
Festival sekolah berakhir dengan sukses besar!
Di malam hari, perlombaan Princess Set dikerubungi oleh penonton, karena para selebriti yang meramaikannya.
Wajah Lee Hyun berseri-seri melupakan kejengkelannya telah dipaksa datang ke festival tadi pagi. Alasannya tak lain karena dia pulang tidak dengan tangan kosong. Hari ini benar-benar tidak terduga, hadiah yang dia dapatkan baginya merupakan keberuntungan.
Mata Lee Hyun menerawang jauh, 'Jika aku menjual voucher belanja ini, wuah! Tak terkira akan sebanyak apa tabunganku nanti. Aku juga bisa menggunakan uang itu untuk membayar uang kuliah Hye Yoon. Tapi, karena ini sebuah hadiah, haruskah aku membelikan nenek dan Hye Yoon beberapa pakaian baru? Hmm! Mall terlalu mahal, aku akan membelinya di toko saja."
Lee Hye Yoon tersenyum kecil melihat wajah berseri kakaknya, dia yakin lelaki hemat ini sedang memikirkan hadiah tadi akan diinvestasikan kemana. Lee Hye Yoon ikut bahagia untuk kakaknya. Mereka pulang bergandengan tangan dengan mesra.
Tiba-tiba langkah Lee Hye Yoon terhenti, membuat Lee Hyun otomatis ikut berhenti. "Oppa."
Lee Hyun menoleh padanya, "Hmm?"
"Kakiku sakit." Lee Hye Yoon memperlihatkan pergelangan kaki bagian belakangnya yang lecet akibat tidak memakai kaos kaki.
"Benarkah?" Lee Hyun langsung memeriksa lecet nya. Dia sedikit bersedih saat menyadari bahwa adiknya pasti kelelahan karena telah mengikutinya sepanjang hari, hingga tidak bisa menikmati festival sekolah. Dia merasa egois telah menyeret adiknya hanya untuk mengincar hadiah uang. Weed membawa Lee Hye Yoon ke salah satu kursi taman.
"Kemana?"
"Duduk." Setelah mendudukkan adiknya di bangku taman. Lee Hyun mengeluarkan saputangan lalu merobeknya menjadi dua.
"Apa yang sedang oppa lakukan?"
Sayangnya Lee Hyun mengabaikannya. Tangannya dengan cekatan membalut luka lecet di kedua kaki adiknya, "Ini pasti sakit sekali, maafkan oppa. Kau sudah bekerja keras, Hye Yoon-ah."
"Oppa!" Lee Hye Yoon hampir menitikkan air mata saat kepalanya diusap lembut oleh sang kakak.
"Haruskah kita pulang naik taksi?"
Naik taksi benar-benar pemborosan uang. Sebelumnya, Lee Hyun bahkan tidak pernah naik bis saat berangkat ke sekolah untuk menghemat pengeluaran. Tapi karena hari ini dia dapat jacpot besar, dia rela mengeluarkan uangnya demi menyenangkan sang adik. Walau, dia sadar harus membayar lebih mahal karena jarak rumah mereka cukup jauh.
Terlepas dari semua itu, tentu saja jantungnya bergetar hebat. Karena merasa nak taksi adalah pemborosan yang mengerikan.
Lee Hye Yoon menggelengkan kepala dengan tegas. Dia tahu dengan pasti sifat kakaknya jika sudah menyangkut masalah uang, "Tidak! Kita tidak terlalu jauh dari rumah, jadi tidak usah."
"Lalu apa kamu mau istirahat dulu? Oppa akan membelikan minuman. Ah! Kamu belum boleh minum kopi karena masih terlalu muda."
Lee Hye Yoon menjulurkan lidahnya. "Psh! Aku sudah dewasa sekarang."
"Di mataku, kau masih anak-anak."
"Ya ampun oppa. Lagian, oppa kan belum makan malam. Ayo cepat pulang."
"Itu tidak benar. Aku sudah makan banyak hal saat menonton pentas drama musikal tadi."
"Dasar tukang bohong! Aku tahu oppa bukanlah tipe orang yang akan membeli makanan semacam itu."
Tak ada orang yang mengetahui Lee Hyun lebih baik daripada Lee Hye Yoon. Kepribadian hematnya tak akan pernah membiarkannya membeli makanan dari festival yang mahal.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa kamu mau digendong?" Lee Hyun mengatakannya dengan nada bercanda.
Tapi Lee Hye Yoon memancarkan senyuman bahagia, "Oppa berhasil membaca pikiranku!"
"Huh? Serius? Orang-orang akan menatap kita." Lee Hyun menatap sekeliling. Di sana bukan hanya mereka, banyak orang yang juga melakukan kegiatan masing-masing. Dia khawatir akan membawa perhatian yang tak perlu.
"Tidak apa-apa, cepat gendong aku. Kakiku sakit." Hye Yoon mulai merengek.
Lee Hyun tak punya pilihan selain membiarkan dia naik ke punggungnya. "Sudah lama sekali sejak terakhir kali menggendong Hye Yoon."
Ketika orang tua mereka meninggal, Lee Hye Yoon masih kelas 2 SD. Sejak saat itu Lee Hyun selalu menggendong adiknya yang menangis tidak mau pergi ke sekolah. Dia melakukan hal ini selama sekitar satu tahunan.
Tak lama setelah Lee Hye Yoon berani pergi ke sekolah layaknya gadis baik, barulah Lee Hyun berhenti menggendongnya. Kenangan ini membuat mereka kembali bernostalgia. Tak dapat dipungkiri, Lee Hye Yoon merindukan punggung hangat kakaknya.
"Pft!"
Orang yang berlalu lalang melewati mereka tak kuasa menahan tawa melihat kedua pasang kakak beradik itu. Mereka menganggapnya kekanak-kanakan.
Lee Hye Yoon menatap mereka tak suka, langsung mengeratkan pelukan, "Aku berat, kan?"
"Mana mungkin. Tubuhmu seringan kapas. Seharusnya kau makan lebih banyak."
Tubuh Lee Hye Yoon memang bagus karena dia tinggi semampai, kekurangannya dia terlalu kurus. Bagi Lee Hyun yang tubuhnya dipenuhi otot-otot setelah melalui pelatihan keras di Dojang, tentu saja tubuh adiknya seringan bulu.
Lee Hye Yoon menjadi penasaran akan sesuatu, "Lalu jika aku seberat babi, apakah oppa tetap mau menggendongku?"
"Tentu! Aku akan tetap menggendong mu bahkan jika kau seberat kuda nil." Jawab Lee Hyun antusias. Dia tidak berbohong, sangat berharap setidaknya adiknya sedikit lebih berisi.
"Aku selalu merengek padamu agar keinginanku terwujud. Bukankah itu sangat merepotkan? Cah! Oppa ingin dibalas seperti apa?"
"Apanya yang merepotkan. Oppa harap kau cepat dewasa lalu menikah."
"Aku akan mencari orang kaya yang akan segera mati. Jadi, aku bisa membalas segala hal yang telah oppa dan nenek lakukan untukku."
"Jangan bicara seperti itu, walau hanya sebuah candaan. Temukanlah seseorang yang akan membuatmu bahagia. Jangan khawatirkan kami, karena aku akan hidup bersama nenek. Jalani lah kehidupan mu apa adanya. Dan lakukan apapun yang kamu inginkan yang akan membuatmu bahagia."
"..." Lee Hye Yoon menghapus air matanya yang meleleh tanpa izin.
...***...
Festival Live!
Episode : UAENA HIGH SCHOOL
Acara itu menerima 10 kali lipat lebih banyak penonton dari biasanya.
Topik terpanas tentu saja tentang seorang pria yang menyelesaikan perlombaan Princess Set dengan waktu tercepat. Jembatan bergoyang tidak bisa menghentikannya. Dia melakukan berbagai hal menakjubkan pada tantangan memecahkan balon air. Bahkan, dia menggunakan tarian beladiri yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih dengan baik. Gerakannya tidak diragukan lagi, luar biasa sempurna!
Antusias para pemirsa menggila saat melihat tendangan beruntun Lee Hyun yang seakan melayang di udara. Semakin menggila lagi saat menyaksikan keberaniannya yang menyelesaikan tahap akhir.
Para pemirsa berteriak ngeri melihat Lee Hyun yang memanjat dinding semudah berlari di jalan datar. Fleksibilitas tubuhnya sangat tinggi.
__ADS_1
Meskipun Lee Hyun hanya membintangi program tersebut selama 1-2 menit, efek yang dihasilkannya menjadi gelombang besar diluar imajinasi. Videonya menyebar di seluruh sosial media, bahkan menyebar di website negara lain.
Sampai mendapat julukan spesial, The Princess's Knight!
...***...
Royal Road, Benua Versailles!
Saat login kembali ke Royal Road. Weed mendapati para undead sudah bubar. Tapi masih ada beberapa yang berkeliaran di tempat dia berada.
"Dia telah kembali!" Semua undead langsung berhamburan menjauhinya.
Tapi Weed hanya melewati mereka, terlihat tidak berniat sama sekali untuk meladeni mereka.
"Ada apa dengannya?"
"Dia tidak membunuh kita?"
"Kan! Apa ku bilang! Bagi orang sehebat dia, kita hanyalah remahan yang tak berguna, untuk apa dia membuang waktu."
"Tidak, menurutku tidak seperti itu, ada yang mengganjal."
Beberapa undead mengantar kepergiannya sambil bergosip ria.
Weed menemui Seagull yang telah menantikan kedatangannya sambil membawa Holy Grail dengan bangga.
Hebatnya, Seagull telah kelihatan segar bugar, dia tengah mencabuti tanaman herbal. Weed tersenyum kecil, 'Sesuai julukannya, dia memang seorang herbalist.'
"Ah! Akhirnya kau datang juga. Bagaimana dengan quest nya? Apakah kau berhasil mendapatkan Harta Dewi Freya yang Dicuri?" Seagull terlihat tak sabar membombardir Weed dengan pertanyaan demi pertanyaan.
"Aku berhasil, ini." Weed tersenyum lalu mengeluarkan Holy Grail, memberikannya kepada Seagull.
"Ohhh! Yaampun, ini bukan mimpi kan. Akhirnya relik suci ini bisa dikembalikan ke Gereja Dewi Freya. Terimakasih banyak, Weed."
"Aku hanya melakukan yang seharusnya dilakukan."
"Sejujurnya aku tidak berharap banyak padamu saat pertama kali melihatmu. Karena level skill mu yang rendah. Tapi tanpa terduga kau benar-benar menyelesaikan tugas yang mulia ini."
Harta Dewi Freya yang Dicuri!
Order of Freya menerima ramalan, datangnya sebuah zaman di mana kekacauan sekali lagi akan merajalela.
Berharap untuk mengubah takdir, Order of Freya mendidik murid-murid berbakat dan mengembangkan bakat mereka. Para Paladin dan Priest telah ditugaskan untuk mengambil kembali harta suci yang dicuri.
Seagull diperintahkan untuk mengambil Holy Grail, tetapi dia gagal sedangkan kamu berhasil.
Fame : +200
Level Up!
Level Up!
Seperti yang diduga, skala hadiahnya berbeda dengan quest lain, karena ini berkaitan dengan gereja yang suci.
Namun, Seagull tidak mengambil Holy Grail yang di sodorkan kepadanya dengan wajah tak enakan, "Maaf, sepertinya aku harus merepotkan kau sekali lagi. Bisakah kau memberikan Holy Grail ke Gereja Dewi Freya langsung?"
Weed terkejut langsung menunjuk diri sendiri, "Aku?"
"Ya kau. Aku bisa saja mengembalikannya ke sana. Tapi aku merasakan kekuatan kegelapan berusaha untuk bangkit lagi. Tanda-tandanya sudah terlihat."
"Tanda-tanda, jangan bilang--" Mata Weed melebar tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Sebenarnya ini masih berupa rumor yang belum jelas, tapi sepertinya Barkhan pernah mencoba untuk mengungkap rahasia keabadian saat pertempuran terakhir. Kabarnya dia sedang mencoba hidup kembali dan mengumpulkan pasukannya. Namun, tak seorangpun mengetahui seberapa besar ukuran pasukannya saat ini, apalagi lokasi mereka berada."
Seagull menggenggam kedua tangan Weed, "Jadi, aku memohon padamu, tolong gantikan aku untuk mengembalikan Holy Grail ke Gereja Dewi Freya! Aku terlalu sibuk, harus mempersiapkan agar seluruh pasukan Avian siap untuk menerima serangan yang mungkin terjadi."
Weed mengerjapkan mata beberapa kali mendengar Seagull yang ngerap tak membiarkannya bicara bahkan sampai akhir.
Mengembalikan Holy Grail!
Seagull berada di situasi dimana dia tidak bisa pergi ke kota Somren, dimana Gereja Dewi Freya berada.
Dia harus bersiap untuk melawan Barkhan yang abadi. Anda adalah orang yang paling dipercayai Seagull.
Tingkat Kesulitan : C
Syarat : Anda harus menyelesaikan quest dengan kurun waktu 3 bulan.
Hadiah : Tidak diketahui.
Mata Weed berbinar, 'Naluri tak pernah salah, ternyata benar kan, ini adalah quest berantai!'
Weed memberikan senyuman terbaiknya, balas menggenggam erat tangan Seagull, "Tugas ini sepertinya sangat penting untuk kedamaian seluruh benua. Tentu saja aku tidak akan menolak tugas penting ini. Aku akan mengembalikan Harta Suci ini ke gereja secepat mungkin."
Anda telah menerima quest!
"Terimakasih!" Seagull mengepakkan sayapnya terlihat senang.
Weed tak kuasa ingin mencubit pipinya yang mengembung. Dia langsung mengalihkan pandangan agar tidak segera tertawa melihat wajah cerah dan mata berkilauan Seagull. Tidak peduli seberapa banyak Seagull berusaha untuk terlihat bermartabat, dia tidak bisa mengubah fakta bahwa dia adalah seekor Avian yang menggemaskan, dengan penampilan yang terlihat nyaman untuk dipeluk.
Tapi, Weed tetap fokus untuk mengambil keuntungan saat suasana hati Seagull bagus. Ini adalah kesempatannya untuk mengeluarkan kemampuan menyanjung semanis madu guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin.
Insting Weed tidak akan membiarkannya melewatkan satupun kesempatan. Dan sekarang di depan matanya adalah kesempatan emas. Tentu saja harus langsung diburu, "Ngomong-ngomong, aku telah mendengar bahwa kamu adalah herbalist paling terkenal di Lavias."
"Huh? Ah, aku lumayan ahli dalam bidang itu. Kau tak akan bisa menemukan herbalist lain yang lebih tampan dan keren daripada aku di antara para Avian."
Pujian akan menyenangkan siapapun, dan itu bekerja sangat baik pada para Avian yang berotak burung. "Jadi bagaimana caranya kamu membedakan tanaman herbal?"
"Ah? Apa kamu mau belajar pengobatan tradisional?"
'Inilah yang ku tunggu-tunggu.' Weed mengangguk antusias, "Ya. Aku mau mempelajari segala sesuatu yang Seagull bisa ajarkan padaku. Lagi pula semua hal yang dilakukan oleh orang hebat sepertimu pasti ada hikmah dibaliknya. Jujur saja, aku ingin mengikuti jejak mu dan menjadi seseorang yang bijaksana sepertimu."
__ADS_1
"Aku suka cara berpikir mu, Weed. Nah! Bisa membedakan tanaman herbal tentu saja penting. Namun, yang lebih penting adalah caramu mencabut tanaman herbal itu dari tanah. Kau harus menjaga agar akarnya tidak rusak. Dimulai dengan mengeruk tanah di sekelilingnya secara perlahan dan hati-hati."
New Skill : Medical Traditional!
Setelah belajar beberapa ilmu dari Seagull, Weed kembali mendatangi dungeon Barkhan dengan langkah tegas. Dia langsung menebas para undead yang kebetulan bertemu dengannya. Lalu mengejar semua undead yang berusaha melarikan diri darinya. Tangannya gatal ingin segera membasmi tukang gibah ini.
"Sudah ku bilang ada yang janggal!"
"Berarti kita bukan remahan dong!"
"Dasar gobl-Ahhh!"
Dia berburu di dungeon Barkhan sedikit lebih lama untuk meningkatkan stat sebelum mengembalikan Holy Grail ke tempat yang seharusnya.
Sayangnya, dia tidak bisa berburu di Balog's Ruin, Gahet's Holy Place, atau Secmail's Relics. Karena mustahil baginya untuk mendatangi tempat berbahaya itu seorang diri. Bahkan monster terlemah di tempat itu adalah Death Knight, diatasnya ada Balog, Succubi, Princess of Vampire dan Lord of Vampire, semuanya berlevel di atas 400. Mereka terlalu kuat bagi Weed sekarang.
Monster-monster itu memiliki insting yang terlalu tajam untuk mengelabuhi keberadaannya. Jadi, dia tidak bisa bersembunyi lagi seperti yang dia lakukan sebelumnya saat menghindari Death Knight. Tapi karena dia akan segera meninggalkan Lavias, jadi Weed tidak terlalu kepikiran.
Sekarang dia sedang berjalan di pasar setelah puas berburu undead.
"Selamat datang, manusia!"
Pemilik toko itu adalah seorang Avian yang sangat dikenal oleh Weed, tetapi dirinya masih diperlakukan seperti orang asing karena memori para Avian sangat pendek. "Aku mau membeli 200 Feather of Lightness dan 1000 Fruit of Heaven."
Pemilik toko itu tersentak. "Ahh, jika kamu membeli sebanyak itu, harganya akan sangat mahal, apa tidak apa-apa?"
"Ya. Tolong bungkus sesuai pesanan."
Karena Lavias tidak memiliki banyak pengunjung, jadi item yang dijual selalu mahal. Bahkan item-item sederhana yang dijual di toko harganya 4 kali lipat lebih mahal dari toko di Benteng Serabourg. Mereka tidak menyediakan senjata yang bagus. Manusia juga tidak bisa memakai kebanyakan equipment yang dijual di sana, mengingat hal itu diperuntukkan bagi para Avian.
Namun, ada beberapa item langka di Lavias yang layak digunakan manusia. Itu adalah kedua item yang sedang diborong olehnya saat ini, Feather of Lightness dan Fruit of Heaven.
Feather of Lightness!
Endurance : 1/1
Jumlah Penggunaan : 1
Membuat tubuh seringan bulu, jadi bisa menghindari damage saat jatuh ke tanah.
Harga : 50 Silver
Fruit of Heaven!
Buah manis yang hanya tumbuh di Lavias. Bisa dimakan sampai 6 bulan setelah dipanen. Buah ini akan meningkatkan statistik Intelligence dan Luck setelah dimasak.
Harga : 15 Silver
"Hmm. Total semuanya 250 gold, tetapi khusus untukmu aku akan memberi diskon menjadi 235 gold. Terimakasih atas kunjungannya!"
Ini semua adalah kekuatan dari fame nya yang telah meningkat drastis. Poin fame Weed telah lebih dari 1.200 berkat menemukan dungeon baru dan menyelesaikan peta. Dengan itu, wajar jika dia dapat diskon besar bahkan sikap penjaga toko padanya menjadi lebih sopan.
"Apa ada lagi yang kamu butuhkan?"
Weed berfikir sejenak, lalu dengan tegas bertanya, "Bisakah aku membeli beberapa telur Avian?"
"Telur kami? Kenapa kamu membutuhkannya?"
Telur-telur Avian disimpan dan diinkubasi di tempat khusus, karena para Avian memproduksi telur dalam jumlah yang besar. Bahkan, ada Avian yang bertelur setiap hari, jadi jumlah telurnya tak terbayangkan luar biasa banyak.
Avian yang baru menetas tak berbeda dengan burung normal. Setelah berumur 10 bulan, mereka perlahan-lahan mendapatkan bentuk unik dari seekor Avian. Dan saat berumur 30 bulan, mereka sudah bisa berbicara, mendapatkan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, dan akan tinggal di kota.
Tapi Weed akan menyembunyikan tujuan yang sebenarnya, "Aku sangat mencintai alam sama seperti para Avian. Sejauh ini aku belum pernah menemukan ras yang lebih mulia. Jika aku diberi kesempatan, aku dengan senang hati akan menjadi ayah angkat mereka."
Dengan segala modus itu akhirnya Weed memperoleh 300 telur Avian.
Saat menatap telur-telur itu, Weed merasakan suara perutnya yang menggeram. Tanpa perlu dijelaskan lebih lanjut, Weed tidak berniat untuk membesarkan mereka melainkan menjadikan santapan. Tapi dia mulai berpikir yang aneh-aneh, 'Akankah aku mendapatkan hadiah jika mengembalikan telur-telur ini kepada orang tua mereka?'
Sejenak kemudian dia sadar fakta penting bahwa para Avian ini tidak memiliki hubungan yang dekat dengan keturunan mereka. Jadi, tidak peduli kepada siapapun Weed memberikan telur-telur ini, tak satupun dari mereka akan memberinya hadiah.
Weed memutuskan untuk melanjutkan rencana pertama, memasak telur-telur itu untuk dijadikan santapan lezat. Bukan hanya itu, masing-masing telur itu meningkatkan HP dan mana sebanyak 500. Dan skill cookingnya akan meningkat 2% setelah memasak.
Weed mengangguk senang tak sabar menantikan makan malamnya nanti, pasti sangat mengenyangkan.
Sekarang dia sedang menuju satu tempat lagi sebelum pergi dari Lavias. Beginner Trainig Hall.
Hatinya tak tenang jika meninggalkan tempat itu begitu saja. Karena entah kapan dia bisa mengunjungi Kota Surga lagi.
'Kali ini aku akan berhasil.' Pikir Weed penuh tekad. Dia membuka gerbang Training Hall.
"Selamat datang!" Avian yang mirip ayam jantan menyambut Weed dengan riang.
Senyumannya luntur digantikan dengan ekspresi serius saat mendapati orang yang dia kenal kembali lagi, "Sorot matamu menunjukkan bahwa kau manjadi semakin kuat. Tapi tetap saja, aku akan memperingatkan mu lagi, jika kau gagal maka kau akan benar-benar mati. Apa kau masih mau menerima tantangan ini?"
"Ya." Weed menjawab singkat.
Weed telah memutuskan untuk kembali mencoba tantangan berbahaya ini lagi karena tidak bisa menahan godaan dari keuntungan yang dihasilkan darinya.
Seperti sebelumnya, instruktur itu membawanya menuju pintu yang mengarah pada lorong yang gelap gulita. Tempat dimana seseorang tidak bisa melihat apapun selain kegelapan. Hanya bisa bertahan mengandalkan indra penciuman, pendengaran dan peraba.
Instruktur sekali lagi memperingatkan Weed, "Jika kamu gagal, kali ini aku tidak akan menyelamatkan mu lagi. Jadi, mungkin saja kau akan mati. Jika mau meninggalkan wasiat, aku dengan senang hati menjaganya untukmu."
"Jika itu yang instruktur inginkan, maka aku akan memberikannya setelah keluar dari tantangan ini." Weed berkata dengan masam.
"Hoho! Yakin sekali. Kau boleh masuk!"
...•••...
Hoho!
Akhirnya yorobun sekalian tidak bisa ngeship Weed dengan undead!
__ADS_1
Btw, ada yang kangen aku gak?
Lia cans~~