
Peradaban Benua Versailles muncul sekitar 1.800 ribu tahun yang lalu. Saat itu, Manusia, Elf, Dwarf, dan Orc hidup berdampingan.
Mereka terbagi menjadi dua kelompok, para perempuan bertugas mengurus rumah tangga, Elf membaptis bayi orc menjadi anak. Manusia dan Dwarf memandikan dan merawat mereka agar tetap bersih dan sehat. Empat ras telah hidup bersama, saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Sedangkan para lelaki bertugas menghidupi rumah tangga, Elf (penjaga) menjadi petani untuk menghasilkan buah dan sayur segar, Dwarf (pengrajin) membuat alat kebutuhan rumah tangga, dan manusia menjadi pengintasi saat berburu bersama orc yang perkasa. Saat monster merajalela di benua, makhluk yang lemah tidak punya pilihan selain mengandalkan satu sama lain untuk bertahan hidup.
Orc, yang tumbuh dengan cepat pada dasarnya adalah pejuang yang hebat. Terlahir dengan kekuatan alami dan naluri pertempuran, mereka menjadi pelindung utama ras lain. Mereka bertugas sebagai pemimpin yang disegani.
Namun, karena manusia dikaruniai kecerdasan, mereka mampu mengembangkan teknik pertanian, memelihara tanaman dan hewan, mereka mengambil alih rantai pasokan makanan, dan secara bertahap menantang kepemimpinan para Orc.
Para elf, yang mempelajari elemental magic dan spirit menyatu dengan alam, menjadi sombong dan mulai menjauhkan diri dari para Orc, yang mereka sebut bodoh.
Para Dwarf memajukan teknologi dari logam hari demi hari, yang memberi mereka generasi persenjataan untuk menantang para Orc.
Aliansi dari empat ras terpecah setelah serangkaian perselisihan dan kecemburuan yang tak kunjung reda.
Manusia membangun kota, yang kemudian membesar menjadi kerajaan, di tanah yang subur.
Para elf pindah ke hutan terdalam di mana elemental magic dan spirit melimpah, untuk memperkuat sihir mereka.
Para Orc tersebar di alam liar dan tanah tak berpenghuni, mereka berburu di alam liar dan memiliki kebebasan seperti yang mereka inginkan, menikmati pertempuran tanpa hambatan.
Para Dwarf tetap bersembunyi di pegunungan, menambang bijih mentah, dan menyempurnakan teknik tempa.
Tak pelak, empat ras saling memusuhi dan saling bersaing untuk menjadi yang tebaik.
Ini adalah sejarah Benua Versailles, mitos empat ras yang terlupakan.
...* * *...
Desas-desus tentang orang asing yang aneh telah menyebar dengan cepat ke seluruh Benteng Serabourg.
Tentang lahirnya Bluster Whack (Pemukul Tangguh) yang telah mengayunkan pedang kayu ke orang-orangan sawah tanpa henti selama empat minggu berturut-turut di Aula Pelatihan.
Bakbakbakabk!
Weed mengayunkan pedang kayu dalam diam. Serangannya pada orang-orangan sawah tidak menunjukkan belas kasihan. Setiap kali pedang kayu mengiris orang-orangan sawah, suara keras meledak.
Pada hari-hari sebelumnya, dia puas hanya dengan menggores orang-orangan sawah. Saat ini kekuatan dan kelincahannya meningkat dengan pesat, tubuhnya bertambah kuat.
“Apakah dia benar-benar seorang player?”
“Dia sepertinya seorang pria sejati, bukan?"
"Tidak mungkin."
“Mungkinkah dia NPC?”
“Mengingat kemunculannya yang tiba-tiba--”
“Ya, dia pasti seorang NPC yang terhubung dengan sebuah quest!”
Mata beberapa player mulai berbinar melihatnya. Tak sedikit yang menawarkan makanan dan uang untuk memenangkan hati Weed. Mereka bertanya-tanya apakah dia adalah NPC quest. Tak mau diperlakukan sebagai pengemis, Weed menolak bantuan mereka, tapi mereka tampak tak mau menyerah.
“Ayo, tolong ambil ini.”
“Mau yang lain? Katakan saja. Aku akan mencarikannya."
“Tidakkah menurutmu pedang baja lebih baik dari pedang kayu ini? Aku bisa memberimu pedang panjang, itu akan sangat berguna."
Mereka mengikuti langkah Weed dengan harapan dia bisa memperkenalkan mereka pada quest khusus. Mereka tidak tahu pasti, karena Weed berulang kali menyangkal bahwa dia seorang NPC, dan mengusir mereka, mengatakan mereka mengganggu pelatihannya. Anehnya, hal ini justru memperkuat keyakinan mereka.
“Siapa yang bisa memukul orang-orangan sawah tidak hanya satu dua hari, tapi selama empat minggu berturut-turut?”
“Dan dia adalah teman baik instruktur!”
Instruktur selalu memandang rendah player, menganggap mereka pengganggu, malah baik pada Weed, bahkan berbagi makan siang dengannya setiap hari. Bagi publik, Weed tidak terlihat seperti player.
Satu-satunya cara untuk memberi tahu player bahwa dia bukan NPC adalah ketika dia keluar dari akunnya. Tapi Weed tak pernah terlihat keluar dari akunnya. Inilah mengapa Weed menyebabkan kesalahpahaman pada player lain.
Beberapa player tingkat tinggi melihat tekad Weed untuk meningkatkan kekuatan dan statistiknya. Mereka mulai mendekat dan bersikap baik padanya. Mereka sengaja mendekatinya, untuk mengetahui asal usulnya, player atau bukan.
"Jika kau bergabung dengan guildku, kami akan mendukungmu untuk meningkatkan statistikmu."
“Kami akan mensponsorimu sampai kau mencapai level seratus sampai lebih.”
Royal Road memiliki konsep guild seperti game online lainnya, namun ada kekuasaan yang lebih tinggi.
Kaisar!
Tujuan setiap guild-guild tingkat tinggi adalah untuk menobatkan Kaisar dalam guild mereka. Mendirikan kerajaan sendiri di Benua Versailles, dan menguasai semua ras.
Dengan pajak yang dikumpulkan setiap bulan, duke dan lord dapat membangun fasilitas penting seperti lumbung dan bengkel pandai besi di kota-kota kekuasaan mereka, atau mengeluarkan uang untuk merekrut para ahli dan melatih mereka dengan baik.
Mengingat seorang penguasa yang mengurus urusan negara, ekonomi berkembang, teknologi maju. Inovasi teknologi mengarah pada persenjataan yang lebih baik yang diproduksi oleh blacksmith, dan ukuran kota bergantung pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam menerapkan kebijakan nasional dan regional serta membangun hubungan diplomatik dengan negara lain, seorang lord pemimpin masyarakat menjalankan otoritas yang lebih tinggi.
Lord membangun kota dan benteng untuk mengembangkan wilayahnya, menarik lebih banyak imigran yang patuh pada aturan.
Selain urusan dalam negeri, ada juga perang. Ketika seseorang menyatakan perang, para knight akan berperang di bawah komando para jenderal.
Player awam masih belum berpengalaman menuntut penguasa agar bijaksana dan adil. Oleh karena itu, kota-kota tempat mereka tinggal akan tumbuh lebih sejahtera, dan perekonomian akan lebih dinamis, yang merangsang player agar sukses dalam game.
Tetap saja, Weed menolak semua tawaran guild.
Strenght : +1
Agility : +1
Vitality : +1
Fame : +1
Hp : +100
Pedang kayu yang tidak menunjukkan tanda berhenti seketika berhenti di udara. Weed menutup matanya dan akhirnya bernafas lega. "Aku berhasil!"
Selama empat minggu, menurut waktu dalam game, Weed telah meningkatkan statistik sebanyak yang dia bisa di Training Hall. Yang mengejutkan, dia mendapatkan sedikit Fame, tidak ada salahnya untuk memiliki ketenaran.
Semakin banyak fame yang dimiliki, semakin murah membeli barang dari toko kecil atau bengkel pandai besi, dan bisa lebih dihormati saat berbicara atau bernegosiasi dengan NPC.
Instruktur yang telah mengawasinya terlihat senang dari kejauhan, ia menghampiri Weed, "Kerja bagus, Weed."
"Terima kasih, Instruktur."
“Aku tidak menyangka kamu akan berusaha sampai sejauh ini. Bahkan kamu melampauinya. aku sangat bangga padamu."
"Itu tak akan tercapai tanpa pengawasan darimu, Instruktur yang Terhormat."
"Ha ha ha! Kau bisa saja.” Instruktur tertawa terbahak-bahak.
Weed tahu dari pengalaman sanjungan sederhana bisa membuat instruktur senang.
Instruktur menyerahkan pedang kepada Weed.
“Pedang apa ini?”
“Itu milikmu. Pedang ini dihadiahkan kepada orang yang menyelesaikan program pelatihan dasar."
"Latihan dasar?"
Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul di benak Weed.
Dia telah belajar secara tidak sengaja bahwa dia dapat meningkatkan statistik dengan mengayunkan pedang kayu pada orang-orangan sawah di Training Hall.
Saat menyisir komunitas game online, dia telah membaca postingan tentang hal ini di forum guild kecil.
Oleh karena itu, dia fokus untuk meningkatkan statistiknya sebanyak mungkin di Training Hall sebelum memulai dengan serius.
Weed punya alasan kuat, meskipun dia mengakui bahwa mungkin kedengarannya tidak efisien menginvestasikan empat minggu untuk meningkatkan statistiknya secara perlahan satu per satu. Berbeda dengan player lain lebih suka pergi ke lapangan langsung untuk meningkatkan statistik.
“Tetap saja.” pikir Weed, “itu tidak sama dengan berlatih keras untuk meningkatkan kekuatan statistik dari dasar. Perbedaannya sangat besar."
"Semoga beruntung, kamu mungkin dapat item yang bagus selama perjalanan, tetapi statistik aslimu akan sama, terlepas dari item apa pun yang kau pakai. Misalkan kau meningkatkan kekuatan 40 poin, dan bayangkan kau bisa mengenakan kalung dengan kekuatan 50 poin."
Statistik yang telah dilatih Weed di Training Hall akan membantunya hingga menit terakhir permainan game.
Weed merenungkan arti dari ucapan instruktur dan akhirnya bertanya, "Tahukah instruktur berapa banyak orang yang menyelesaikan pelatihan dasar sekarang?"
"Disini ada enam belas," jawab instruktur segera.
Dia menambahkan, “Benua ini sangat luas, Weed. Mungkin ada total 38 ratus orang asing yang menyelesaikan program pelatihan dasar di semua Training Hall. Sepengetahuanku, tidak ada yang menyelesaikan pelatihan dasar secepat kau. "
"38 ratus orang!" Mata Weed menyala-nyala. “Mereka adalah saingan terbesarku.”
Pertanyaan berikutnya memecah keheningan sejenak. “Instruktur bilang ini latihan dasar. Apakah tersedia program pelatihan tingkat yang lebih tinggi?”
“Tidak disini, di tempat lain.”
"Dimana tempatnya?"
“Aku tidak tahu di mana tepatnya. Aku mendengar tempat itu terbuka hanya untuk mereka yang ditakdirkan untuk menemukannya. Kamu harus menyelesaikan satu persatu tingkatannya agar memenuhi syarat untuk tingkat pelatihan berikutnya."
“Terima kasih atas informasinya, Instruktur yang Terhormat.”
__ADS_1
“Jangan sungkan.”
Weed sekarang selesai dengan Training Hall. Ketika dia berbalik untuk pergi, instruktur memanggilnya. “Weed, apa kamu punya tujuan?”
"Maksudnya, instruktur?"
"Sebuah kelompok ekspedisi dijadwalkan berangkat ke Lair of Litvart seminggu dari sekarang. Seorang kolegaku adalah komandan pasukan. Namanya Midvale. Jika kau tidak memiliki rencana yang lebih baik saat ini, bagaimana jika kau ikut serta dengan mereka?"
Quest Ekspedisi di Dungeon Litvart!
Kerajaan Rosenheim sangat menderita karena serangan monster yang telah meningkat jumlahnya selama dekade terakhir. Raja Theodarren, penguasa Rosenheim yang agung dan baik hati, mengeluarkan gelar kerajaan untuk memerintahkan seorang ksatria terhormat, jendral Midvale, untuk menjelajahi Dungeon Litvart dan membasmi monster.
Basmilah monster di Dungeon Litvart bersama Jendral Midvale dan tentaranya.
Kesulitan : E
Persyaratan Quest: Gagal jika terbunuh!
Permintaan instruktur adalah quest yang akan diterima oleh player lain dengan senang hati. Tentara Kerajaan Rosenheim penuh dengan tentara yang terorganisir dengan baik dan terlatih. Level rata-rata untuk prajurit infanteri hampir 30, dan level seorang ksatria secara umum melebihi 150.
Secara khusus, para ksatria level tinggi dihormati sebagai Ksatria Terhormat. Level mereka berada di antara level 180-220. Kekuatan sebesar ini dapat membersihkan gua apapun tanpa komplikasi. The Lair of Litvart sama sekali bukan pengecualian.
Menurut penelitian Weed, Gua Litvart dihuni oleh kobold usia 20-an dan goblin usia 50-an.
Hal yang Weed perlu lakukan setelah dia bergabung dengan pasukan di quest adalah tetap hidup, apakah dia secara aktif terlibat dalam pertempuran atau tidak. Itu adalah kesempatan emas yang ditawarkan kepadanya karena kebaikan instruktur.
Tapi Weed menggelengkan kepalanya. "Aku minta maaf, Instruktur."
Anda telah menolak quest!
"Kenapa menolaknya, Weed?”
"Bukan karena apa-apa. Aku hanya belum memiliki profesi.”
“Ohhh, ya ampun! Kau benar! Aku terlalu gegabah. Kunjungi aku kapan pun kau mau. Aku akan memberi tahu kau jika aku dapat quest yang cocok untukmu."
Instruktur tidak hanya mencapai level 200, tetapi juga berhubungan baik dengan tentara yang dilatih olehnya di Training Hall. Dengan kata lain, dia telah membangun jaringannya sendiri di Royal Road.
Namun, posisi instruktur yang relatif rendah mencegahnya dilacak oleh pejabat tinggi.
Tiba-tiba instruktur bertanya dengan pelan, “Weed, sudahkah kamu memilih profesi apa yang kau inginkan?”
“Aku belum memutuskan. Aku akan pergi ke devisi intelijen, dan melihat profesi apa yang mereka rekomendasikan."
Divisi intelijen memberikan petunjuk kelas kepada player pemula, tergantung pada statistik dan keterampilan mereka.
Pada tahap awal, sebagian besar player berjalan di jalur yang sama, sehingga serikat intelijen membagi mereka menjadi dua kelompok — profesi pertempuran dan profesi kerajinan, termasuk pedagang.
Pada suatu waktu, devisi inteligen mengungkap profesi rahasia. Tapi itu jarang terjadi.
“Aku memberitahumu ini hanya karena kamu seorang pria yang dapat dipercaya akan menolak kesempatan untuk pindah ke profesi terbuang seperti scluptor. Katakan sejujurnya, Weed. Apa kau menyesal tidak menerima knife sclupting itu?”
“Tidak mungkin, Instruktur! profesi Sculptor, aku tidak akan menerimanya apapun yang terjadi."
“Huh, aku tidak pernah menceritakan hal ini kepada orang lain, kau orang pertama. Mendekatlah."
Suara instruktur menjadi gumaman pelan. Dia berbicara dengan bisikan di dekat telinga Weed. Weed merinding ketika nafas instruktur mirip Orc menyapu wajahnya, tapi dia tetap menahan rasa jijiknya.
“Kau sedang mencari profesi yang bagus. Akan ku tunjukkan jalannya. Pernahkah kamu mendengar tentang Konselir Rodriguez?”
"Ya instruktur."
“Kunjungilah dia. Julukannya adalah Bintang Kebijaksanaan, dia dihormati karena memiliki pengetahuan dalam segala hal. Dia akan memberi tahumu profesi apa yang paling cocok untukmu, jauh lebih baik daripada sekadar Devisi Intelijen sekalipun. Tapi--"
“…?”
“Sulit menemukannya. Konselir adalah orang yang aneh. Kau tidak akan tahu kemana dia akan pergi berpergian. Dia juga licik dan kejam."
“…”
“Kau tidak bisa mendekatinya langsung. Dia tak akan mau repot mendengarkan penjelasanmu. Tapi jika kau memberikan ini padanya, ia akan membantumu sekali.”
Item: Saputangan Ratu Evane!
“Terima kasih, Instruktur yang Terhormat.”
"Jangan sungkan. Akupun merasa agak tak enak padamu, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak warrior yang lebih buruk daripada moonlight scluptor. Aku berdoa kepada Freya agar kau mendapatkan kelas yang bagus. Waspadalah terhadap Konselir Rodriguez. Dia tidak tahu malu, jadi kau tidak harus memberi tahu dia apa yang kau inginkan sampai dia berbicara kepadamu. "
Ketika Weed mengucapkan selamat tinggal kepada instruktur dalam perjalanan keluar dari Training Hall, seorang pria perkasa mendekatinya.
Nama orang itu adalah Python, knight pemberani dengan pedang besar.
“Apakah kau akan pergi sekarang?”
"Iya."
“Pertama-tama aku akan mencari kelas, dan kemudian aku akan bekerja keras untuk meningkatkan level.”
“Aku yakin kau akan mencapai puncak dengan cepat. Aku belum pernah melihat orang yang bertekad kuat sepertimu di game online! Meskipun aku bangga dengan ketangguhan ku, kaulah yang merupakan pria sejati."
Python adalah seorang knight di level 288.
Dia telah mempelajari keterampilan baru, jadi dia datang ke Training Hall untuk mengetahui batas keahliannya.
Ketika dia tiba di Training Hall, halaman dipenuhi oleh player yang menonton aksi nekad Weed. membuat Python penasaran dengannya.
Beberapa orang menganggap Weed seorang NPC, tetapi sat Python mendengar bahwa seorang player dapat meningkatkan statistik di Training Hall, dia mulai memukul orang-orangan sawah tepat di sebelah Weed.
Kekuatan yang dilepaskan dari sosok sebesar Python sangat mengejutkan.
Dengan lebih sedikit player yang berpartisipasi dalam pertunjukan, Python secara tidak sengaja telah mengalihkan perhatian publik dari Weed.
Selama seminggu terakhir, Python adalah satu-satunya pengguna yang sejauh ini telah diajak bicara oleh Weed.
"Terima kasih atas pujian mu."
“Pokoknya, aku sangat menantikannya! Hari dimana kita bertemu satu sama lain. Kau tidak akan mengecewakanku, bukan?”
"Kau akan kecewa."
"Hah?"
“Dengan kelemahan mu, aku jauh lebih tangguh dari yang bisa kau bayangkan.”
"Puahahahaha." Python tertawa keras. Karena levelnya 280 terbilang tinggi, peringkatnya bersanding dengan level terkuat lainnya dan diperlakukan dengan hormat ke mana pun dia pergi. Dia tertarik dengan Weed, yang berani membuat komentar tajam kepada orang kuat.
Mata Python menyipit lebih serius. "Aku akan menantikannya. Hati hati."
Weed mengucapkan selamat tinggal padanya, dan menuju ke kediaman konselir Rodriguez.
“Konselir Rodriguez, Bintang Kebijaksanaan, Sang Mahatahu. Dia akan memberiku bimbingan tentang kelas apa yang harus aku dapatkan,” kata Weed dalam hati.
...* * *...
Rumah Konselir Rodriguez terletak di bagian utara Benteng Serabourg, dan knight berjaga mengitari kediaman itu.
Begitu Weed berjalan mendekati gerbang, dua tentara memberhentikannya. "Berhenti! Apa urusanmu di sini, orang asing?”
“Aku ingin mengunjungi tuan konselir. Aku membawa sesuatu hal untuknya yang dipercayakan instruktur di Training Hall kepadaku."
"Lancang sekali. Aku mengerti kau memiliki bisnis yang harus diurus, tetapi Konselir tidak menerima orang awam sepertimu." Jawab prajurit itu dengan nada datar.
"Tapi aku punya surat yang diminta instruktur untukku sampaikan kepada Konselir secara langsung."
“Itu bukan urusanku. Apakah kau pikir kau diizinkan mengunjungi tuan yang agung hanya karena kau memiliki urusan untuknya?”
“…”
Singkatnya, itu membutuhkan Fame yang tinggi agar bisa mengunjungi Lord atau Duke. Sedangkan Fame Weed hanya 20, terlalu rendah untuk mengunjungi kediaman konselir.
“Aku secara pribadi mengenal instruktur di Training Hall dengan sangat baik. Beliau pernah melatih saya dengan tangannya sendiri. Tetap saja, aku tidak bisa mengizinkanmu masuk ke manor."
"Jika tuan bersikeras, apakah aku diizinkan untuk tinggal di sini selama aku tidak memasuki manor?"
Para penjaga bingung dengan pertanyaan Weed. “Apa maksudmu, Orang asing?”
"Aku bertanya apakah tuan sekalian keberatan jika aku hanya duduk di jalan dan menunggu konselir keluar?"
"Tidak." Prajurit itu menambahkan dengan acuh tak acuh, "Jalan ini terbuka untuk semua orang."
Weed mengangguk sedikit. “Terima kasih atas izinnya.”
“Tidak apa-apa. Tapi--"
"Maaf?"
“Aku memberitahumu ini karena kamu adalah kenalan instruktur. Konselir sering mengurung di manor selama seminggu kadang lebih. Terutama ketika pengunjung yang tidak diinginkan mengetuk pintu, dia pasti akan menutupnya rapat-rapat. Apakah kamu masih akan menunggunya?”
Weed mengangguk mantap, "Ya."
Weed berjongkok di seberang manor, mengamati kalau Konselir munc. Dia kadang-kadang mengobrol dengan para knight, dan dengan cepat mengetahui bahwa instrukturnya dihormati di antara jajaran yang lebih rendah.
Seorang pria yang pernah memimpikan gelar ksatria, dia sekarang sepenuhnya memenuhi syarat untuk itu.
Sementara itu, malam semakin larut dan rumah konselir semakin gelap.
__ADS_1
“Suatu hal yang tak mungkin jika aku mengatakan aku berharap mendapatkan apa yang ku inginkan pada hari pertama. Tapi konselir tidak akan mengurung dirinya selamanya."
Weed merasa sia-sia untuk mengawasi manor karena Konselir sedang tidur. Dia pergi dari sana dan menuju gerbang kota.
Malam yang diterangi cahaya rembulan meningkatkan kekuatan monster di Benua Versailles. Mereka menjadi setengah lebih kuat, dan menghasilkan tambahan 30% EXP. Hal ini memicu perhatian lebih dari player untuk menghindari risiko kematian.
Malam itu merupakan petualangan pertama Weed di luar Benteng. Di hutan terlihat sekelompok player mengejar rubah, kelinci, dan rakun, adegan yang dibuat oleh para pemula, dan akan segera diikuti oleh Weed.
“Apa yang bisa ku gunakan sebagai senjata? Hm...” Dia mengeluarkan pedang besi yang hadiah dari instruktur, dan memegangnya erat-erat.
"Jendela status equipment."
Hard Iron Sword:
Endurance : 54/54
Damage : 10-14
Strenght : +10
Diberikan kepada mereka yang menyelesaikan Program Pelatihan Dasar. Pedang panjang yang banyak digunakan ini lebih baik daripada senjata tipe dasar yang tersedia di bengkel pandai besi.
Syarat :
Strenght : +40
Vitality : +35
Pedang yang diberikan oleh instruktur adalah salah satu pedang terbaik yang tersedia untuk Weed. Dia mengayunkannya beberapa kali, menyadari bahwa keseimbangannya ideal, dan merasa nyaman dengannya. Weed memeriksa senjata lainnya.
"Jendela Stat Knife!"
Pisau Pahat Zahab!
Endurance : 984/1000
Damage : 40-54
Pisau ukiran kecil pendek, dibuat khusus untuk memahat. Pisau ini sangat tajam.
Fungsi: Meningkatkan peluang Anda untuk menghasilkan pukulan kritis!
Pisau pahat menghasilkan lebih banyak kerusakan daripada Hard iron sword, tapi Weed memilih yang terakhir. Karena ukurannya yang lebih panjang sehingga dapat menjangkau lebih jauh. Iron sword lebih berguna untuk membunuh monster.
Selain itu, pisau pahat tidak mudah rusak, berkat daya tahannya yang tinggi. Keuntungan ini membuat Weed senang, karena telah memperoleh repair skill dan Iron Sword memberikan lebih banyak kesempatan untuk mempertajam repair skill karena itu relatif rapuh, membutuhkan penempaan yang baik.
"Bagus. Aku siap untuk berburu." Weed mengayunkan Iron sword. “Rakun, rubah, serigala, kelinci. Aku akan membunuh kalian semua."
Saat dia pergi berburu.
"Permisi." Seseorang berbicara kepada Weed, yang berjalan dalam diam.
"Apakah kau sendirian?"
Weed berbalik. Dia melihat seorang gadis cantik tepat di depannya mengenakan topi katun dan baju besi kulit kebiruan.
"Seorang gadis," gumamnya pelan. “Ya, aku sendirian.” Weed melembutkan nadanya.
“Apakah kau ingin bergabung dengan kami untuk berburu bersama? Kami memiliki seorang mage, priest, archer and paladin. "
Weed melihat dari balik bahunya sebelum dia menjawab. Ada dua gadis berjubah dan seorang pria yang dia duga adalah archer. Dia mulai mengukurnya, dia tahu mengapa mereka meminta orang asing untuk bergabung dengan tim mereka.
Para player itu semuanya adalah 'pemula' yang mengenakan pakaian biasa dan pelindung kulit khas pemula, dan mereka menguasai serangan jarak jauh, jadi mereka membutuhkan bagian yang hilang di barisan depan untuk melindungi mereka.
"Bukan kesepakatan yang buruk. Ini pertempuran pertamaku, dan mungkin lebih baik memulai quest. Lebih baik ada alternatif daripada tidak." Pikirnya.
Weed dengan mudah menyetujuinya, "Terdengar bagus untukku."
"Terima kasih."
Weed dengan cepat bergabung dengan party itu.
"Senang bertemumu. Namaku Irene priest level 7. Aku berspesialisasi sebagai penyembuh dan pelindung."
“Aku adalah Romuna, mage level 6, yang memiliki elemen Api."
Kedua gadis itu memperkenalkan diri mereka terlebih dahulu, dan kemudian giliran pria. Dia mengamati wajah Weed dengan teliti sebelum buka suara. ”Aku Pale, archer level 6. Kau punya nyali sobat berburu sendirian di malam hari."
“Hehe, panggil saja aku Surka, paladin level 7.”
Mereka memperkenalkan nama dan level mereka, sekarang giliran Weed.
“Aku Weed. Level 3."
“…” Kejutan melanda mereka langsung terdiam seketika.
Pale mengumpulkan keberanian dan bertanya, “Emm, kalau boleh tahu, kau memiliki equipment apa?”
"Yang ku punya hanyalah pedang ini."
“…”
Sampai debu terakhir di sakunya, Weed hanya punya lima silver. Baju pemula, selain sekali pakai, harganya hanya 30 silver. Weed tidak peduli dengan quest biasa, jadi dia bahkan tidak punya cukup uang untuk membeli armor kulit.
“Lalu, profesimu?”
"Entahlah," Weed menggelengkan kepalanya dengan ragu. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres, meskipun dia tidak tahu mengapa.
"Astaga!" Pale akhirnya menghembuskan napas panjang. Dia tampak benar-benar kesal.
“Kurasa kau harus meluangkan waktu untuk memutuskan profesi apa yang terbaik untukmu. Ngomong-ngomong, sepertinya kamu berburu sendirian. Apakah kau player baru?”
“Ya, aku baru memasuki game ini.”
"Pantas saja."
Pada tanggapan jujur Weed, Irene dan Romuna menatap Surka dengan mata melotot tak senang. Seakan mengatakan bahwa dia telah memilih orang yang salah.
"Scluptor level 3 dan profesinya belum diputuskan."
Seolah itu belum cukup buruk, "Lelaki berpenampilan lusuh ini adalah seorang pemula dalam game."
Kurangnya pengalaman biasanya terakibat fatal saat berhadapan dengan monster di pertempuran nyata. Kau akan kehilangan ketenangan, kehilangan tujuan, dan kemudian kehilangan nya, itu urutannya.
Mereka sadar akan hal ini karena mereka telah melalui bagian mereka sebagai pemula.
Para monster ini meskipun dirancang untuk pemula yang berada dalam jangkauan Benteng, masih relatif ganas dan perkasa. Tantangan yang cukup untuk satu pemain.
“Kurasa kita sedang dalam masalah.”
Pale tidak tahu harus berkata apa dan tersenyum pahit. Weed memutuskan untuk berbicara langsung untuk menyelamatkan semua orang dari ketidaknyamanan.
"Aku akan meninggalkan party jika menurutmu aku akan merugikan."
"Maafkan aku."
Surka mengakui kesalahannya dan membungkuk pada Weed, meminta maaf dengan tulus. Pada pandangan kedua, dia melihat dia memakai iron sword. “Aku pikir dia kuat karena dia memiliki iron sword. Ya ampun, darimana dia mendapatkan pedang itu? Kelihatannya sangat bagus.” Dia mulai bergumam ria.
Weed memisahkan diri dari kelompok tersebut dan menuju ke hutan sendirian. Pale dan Surka merasa bersalah karena tidak mengakuinya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Mencari pengganti? ”
Pengganti ada di mana-mana. Satu-satunya komoditas yang lama beredar di Benua Versailles adalah player dan monster.
"Padahal kita sudah berjabat tangan dengannya."
“Jika kita berburu sebagai sebuah tim itu akan berhasil, kan?”
"Sepertinya begitu, tapi--"
"Ayo kita coba."
Mereka berhasil menyusul Weed yang sibuk menatap sekumpulan kelinci dan rakun yang sedang melompat-lompat. Dia mengabaikan monster pada umumnya, berapa banyak kerusakan yang bisa mereka timbulkan dan pola apa yang akan mereka gunakan untuk menyerang.
Pale bertanya, "Maaf, jika kau masih tertarik, kami ingin kau bergabung dalam party."
“Aku berlevel rendah. Jika kalian baik-baik saja dengan itu, aku ingin bergabung dengan kalian.” Weed menjawab dengan hati-hati.
“Ya tentu saja. Sekarang kita satu party . Kau tidak perlu memaksakan diri di garda terdepan, dan jika kau menginginkannya, kau bisa tetap di belakang kami."
Pale menyarankan Weed berlindung daripada mengambil peran aktif dalam berburu. Di mata mereka, dia tidak lebih dari seorang pemula murni.
"Apakah kalian yakin tentang itu?"
"Iya. Tapi kau tidak dapat mengumpulkan banyak fame ketika kau memberikan kontribusi yang lebih sedikit, prioritasmu saat ini adalah meningkatkan level. Dengar, level tiga hingga level enam memiliki banyak perbedaan, meski jaraknya hanya tiga level. Jika kau berada di level tiga dan menambahkan semua poin bonus stat dalam strenght, kau akan mendapatkan kekuatan lebih untuk memudahkanmu bertarung. Dan jarak antara kau dan aku akan mengecil secara drastis. ”
“…”
Pale juga memperjelas hal ini, misalnya seorang archer yang memegang pedang dan warrior mengendalikan pedang, warrior dapat menimbulkan kerusakan dua kali lipat sebagai seorang yang berspesialisasi pedang. Di sisi lain, panahannya akan menghasilkan kurang dari setengah kerusakan yang ditangani oleh archer. Itu penjelasan simpelnya, merupakan kekecewaan bagi yang lain bahwa Weed adalah pekerja lepas yang berlindung di belakang mereka.
“Sekarang, tetap di belakang dan perhatikan kami mengalahkan monster, Weed. Ketika kau menemukan cela, barulah menyerang. Ini akan membantu kami jika kau bisa mengambil alih perhatian monster, lalu arahkan mereka ke tempat yang di tentukan.”
Weed mengangguk. "Aku mengerti."
Kebingungan diselesaikan!
__ADS_1
Weed memutuskan untuk bergabung dengan party mereka dan berburu monster bersama. Itu adalah kelompok perburuan yang dirancang untuk memburu monster di sekitar Benteng, dan rekan satu timnya sudah terlibat dalam permainan pick-and-roll tanpanya.
Masalahnya adalah, mereka menyadari bahwa terlalu berisiko jika hanya Surka, seorang paladin yang lincah dalam menghindari serangan, mengimbangi tingkat pertahanan yang rendah, telah berjuang di garis depan. Itulah mengapa mereka kembali ke tempat masing-masing.