
Dungeon Litvart terletak di pintu masuk Grave Mountains, butuh waktu 3 jam dengan menunggang kuda dari benteng Serabourg untuk sampai ke sana. Keledai yang ditumpangi Weed seringkali membelok keluar jalur, malah terkadang dengan santai ia berhenti untuk makan rumput. Weed harus terus membujuknya agar tetap berada di jalur yang benar.
Di depan dungeon, seorang knight yang akan menjaga kuda tunggangan mereka telah menunggu.
"Johnson, jaga baik-baik kudanya."
"Siap jendral."
Pasukan yang dipimpin oleh jendral Midvale menyerahkan kuda mereka pada knight Johnson, lalu masuk ke dalam dungeon. Weed akhirnya terbebas dari keledai licik itu.
"Siap bertempur!"
"Pasang formasi!"
Para knight melindungi diri dengan perisai bulat dari baja dan bersenjata tombak dan pedang. Dibandingkan dengan mereka, equipment Weed bagaikan ampas. Iron sword dan busur.
Jendral Midvale yang menggunakan mendekatinya. "Hanya itu yang kamu miliki, Weed?"
"Ya jendral."
"Kau memiliki perbekalan yang kurang bagus untuk bertarung di garis depan. Tetap di belakang dan dukung para knight."
"Baik jendral."
Para knight mengangkat perisai mereka dan mulai memasuki dungeon. Weed mengikuti mereka dari belakang. Setelah beberapa saat masuk, mereka menemukan 5 kobold tengah beristirahat di sekitar api unggun, memasak sesuatu. Kaget dengan kedatangan invanteri yang tiba-tiba, para Kobold langsung siaga.
Graaaakht!
"Manusia! Musuh menyerang!"
Kobold adalah monster kecil dengan level 20an, tinggi mereka tak sampai 4 kaki, dan bersenjatakan perisai kayu dan pedang perunggu.
"Bunuh mereka semua!"
“Usir manusia jahat! Mereka merusak rumah kita! Bangkitlah, prajurit kobold pemberani!"
Ketika para kobold maju, para prajurit mendadak gugup. Rekrutan baru, yang baru lulus dari kamp pelatihan, belum pernah ikut dalam pertempuran sebelumnya. Saat Weed melirik jendral Midvale, knight itu dengan mata acuh tak acuh seolah-olah satu dua korban adalah hal yang wajar.
'Bukankah seorang knight seharusnya menjaga agar pasukannya tetap hidup? Mungkin ia ingin anak buahnya merasakan pengalaman bertempur secara langsung.' pikir Weed.
Para knight dengan cepat membentuk formasi dan menyerang gerombolan Kobold. Beberapa kobold melempari mereka dengan batu menggunakan ketapel, namun serangannya tak mengganggu para knight sedikitpun. Menang jumlah dan memiliki equip yang lebih bagus, pada prajurit mengalahkan kobold dengan sedikit damage. Setiap kali kobold mati, drop item akan jatuh.
“Buren, Becker, kumpulkan drop itemnya.”
Dua prajurit yang namanya dipanggil oleh Sir Midvale mulai mengumpulkan drop item. Item itu hanyalah perunggu dengan kualitas rendah, tak terlalu mahal, namun cukup untuk membuat alat pertanian. Salah satu alasan kenapa kerajaan membentuk invanteri seperti ini, selain untuk melatih rekrutan baru dan memulihkan keamanan perbatasan adalah untu mengumpulkan drop item, anggaran yang cukup kreatif.
"Aku harus ikut berburu." Gumam Weed.
Pada pertempuran berikutnya, dia mengeluarkan Busur Theo Grande dan membidik leher seekor kobold.
'Tahan nafas, kencangkanmu tangan, dan bidik sasaran.'
Swish!
Agility dan skill handicraft yang tinggi, membantu Weed mengarahkan panahnya untuk mengenai kobold yang sudah di targetkan.
Level Up!
Ketika Weed membunuh tiga kobold, stat window tentang naik level muncul. Kobold yang memiliki level di atas 20 memberikan EXP yang sangat besar kepada Weed yang masih level 13. Setiap kobold yang terkena panahnya langsung mati karena ia sengaja memilih kobold yang sudah sekarat.
Dengan cerdik, Weed memanah dengan mudah dari belakang ketika para knight mempertaruhkan nyawa mereka di garis depan. Itu adalah taktik yang egois tapi aman. Seorang penjahat yang membakar sebuah rumah bagaikan seorang malaikat dibanding tetangga yang menjarah barang berguna dan perhiasan dari rumah yang terbakar, bukan?
Apa yang dilakukan Weed sangatlah keji, mengambil keuntungan dari saudara seperjuangannya yang menguras darah dan keringat untuk melawan monster. Orang yang baik tak akan mengeksploitasi mereka. Di sisi lain, Weed khawatir bahwa taktik ini bisa menjadi bumerang ketika para knight mulai menyadarinya dan mengkritiknya.
Bayangkan bagaimana perasaan mereka ketika seekor kobold yang hanya butuh satu serangan tiba-tiba mati oleh panah yang entah dari mana asalnya. Weed hanya memanah kobold yang melarikan untuk bertahan hidup, atau ketika seorang knight tak berdaya dikepung oleh dua atau tiga kobold.
Level Up!
Tiap kali seekor kobold mati ditangannya, Weed tersenyum dengan riang. Sementara knight lain berjuang keras dalam pertempuran, yang perlu ia lakukan hanyalah memanah dari tempat yang aman. Apalagi yang lebih mudah dari ini?
Levelnya meroket secepat harga saham Google. Rencana Weed membeli panah sebelum quest dimulai akhirnya terbayar. Dalam perjalanan masuk lebih dalam di dungeon, mereka menemukan tempat terbuka yang luas. Jendral Midvale dan anak buahnya memutari tempat itu, membunuh beberapa kobold saat mendeteksi mereka, dan kembali ke tempat itu.
"Istirahat makan siang." perintah Sir Midvale.
"Baik jendral." Buren dan Becker segera mengambil panci besar dan menyalakan api.
Sebagai yang termuda dalam invanteri, mereka disuruh melakukan pekerjaan kasar. Weed berjalan ke arah mereka dan mengambil pisau.
"Aku akan membantu kalian," kata Weed sambil tersenyum malu-malu.
Becker menatapnya sekilas, “Oh, tidak perlu,”
“Tidak masalah, aku suka memasak. Walau masih amatir, tapi bukankah lebih baik jika aku membantu kalian para knight pemberani dari kerajaan Rosenheim?”
"Kamu baik sekali, Weed."
Weed secara cepat memenangkan hati para knight. Seorang pria yang secara sukarela melakukan pekerjaan kasar dalam suatu ekspedisi selalu disambut dengan sangat baik. Karena itul, sikap Becker dan Buren terhadap Weed berubah. Mereka sangat senang ketika dibantu memotong daging sapi.
Tentu saja, Weed memiliki agenda tersendiri, dan itu tidak ada hubungannya dengan kebajikan apapun. Hanya ingin meningkatkan skill cooking nya.
Weed mengiris dan memasukkan daging ke dalam panci, menambahkan sayuran dan bumbu untuk membuat sup. Hidangan yang dibutuhkan untuk melayani 32 orang itu cukup banyak. Weed sadar bahwa memasak banyak makanan adalah jalan pintas untuk meningkatkan skill cookingnya secepat mungkin.
Cooking : Level 2,0%
Hp : 5%
Meningkatkan cita rasa makanan!
Meningkatkan kecepatan pemulihan stamina setelah makan!
__ADS_1
Handicraft : Level 7,0%
Meningkatkan Skill handicraft di setiap bidang.
2 jendela pesan muncul hampir bersamaan. Skill cooking Weed meningkat bersamaan dengan skill handicraft. Memukul dua burung dengan satu batu. Kenikmatan apalagi yang kau dustakan.
Weed mencicipi sesendok sup, hak istimewa seorang koki.
“Luar biasa.”
Membandingkan sup ini dengan roti hitam murahan adalah penghinaan yang nyata. Memang tidak selezat daging panggang yang dia makan beberapa hari lalu, tetapi rasanya cukup baik untuk pengalaman pertamanya memasak, berkat skill handicraft yang tinggi mengimbangi skill cookingnya yang rendah.
"Semuanya! Makan siang sudah siap! Silahkan makan."
Para knight makan dengan rakus, sangat kelelahan setelah berburu tadi.
“Waw, ini lezat.”
"Aku tidak percaya makanan bisa terasa begitu lezat di hutan."
“Entah bagaimana, menurutku dia adalah koki yang lebih baik daripada istriku.”
Mereka semua mengacungkan jempol kepada Weed. Reaksi mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka ingin dia terus memasak untuk mereka.
Dia mengisi mangkuk kosong dengan sup daging sapi terus menerus ketika diminta, begitupun dengan mangkuknya sendiri. Para knight mengosongkan panci saat istirahat makan siang selesai.
Jendral Midvale mendekati Weed. Dia bertanya dengan sopan, “Weed, maukah kamu tetap memasak untuk kami?”
Ternyata, bahkan seorang knight tangguh menghargai masakan enak. Meskipun, permintaannya dikarenakan sebagai seorang bangsawan ternama, lidahnya telah terbiasa dengan masakan enak sampai-sampai tak bisa makan yang kurang enak.
"Ya jendral. akan akan mengurus soal makanan."
Jadi, Weed ditunjuk sebagai koki resmi untuk pasukan ekspedisi. Dia tak punya alasan untuk menolak permintaan jendral Midvale, bagaimanapun dia juga bisa menaikkan skill cookingnya dengan cara memasak sup tiga kali sehari untuk 32 orang. Dan bukan itu saja yang bisa ia lakukan.
"Bawa padaku senjata dan armor yang rusak. Aku bisa memperbaikinya!"
"Bernarkah?"
"Kau serius bisa memperbaikinya?"
“Pedangku bisa kau perbaiki?”
"Perisai ku setengah rusak, defensenya juga rendah."
"Bawa saja apapun yang rusak."
"Repair!"
Weed menggunakan skill repair untuk memperbaiki senjata dan perisai yang dibawa oleh beberapa knight kepadanya. Akan menghabiskan banyak waktu jika seseorang harus kembali ke kota untuk memperbaiki senjata yang rusak. Jika di biarkan rusak akan memperlambat pertempuran. Weed sangat membantu mereka.
“Terima kasih, Weed!”
Jendral Midvale, yang tadinya skeptis dengan rekomendasi temannya untuk membawa Weed kedalam quest, sekarang sangat puas dengannya.
"Kau penyelamat kami, Weed!”
“Ah! jendral terlalu melebihkan.”
Weed berbaur santai dengan para knight. Siapa yang tahu ketidaknyamanan apa yang harus mereka derita tanpa campur tangan darinya. Mereka harus kembali ke desa terdekat dari waktu ke waktu ketika mereka perlu memperbaiki senjata yang rusak dan kekurangan bahan makanan.
Item magic yang langka membutuhkan kertas gulungan identifikasi yang harganya beberapa gold. Sebaliknya, Weed bisa mengidentifikasinya di tempat dengan skill identifikasi miliknya. Bagi para prajurit, akan sangat menyiksa bila mereka makan masakan hambar Buren dan Becker yang mereka sebut sebagai sup daging, terutama setelah mereka menikmati versi Weed.
"Dari awal kami bukanlah koki!" Buren dan Becker menangis berbarengan di hadapan Weed. Dengan ini, para knight dan Weed telah membentuk hubungan spesial.
Swing!
Ketika sebuah panah terbang dari Weed, seekor kobold mati. Kobold dianggap monster yang relatif lemah. Mereka tahu bagaimana cara menggunakan senjata, tapi senjata mereka rapuh seolah-olah dibuat oleh anak-anak. Mereka pada dasarnya mengandalkan banyaknya teman setim dalam pertempuran.
"Kiyowwoo!"
Kelompok kobold yang berjumlah 9 ekor menyerang sekaligus.
'Kemarilah! EXP ku yang berharga!'
Weed menyeringai puas, dia menyapa para kobold dengan sorakan yang tanpa suara. Dia memanah secara sembarangan, mengumpulkan EXP dengan mudah. Pertahanan baris depan dijaga oleh para knight. Yang perlu ia lakukan hanyalah memanah sebanyak mungkin.
Level Up!
Level Up!
New Skill : Anda telah mempelajari Archery
Peningkatan levelnya sangat gila. Weed juga mendapat skill archery, skill yang biasanya eksklusif untuk profesi archer. Tapi tak mengherankan, karena Weed tidak melakukan apapun selain menembakkan panah, belum pernah sekalipun mengayunkan pedang dalam pertempuran.
Biarpun begitu, para knight tidak iri sedikitpun. Karena setelah pertempuran, Weed adalah orang yang paling sibuk. Ia memasak, memperbaiki senjata dan mengobati yang terluka. Jendral Medvale memiliki simpanan potion untuk keadaan darurat, namun knight infanterinya tak mampu membeli potion semahal itu. Weed menumbuk ramuan untuk dibalutkan ke luka dengan skill handicraftnya.
New Skill : Anda mempelajari Skill Bandage!
Memungkinkan Anda untuk menghentikan pendarahan.
Memulihkan HP yang sekarat saat dirawat.
Jumlah maksimal skill seorang player bisa pelajari sebelum memilih sebuah profesi adalah sepuluh. Skill perban milik Weed dipengaruhi oleh skill handicraft yang tinggi, memiliki efek yang menakjubkan. Sembari sibuk merawat 30 pasien setiap hari, skillnya meningkat pesat.
Infanteri berkeliaran di lantai 1 dan 2, membantai kobold selama seminggu. Beberapa player kadang bertemu dengan pasukan itu dan melihat Weed dengan tatapan iri karena mendapat hak istimewa bisa bergabung dengan pasukan NPC untuk berburu monster bersama mereka.
Seminggu membunuh kobold menaikkan levelnya sampai 26. Repair skill mencapai level 3, dan cooking skill mencapai level 4, memberinya opsi spesial untuk menambah 50 HP bagi mereka yang makan masakannya sampai tingkat kepuasan mereka naik. Namun, ada suatu masalah.
"Stat Window Quest!"
__ADS_1
Quest Ekspedisi Dungeon Litvart [II]
Ada seratus monster yang menghuni dungeon Litvart. Bunuh semua monster yang ada tanpa sisa, dan buktikan diri Anda layak untuk profesi yang terhormat. Penyelesaian quest ini akan membuka jalan yang benar untuk takdir Anda.
Tingkat Kesulitan: Tidak Diketahui
Syarat Quest: Tidak Ada
Jumlah Monster Tersisa: 100
Tentang quest yang diberikan oleh konselir Rodriguez, jumlah monster yang harus dia bunuh tidak berkurang sama sekali meskipun Weed telah membunuh ratusan kobold. Setelah pemanasan selama seminggu di daerah kobold, pasukan pergi menuju lantai ketiga dungeon, daerah kekuasaan goblin.
Berburu kobold hanya untuk memberikan pengalaman bertarung pada knight baru, melawan goblin dapat membahayakan nyawa mereka. Level kobold junior berada di kisaran 20-an. Kobold senior berada di level 23, dan kobold warrior berlevel 28, sedangkan kobold tanpa gelar berlevel 30.
Di sisi lain, goblin berada pada level 50 keatas. Equipment mereka jauh lebih bagus dibanding kobold dalam kekuatan serangan dan pertahanan. Kekuatan bertempur dari goblin adalah 5 atau 6 kali lebih kuat daripada kobold.
"Hati-hati mulai sekarang. Jika kau merasa dalam bahaya, langsung mundur."
"Siap laksanakan, Jendral!"
Para prajurit tidak bisa menyembunyikan kegembiraan dan ketegangan mereka. Level mereka berada di kisaran 22 sampai 25 hasil berburu kobold, namun kepercayaan diri mereka surut saat memikirkan akan menghadapi musuh belum diketahui kelemahannya, bahkan levelnya 2x lipat dari mereka. Satu-satunya hal yang patut di syukuri adalah goblin berkumpul dengan jumlah yang lebih sedikit daripada kobold.
"Huufffftthhh."
Weed menghela nafas panjang. Perutnya terasa mual membayangkan jika pasukan bertarung melawan goblin dalam kondisi seperti ini, mereka pasti akan menderita korban yang tak terelakkan.
'Sepertiga? Mungkin juga lebih? Aku harap kami tidak akan langsung dimusnahkan.'
Jika Weed yang memimpin pasukan, dia akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk melatih pasukannya agar naik ke level yang lebih tinggi dan mendapat pengalaman lebih banyak sebelum dia memimpin mereka ke markas goblin, dia juga akan mengajari mereka bagaimana cara melawan goblin agar lebih efisien.
Namun komando pasukan ekspedisi ini dipimpin oleh jendral Midvale. Weed hanya memiliki 2 opsi tersisa. Mengikuti mereka seperti sebelumnya, dan hanya bisa menyaksikan mereka mati, atau menyerah pada questnya dan berburu lebih banyak kobold sendirian sampai levelnya cukup untuk memburu para goblin. Pilihan kedua yang akan banyak merugikannya, tak mungkin ia pilih.
Faktanya, alasan Weed begitu peduli dengan kesejahteraan para knight adalah karena ia tak mau melihat mereka mati sia-sia setelah dia bekerja keras membangun persahabatan dengan mereka.
"Mereka datang. Bersiaplah!” Bahkan sebelum jendral Midvale menyelesaikan kata-katanya, beberapa goblin berlarian keluar dari gua.
Kigggg!
"Manusia!'
"Mereka harus mati!"
Ada lima goblin. Jumlah prajurit melebihi jumlah mereka 6: 1. Weed berencana untuk menembakkan anak panah ke goblin untuk mengambil inisiatif dan mencari cela setelahnya. Tidak diragukan lagi, seorang goblin menghasilkan EXP yang sangat banyak, dan dia sangat ingin mendapatkannya.
Namun, para knight malah membeku. Kaki mereka seolah menempel erat di tanah. Sedangkan semangat juang terpancar dari para goblin! Para knight bergetar berhadapan dengan musuh berlevel 50 an. Pedang merekapun berjatuhan, tak kuat menahan rasa takut.
'Idiots.' Weed berdecak kesal.
Para goblin tidak mudah dikalahkan bahkan jika para knight bertarung tanpa kenal rasa takut, dan sekarang mereka sudah membeku sebelum pertempuran dimulai. Ini akan menyebabkan bencana.
Weed melirik jendral Midvale di sampingnya. Jelas sekali, knight itu tidak akan memberi semangat infanterinya.
'Yang lemah pantas mati.'
Kode knight yang dipakai dalam Kerajaan Rosenheim, sangat kejam. Weed melangkah maju. Dia menyampirkan busurnya ke punggung dan mengeluarkan iron sword.
'Aku percaya pada persahabatan yang telah susah payah aku bangun.'
Kemudian, dia melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan oleh knight lain yang mengingat apa yang telah dia lakukan di pertempuran sebelumnya. Weed meneriakkan teriakan perang dan menyerang para goblin dengan semangat juang.
“Yatz!”
Klang! Klang!
Pedang Weed ditangkis dengan mudah, memberinya perasaan kesia-siaan. Ia bisa menutupi celah levelnya dengan statistiknya yang besar, namun jangkauannya pedangnya sangatlah penting. Pedangnya tidak terlalu efektif melawan goblin yang memakai tombak yang lebih panjang.
Weed mulai menghitung untung tidaknya pertempuran, 'Aku tidak memakai equipment pertahanan sama sekali. Kalau mereka memukulku, aku akan mati.'
Para goblin menangkis serangan Weed, dan hampir di waktu yang bersamaan, menusukkan pedang mereka kearahnya. Weed dengan sigap membungkuk untuk menghindari serangan massal. Butuh kesigapan yang tepat atas refleks nya yang menajubkan untuk menyelamatkan nyawanya. Dia tidak berniat untuk bertarung melawan goblin secara serius, jadi serangannya tak terlalu keras.
"Kau harus mati manusia bodoh!"
"Pedangmu rendahan!"
Dengan lima tombak, para goblin menyerang secara acak hanya mengandalkan insting. Selama Weed tidak terlau dekat dalam jarak pedangnya, maka dia aman dari resiko tertusuk-tusuk oleh tombak mereka. Namun, dia berpura-pura seperti dalam kesulitan, menghindari tombak mereka dengan jarak hanya beberapa inci. Di mata para knight, pemandangan yang mereka lihat tampak seperti perjuangan sia-sia oleh makhluk lemah.
Sekalipun sudah cukup lama sejak level Weed mendahului para knight, pandangan mereka terhadapnya tidak berubah, mereka berpikir bahwa Weed hanya bisa mengerjakan tugas seperti memperbaiki barang, memasak, dan mengobati. Weed yang mereka pikir seperti itu sedang berjuang melawan goblin! Mata para prajurit mulai berkobar keyakinan. Setelah beberapa pertukaran serangan, Weed mundur beberapa langkah dan berteriak dengan suara lantang.
"Lihatlah mereka! Goblin ini lebih lemah dari yang kita kira! Semangat! Kita memiliki jumlah yang lebih banyak! Kita tidak sendiri, kita berjuang bersama! Rekan kita akan menjaga kita!"
"HYAAATTTSS!"
Para prajurit mendapatkan moralnya kembali.
"Akan sangat memalukan jika kita berlindung di belakang Weed layaknya pengecut!"
"Bangkitlah, serang!"
Para knight langsung berduyun-duyun menyerang goblin. Weed dengan cepat menyadari akan terjadi pertempuran jarak dekak, dia segera mundur dari pertempuran.
"Bajingan tengik ini hanya bisa menggunakan tombak. Jika kita bertarung dalam jangkauan tombak mereka, hanya akan merugikan kita. Angkat perisai kalian, maju, persempit jarak di antara kalian, dan halangi mereka menusukkan tombaknya secara bebas."
Weed memberikan saran pada waktu yang tepat dan dengan strategi yang tepat pula. Karena persahabatan diantara mereka mencapai tingkat maksimum, perintahnya langsung dijalankan oleh para knight. Mereka menekan para goblin hingga terpojok. 2/3 dari mereka menahan dengan perisai dari depan, dan sisanya siaga untuk menghunuskan pedang.
Sembari dua baris pertama maju menggunakan perisai, tombak yang ditusukkan oleh para goblin hanya bisa memantul kembali, mengagetkan musuh yang tak punya otak. Sekali jarak mereka menjadi sangat dekat, barisan yang membawa pedang mulai menghunuskan pedang mereka.
Leadership : +3
Weed tengah beristirahat dibelakang, sambil mengawasi pertarungan, leadershipnya naik sebanyak 3 poin. Stat leadership menguatkan kontrol terhadap pasukan NPC, dan membuatnya lebih mudah untuk mendapat pengikut atau tentara bayaran. Karena para knight termotivasi oleh saran Weed dan mengikutinya, poin leadership miliknya meningkat.
__ADS_1