
Weed login kembali, dia terdiam sejenak sambil memperhatikan Alveron yang masih duduk diam di tempat semula. 'Jika meninggalkannya sendirian sedikit lebih lama bukan masalah besar, kan?'
Faktanya, gerbang teleport memiliki banyak opsi spesial kenapa ditempatkan di gua ini. Karena itu, Weed yakin jika tempat ini sepenuhnya aman. Jadi, dia memutuskan untuk meninggalkannya lagi.
Tapi, saat melihat pergerakan Weed, Alveron langsung bangkit sambil mengikuti jejaknya, "Kau mau pergi kemana?"
Weed berhenti berjalan, "Mengintai." Dia berbalik badan untuk berhadapan langsung dengan lawan bicara, "Tetaplah di sini. Aku akan segera kembali."
"Baiklah. Aku akan menunggu mu." Alveron kembali ke dalam gua.
Hela nafas Weed terdengar panjang, dia kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Seperti sebelumnya, angin dingin langsung menyambut kemunculan Weed di mulut gua, seakan mengucapkan selamat datang. Nafasnya mengeluarkan asap panjang saat bersentuhan langsung dengan udara dingin.
Berjalan-jalan di atas salju tebal seperti inj membuat Weed bernostalgia saat bekerja di bulan desember. Saat semua anak-anak seusianya bersenang-senang menikmati liburan akhir tahun, dia malah berkerja keras untuk mengumpulkan uang. 'Masa lalu biarlah berlalu.'
Kali ini, perjalanan Weed cukup jauh dari gua. Bahkan dia melewati kastil hitam hingga menghilang dari pandangan. 'Monster! Aku harus menemukan monster!'
Perasaannya mengatakan bahwa ada sesuatu yang telah dia lewatkan. Saat mengunjungi kastil hitam tempo hari, keadaan di sana terlampau tenang dan aman tanpa ada satupun monster selain gagak yang telah berevolusi menjadi Vampir. 'Seharusnya ada beberapa monster salju. Mungkin aku akan menemukannya di sekitar sungai.'
Dengan hati-hati, Weed menuruni pegunungan salju menuju sebuah desa di pinggiran. Barulah dia lega saat menemukan beberapa serigala berbulu sehitam arang yang berkeliaran mencari mangsa. Weed bisa mengenalinya dari jauh berkat warna mereka yang sangat kontras dengan salju. 'Akhirnya aku menemukan buruan, tapi saat ini bukan waktu yang pas untuk melawan mereka.'
Dengan hati-hati, Weed mulai merangkak untuk menyelinap. Kadang-kadang dia bersembunyi di belakang batu besar sedikit lebih lama sampai para serigala pergi.
Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil, dia sampai di sebuah desa. Yang dulunya adalah tempat para Merchant membangun reputasi dengan para pemilik toko yang baik hati. Kini tempat itu telah hancur dan kumuh. 'Tidak ada harapan untuk memasok drop item yang berasal dari Utara. Sayang sekali, padahal aku berharap setidaknya ada satu tempat yang masih beroperasi.'
Inilah perbedaan mendasar saat mengunjungi wilayah Utara dan wilayah lain. Jika di tempat lain akan menemukan desa-desa yang masih beroperasi, tapi di Utara sangat susah untuk menemukannya. Memang, ada sedikit peluang untuk menemukan sebuah peradaban di sini. Namun, Weed tidak bisa mengelilingi semua wilayah Utara, karena dia tidak ingin mengambil resiko termakan bahaya. Bahkan sekarang dirinya belum melaksanakan quest yang terkait.
Peringatan : Rasa dingin telah menembus lebih dalam ke dasar tulang!
Kemampuan fisik menurun sebanyak 14%!
"Ukh! Sial!"
Keluhan berbagai keluhan sudah dilayangkan oleh Weed, seakan tak ada habisnya. Rasa dingin ini sangat menghambat pergerakannya. Lebih buruk lagi, dia hanya dibungkus oleh pakaian tipis tanpa memiliki efek spesial.
Weed bisa saja menyalakan api unggun untuk menghangatkan diri. Tapi, itu adalah opsi terburuk, api akan menimbulkan asap. Hal ini tidak ada bedanya dengan bunuh diri. Dia memutuskan untuk mengintai sekitar sebentar lagi.
Tiba-tiba jantungnya hampir lepas saat melihat beberapa Vampir yang melintas. Weed menyembunyikan diri lebih dalam di balik bebatuan, 'Tak salah lagi mereka adalah Pure Blood Vampire Clan!'
Setelah beberapa saat, sekelompok Vampir tersebut pergi, menyisakan satu Vampir yang berkeliaran seorang diri. Wajahnya tampan paripurna, berkulit sepucat salju, berbibir semerah delima, beralis setegas pedang. Tidak ada kekurangan sedikitpun dari penampilannya kecuali taring yang sedikit lebih panjang dari manusia pada umumnya. Jubah hitamnya menjuntai tertiup angin dingin.
Diam-diam Weed mengikuti kemanapun Vampir itu pergi sambil terus menguatkan diri dengan berbagai equipment yang dia miliki.
"Blessing!" Pertama, dia menggunakan High Priest Ring untuk memblessing diri sendiri. Saat diaktifkan, cahaya keemasan langsung menyelimuti tubuh Weed.
Blessing dari High Priset telah digunakan!
Kemampuan Anda telah diperkuat selama 20 menit!
Saat memeriksa Stat Window, hasilnya sangat mengejutkan. Statistik Strength, Agility, Stamina, Endurance, dan Vitality meningkat sebesar 150%! Maksimum HP dan MP juga meningkat 30%. Jadi, Weed memiliki jumlah poin yang luar biasa, 7002 HP dan 6002 MP.
Weed juga menginvestasikan sebagian besar statistik yang dia dapatkan dari peningkatan level, pada Agility dan Strength. 'Luar biasa! Aku juga bisa meningkatkan Fighting Spirit saat bertarung nanti!'
Namun, dalam sedetik senyuman Weed lenyap saat mengingat kenyataan bahwa statistik fantastis ini hanya bisa bertahan selama 20 menit.
"Bandage!"
Peningkatan HP dan Mana secara maksimum bukanlah apa-apa. Weed juga meningkatkan Stat Vitality secara efektif melalui skill Bandage. Karena skill Bandage nya sudah mencapai tingkat intermediate, kualitas pertolongan pertama nya akan bagus. Dengan ini, dia bisa memulihkan kehilangan HP dengan kecepatan yang luar biasa.
'Ini masih kurang.' Weed memeriksa Mana miliknya yang meningkat sebesar 10% berkat High Priest Ring. Namun, dirinya masih belum siap bertarung dengan kekuatan setingkat ini.
__ADS_1
'Aku akan meningkatkannya dengan makanan.' Weed memejamkan kedua mata untuk menikmati makanan yang memanjakan lidahnya. Makanan dengan bahan utama telur para Avian, dapat memberi tambahan HP dan MP sebanyak 500 poin.
'Ini masih belum cukup!' Weed mengeluarkan pedang untuk mengaktifkan skill bawaan. "Holy Blessing!"
Sebuah keahlian utama pra Paladin. Itu adalah skill satu tingkat tinggi!
Tubuh Weed diselimuti cahaya yang lembut. Berkat tingkat skill yang unggul, Defense miliknya meningkat sebesar 40%.
Tiba-tiba, Vampir yang tadi terus Weed ikuti menghilang dari pengamatan. 'Huh? Kemana dia?'
Ternyata dia sedang bersembunyi dibalik dinding rumah yang baru saja Weed lewati. Dia terkekeh kecil saat menghampiri Weed, "Jadi dari sini asal perasaan tak menyenangkan yang ku rasakan sejak tadi. Ternyata ada manusia!"
Dari kata-kata ini, sepertinya holy blessing telah membuat Vampir itu terpanggil.
"Sculpting Blade!" Karena terlalu terkejut, Weed langsung mengeluarkan skill andalannya saat bertatapan langsung dengan Vampir.
Vampir itu langsung berkelit, dia berhasil memblokir serangan Weed hanya mengandalkan lengan yang sekuat baja. Namun, damage besar dari Sclupting Blade berhasil menembus pertahanan lawan, hingga terluka.
Karena, tidak peduli berapapun level musuh, Sclupting Blade akan menghasilkan damage yang hampir sama pada semua musuh, entah itu pada kelinci ataupun monster yang memiliki pertahanan kuat seperti Vampir.
"Kyahaah!" HP vampir berkurang drastis. Namun, seperti yang di duga, vampir itu bahkan tidak bergeming. Dia menahannya dengan santai seolah-olah baru saja digigit nyamuk. "Bersiaplah, aku akan menghisap darah mu, manusia bodoh!"
Vampir tersebut mengulurkan tangan untuk menangkap Weed. Sialnya, dia malah tertangkap oleh serangan sederhana semacam itu. Bahkan Vampir berhasil menciptakan dua lubang di lehernya.
Ini adalah pengalaman paling memalukan bagi Weed.
Saat mendapat celah, Weed langsung meremas kerah Vampir, mendorongnya sekuat tenaga, lalu berguling kesamping untung melepaskan diri. Sialnya, Weed malah menyeruduk salju, membuat wajahnya mati rasa. 'Hufth! Damage darinya lebih besar dari dugaan ku. Mulai sekarang, damage nya akan lebih sedikit.'
Tak berbeda dengan hal yang dialami oleh Weed, setelah dilempar oleh Weed, Vampir itu juga tersungkur di hamparan salju.
Sebenarnya, tujuan utama Weed melawan Vampir di hadapannya hanyalah untuk meningkatkan pengalaman melawan musuh yang jauh lebih kuat, sama seperti saat dia menghantar nyawa, ketika pertama kali bertarung melawan Death Knight.
Dibandingkan saat berada di Continent of Magic, sekarang Weed jauh lebih sederhana saat melawan musuh. Saat itu, di dalam COM, Weed bahkan tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentang game yang sedang digeluti, dia juga tidak memiliki peta untuk diingat. Yang terpenting, saat bertemu monster yang kuat, dia akan melawannya hanya untuk menghilangkan stres. Itu adalah kesenangan saat menemukan musuh yang sedikit lebih kuat.
Weed tidak membutuhkan seorang teman ataupun mendengarkan petunjuk dan nasihat dari orang lain. Dia akan mengalami segala hal secara langsung lalu menyelesaikan masalahnya seorang diri. Dia berkali-kali merasakan penderitaan dari kegagalan, mencoba lagi, gagal lagi, lalu dicoba terus sampai sukses.
Walau julukannya adalah orang terkuat nomor satu. Tapi faktanya, Weed mengalami kematian lebih sering daripada orang lain.
Meski demikian, dia mampu menyandang status menjadi player terbaik yang pernah ada. Berkat tantangan yang terus menerus dia lewati membuat jalan takdirnya sendiri. Dia berhasil menapaki jalan tersulit yang biasanya dihindari oleh orang lain.
Sekarang, jalan pikiran Weed sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Dia akan menikmati pertempuran bukan dengan hanya mengklik mouse dan keyboard, tapi menikmati pertempuran yang sebenarnya.
Weed tidak menyangkal bahwa dirinya merasa sangat tertekan dengan profesi yang di dapat, tapi dia tidak menyesalinya. Dia juga lebih sayang nyawa, karena saat kematian datang, akan ada banyak level dan skill yang hilang. Maka dari itu, di setiap pertarungan, dengan sekuat tenaga Weed akan mempertahankan nyawanya.
Tapi, ketakutan ini tentu saja tidak menghambat proses perburuannya. Dia masih bertekad kuat untuk melawan monster yang lebih kuat dari dirinya. Weed merasa ketegangan yang di dapat satu melawan lawan yang lebih kuat jauh lebih menyenangkan.
Inilah kenikmatan yang tidak boleh di lewatkan saat bermain game seperti ini. Melawan musuh yang lebih kuat, menyelesaikan quest yang sulit, dan melalui rintangan-rintangan sulit lainnya.
"Kuwawaak!" Wajah si vampir tiba-tiba berubah serius. Sejak itu, dia mulai menyerang lebih cepat dan lebih kuat.
"Septuple Strike!" Weed mengeluarkan skillnya di saat yang tepat. Secara alami, dia mengetahui skill mana yang harus dikeluarkan di waktu yang tepat.
"Kamu tak memiliki peluang melarikan diri." Weed lalu melemparkan Sculpting Blade pada musuh.
"Summon Kelelawar!" Vampir itu berhasil menghindari serangan maut Weed dengan merentangkan tangan lebar-lebar hingga mengeluarkan sekelompok kelelawar vampir. "Bunuh manusia itu!"
Para kelelawar yang tadinya hanya mengepakkan sayap di udara, sekarang sudah terjun bebas menuju Weed. Secara serempak mereka mendarat di tubuh Weed untuk menghisap darahnya.
Tak ayal julukan yang disandang para Vampir adalah monster bangsawan, karena mereka mampu menggunakan sihir.
"Shield, Strength. Heal." Vampir yang sedang terluka langsung memperkuat kemampuan regenerasi untuk memulihkan HP nya. Akan sia-sia bagi Weed untuk menyerang kembali Vampir itu setelah dia memulihkan HP. Luka di lengannya bahkan sudah sembuh sedikit demi sedikit.
__ADS_1
"Sialan!" Weed menghunuskan pedangnya ke sana kemari untuk melawan balik para kelelawar. Namun, serangannya tidak berarti banyak karena para kelelawar vampir sudah menempel erat ditubuh sambil menghisap darahnya selama pertarungan berlangsung.
Swish!
Vampir itu berlari ke arah Weed dengan kecepatan yang luar biasa.
Karena skill yang Weed keluarkan mengkonsumsi banyak Mana, dia tidak bisa melanjutkan pertarungan lebih lama lagi. Untuk memperkuat pedang, tanpa bantuan Mana, dia tidak bisa menimbulkan pukulan yang fatal pada Vampir.
Untungnya, sihir penyembuhan Vampir tidak dapat memulihkan dirinya sepenuhnya. Karena Vampir itu pun tidak memiliki Mana yang cukup untuk menyembuhkan diri. Darah Vampir mulai menetes di atas salju.
Weed menyeringai puas, 'Berhasil! Sekarang dia sudah kehabisan Mana!'
Pergerakan Vampir melambat, langkahnya semakin pelan saat menuju Weed. Wajah pucat nya semakin putih akibat kehilangan darah secara ekstrem.
Baru saja Weed merasa dirinya menang, lalu pemberitahuan dari stat window membuat detak jantungnya berdetak lima kali lebih cepat.
Peringatan : Efek dari Holy Blessing telah menghilang!
"Keeek!" Kekuatan Weed menurun drastis.
Peringatan : Penyakit flu semakin memburuk!
Untuk mengatasi rasa dingin, disarankan untuk memakai pakaian tebal atau duduk di dekat api.
Jika flu parah terus berlanjut dalam waktu yang lama, maka kondisi Anda akan semakin memburuk.
Flu bisa menyebabkan penyakit lain!
Kemampuan tubuh berkurang 20%.
Efek skill berkurang 30%.
Maksimal HP dan MP berkurang!
Pedangnya menjadi berat dan pergerakan Weed semakin lamban. Ditambah lagi, defense miliknya semakin berkurang, karena para kelelawar vampir terus-menerus menguras Vitality nya. Saat pendarahan semakin memburuk, HP nya menurun drastis.
"Manusia!" Vampir itu akhirnya berhasil menangkap Weed. Karena HP milik Vampir saat ini kurang dari 10%, dia yang merasa sangat haus berusaha menghisap darah Weed.
Tai, Weed berteriak nyaring untuk menghentikan aksi itu, "Ini belum berakhir!"
Akhirnya Vampir itu terbahak-bahak, semakin tidak mampu berhenti tertawa saat melihat kondisi mengenaskan Weed. Sebenarnya Vampir itu hampir mati berkat Mana yang yang telah habis sepenuhnya.
Tetapi, Weed berada dalam kondisi yang jauh lebih parah. Dia tidak mampu menghentikan pendarahan yang kian deras.
Tak lama kemudian kedua mata Weed tertutup. Dia kehilangan nyawa. Lalu, log out.
Lee Hyun keluar dari kapsul dengan amarah yang membara, membuat tangannya mengepal kuat.
Sekarang dia telah merasakan pertarungan melawan Vampir. Harus dia akui monster betlehem 270 itu sangat-sangat kuat.
Bahkan Weed sudah di bantu oleh blessing dan holy blessing. Serta equipment yang digunakannya bahkan lebih tinggi dari equipment sebelumnya.
Vampir itu benar-benar menunjukkan keunggulan dari monster berlevel tinggi.
Tapi, Lee Hyun sangat yakin bahwa para Vampir bukanlah monster yang tak terkalahkan. Dia mengangkat tinju lalu berteriak kencang, "Vampir-vampir sialan! Akan ku bunuh mereka semua!"
...•••...
Gimane, gimane???
Udah terbayar belom rindunya??
__ADS_1