
Gia terlihat kebingungan mendengar pertanyaan Airlangga, tidak mungkin juga dia mengaku ke Airlangga kalau dirinya berkata kekasih pria itu ke Zayn. Gia benar-benar bingung mencari alasan yang pas untuk pertanyaan Airlangga.
Airlangga menatap Gia yang terlihat kebingungan, heran karena gadis itu bersikap tidak seperti biasanya.
“Gia, kenapa kita harus datang bersama?” Airlangga mengulang pertanyaannya.
Gia tidak punya pilihan selain jujur ke Airlangga. Dia menarik napas panjang dan menghela perlahan, seolah mempersiapkan diri jika memang harus ditertawakan Airlangga.
“Karena aku bilang ke Zayn kalau kita sepasang kekasih, jika kita datang sendiri-sendiri pasti akan terlihat aneh,” jawab Gia dengan cepat beserta alasannya.
Airlangga melongo mendengar jawaban Gia, tapi juga geli dan merasa lucu.
“Kenapa kamu sampai mengaku kita adalah sepasang kekasih?” tanya Airlangga penasaran sambil menyembunyikan senyum.
Gia sudah menduga jika Airlangga akan bertanya demikian, hingga menggelembungkan pipi dan mengalihkan pandangan sejenak.
“Ini urusan pribadi, aku tidak akan mengatakan alasannya,” jawab Gia masih mengalihkan pandangan dari Airlangga.
__ADS_1
Airlangga merasa ada yang aneh, hingga kemudian pria itu mengancam Gia.
“Oke jika kamu tidak mau jujur, aku akan bicara ke Zayn jika kamu bohong soal pengakuan bahwa kita ini sepasang kekasih.”
Gia mati kutu mendapatkan ancaman dari Airlangga, dia kini menatap pria itu dengan kikuk dan salah tingkah. Dia pun menghela napas kasar, sepertinya mau tidak mau memang harus jujur ke Airlangga.
“Sebenarnya aku dan dia adalah mantan. Aku tidak mau dianggap belum bisa move on darinya,” ucap Gia pada akhirnya.
Airlangga menatap Gia yang baru saja selesai bicara, hingga sadar ternyata gadis itu hanya ingin memanfaatkannya saja.
“Kalau itu alasanmu. Maaf, aku tidak bisa datang bersamamu,” kata Airlangga memberikan keputusan.
“Kenapa kamu tidak bisa datang bersamaku?” tanyany keheranan.
“Aku tidak mau kamu peralat, seharusnya kamu juga memikirkan sejak awal sebelum kamu mengatakan sesuatu yang beresiko,” jawab Airlangga.
Gia kebingungan, dirinya benar-benar terpaksa melakukan ini semua. Dia hanya tidak ingin dianggap remeh oleh Zayn.
__ADS_1
“Air, aku mohon jangan begitu. Aku benar-benar kepepet dan terpaksa mengaku itu kepadanya. Tolonglah bantu aku sekali ini saja, sebagai gantinya aku akan membantumu diperebutan hak asuh Gani.”
Demi menutupi kebohongannya dari Zayn, Gia sampai memohon dengan sebuah jaminan ke Airlangga.
Airlangga diam tidak menjawab pertanyaan Gia, masih berpikir dan menimbang apa yang harus dilakukan.
Gia masih terus memohon, dia benar-benar butuh bantuan sekali ini saja.
“Jujur kepadaku! apa alasan kamu putus dengan Zayn, jangan sampai aku dibilang merebutmu darinya hingga kalian putus, lalu kita dianggap berselingkuh,” ucap Airlangga sebelum memberi keputusan.
“Sebenarnya Zayn yang berselingkuh dengan sahabatku sendiri, itu sangat menyakitkan.” Gia akhirnya jujur akan masalah pribadinya ke Airlangga karena terpaksa.
“Sebab itu aku tidak mau membahasnya, aku hanya tidak mau dianggap belum bisa move on jika dia tahu aku masih menjomlo,” lanjut Gia.
Airlangga paham dengan masalah Gia, kalau begini bukankah lebih jelas dan enak untuk mengambil keputusan karena sudah tahu alasan sebenarnya.
“Baiklah, aku akan menjemputmu di rumah saat acara Zayn nanti,” ucap Airlangga akhirnya setuju pergi bersama Gia.
__ADS_1
Gia langsung menatap Airlangga saat mendengar ucapan pria itu, hingga secara impulsif meraih telapak tangan kiri Airlangga yang ada di atas meja dan menggenggamnya erat.
“Terima kasih.”