Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Kota Tomlin!


__ADS_3

Kekaisaran Arpen!


Kekaisaran Arpen adalah kekaisaran pertama yang menyatukan Benua Versailles dibawah satu pemerintahan. Namun setelah 300 tahun berlalu, masa kejayaan kekaisaran Arpen tidak bisa dipertahankan lagi. Pada akhirnya terbagi menjadi puluhan negara-negara kecil.


Sejak saat itu, sejarah dunia telah berpindah menuju kisah-kisah perjuangan yang tertanam di negara-negara dan para pahlawan yang bernaung di dalamnya. Sejarah dunia berdiri berkat pengorbanan dan darah para pahlawan.


Sedangkan negara yang kecil dan hanya mengandalkan pasukan infanteri lemah akhirnya bersekutu untuk bertahan dalam era perang dunia. Kemudian persekutuan inilah yang dikenal dengan Britten Alliance di masa sekarang.


Pada awalnya, 7 kerajaan yang bersekutu tersebut tidak saling percayai, bahkan saling curigai satu sama lain.


Tapi sekarang, kerajaan tersebut telah terintegrasi menjadi satu melalui hukum-hukum dan peraturan pemerintah yang berlaku. Di tambah lagi, perekonomian kerajaan ini telah berkembang pesat seiring kemajuan zaman. Didukung oleh banyaknya pedagang yang keluar masuk kota meramaikan pasar perdagangan. Dari sinilah terbentuknya kota-kota independen.


Penguasa dari masing-masing negara bebas berkunjung ke negara lain. Di sana mereka akan diperlakukan dengan rasa hormat yang sama, seperti di negara asal.


Secara geografis, Britten Alliance terletak di bagian timur dari pusat benua, inilah sebab utama mereka bisa menghindari perang besar yang berpotensi memporak porandakan kota.


Karena alasan ini, dimasa sekarang banyak player memilih Britten Alliance sebagai tempat permulaan mereka.


...***...


Kota Tomlin!


Terletak di bagian paling timur dari Britten Alliance. Persaingan sengit terjadi antara sesama pedagang yang memenuhi alun-alun kota.


"Kulit kelinci! Kulit kelinci! Kulit Kelinciii! Harga murah meriah! Hanya untuk hari ini!"


"Kulit Kelinci! Kulit Kelinci! Kulit Kelinci! Harga diskon 20 % hanya untuk 20 orang pembeli pertama!"


"Kulit Kelinci! Kulit Kelinci! Kulit Kelinci! Harga diskon 20+10 % hanya untuk penjual terbanyak!"


"Mencari orang yang ingin berburu bersama di dungeon Reslar!"


"Dicari seorang Cleric dan seorang Priest berlevel di atas 50! Alokasi drop item akan berlipat ganda daripada berburu sendirian!"


Para player memenuhi alun-alun kota. Tempat itu terlihat layaknya kerumunan semut yang berwarna warni. Pesisirnya dikelilingi oleh gerobak para Merchant yang tak terhitung jumlahnya. Sesuai dengan julukannya, Britten Alliance adalah kerjaan yang sangat maju dalam perdagangan komersil, sehingga tidak heran jika dipenuhi oleh para Merchant yang berkunjung dari berbagai penjuru dunia.


Seorang lelaki berkumis tebal menggosok hidung, "Kau sudah memborong bumbu-bumbu?"


"Tentu saja!"


"Oho! Bergerak cepat men!"


"Haruslah! Menggandakan cuan sangat penting di dunia yang kian kejam."


Lelaki berkumis itu tersenyum kecil setelah menepuk bahu sahabatnya, "Tenang saja, kita sudah memborong banyak hal dengan harga murah. Aku yakin kali ini kita akan mendapatkan keuntungan yang besar!"


Kedua lelaki itu tersenyum bersama sambil menikmati kesibukan kota dari dalam kedai. Dari sana terlihat banyak player pemula yang berlalu lalang. Tak terkecuali para Merchant pemula yang bersemangat menarik gerobak.


Tiba-tiba kerumunan itu meledak saat sebuah gerobak dari arah Timur perlahan-lahan mendekati gerbang kota.


"Huh? Apa itu?"


"Gerobak nya terlihat sangat jelek."


Kebanyakan orang yang mendengar ucapan itu langsung menoleh pada asal suara, membuat juru bicara tergagap, "Uh, bukankah ucapan ku adalah fakta? Iya, kan?" Dia menunjuk ke gerobak reyot yang sudah mendekat sempurna.


Roda gerobak itu bergoyang-goyang terlihat akan lepas kapan saja. Belum lagi kondisi lain pelindung yang menutupi gerobaknya lebih kumal dari kain lap. Lambat laun semua orang mengangguk setuju dengan ucapan lelaki tadi. Gerobak itu lebih memprihatinkan dari pengemis di pinggiran kota.


Namun, keadaan gerobak reyot itu bukan alasan utama yang mengundang perhatian publik. Alasan sebenarnya adalah bahwa gerobak itu datang dari Timur.


Angin bertiup sepoi-sepoi menerbangkan kain penghalang di gerobak mempertontonkan seorang lelaki yang tengah mengukir sesuatu didalamnya. Ekspresinya terlihat setenang Danau Kelimutu tanpa memperdulikan kebisingan sekitar.


Tak berbeda jauh dengan kursi kemudi, diisi oleh Mapan yang tengah serius menghitung pengeluaran, dia bahkan lebih tidak peduli kritikan sekitar. Sebenarnya, telinga Mapan masih berdengung karena telah overdosis mendengar teriakan Weed saat melintasi Pegunungan Baruk. Telinganya terlalu sering mengkonsumsi Lion's Roar hingga mendekati titik neurosis.


Teriakan ini berbeda dengan teriakan perang milik Warrior yang menguntungkan sekutu dan menekan musuh. Tampaknya Lion's Roar hanyalah sebuah skill yang kegunaannya terbatas. Walau Lion's Roar hanyalah skill yang kurang jelas, tapi peningkatan levelnya sangat cepat. Terbukti dari satu teriakan panjang Weed telah meningkatkan levelnya dengan cepat. Sampai sekarang dia telah mencapai tahap Advance level 3.


Berbeda dengan keberhasilan Weed, Mapan bersumpah di masa depan tidak akan berpetualang dengan seorang Warrior jika masih ingin mempertahankan kesehatan mental. Sebulan bersama Weed saja dia hampir gila apalagi jika kejadian ini harus terulang, tidak terbayang akan seberapa lama dia menahan diri.


Untuk melewati Pegunungan Baruk butuh waktu hampir satu bulan penuh, hingga akhirnya sampai di Kerajaan Britten Alliance. Dalam perjalanan mereka bertemu monster-monster ganas yang siap memangsa kapan saja.


Suatu waktu saat sedang sial mereka akan bertemu laba-laba raksasa yang merusak acara makan siang. Kemudian kesialan itu akan berlangsung beberapa waktu saat monster yang datang tak habis-habisnya, ada sekawanan Basilisk, Ogre dan berbagai macam monster berbahaya lainnya. Sampai suatu ketika membuat Mapan muntah tak kuasa menahan mabuk amis darah.


Selain hari-hari buruk, ada juga hari terlucu yang akan selalu Mapan kenang dengan segenap jiwa raga. Saat itu, mereka sedang asik berendam di sebuah danau. Awalnya hari itu sangat menyenangkan karena mereka baru saja menemukan ikan mas seberat 4 kg.


Mapan sangat bersuka cita menemukan rezeki nomplok setelah berhari-hari berkecimpung dengan monster, "Enaknya dimasak dengan apa ya?" Saat menoleh kebelakang dia tidak bisa menahan tawa akhirnya terbahak-bahak.


Dibelakangnya Weed sedang tersungkur dengan wajah mengenaskan karena tersandung akar. Tapi, situasi itu tak berlangsung lama, wajah Mapan langsung memucat saat mengetahui penyebab Weed tersungkur bukanlah akar melainkan iblis air yang sedang mengamuk karena wilayahnya jadi kotor. Seketika langsung mengikat pergelangan kaki Weed dan menariknya hingga bergelantungan di udara.

__ADS_1


Mapan akui kejadian itu sangat lucu sampai membuatnya lupa bahwa nyawanya sedang diujung tanduk, dia bisa tertawa lepas menyaksikan penderitaan Weed yang berteriak kencang sambil bergelantungan layaknya menikmati wahana ekstrem. Tak lama kemudian, terjadilah pertarungan ganas antara hidup dan mati.


Sejak saat itu, Mapan sangat berhati-hati terhadap sekitar. Bagaimanapun, tidak ada tempat yang benar-benar tenang di Pegunungan Baruk, tempat ini adalah neraka bagi orang-orang lemah seperti dirinya.


Belum lagi, serbuan para Lycanthrope yang kian hari kian banyak membawa sekutu. Weed harus bertarung mati-matian selama lebih dari 10 jam, setelah keadaan tenang barulah Mapan bisa membebaskan diri dari rasa was-was.


Tapi, Mapan sangat takjub dengan Weed, walau rintangan datang tiada habisnya dia mampu mengukir semua permata yang dimiliki. Kerja keras partner barunya itu benar-benar layak diacungi jempol.


Sejujurnya, skill Sclupture Mastery tahap intermediate tidak bisa meningkatkan dengan mudah. Berkat dibantu dengan bahan yang bermutu, Weed terbantu saat meningkatkan level profesinya.


Sekarang Sclupture Mastery nya sudah mencapai tahap Intermediate level 4. Lebih baik lagi, skill Handicraft nya juga meningkat ketahap Intermediate level 6. Pertumbuhan skill Handicraft akan mempengaruhi skill-skill lainnya. Bahkan skill Handicraft bisa dikatakan sebagai skill terpenting kedua setelah skill Sclupture Mastery.


"Luar biasa, orang-orangnya sangat banyak lebih dari yang ku bayangkan." Ini adalah kesan pertama Weed tentang kota Tomlin. Meskipun kota ini berada di daerah pinggiran Timur, tapi jumlah player yang menaunginya sangat membludak.


"Ah benar, ini kan pusat benua." Weed akhirnya menyadari fakta jika mereka telah menginjakkan kaki di pusat dunia. Jelas akan berbeda jauh dengan kerajaan Rosenheim yang hanyalah salah satu negara perbatasan.


Mapan tersenyum kecil, dia menoleh sebentar pada Weed, "Sepertinya ini pertama kalinya kau meninggalkan Kerajaan Rosenheim menuju pusat benua."


"Benar."


Mapan menyudahi kesibukan dirinya memilih memperpanjang obrolan dengan Weed, "Aku telah berpergian ke banyak negara untuk memperluas jaringan sosial. Dari sini aku menyadari bahwa Kerajaan Rosenheim adalah kerajaan yang memiliki jumlah populasi manusia paling sedikit. Bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kerajaan Brent di Utara yang terkenal memiliki populasi manusia yang sedikit."


"Hal ini disebabkan karena memulai permainan di sebuah kerajaan dengan penduduk yang banyak akan membawa banyak keuntungan."


"Tapi kenapa kau memulai di kerajaan pinggiran?"


"Sederhana, pusat kota tidak memberi kebebasan saat berpetualang."


"Ah, benar juga, kehidupan di pusat kota tidak semudah yang dibayangkan."


Berdasarkan banyak informasi yang beredar. Pusat kota adalah tempat berdiam nya guild-guild bergengsi. Merekalah yang menguasai beberapa dungeon spesial dengan gagasan tentang kepemilikan.


Ketika sebuah guild mengambil hak kepemilikan atas sebuah dungeon, secara otomatis akan memiliki banyak keuntungan. Pertama, anggota guild akan mendapatkan 20% extra EXP. Kedua, jika guild itu cukup besar, kemanapun anggotanya pergi akan didukung oleh nama guild hingga mendapat perlakuan spesial.


Sedangkan orang-orang non-guild tidak bisa memasuki dungeon yang sudah berkepemilikan tanpa batasan tertentu. Hal inilah yang sering menyebabkan perperangan antar guild. Sudah terbukti dari aktifitas guild yang berkembang di Britten Alliance, contohnya penyerbuan kastil Tambun.


Weed menghembuskan nafas panjang, 'Semua ini tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi pertarungan antar guild. Ego mereka terlalu tinggi untuk ditaklukan.'


Kerumunan orang-orang membuka jalan untuk gerobak Weed dan Mapan lewat sambil tetap mendiskusikan tentang asal muasal kedatangan gerobak reyot itu.


"Eyyy, mungkin kau salah lihat!"


"Sepertinya tidak."


"huh?"


Sedangkan kedua orang didalamnya tetap setia mengabaikan berbagai ekspresi yang ditujukan pada mereka. Tidak akan ada habisnya jika mengubris pandangan orang-orang. Mereka memiliki urusan yang lebih penting dari mengurusi orang lain.


Gerobak tersebut tampaknya tidak akan berhenti meredam kerumunan. Di manapun dia lewat akan menjadi topik panas yang panjang. Sekarang mereka sedang menuju sebuah toko bursa di desa terpencil sambil diiringi dengan perdebatan orang-orang yang dilewati.


Tak lama kemudian akhirnya Weed dan Mapan sampai di tempat yang dituju. Karena toko bursa tersebut berada di desa terpencil, tokonya relatif kecil.


Saat memasuki toko mereka langsung disambut oleh senyuman cerah seorang lelaki berambut abu-abu. "Selamat datang, ada yang bisa dibantu, tuan pengelana?"


"Aku datang untuk menjual beberapa barang." Mapan berbicara duluan.


Senyuman pemilik toko semakin cerah, "Boleh sekali! Para pedagang akan sangat dihargai. Jadi, jenis barang apa yang ingin kau jual, tuan pedagang?" Kali ini dia merubah panggilannya terhadap Mapan.


"Banyak hal." Dari gerobak Mapan mengeluarkan semua bahan makanan seperti keju dan botol-botol minyak zaitun. "Item-item ini yang akan dijual."


"Ommo! Jika aku tidak salah, item-item ini berasal dari Kerajaan Rosenheim benar, kan?"


"Betul."


"Sangat tidak terduga akan kedatangan pedagang dari negri nan jauh. Kau pasti sangat bekerja keras mengangkutnya ke sini. Karena itu per-buahnya akan ku hargai 4 silver dan 8 silver."


Mapan menutup kedua mata rapat-rapat, berusaha mendalami semua perasaan di hatinya. "Oke." Akhirnya bahunya terasa ringan. Selama perjalanan berlangsung, perutnya bukan hanya mual karena amis darah, tapi juga mual karena bau menjijikan keju dan minyak zaitun. Setiap kali gerobak menginjak geronjolan, saat itu juga perutnya terasa akan muntah. Royal Road memiliki tingkat realistis yang luar biasa hingga menyiksa Mapan sampai ke dunia nyata.


Pemilik toko menghitung jumlah barang dagangan dihadapannya, "Aku senang sekali. Item-item ini sangat sulit ditemukan. Nah, keseluruhannya 470 gold, bagaimana deal?"


"Dengan senang hati!" Mapan mendapat keuntungan sekitar 200 gold dan peningkatan Fame yang lumayan tinggi melalui transaksi tersebut. 'Akhirnya perjalanan panjang nan sulit yang ku lalui mendapatkan hasil yang memuaskan.'


Senyuman Mapan terlihat lebih lepas, bagaimanapun juga kebahagiaan terbesar sebagai seorang Merchant adalah nuansa keberhasilan dan kepuasan saat mendapatkan kekayaan setelah melalui kerja keras.


Selanjutnya giliran Weed.


Mapan tidak menutupi rasa iri pada partnernya itu. Bahan pangan yang dia jual saja mendapat keuntungan sebesar ini. Dia tidak bisa membayangkan akan seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari perhiasan. Mapan tak kuasa menelan saliva beberapa kali, 'Batu-batu permata itu diukir sedemikian rupa oleh tangan Weed sendiri, betapa beruntungnya.'

__ADS_1


Jemari Weed mulai membuka ransel. Dari sana keluarlah berbagai perhiasan yang membuat semua wanita akan rela menjilat Weed, ada bross, gelang, kalung dan lain-lain.


Mulut pemilik toko tidak berhenti tercengang, "Luar biasa! Wuahhh! Wuahhh! Indahnya!" Jika dibiarkan lebih lama lagi mungkin tenggorokannya akan tersedak oleh lalat.


Seketika toko tersebut langsung ramai oleh komentar para player. Reaksi mereka tidak berbeda jauh dengan pemilik toko, takjub.


"Wuahhh jade!!!"


"Warnanya sangat indah, mengingatkanku pada matamu."


Semua orang tidak bisa mengalihkan pandangan dari perhiasan Weed, semakin lama semakin terpesona oleh keindahannya. Reaksi tersebut tidaklah mengejutkan. Karena para Merchant yang mendatangi toko bursa di kota Tomlin rata-rata berlevel relatif rendah. Hal ini akan menjadi pengalaman pertama mereka melihat perhiasan.


"Mu-mutiara! Ada ruby juga. Sedangkan yang satunya lagi, jika aku tidak salah adalah safir!"


"Dimana mereka mendapatkan harta berharga itu?"


"Yang jelas bukan dari alam mimpi!"


Sudut mata Weed menoleh sebentar pada pemiliki toko sebelum menyelesaikan kegiatannya, "Berapa banyak kamu berani membayar ku?"


Pemilik toko itu mengambil satu perhiasan untuk diamati dengan hati-hati. Tak lama ekspresinya menunjukkan penolakan, "Jujur saja, perhiasan berharga seperti ini sangat mustahil diperjual belikan di kota sekecil ini."


"Jadi?"


"Bagaimana jika begini saja, pergilah ke kota besar lalu jual di toko khusus perhiasan."


Kepala Mapan mengangguk setuju dengan argumen pemilik toko, "Benar Weed. Perhiasan dikategorikan sebagai item mewah. Daripada dijual di kota kecil, akan lebih menguntungkan jika menjualnya di kota-kota besar yang perekonomiannya lebih maju. Dan lagi, jika menjualnya di toko khusus perhiasan, aku yakin kau akan mendapat keuntungan yang lebih baik."


"Begitukah?"


"Ya!" Pemilik toko menunjuk Mapan dengan ceria, "Itulah yang ku maksud. Sudah ku duga kau seorang Merchant yang berpengalaman."


Saat Mapan dan pemilik mulai menjalin hubungan, Weed sibuk mengemas kembali harta berharganya ke dalam ransel. Dia mulai memikirkan nasihat yang sedang diberikan pemilik toko.


Masing-masing kota memiliki nilai yang berbeda terhadap perhiasan. Sebenarnya, Weed sudah menduga hal ini, tadi dia sengaja mengeluarkan perhiasan itu untuk memeriksa harga pasar di Britten Alliance. Dia adalah orang yang sangat teliti mengenai uang dan kawan-kawan.


Setelah itu, Weed dan Mapan kembali mengisi gerobak dengan item-item khusus dari kota Tomlin. Mereka baru pergi setelah menyelesaikan semua urusan di kota ini.


Berbagai player menjadi saksi nyata kepergian Weed dan Mapan menuju arah Barat menggunakan gerobak reyot. Bahkan setelah mereka benar-benar sudah pergi dari kota, pembahasan tentang mereka menjadi topik hangat yang entah akan berlangsung berapa lama.


"Menurutmu akan seberapa tinggi harga perhiasan itu?"


"Tidak terbayangkan, pasti sangat-sangat tinggi, bahkan toko bursa sebesar ini tidak mampu membelinya."


"Aku berani bertaruh harganya akan membuatmu jantungan."


"Ais! Kau ada benarnya!" Mereka berpandangan lalu tertawa bersama.


"Sebenarnya dari mana asal kedua orang itu?"


"Katanya dari Timur! Tetapi, dari arah itu hanya ada surganya monster, Pegunungan Baruk."


"Oh. Hah?! Pegunungan Baruk?! Tidak mungkin! Bagaimana bisa? Mereka bahkan terlihat lebih lemah dari kita."


"Kita? Kau saja yang lemah!"


"Ay yangban! Oh! Aku baru ingat! Pemilik toko mengatakan tentang Kerajaan Rosenheim. Batu permata itu diimpor dari Kerajaan Rosenheim, berarti benar mereka dari Timur."


"Tapi di mana mereka mengukir nya?"


"Mana ku tahu, aku bukan ibunya."


"Ay! Dasar menyebalkan!"


"Puahahaha!"


Terjadilah aksi saling kejar.


...***...


Lagi pada ngapain?


Sebenarnya beberapa hari ini aku sangat males nulis, tapi suatu hari sebuah cahaya mencerahkan hatiku.


Big Thanks to @Sooyaaa dan @Rachmat Fitra atas dukungannya, aku sangat, sangat menghargainya. Berkat kalian aku bersusah payah melanjutkan tulisan.


Salam hangat ^^

__ADS_1


__ADS_2