Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Dungeon Barkhan


__ADS_3

Selama beberapa hari Weed berburu sambil menunggu kedatangan Dain. Tapi semakin lama dia menunggu semakin gelisah hatinya, karena gadis itu tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Bahkan setelah 3 bulan berlalu dalam game dan 3 minggu di dunia nyata.


Weed menyimpulkan jika Dain sudah melewati sebuah operasi yang mengancam nyawa, maka pantas dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk pulih.


Weed seringkali melampiaskan kesedihannya dengan membasmi monster tanpa henti. Tapi kesedihannya tidak juga terobati walau sesibuk apapun dirinya. Saat menatap wilayah sekitar dia selalu mengingat hal unik yang selalu dilakukan oleh Dain.


'Aku tahu dia akan kembali, walau membutuhkan waktu satu atau dua tahun. Dia sudah berjanji padaku.' Weed menangkan diri sendiri. Dengan pikiran yang tak lepas dari gadis itu, Weed mulai memahat karya seni tentang dirinya, yang memenuhi dungeon. Di manapun dia lewat, akan ada kenangan tentang Dain didalamnya. Jejaknya telah membuat gelombang legenda besar di masa depan.


Weed fokus memahat sambil terus mengusir kesedihannya, "Bahkan jika dia memang tidak diberi kesempatan untuk kembali lagi, aku akan mengukir kenangan berharga kita di sini. Sebagai petunjuk jika di dunia yang kejam ini setidaknya ada seseorang yang mengingatnya." Weed menghapus setetes air mata yang tanpa izin mengalir.


Dia menyurahkan seluruh jiwa dan raga saat memahat sosok Dain. Ketulusan hatinya akan menyentuh hati siapapun yang melihat pahatannya.


Setiap melihat batu besar, Weed tak tahan untuk tidak memahat masa-masa indah yang dia habiskan saat bersama Dain. Terutama saat mencuri-curi lihat wajah menggemaskan miliknya. Sclupting Knife di tangannya menari dengan indah mengukir dua sosok insan pada dinding batu.


Weed memindahkan pahatan itu ke tempat yang pernah mereka singgahi, pahatannya pun sesuai momen yang ada. Dia membuat patung mereka berdua yang sedang beristirahat untuk makan. Kadang-kadang dia hanya mengukir gambar di dinding.


Ada pula disaat para monster mengganggu kegiatannya, tetapi Weed langsung menebas mereka seakan tak punya hati. Bagaimanapun kekuatannya telah meningkat pesat dan dia telah mengenali kelemahan mereka. Jadi sangat mudah baginya untuk mengalahkan mereka. Terkadang monster merasa takut melihat aura membunuhnya yang mengundara, seakan sedang mengganggu waktu tidur siangnya.


Karya terakhir Weed berada di Cave of Dead Warriors. Tempat itu adalah tempat pertemuan pertama mereka. Dungeon yang diisi dengan sungai bawah tanah yang mengalir lembut.


Wajah Da'in yang tertidur terlihat damai dan menenangkan. Di sebelahnya ada Weed yang terkejut saat menemukannya. Sebuah patung dimana mereka berdiri dan berbagi kenangan pertama mereka.


Anda telah menyelesaikan Patung Tanpa Nama di Lavias!


Patung-patung misterius telah muncul di Lavias!


Patung-patung ini adalah kenangan berharga yang akan menjadi tempat perlindungan dan pemandu dalam dungeon-dungeon yang berbahaya ini.


Patung-patung misterius ini dibuat oleh seorang Sculptor yang tidak diketahui namanya.


Nilai Artistik : 300


Fame : +20


Art : +20


Perseverance : +20


Vitality : +19


Efek Spesial : Aura menenangkan diri sekitar patung-patung ini akan menambah HP dan mana sebanyak 25% bagi player yang menemukannya. Menambah agility sebesar 10%. Dan daya serang monster akan berkurang sebesar 5%.


Efek tidak bisa ditumpuk dengan efek patung lain.


Jumlah Fine Piece yang diciptakan : 2


Level Up : Sculpting Skill Intermediate level: 2,0%


Pahatan Anda akan menjadi lebih detail dan halus.


"Huhuhuhuhu." Weed tertawa puas, dia sedang duduk santai di atas sebuah bukit sambil menatap Kota Surga. Jubahnya menari-nari tertiup angin.


Perburuan kali ini telah meningkatkan levelnya dengan drastis hingga mencapai level 175.


Sambil beristirahat, dengan tekun dia memeriksa drop item yang dia dapatkan dari perburuan di Lavias bersama Dain.


Grey Cape of the Dead!


Endurance : 20/20


Defense : 12


Jubah compang-camping skeleton warrior. Masih memberikan beberapa perlindungan meskipun kondisinya buruk.


Syarat :


• Level 150


• Strength 150


Efek : Meningkatkan kecepatan saat berjalan jauh.


Weed memisahkannya ke ke sebelah kiri.


Graham's Steel Belt!


Endurance : 25/25


Defense : 7


Memiliki 10 slot untuk item-item kecil seperti belati, potion, herb, dsb.


Syarat :


• Level 110


• Strength 200


Efek : Potion dan herb secara otomatis diisi ulang dari inventory.


Weed dengan cepat berpindah ke item berikutnya.


Graham's Leather Armor


Endurance : 30/30


Defense : 25


Armor ringan yang keras dan kokoh. Item yang diresapi oleh jiwa dari Skeleton Knight Graham.


Syarat :


• Level 130


• Strength 300


Efek : Kesempatan untuk menghindari serangan jarak jauh atau sihir meningkat 20%, Strenght +20, Agility +5.


Hasil bertarung melawan para undead, Weed mendapatkan sepatu, sarung tangan, dan cincin. Untuk setiap 30 Skeleton Knight yang dibunuh, dia mendapatkan Farrot's Ring, yang meningkatkan regenerasi mana sebesar 10%.


Karena Royal Road tidak melarang seorang player untuk memakai cincin di 8 jari, dan bahkan memperbolehkan memakai beberapa cincin di jari yang sama, asalkan tidak memiliki atribut yang berlawanan. Weed dengan percaya diri memasangkan cincin pada setiap jarinya.

__ADS_1


Cincin-cincin itu sekarang meningkatkan pemulihan mananya sebesar 80%, menunjukan berapa banyak Skeleton Knight yang telah dia bunuh.


Weed terkadang sengaja berkemah di tempat munculnya para monster. Lalu tanpa ampun membantai monster yang memberikan hadiah besar, exp atau drop item.


Sekarang Skeleton yang paling kuat di Memphis Hall bukan lagi tandingan Weed.


Dengan cincin barunya, dia bisa memakai Teknik Pedang Imperial Formless dua kali lipat lebih banyak. Ditambah perlengkapan lain miliknya yang meningkatkan lebih jauh lagi keefektifannya. Berkat pedang, cincin, dan perlengkapan baru yang lain, Weed akhirnya tampak seperti seorang petualang yang terhormat.


Weed menikmati kehampaan yang dia rasakan. Dia menutup mata merasakan semilir angin yang memijat wajahnya, " Aku merasa seperti terbang bersama angin. Kebebasan ini. Kesendirian ini! Tiada duanya!"


Dia bahkan membuka kedua tangannya lebar-lebar, seakan menerima pelukan angin dengan tangan terbuka. Tapi dunia tidak membiarkannya tenang.


Endurance jubah Anda telah berkurang!


Undead.


Sayangnya drop item yang dijatuhkan mereka tidak ada yang normal. Jika tidak aneh, maka item-item dari mereka akan rusak secepat membalikan telapak tangan. Bahkan walau tidak digunakan sekalipun endurance item itu sangat rendah, seakan akan remuk seketika saat dipakai.


Dengan demikian, walau Weed terlihat keren dengan perlengkapan miliknya, tapi itu bukan apa-apa selain hanya hiasan belaka.


Weed dengan tenang melepas tali jubahnya, lalu memukulnya seakan memukul hewan peliharaan yang tak kunjung menurut, "Repair!" Teriaknya nyaring menerbangkan beberapa burung yang tadinya menemani kehampaan dirinya.


Tindakan ini telah menjadi kegiatan rutinnya belakangan ini. Setelah itu, Weed kembali memakai jubahnya sambil menikmati angin lewat, seolah tidak ada yang terjadi.


Dia sering menikmati perasaan ini di Continent of Magic. Perasaan yang tersisa saat membersihkan sebuah dungeon, menikmati hasil seninya sendiri. Sekarang sudah waktunya untuk meninggalkan semua hal di masa lalu dan melanjutkan masa depan.


Wush!


Hembusan angin mendadak deras, menerbangkan beberapa kerikil di dekat kakinya.


Endurance armor Anda telah berkurang!


Armor kulit langka yang diperoleh dari Skeleton Knight bernama Graham. Sebuah item yang tidak bisa dibandingkan dengan armor seorang pemula. Berita baiknya adalah armor itu tak membuatnya kehilangan sepeserpun uang.


"Repair!"


Sayangnya, Weed dipaksa untuk terus-menerus menggunakan skill repair nya. Perlengkapan nya memiliki ketahanan yang rendah sangatlah rapuh. Jadi, dia mungkin terlihat cukup gagah saat menghadapi monster, tapi sebenarnya, dia sedikit terganggu jika item-itemnya itu rusak. Karena kebutuhannya yang melekat untuk meningkatkan skill repair, Weed bersikeras menggunakan item-item ini. Sedangkan yang lainnya, akan dia buang atau dijual dengan harga murah.


Itu adalah tanda-tanda terbesar dari kemiskinan. Namun, kehidupan semacam ini akan segera berakhir. Setelah dia mencapai skill Repair tahap Intermediate, dia bisa memulihkan kerusakan item sampai ketahanan maksimal. Lalu dia bisa memakai perlengkapan itu tanpa merasa gelisah.


Dia mengingat hal penting yang menjadi tujuannya selanjutnya. Yaitu melanjutkan quest dari Ketua Desa Baran.


Flashback!


"Apakah kau percaya dengan yang namanya takdir? Aku yakin bahwa kedatangan kau ke desa kami bukanlah sebuah kebetulan."


“Maksudnya?”


"Suatu hari di masa lalu, seorang priest dari gereja Dewi Freya mengunjungi desa kami, dan menceritakan--" Ghandilva menoleh ke sana kemari seakan takut ada yang memperhatikan mereka, dia semakin mendekat ke arah Weed, takut ada yang mendengar perkataannya.


"Katanya kejahatan sedang merajalela. Para penjahat itu menyebarkan pengaruh mereka di alam ghaib, di bawah tempat kita berada, dalam kegelapan yang dingin dan suram. Tuan Priest itu lalu menambahkan bahwa hanya Sang Pemberani lah yang bisa mengalahkan kejahatan! Kemudian, dia memberiku kekuasaan untuk memilih Sang Pemberani secara langsung."


Weed mulai merasakan racun berbuah madu dari perkataannya, dia mulai antusias, “…”


"Awalnya, aku tidak benar-benar mengerti apa arti perkataannya itu, tapi sekarang akhirnya aku paham juga. Ada satu rahasia lagi yang belum ku katakan padamu, Weed. Biji yang selalu dijaga oleh keluargaku secara turun-temurun adalah alat pemandu ke kota tersembunyi. Tuan Priest memberi wasiat agar menemukan seorang lelaki bernama Seagull untuk mengambil kembali Harta yang hilang dari gereja Dewi Freya. Temukan dia. Jadilah Sang Pemberani yang akan membasmi kejahatan!"


“..." Weed membeku di tempat.


Flashback Off!


Sekarang dia sedang menelusuri Lavias guna mencari petunjuk sekecil apapun itu.


Weed tentu saja tidak melupakan petunjuk yang dia terima dari Ketua Desa Baran, Ghandilva. 'Aku harus mencari Seagull dan menemukan Harta Dewi Freya yang Hilang!'


Dia mencium bau-bau quest berantai yang berhadiah luar biasa. Biasanya quest yang berhubungan dengan gereja sangat sulit didapatkan. Tapi saat didapatkan, maka seorang tersebut seperti ketiban durian runtuh. Karena gereja sama halnya dengan istana kerajaan, adalah tempat yang hanya bisa dikunjungi oleh seseorang yang memiliki fame tinggi lebih dari 10.000.


'Aku akan menemukan Seagull!'


Meskipun Weed menyapu setiap area di Lavias. Tapi dia tidak pernah bertemu dengan seseorang bernama Seagull. Dia mencoba bertanya pada siapapun yang ia temui untuk mendapatkan informasi, tapi tidak membuahkan hasil. Saat dia berbicara tentang Harta Dewi Freya yang Hilang, barulah dia akhirnya mendapatkan beberapa petunjuk.


"Seagull? Tentu saja aku tau dia. Dia adalah seorang Herbalist terkenal yang pergi ke dungeon berbahaya tanpa ragu, dan tanpa takut melawan para undead yang berbahaya."


"Kau tak tau? Semua herbal yang dijual di toko-toko berasal dari dia."


Setiap Avian memberikan beberapa informasi tentang Seagull, tapi bukan untuk lokasi keberadaannya. Weed menuju ke pasar dan mencari tahu lebih lanjut.


"Kau ingin tahu di mana Seagull berada? Dia mungkin berada di Dungeon Barkhan."


"Dungeon Barkhan?"


"Tempat itu selalu menggema oleh jeritan para hantu. Kami pernah mencoba untuk menundukkan mereka, tapi gagal, karena mereka tidak punya tubuh secara nyata. Aku tidak menyarankan mu untuk pergi ke sana, tapi aku juga tidak akan menghentikan mu. Pintu masuk ke dungeon itu ada di kaki gunung tepat di belakang kota. Carilah sepetak bunga biru dekat batu besar ke-15."


Sampai sini, sudah cukup bagi Weed. Setelah melakukan persiapan, dia dengan antusias meninggalkan kota untuk mencari keberadaan Dungeon Barkhan.


Sayangnya, seberapa pun dia berkeliling, dia tak kunjung menemukan batu ke-15 itu. Jangankan batu ke-15, batu pertama pun tidak kelihatan wujudnya.


'Hebat! Petunjuknya sangat-sangat membantu!' Pikir Weed dengan sinis. Dia mendesah panjang di tengah-tengah situasi konyol ini.


Dia baru ingat hal penting yang seharusnya tidak terlewatkan. Para avian kan bisa terbang, jadi ketika keluar kota menuju kemanapun tentu saja mereka akan terbang.


Penglihatan mereka juga baik. Tidak! Sangat baik hingga mereka bisa melihat semut yang merangkak di tanah seorang diri.


Oleh karena itu, petunjuk jalan yang diberi Avian sangat tak masuk akal dari sudut pandang manusia.


Batu besar kelima belas di gunung.


'Apa artinya itu?! Dasar burung sialan!'


Karena berjalan kaki, dia tidak melihat batu besar sama sekali. Pada akhirnya, dia menyesalkan waktunya yang berharga terbuang sia-sia hanya untuk menemukan sebuah batu.


Yang membuat Weed sangat jengkel adalah dia baru saja menemukan keberadaan bunga berwarna biru yang ternyata ditutupi semak belukar yang lebat. 'Dasar burung kurang aja! Petunjuk ini sangat menyesatkan!'


Meski demikian, Weed menahan kemarahannya karena setelah bersusah payah melakukan pencarian menyeluruh akhirnya dia berhasil juga.


Di sana ada sebuah bangunan kecil yang bisa diakses melalui pintu baja. Sisanya adalah ruang bawah tanah. Weed menatap sebuah papan yang tulisannya seperti ceker ayam, untung masih terbaca.


Undead!


Mereka yang darah dan dagingnya telah membusuk.


Mereka yang tubuh fananya tidak ada lagi.

__ADS_1


Makam ini diperuntukkan bagi mereka.


Setelah membaca sekilas, Weed mendorong gerbang baja itu sampai terbuka, dan masuk dengan wajah tanpa emosi.


Dungeon Baru : Anda adalah orang pertama yang menemukan Dungeon Barkhan!


Bonus :


Fame : +200


Anda akan mendapatkan doble EXP dan doble drop item rate setiap hari selama seminggu. Monster pertama yang terbunuh akan menjatuhkan item kualitas terbaik yang bisa dijatuhkan.


Sebelum datang ke sini, dia telah mengumpulkan beberapa informasi dari para Avian tentang tempat ini. Dia hanya tahu jika Dungeon Barkhan berisi Spirit, Ghost, dan Specter berlevel 130. Spirit adalah jiwa yang terikat pada dunia dengan keinginan jahat. Sedangkan, Ghost hanyalah hantu yang terlihat blur.


"Tempat ini lebih lemah dari yang aku perkirakan." Weed berjalan perlahan sambil menatap sekeliling makam tersebut.


Ghost dan Specter kadang-kadang keluar, tetapi Weed mengabaikan mereka, dan mereka pergi tanpa mengganggunya. Penyebabnya adalah niat membunuh yang memancar dari Weed, yang merupakan sebuah efek dari statistik Fighting Spirit.


Fighting Spirit!


Bisa disebut sebagai kekuatan manusia super, atau membuat monster yang lebih lemah langsung bertekuk lutut hanya dengan kekuatan pandangan saja. Anda tidak bisa mendistribusikan bonus apapun pada statistik ini, dan statistik ini akan meningkat secara spontan. Bergantung pada tindakan seorang player. Bisa jadi saat Anda melawan monster untuk waktu yang lama, atau saat menghadapi monster yang lebih kuat daripada level Anda saat ini.


Pada umumnya, Fighting Spirit yang dimiliki para player bertipe warrior, sekitar 20-30 poin. Petarung di garda terdepan seperti Paladin dan Assasin mungkin memiliki sedikit kekuatan ini. Tentu saja, akan menjadi hal yang sangat langka saat menyaksikan langsung seseorang yang memiliki poin lebih dari 50 poin pada statistik ini.


Meskipun ada banyak komentar dan analisis mengenai statistik Fighting Spirit, kebanyakan dari mereka menyimpulkan jika itu tak berguna. Tak seperti Strength atau Agility, peningkatan pada Fighting Spirit tidak menghasilkan efek yang jelas.


Banyak player berbasis Intelligence seperti Mage, tidak memiliki statistik ini sama sekali, namun tidak memiliki kesulitan saat berburu.


Meskipun beberapa player berusaha untuk mencapai statistik Fighting Spirit yang tinggi, mereka semua harus meningkatkan avatar mereka dengan tujuan itu sejak awal. Dengan kata lain, hal itu tak banyak berpengaruh.


Meskipun Fighting Spirit meningkat secara otomatis, itu tidaklah mudah untuk ditingkatkan. Bahkan membunuh lawan yang tangguh dengan kekuatan penuh, seringkali tidak cukup untuk menaikkan satu poin pun dari statistik ini.


Selain itu, statistik tersebut akan berkurang saat seseorang player mati, atau melarikan diri dari pertempuran. Dengan demikian, sangat sedikit orang yang memiliki statistik Fighting Spirit yang tinggi.


Namun, statistik Fighting Spirit milik Weed 193 poin, ditambah 35 poin bonus dari profesi Legendary Moonlight Sculptor, yang membuatnya menjadi 228. Karena dia bertarung melawan musuh-musuh yang lebih kuat seperti orang gila, statistik tersebut meningkat dengan pesat.


Para monster pada level yang sama tidak lagi mencoba untuk melawannya. Jika Weed yang menyerang duluan, monster itu akan melawan dalam keadaan yang sangat lemah, karena tertekan oleh kekuatan dari niat membunuh tersebut.


Weed berjalan di dalam dungeon yang seperti labirin, dia berhasil mengusir para monster hanya dengan satu tatapan. Setelah mencari secara menyeluruh, dia melihat Avian yang terluka.


"Sial!"


Weed bergegas mendekati Avian yang tubuhnya penuh dengan bekas luka karena racun.


"First Aid!"


Dia menempatkan beberapa herbal pada luka dan memperbannya. Jika sangat dekat dengan kematian, dia akan membutuhkan potion, tetapi untuk cidera normal, skill First Aid sudah cukup. Setelah merawat luka-lukanya, Weed memberi Avian itu sebuah potion.


"Uhh."


Setelah beberapa saat, Avian itu bangun laku mengerjapkan mata beberapa kali melihat penolongnya yang berupa manusia.


"Aku-Aku pingsan. Sebelumnya aku telah terluka parah, hingga tidak bisa melakukan apapun, dan hampir mati di sini. Bagaimanapun juga terimakasih telah menyelamatkanku. Siapa namamu tuan penyelamat?" Dia masih setengah sadar.


"Aku Weed."


"Weed? Kamu pasti manusia yang berkunjung ke Lavias. Namaku Seagull."


Seagull!


Akhirnya, Weed telah menemukan Seagull. "Ya. Aku sudah menyadarinya. Tetapi di mana Harta Dewi Freya yang Hilang?"


"Harta Dewi Freya yang Hilang? Bagaimana bisa kamu mengetahui hal itu?"


"Itu, sebenarnya-"


Seagull mendengarkan dengan ekspresi sedih saat Weed menceritakan padanya apa yang terjadi di Desa Baran.


Uhuk!


"Kamu telah melakukan pekerjaan yang mulia. Mungkin Dewi Freya telah memberkatimu. Kebetulan Harta Dewi Freya yang Hilang ada di sini, di Dungeon Barkhan."


Weed mengangguk. Dia membaca sesuatu yang mirip dalam sejarah Benua Versailles di halaman awal Royal Road. 'Barkhan mengacu pada seseorang, bukan suatu benda.'


Barkhan Demoph adalah seorang Dark Mage yang menguasai Necromancy. Dia mencari keabadian dan menculik banyak anak kecil untuk bereksperimen. Meskipun usahanya mencari keabadian harus berakhir dengan kegagalan. Tapi sekali lagi, dia merencanakan sebuah penaklukan dengan pasukan undead.


Pasukannya tampak tak terkalahkan. Necromancy milik Barkhan memungkinkannya untuk terus memperluas pasukannya saat pertempuran berlangsung, memberikan keuntungan mutlak.


Gerombolan undead miliknya terdiri dari beberapa ribu Zombie, Skeleton, dan Dullahan yang dipimpin oleh Death Knight dan ciptaan-ciptaan lainnya yang merupakan mimpi buruk bagi makhluk hidup.


Hanya setelah kerajaan-kerajaan dari seluruh dunia menyatukan kekuatan mereka, mereka berhasil mengakhiri ancaman Barkhan. Weed mempelajari hal ini setelah datang ke Lavias. Dan satu-satunya alasan Kota Surga dibangun adalah untuk mengisolasi para undead dari dunia bawah.


"Maukah kamu mengambil Harta Dewi Freya yang Hilang dari pelayan Barkhan?"


Harta Dewi Freya yang Dicuri!


Pada masa kekacauan, Dark Mage membuat kesepakan dengan iblis, dan membunuh ribuan orang. Benua berlumuran darah dalam sebuah perang antara para raja gila.


Pengaruh suci menurun dan dunia jatuh ke dalam keputusasaan. Mereka yang memiliki kekuatan membanggakan diri, sementara orang-orang bodoh memegang pedang terbalik, dan mereka dengan bibir ringan memperoleh kekuasaan.


Orang yang sudah meninggal tidak bisa mendapatkan kedamaian abadi. Sedangkan yang hidup menggeliat dalam kesakitan dan keputusasaan. pada saat itulah Harta Dewi Freya dicuri.


Tingkat Kesulitan : C


Hukuman jika Menolak :


Fame : -100


Hubungan dengan Order Dewi Freya menjadi buruk.


Weed diam sejenak, dan kemudian mengangguk. "Aku akan mendapatkan Harta Dewi Freya yang Dicuri."


Anda telah menerima quest!


...•••...


Jika menemukan typo, besok saja ya diperbaiki nya, sekarang mataku tinggal beberapa watt. Padahal tadi sempat terjaga karena kisah sedih Weed. Tapi...


Ah sudahlah.


*Salam cinta dari Lia Cantik *titikduabintang**

__ADS_1


__ADS_2