Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Chasing the holy grail!


__ADS_3

Dungeon Barkhan!


"Syukurlah kau menerimanya."


Weed membantu Seagull duduk, lalu memberinya sebutir roti dan air minum.


"Terimakasih, Weed. Jadi seperti ini, Harta Dewi Freya yang Dicuri itu ; Holly Grail, dijaga oleh Death Knight. Sayang sekali aku tidak bisa menemanimu ke sana. Sebagai gantinya, aku akan menunggu di sini sambil memulihkan cidera. Tolong kembalikan harta itu pada pemilik sebenarnya."


Weed mengangguk tegas, "Pasti."


Saegull menatap punggung Weed yang menjauh, dan menghilang di balik kegelapan dungeon. "Aku harap kau berhasil, Weed." Lalu memakan roti dari Weed, bagaimanapun dia harus menyelamatkan nyawanya terlebih dahulu agar bisa menyaksikan quest Weed berhasil atau tidak.


Semakin dalam memasuki dungeon, jeritan demi jeritan mengerikan menyapa Weed.


Ghost yang kebetulan bertemu tatapan dengan Weed mendadak ciut, diapun berhenti menjerit saking takut dengan tatapan mematikan itu. Dia secara tak sadar berjalan mundur, semakin tertekan oleh langkah cepat Weed yang menuju padanya. Saat mereka berjarak beberapa sentimeter lagi, gosht itu memejamkan mata sambil berkata dengan suara bergetar, "A-aku bersum-pah tidak akan mengganggumu, tuan pengelana!"


Wush!


Ternyata Weed hanya kebetulan melewati dirinya.


Gosht itu langsung lunglai setelah kepergian Weed. "Me-mengeri-kan." Dia bergidik layaknya manusia yang ketakutan pada hantu. Dia reflek mengangkat kedua tangan tanda menyerah saat Weed berbalik menatapnya setajam sembilu. "A-aku tidak mengatakan apa-apa!" Jeritnya menggema.


"Kau melihat Death Knight yang menjaga Holly Grail?"


Diluar dugaan Weed ternyata melayangkan pertanyaan padanya. Tangan Ghost itu bergetar menunjuk ke ujung lorong, "Di-di sana! Lo-rong ketiga."


Weed mengangguk singkat, kelihatannya Ghost itu sangat takut pada Weed, karena dirinya yang langsung terduduk sambil menutupi kepala dengan kedua tangan. Membuat Weed mengeluarkan smirk, "Aku menyukaimu."


"Aku sudah mati!" Jawab Ghost secepat kilat.


"Maksudku rasa takutmu!"


Weed meninggalkan Ghost wanita yang hampir kena serangan jantung itu dengan senyuman mengerikan.


Bagaimanapun, Ghost, Spirit dan sejenisnya bukan lagi tandingan untuknya. Bahkan saat melawan Death Knight, Weed tidak merasa gugup lagi.


Saat itu, setelah Dullahan menjadi lawan yang terlalu mudah untuknya, dia berhenti menghindari Death Knight lalu melawan mereka dengan berani.


Dalam pertempuran pertamanya melawan Death Knight, dia gagal memblokir serangannya, dan berakhir mati. Hukumannya adalah dilarang login selama 24 jam. Selain itu, levelnya menurun termasuk semua skill nya yang ikut turun 5%. Menaikkan level lagi cukup mudah, tetapi kehilangan Skill Sclupture Mastery adalah hal yang fatal. Karena skill yang berbasik crafting seperti cooking sangat sulit untuk ditingkatkan.


Beruntungnya, saat itu hanya dirinya sendiri di dalam dungeon hingga tidak adanya kemungkinan orang lain akan mencuri item-item yang dijatuhkannya maupun yang disimpannya di tempat peristirahatan.


Setelah mengalami kematian pertama, Weed kembali menghindari Death Knight. Tapi egonya sangat tinggi, saat mereka berpapasan secara tidak sengaja, dia tidak mau melarikan diri dari Death Knight, melainkan melawan dengan sekuat tenaga. Pada akhirnya dia mati 5 kali. Levelnya menurun banyak disertai dengan 25% penurunan skill.


Setelah itu Weed berjuang keras untuk meningkatkan level dan skill sampai dia benar-benar layak menjadi lawan Death Knight. Tentu saja meningkatkan level juga penting. Tapi menurutnya, pengalaman melawan monster yang lebih kuat jauh lebih penting. Jika dia tidak melakukan itu, maka dia akan merasa setres karena telah kehilangan banyak hal untuk sampai sejauh ini.


Jika bukan karena kekalahan melawan Death Knight sebelumnya, mungkin sekarang levelnya 10 kali lebih tinggi. Yang Weed sedihkan, saat tidak bisa login dia telah kehilangan kesempatan untuk menumpuk EXP dan drop item.


Dengan stat nya yang unik dan tinggi tentu saja dia sudah sebanding dengan Death Knight berlevel 115.


Dia selalu menikmati bertarung melawan musuh yang lebih kuat. Biasanya, profesi Sculptor adalah profesi pendukung, yang normalnya lebih lemah daripada profesi Warrior.


Tetapi, Moonlight Sculptor memberi banyak keuntungan yang besar untuk pertarungan. Handicraft, Skill yang diperkuat, bonus stat plus Sclupting Blade. Profesi itu tidak memiliki hal yang harus Weed keluhkan lagi. Dan juga, saat dalam dungeon atau di malam hari, profesi Weed akan memperkuat kemampuannya lebih dari 30%. Jadi, monster dengan level yang sama dengannya adalah mangsa yang mudah untuk ditangani seorang diri.


Ghost dan Specter berkeliaran di sekitar, menggodanya dengan poin EXP dan item-item. Namun, Weed berjalan lurus mengabaikan mereka. Yang dia inginkan sekarang adalah menemukan musuh utamanya, Death Knight.


Hal ini sangat berbeda dengan Weed yang biasanya, membersihkan dungeon yang dia masuki tanpa tersisa. Weed mendapatkan dobel EXP dan drop item, tapi sekarang dia malah menganggap Spirit dan Specter sebagai angin lewat.


'Sekarang belum waktunya menghabisi mereka.' Weed memilih mangsa yang kuat sebagai monster pertama yang dia bunuh. Karena kebanyakan monster lemah hanya akan menjatuhkan item yang tidak berguna. Dia tentu saja memilih hal yang membawa banyak keuntungan.


Beberapa Death Knight yang tersisa sangat sulit ditemukan. Apalagi yang menjaga Holly Grail, tidak diragukan lagi akan jauh lebih kuat dari Death Knight pada umumnya. Dialah target utama Weed.


Weed adalah orang pertama yang menemukan dungeon ini. Pada pembunuhan pertama, item terbaik yang bisa dijatuhkan oleh monster akan keluar. Sekarang, Weed tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan itu.


Karena aura Weed sangat menarik. Para Ghost, Specter, dan Spirit membuntuti langkahnya dari belakang, kemanapun dia pergi, para undead yang melihatnya mulai berbondong-bondong ikut yang lain di belakangnya menciptakan pemandangan yang mengerikan. Weed terlihat seperti raja kegelapan yang membawa kematian.


Dia berjalan jauh ke dalaman dungeon, tepatnya memasuki lorong ketiga. Hingga sampai di pusat dungeon. Di sana lah lawan utama yang tadi dicari-cari oleh Weed.


Tentu saja Death Knight itu terkejut oleh kedatangan Weed yang membawa serta monster penghuni dungeon. "Kuku! ma-manusia bodoh! A-Apa kau datang ke sini untuk bu-bunuh diri?"


Weed mengabaikan keterkejutan lawan. Dia masih menatapnya tanpa ekspresi. Yang jadi pusat perhatiannya adalah perlengkapan yang dipakai oleh Death Knight. Terutama helm mewah yang bertengger indah di kepalanya. Helm perak itu terlihat berkilauan seperti sebuah item yang sangat langka. Kebetulan Weed belum memiliki pelindung kepala. Weed tak sabar ingin segera memiliki helm baru.


'Helm itu akan segera ku miliki! Ini baru layak dinamakan durian runtuh!' Weed menyeringai puas. Beberapa monster yang mengikutinya mundur beberapa langkah akibat tertekan oleh fighting spirit Weed.


Mata Weed semakin berkilauan saat menatap cahaya menyilaukan di belakang Death Knight. 'Tidak salah lagi itu adalah item unik Harta Freya yang Dicuri, Holly Grail.'


"Hyaaa!" Weed menyerbu ke arah Death Knight tanpa peringatan. Sekarang adalah waktu yang tepat, saat poin EXP dan drop item digandakan, dia tidak mau membuang-buang waktu lagi.


"Sculpting Blade!" Weed memulai dengan skill andalannya, yang terkenal mematikan bagi para undead.


Death Knight ikut mengangkat pedang sambil meluncurkan dark aura untuk menyerang lawan.


Clang!


Sclupting Blade berbenturan dengan serangan Death Knight. Mengguncang arena pertarungan. Membuat beberapa monster yang tadinya menonton berlarian sambil menjerit ketakutan.


Weed memanfaatkan momen kekacauan ini, langsung melompat untuk menyerang kembali Death Knight. Lalu mendaratkan tendangan pada tengkoraknya.


"Kuk!" Death Knight terhuyung mundur selangkah.


Tapi Weed tidak memberikan waktu baginya untuk istirahat sedetikpun. Langsung mengejarnya. Menurutnya, antar sesama musuh tidak perlu banyak basa-basi, cukup menyerang dengan niat membunuh.


Setelah berjarak sekitar satu lengan, mereka kembali adu kekuatan.


Meskipun jarak sedekat ini akan meningkatkan bahaya. Namun, Ini adalah jarak yang menguntungkan bagi Weed. Dengan begini, dia lebih leluasa membaca pergerakan musuh untuk menemukan titik lemah lemahnya.


Weed ingin segera menghabisi nyawa musuh. Karena Death Knight berlevel 200 ini termasuk lawan yang tangguh jika dia sudah bertarung dengan serius.


"Matilah, manusia!" Death Knight mengayunkan pedang dengan percaya diri.


Weed menyambut serangan tersebut sambil menjauhkannya dari titik vital. Tak lama, rasa sakit merayap memasuki tubuhnya. Weed menganggap hal itu sebagai kenikmatan dalam pertarungan.


Dia bisa merasakan ketegangan dan aura permusuhan yang memancar kuat dari Death Knight. Dia sengaja menahan serangan musuh sebelum memberi serangan mematikan. Seekor singa tidak akan pernah meremehkan mangsanya, bahkan jika itu adalah seekor kelinci. Seperti pepatah yang mengatakan, singa akan menunggu saat kelinci bergerak barulah dia menerkam.


Perseverance : +1


Bonus karena menerima serangan musuh dan bertahan di atas penderitaan yang dibuatnya. Selama ini Weed juga seringkali melakukan hal ini, sengaja menerima serangan musuh. Tujuannya untuk meningkatkan stat Perseverance. Sekarang hasilnya pun sangat memuaskan. Apalagi ketika lawannya berlevel lebih tinggi darinya, maka statistik tersebut akan meningkat lebih cepat. Meningkatkan level memang penting, tapi meningkatkan poin stat jauh lebih penting.


Setelah melalui berbagai pertempuran, menahan berbagai rasa sakit akibat menahan serangan musuh dia juga bisa meningkatkan skill First Aid dengan cepat. Mungkin kebanyakan orang menganggap hal ini terlalu spele dan membuang banyak waktu. Tapi sebenarnya meningkatkan skill ini termasuk investasi jangka panjang yang sangat diperlukan.

__ADS_1


Ketika HP nya tinggal 205, Weed mulai bertarung menggunakan kekuatan aslinya.


Tubuhnya dengan lihai menghindari berbagai serangan Death Knight dengan jarak sedekat nadi. Membuat fokus musuhnya teralihkan karena terlalu terkejut. Gerakannya pun tidak terkoordinasi lagi seperti sebelumnya.


Lalu dengan satu tebasan mematikan, Weed langsung mencabut nyawa musuh.


"Ku-uk."


Death Knight yang tadinya terlalu percaya diri bisa mengalahkan Weed, hanya bisa merenggang nyawa dalam keputusasaan panjang. Sekarang ikut merasakan Fighting Spirit milik Weed yang menakjubkan. Akhirnya dia mengerti arti tatapan segerombolan undead di belakang sana.


"Sekarang para Death Knight semakin membosankan." Weed bergumam kecil lalu menyarungkan Clay Sword. Wajahnya terlihat mengerikan saat dia mengelap darah Death Knight yang muncrat di dahinya.


Mata para undead yang bersembunyi di pojokan membesar, mereka saling lirik sambil menelan saliva susah payah. "Di-dia tidak akan membantai kita juga kan?"


"Diamlah bodoh!"


Weed melemaskan jari-jari, dia menutup mulutnya yang menguap lebar melihat drop item yang di jatuhkan lawannya tadi. Terlihat sangat lelah dengan kesendirian ini.


Death Knight yang barusan dia lawan, sekitar dua kali lebih kuat dari yang lainnya, mungkin karena dia adalah pelayan Barkhan. Jika tidak, Weed akan menerima lebih banyak serangan sebelum mulai bertarung secara serius. Meski begitu, dia tak merasakan nyawanya terancam.


Banyak orang berpikir jika bertarung dalam jarak dekat sangat berbahaya. Tapi bagi Weed, menatap mata musuh sedekat nadi dan merasakan niat membunuh miliknya selama pertarungan itu sangat menyegarkan. Bahkan dia menikmati nafas musuh yang berhembus di lehernya.


Tujuan Weed seperti ini adalah untuk membiasakan diri. Jika seorang terus membiasakan diri bertarung dengan jarak yang lebih dekat dari sebelumnya, maka pertarungan dengan jarak yang lebih jauh akan semudah membalikkan telapak tangan.


Bahkan jika Death Knight tadi telah menggunakan kemampuan asli dan bertarung sekuat tenaga, perbedaannya hanya sangat sedikit. Yang Weed hindari jika dia membiarkan Death Knight sampai mengeluarkan kemampuan asli adalah resiko armor barunya yang hancur. Oleh karena itu dia bertindak lebih nekad dari biasanya.


Weed mengabaikan bisik-bisik undead di belakang sana, yang mulai mendekat kembali sambil menggibahkan tentangnya.


Setelah melepas perlengkapan, dia memulai kebiasaannya, memukul item-item itu dengan palu, untuk memulihkan endurance mereka, "Repair!"


"Astaga naga!"


"Eh copot eh copot!"


"Jantungku, apa kalian baik-baik saja?"


Teriakan Weed menggema keras bahkan memantul beberapa kali, mengejutkan beberapa undead yang masih setia mengintip kegiatannya.


Tapi Weed masih sesantai seakan tidak mendengar apapun. Dia membolak balik armor yang baru direpair. Ekspresi wajahnya tidak terlihat puas sama sekali. Karena skill repair miliknya masih di tahap basic level 8, jadi hasilnya hanya terlihat seperti baru tapi endurance masing-masing item masih di tingkat minimum. Siapapun yang memakai perlengkapan seperti ini saat bertarung akan hancur bahkan tidak sampai di pertengahan pertarungan.


Memakai perlengkapan semacam itu akan mustahil tanpa perawatan yang rutin. Layaknya mengurus sebuah mobil rongsokan.


Kelebihannya, skill repair meningkat lebih cepat dari skill sclupture mastery, karena bukan skill utama melainkan hanya sub-skill. Sebuah sub-skill yang berkaitan erat dengan Blacksmith peningkatannya memang cepat.


Di sisi lain untuk meningkatkan skill utamanya juga bukan perkara yang sulit dilakukan oleh Weed. Karena dia bisa memahat dimana saja jika dia ingin, maka peningkatan skill sclupture masterynya tak kalah cepat. Sedangkan skill repair tidak bisa dipakai tanpa ada senjata yang rusak. Bagi Weed yang berburu sendirian di Lavias tentu saja meningkatkan skill repair bukan hal yang mudah.


Weed memungut drop item yang dijatuhkan musuhnya tadi, Death Knight. Matanya sudah berbinar-binar menatap helm berwarna perak itu.


Van Hawk's Magic Helm!


Endurance : 90/90


Defense : 25


Strength : +30


Agility : +10


Intelligence : +10


Resistensi terhadap dark magic : +15


Afinitas terhadap undead : +10


Helm yang selalu setia menemani Death Knight. Helm ini berbentuk bulat untuk menutupi seluruh kepala. Dan memberikan pertahanan yang tinggi. Kekuatan Van Hawk terkandung di dalamnya.


Efek :


• Memungkinkan Anda untuk memimpin pasukan undead di bawah level 50.


• Peringkat dan jumlah undead yang dipimpin akan bergantung pada stat Leadership.


Syarat:


• Level 200


• Strength 400


Weed tidak bisa menahan kegembiraannya. "Ini durian runtuh! Oh EXP ku yang berharga!"


Kalamorian Sword!


Endurance : 65/65


Damage : 35-40


Fame : +30


Strength : +20


Honor : +10


Charm : +10


Faith : +10


Senjata yang digunakan oleh seorang knight dari Kekaisaran Kalsmore - Van Hawk.


Secara pribadi dihadiahkan oleh Kaisar Theodore untuk menghormati Van Hawk pada tahun ke-651 kekaisaran. Menunjukkan semangat tinggi dan aura kebijaksanaan.


Syarat :


• Level 200


• Fighting Spirit 300


• Hanya bisa digunakan oleh Knight


"Ke ke ke ke!" Weed tersenyum puas.

__ADS_1


Crimson Necklace of Life!


Endurance : 50/50


Diciptakan oleh penguasa para undead, Barkhan. Diproduksi dengan dark magic kuno yang mengandung kekuatan misterius.


Efek : Tidak diketahui.


Syarat : Tidak diketahui.


Setelah memeriksa item dia menghela nafas panjang. Walau begitu dia masih puas, karena artinya item ini sangat langka. "Ini-ini adalah tangkapan besar."


Karena ini perburuan pertama, jadi wajar dia mendapatkan item terbaik yang dijatuhkan monster. Tapi item-item ini jauh dari kata wajar. Pertahanan dan efeknya terlalu mengagumkan, melampaui ekspektasi Weed.


Perhatian Weed berpusat penuh pada Van Hawk's Magic Helm- Van Hawk kemungkinan besar adalah nama Death Knight.


Kalamore's Sword memiliki daya serang yang lebih baik dari Clay Sword miliknya. Walau tidak ada tambahan damage ice spirit, tetapi itu termasuk salah satu pedang terbaik yang layak dibawa berburu, terutama oleh Knight. Tepat! Inilah masalah terbesar Weed, pedang ini diciptakan khusus untuk profesi Knight.


Profesi Weed yang seorang Scluptor tentu saja tidak bisa menggunakannya. Tapi, jika Weed bersikeras untuk memakainya, ada cara mudah untuk dilalui tanpa menguras darah. Yaitu dengan mengunjungi istana kekaisaran atau kerajaan, untuk melakukan ujian resmi sebagai ksatria.


Tidak seperti Swordman, yang harus menjalani ujian tahap selanjutnya agar bisa memiliki gelar knight. Weed hanya harus mendapatkan sebuah lisensi. Setelah mendapatkan lisensi barulah dia bisa memakai pedang ini. Tapi percuma saja karena sekarang levelnya masih belum mencukupi.


"Identification!"


Anda gagal mengidentifikasi item!


"Identification!"


Anda gagal mengidentifikasi item!


Mau seberapa kalipun Weed berteriak untuk mengidentifikasi Crimson Necklace of Life, tetap tidak membuahkan hasil, karena level skill Identification nya terlalu rendah.


Weed akhirnya menyerah untuk bersikap keras kepala, "Yah, aku tidak bisa melakukan apa-apa jika sudah seperti ini."


Dia memilih bergegas mengumpulkan semua drop item. Setelah itu barulah dia menghampiri Holly Grail yang terletak di atas altar. Dari jauh sudah terlihat jelas bahwa item tersebut terbuat dari emas murni.


Swing!


Saat tangan Weed menyentuhnya, dia langsung bersinar terang seakan menciptakan ruang pertahanan diri.


'Awww! Panas!' Weed merasa tangannya seolah terbakar. Dia bisa merasakan kekuatan suci yang dahsyat mulai menyelimuti dirinya.


Luka akibat pertempuran beberapa saat yang lalu perlahan menutup lalu sembuh dengan sempurna, begitupun dengan rasa lelahnya ikut lenyap tak bersisa.


Harta Dewi Freya yang Dicuri, Holly Grail telah didapatkan!


Cahaya dari Holly Grail perlahan meredup menyisakan Weed yang tubuhnya sudah segar bugar. Weed menatap item di tangannya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Identification!"


Holly Grail!


Penghasil Holy Water.


Fame : +300


Faith : +100


Endurance : tidak terbatas.


Salah satu dari tiga item suci yang diwariskan oleh Dewi Freya. Sebagai simbol dari dewi kecantikan dan kemakmuran. Memberikan kekuatan tak terbatas pada mereka yang mempunyai kepercayaan kuat.


Mengubah air biasa menjadi Holy Water dalam satu hari. Holy Water sangat mematikan bagi undead. Jika disebarkan di tanah, akan membuat hasil panen yang berlimpah.


Syarat :


• Faith : 900


• Profesi yang berhubungan dengan Cleric atau mereka yang diakui oleh Order Freya.


Sebuah item langka yang bisa menghasilkan Holy Water yang tak terbatas.


Seperti yang diduga dari sebuah item suci dari Dewi Freya, ini adalah sebuah harta yang tak ternilai. Saat Holy Water digunakan pada tanah, panen pada tahun itu akan meningkat sepuluh kali lipat. Bagi para undead, itu adalah senjata paling mematikan.


Weed sedikit kecewa dengan fakta yang mengatakan, hanya profesi yang berkaitan dengan cleric yang bisa menggunakannya. "Tidak buruk juga sih."


Weed memperbaiki perlengkapan yang dia pakai. Saat dia berbalik, semua undead menjerit dalam keputusasaan melihat senyumannya yang menakutkan. Mereka berlari terbirit-birit berusaha menghindari Weed.


"To! Lontooongggg!"


"Ihhh! Seram!"


Satu Spirit yang sedang berlari menertawakan rekan disampingnya, "Wajahmu lebih menakutkan tahu!"


Ghost itu bersiap membantah tanpa kenal arti kata kalah, "Kau--"


Belum sempat mereka adu jotos langsung ditebas oleh pedang Weed.


Dobel EXP dan drop item akan berlangsung selama seminggu di Dungeon Barkhan, dia tak bisa melewatkan kesempatan emas semacam itu.


"Pa!" Tiba-tiba Weed mendengar suara familir yang menyapa telinganya.


"Oppa! Cepat bangun!"


Satu-satunya orang yang akan memanggil Weed dengan sebutan Oppa adalah adiknya, Lee Hye Yoon.


Gadis itu memanggil Weed melalui mikrofon yang melekat pada kapsul game.


'Padahal lagi seru! Kenapa harus sekarang?!' Weed mendesah panjang, matanya melirik sekitar dengan tajam, "Aku akan kembali."


Lalu log out.


...•••...


Bagaimana petualangan Weed kali ini guys?


Jangan ungkit Dain lagi ya🥺


Kan udah ada pengganti yang cocok, para undead🤣

__ADS_1


Jangan aja nambah ship shipan lagi🤣🤣🤣


Lia Cantik huhu~~


__ADS_2