dan ibu jari pada Mapan, asik sendiri.


Mapan langsung terkulai lemas dengan wajah pucat, "Ibu, apa yang harus ku lakukan?"


Weed tak terlihat sedikitpun merasa bersalah telah membuat wajah rekannya itu sepucat kertas. Sekarang dia malah memainkan pedang, seakan sengaja menunggu kedatangan Lycanthrope terkahir.


Benar saja, jumlah Lycanthrope yang mengelilingi mereka terus meningkat. Sekarang jumlahnya melampaui 20 ekor. Mereka menendang tanah dengan keras, melompat, dan meraung dengan liar


Growl!


Para Lycanthrope mengeluarkan raungan ganas. Terlihat akan mendominasi pertarungan. Seperti yang diduga dari keturunan serigala, para Lycanthrope sang pemberani. Lycanthrope adalah monster dengan kecepatan gerakan yang cepat, jadi tak mungkin untuk melarikan diri.


Keledai tua renta penarik gerobak rombongan Weed menunduk ketakutan merasakan aura ganas monster di depannya.


Roooooaaaaaaaar!


Lolongan keras keluar dari mulut Weed, menyebabkan debu bertebaran membutakan pandangan, tumpukan daun kering menyebar dari tanah, bahkan cabang-cabang pohon terdekat berguncang hebat seolah-olah akan patah.


Raungan itu menyapu mereka yang mendengarnya.


Anda telah menggunakan Lion's Roar!


Lion's Roar : +1%


Lion's Roar : level 1, EXP 1%


Saat level skill naik, kekuatannya juga meningkat.


Para Lycanthrope secara serentak memalingkan wajah dari Weed, mereka menatap wajah rekan satu sama lain terlihat ragu-ragu dan gelisah setelah mendengar raungan tersebut.


Weed tidak akan melewatkan celah tersebut. Dia langsung menyerbu mereka dengan tinjunya.


"Rapid Shadow Fist!"


Pababababak!


"Kaing!"


Weed terus menghajar para Lycanthrope dengan tinjuan beruntun. Tapi dia tidak mengalami ketakutan ataupun kegugupan apapun. Bagi Weed, yang buruan utamanya para Death Knight di Lavias, para Lycanthrope yang hanya berlevel 100, bukanlah masalah baginya, bahkan jumlah mereka yang banyak akan bisa diatasi dengan mudah.


Para Lycanthrope melaju dengan ganas ke arah Weed. Mereka menendang tanah, melompat, mencakar dan menggigit dengan kuku dan gigi mereka, Tapi, sekuat apapun mereka berusaha masih tidak bisa menggores tubuh Weed.


"Seven Celestial Steps!"


Weed memiliki teknik andalannya, dia bisa menghindari mereka semua menggunakan skill langkah kaki. Selama ini, Weed hanya menggunakan skill langkah kaki yang memiliki kemampuan untuk menghindari serangan. Tetapi, skill langkah kaki di Royal Road juga memiliki kemampuan unik.


Sretttt!


Weed yang sedang berlari kencang tiba-tiba berbelok 90 derajat. Jika ini dilakukan di kehidupan nyata, maka akan sangat mustahil ada yang mampu melakukannya. Saat berlari kencang, langsung beralih ke arah yang berlawanan secepat kilat, kecepatannya bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Bukankah ini sangat luar biasa, hanya bisa dilakukan oleh manusia super, jika memang ada.


Dengan ini, Weed sekali lagi menemukan kembali kehebatan dari skill langkah kaki.


Seperti yang disiratkan namanya, itu terdiri dari 7 langkah, memutar ke segala arah saat berlari, atau muncul secara tiba-tiba, seolah-olah keluar dari tempat yang tadinya kosong. Itu adalah sebuah skill yang menunjukkan nilai luar biasa, dan seperti yang diharapkan dari skill tingkat pertama seni bela diri.


"Seven Celestial Steps!"


Meskipun Lycanthrope datang dari segala arah, Weed memutar tubuhnya beberapa kali untuk menembus pengepungan musuh. Karena dia mengubah arah secara instan, seperti menghubungkan garis Bintang Biduk, Weed menciptakan afterimage yang jelas.


Ilusi!


Mapan bahkan tidak sadar sudah menganga berapa lama. Hanya kepalanya yang masih waras, menoleh ke sana kemari mengikuti pergerakan tubuh Weed.


Saat para Lycanthrope menyerang bayangan ilusi itu, Weed sudah keluar dari pengepungan dan memulai serangannya. Setiap kali tinju Weed mendarat, seekor Lycanthrope berubah jadi kilatan abu-abu, satu per satu dari mereka menghilang.


Pegunungan Baruk yang terkenal dengan rumah bagi para monster sangat jauh dari kata damai. Saat itu, sesuatu yang luar biasa terjadi.


Roooooaaaaaaar!


Uwaaaaaaaaaaa!


Suara raungan luar biasa terdengar dari berbagai sudut pegunungan Baruk. Weed baru saja menggunakan Lion's Roar lagi. Hal ini untuk meningkatkan statistiknya dengan skill Lion's Roar.


Setiap kedatangan Lycanthrope, Weed langsung menggunakan skill ini.


Siang berganti malam, malam berganti siang, teriakan Weed selalu menggema mendominasi pegunungan Baruk, menyebabkan seluruh pegunungan berada dalam kekacauan.


...•••...


Up sekali aje ye sehari🤭


Btw, jangan lupa vote dan coment ye!


Hwaiting!


Jangan kangen😅


Liacans huhu~~

__ADS_1


__ADS_2