Lembaga Perlindungan Duda

Lembaga Perlindungan Duda
Bab 26 : Mengenal Dekat


__ADS_3

Alina sedang duduk di apartemen sore itu, hingga dia melihat tayangan infotainment yang sedang menyiarkan berita tentang Airlangga dan Gia. Wanita itu menegakkan badan, hingga sebuah ide melintas di kepalanya.


“Bagaimana kalau aku buat dia menjadi pelaku penyebab perceraianku dengan Airlangga.”


Alina tiba-tiba merasa idenya sangat menarik, wanita itu begitu licik ingin memanfaatkan berita yang sebenarnya sama sekali tidak benar. Dia lantas menghubungi salah satu wartawan yang dipercayainya, memberitahukan jika wanita yang ada di berita adalah penyebab dirinya dan Airlangga bercerai. Alina begitu puas bisa membuat Airlangga terpojok, dengan begini dia bisa mencapai segala keinginannya.


**


Hari berikutnya, belum juga berita tentang Airlangga dan Gia mereda, kini tersebar lagi berita di akun sosial media dan menggunakan tagar Pelakor LPA. Di sana menyebutkan jika Gia adalah orang ketiga yang membuat hubungan Airlangga dan Alina renggang hingga berakhir dengan perceraian.


Gia ditatap banyak orang saat masuk ke gedung kantornya, hal ini membuat gadis itu kebingungan karena ternyata belum mengetahui tentang kabar yang tersebar.


“Gia!” Citra terlihat panik ketika melihat temannya datang.


“Cit, ada apa? Kenapa semua orang menatapku aneh?” tanya Gia sambil meletakkan tas ke meja, lantas menatap ke beberapa staff yang masih memandangnya.


“Kamu belum tahu?” Citra menatap Gia keheranan. Sedangkan sahabatnya itu menggelengkan kepala dengan polosnya, karena sejak bangun tidur memang belum membuka aplikasi sosial medianya sama sekali.


Citra memperlihatkan akun miliknya, di mana di sana sudah berseliweran berita tentang Gia yang menjadi orang ketiga sebelum Airlangga dan Alina bercerai.


“Apa-apaan, ini!” Gia begitu geram. Ia meradang lantas pergi ke ruangan Rafli, Citra sedikit was-was karena tahu jika Gia dan Rafli pasti akan berdebat lagi.


Rafli melihat Gia yang masuk dengan ekspresi wajah penuh kemarahan, pria itu sudah menebak jika Gia pasti marah karena berita yang tersebar.


“Lihat! Wanita itu tidak benar dan dia suka memfitnah orang sembarangan!” amuk Gia karena yakin jika Alina lah yang menyebar berita bohong itu.

__ADS_1


Rafli malah tersenyum mencibir melihat Gia yang marah-marah, hingga bersedekap dada dan memandang Gia penuh ejekan.


“Sekarang bukan aku yang akan dipanggil dewan pengawas tapi kamu,” ucap Rafli dengan santainya.


Gia semakin meradang, tampaknya Rafli memang ingin berpihak kepada Alina.


“Tidak masalah!” tantang Gia tidak takut sama sekali. “Meski aku dipanggil, tapi aku masih bisa membuatmu berurusan dengan dewan pengawas!”


Rafli geleng-geleng kepala pelan dengan senyum mencibir, lantas berkata, “Kami akan tetap mengambil Gani.”


Gia cukup terkejut mendengar perkataan Rafli, ternyata pria itu sudah bergerak cepat dan sama sekali tak terduga.


Alina sendiri datang ke rumah Airlangga sambil membawa wartawan, tentunya dia ingin membuat Airlangga menyerah dan memberikan Gani kepadanya.


Airlangga yang baru saja akan berangkat bekerja, terkejut saat melihat Alina di depan gerbang bersama beberapa wartawan.


Airlangga terlihat begitu geram, tampaknya Alina memang sengaja meminta dukungan.


“Dia ini, selalu membuat masalah!”


Airlangga pun urung pergi bekerja, sedangkan Zie sudah pergi sejak pagi sebelum Alina dan para wartawan datang. Airlangga pun meminta satpam untuk tidak membuka gerbang, membiarkan agar Alina dan wartawan itu bubar dengan sendirinya nanti. Pria itu akhirnya menelepon Alvian, serta berkata jika akan bekerja dari rumah.


_


_

__ADS_1


Sementara itu di sekolah, teman-teman Zie langsung menghampiri anak tiri Airlangga itu saat baru saja sampai.


“Zie, kenapa papamu terus masuk berita?” tanya salah satu teman sekelas Zie.


“Benar, katanya dia juga dibilang memiliki hubungan dengan wanita muda ya?” tanya yang lain.


Zie memilih menghindar daripada menjawab pertanyaan teman-temannya itu.


**


Airlangga terlihat berpikir di ruang kerjanya. Dia tidak bisa terus membiarkan masalah dirinya dan Gia terus tersebar tidak benar.


“Baiklah, mungkin aku harus melakukan itu,” ucap Airlangga kemudian berdiri dari duduknya.


Pria itu akhirnya keluar dari rumah dan menemui wartawan, ingin melakukan klarifikasi demi meredam berita buruk yang beredar. Alina sendiri sudah pergi, mungkin karena lelah terus berdiri di sana.


“Pak Airlangga, apa Anda benar akan memberikan klarifikasi?” tanya salah satu wartawan yang melihat Airlangga keluar, bahkan sampai mengulurkan tangan yang memegang mikrofon.


Airlangga meminta satpam untuk membuka pintu, kemudian memersilakan wartawan masuk dengan syarat harus bersikap sopan dan tidak berbuat anarkis.


“Jadi apa benar jika saudari Gia adalah orang ketiga di rumah tangga Anda dan Alina sebelum bercerai?” tanya salah satu wartawan.


Airlangga mencoba tersenyum sebelum menjelaskan yang sebenarnya.“Jadi soal berita yang tersebar, semua itu tidaklah benar,” jawabnya dengan tegas.


“Gia bukanlah orang ketiga dalam hubungan rumah tangga saya dan Alina. Saya memang mengenal dekat Gia, dia adalah sosok gadis yang baik dan penyayang,” ucap Airlangga lagi memberikan klarifikasi.

__ADS_1


Di LPA, Gia melihat siaran langsung klarifikasi Airlangga. Gadis itu sedang minum dan sampai tersedak karena terkejut mendengar pengakuan pria yang dia panggil CEO Kecap itu.


“Aku dan dia? dekat dari mana?


__ADS_2