
“Atasanmu itu membela diri dengan mengatakan kalau kamu melaporkan dan ingin menjatuhkannya karena membela Pak Airlangga," kata Zayn.
“Aku tidak takut meski pak Rafli balas mengadukanku ke dewan pengawas, lagi pula aku juga memiliki banyak bukti atas tindakan liciknya." Gia bersedekap dada. Dia membuang muka tapi tak lama kembali memandang Zayn.
"Untuk Airlangga sendiri, hubungan kami memang seperti yang kamu pikirkan,” imbuh Gia. Dia sengaja menjawab sedikit ambigu agar Zayn menerka-nerka.
Airlangga masih diam mengamati Gia yang terlihat tidak nyaman karena ada Zayn di sana. Ia ingin ikut berbicara, tapi menunggu momentum yang pas agar tak terkesan reaksioner.
Zayn mengerutkan alis mendengar jawaban Gia, dia merasa sedikit malu karena ada Airlangga di sana lantas menjawab, “Seperti yang aku pikirkan? Aku tidak bisa memikirkan apa-apa, selain kamu dan Pak Air memang memiliki hubungan spesial.”
Gia memutar bola matanya malas. Ia semakin kesal karena merasa kehadiran Zayn hanya merusak suasana.
Airlangga sadar perdebatan antara Gia dan Zayn sudah tidak fokus ke alasan utama Zayn datang ke sana. Meski dirasa belum tepat, tapi akhirnya pria itu memilih angkat bicara.
__ADS_1
“Bagus kalau paham,”ucap Airlangga. “Tapi asal kamu tahu, hubungan kami dekat setelah kasus perebutan hak asuh putraku, bukan sebelum kasus itu terjadi,” imbuhnya
Zayn menarik sudut bibirnya seolah mencibir, dia tak percaya dan menganggap ucapan Airlangga hanyalah dusta.
“Aku ke sini untuk memperingatkan, jangan sampai reputasimu buruk karena Pak Airlangga,” ucap Zayn ke Gia, dia lantas melirik Airlangga yang duduk tepat di sebelahnya.
“Sudah kubilang, aku tidak pernah takut pak Rafli menjelekkanku di depan dewan pengawas. Kalau aku dipecat, aku dengan senang hati akan pergi. Setelah itu lihat sendiri bagaimana LPA bertambah bobrok karena orang-orang busuk macam pak Rafli,” balas Gia penuh percaya diri.
Zayn terkejut mendengar ucapan Gia, dia tak menyangka kalau gadis itu akan sangat keras kepala, padahal niatnya baik membocorkan masalah itu.
“Lagi pula aku juga tidak peduli soal pandangan orang tentangku,” imbuhnya ketus.
“Tapi aku peduli,” timpal Zayn dengan cepat. Ditatapnya Gia yang terlihat kesal dan tidak mau memandang ke arahnya.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu peduli kepada Gia. Aku akan bertanggung jawab penuh kalau sampai Gia kenapa-kenapa,” balas Airlangga dengan tegas.
Gia kaget mendengar ucapan Zayn juga Airlangga, gadis itu sampai gede rasa karena merasa sedang diperebutkan oleh dua pria. Gia sendiri masih kesal karena Zayn pernah berselingkuh darinya. Hal ini membuat Gia terus menilai buruk pria itu, meskipun Zayn terus mencoba baik kepadanya.
“Meski kamu berkata akan bertanggungjawab atau melindunginya, tapi aku yakin di dalam hati Gia masih berharap aku peduli padanya. Aku tahu kalau Gia masih menyukaiku,” ucap Zayn jumawa.
Gia melongo mendengar ucapan Zayn yang begitu percaya diri, hingga akhirnya dia pun bicara dengan tegas untuk menyangkal pengakuan mantan kekasihnya itu.
“Aku sudah tidak menyukaimu. Aku lebih suka Airlangga. Aku lebih suka pria dewasa yang bertanggung jawab, daripada pria labil macam kamu yang seenaknya saja mendua,” sembur Gia karena kesal.
Airlangga sendiri dibuat menahan tawa mendengar pengakuan Gia, sedangkan Zayn sampai terkejut karena Gia membandingkannya dengan Airlangga yang notabene berstatus duda.
“Itu masa lalu, sekarang aku--” Zayn ingin bicara tapi dipotong cepat oleh Airlangga.
__ADS_1
“Sudah jelas kalau Gia lebih memilihku ketimbang dirimu. Aku bahkan berencana melamar Gia segera, setelah semua urusanku dengan Alina selesai.”