Lembaga Perlindungan Duda

Lembaga Perlindungan Duda
Bab 32 : Memilih Baju


__ADS_3

Airlangga siang itu tampak keluar dari ruangannya. Dia sudah membuat janji untuk bertemu dengan Gia dan tak ingin jika sampai terlambat lalu terlihat buruk di depan gadis itu. Airlangga bahkan membenarkan lengan kemejanya yang sejak pagi dia gulung sampai siku.


“Al, ikut aku!” ajak Airlangga.


“Ke mana, Pak?” tanya Alvian bingung.


“Sudah, ikut saja!”


Airlangga sengaja mengajak Alvian karena tidak ingin sampai ada yang melihat dirinya dan Gia jalan berdua, apalagi gosip tentang mereka juga belum mereda, jangan sampai ada gosip miring lainnya hanya karena mereka pergi bersama ke sebuah butik untuk mencari baju pesta.


Saat perjalanan menuju LPA untuk menjemput Gia, Airlangga mengirim pesan kalau dirinya sudah dalam perjalanan. Tidak lupa Airlangga juga meminta Gia untuk mengajak Citra bersama dengannya.


Saat sampai di LPA, Gia dan Citra ternyata sudah menunggu di lobi. Mereka pun bergegas masuk ke mobil. Alvian terlihat mencuri pandang ke Citra. Gadis itu menyadarinya dan memilih untuk memalingkan wajah.


“Kenapa harus berempat, bukankah besok kalau kita ke pesta Zayn juga hanya berdua?” tanya Gia keheranan karena mereka pergi rombongan seperti ini.


“Kalau itu beda cerita. Kita besok pergi malam, bukan siang bolong. Kemungkinan wartawan berkeliaran itu saat siang,” jawab Airlangga menjelaskan.


Gia terlihat berpikir, hingga akhirnya paham kenapa Airlangga mengajak Alvian dan memintanya mengajak Citra.

__ADS_1


_


_


Mereka pun pergi ke butik. Alvian dan Citra memilih duduk di sofa menunggu Gia dan Airlangga memilih pakaian.


Citra duduk sambil menyilangkan kaki, tangannya memegang majalah berisi model gaun pengantin, kemudian sibuk membolak-balikan halamannya. Alvian sejak tadi memerhatikan Citra yang tersenyum melihat gambar-gambar di majalah itu, hingga dia memberanikan diri mengajak teman Gia itu bicara.


“Kamu pasti belum nikah, makanya senang sekali lihat gaun-gaun seperti itu,” ucap Alvian.


Citra melirik sekilas ke Alvian, tapi tidak menanggapi ucapan sekretaris Airlangga itu, meski keduanya pernah bertemu sekali saat Alvian mengantar bunga untuk Gia. Citra malah terlihat cuek, merasa Alvian hanya sok kenal sok dekat dengannya.


“Kamu ngalah saja, udah pakai pilihanku,” kata Gia sambil menunjukkan setelan jas yang dipilihnya.


“Bagusan ini Gia, ini lebih cocok.” Airlangga tidak mau kalah.


Gia menjadi cemberut mendengar Airlangga tidak mau mengalah darinya.


“Pilihanku lebih modis dan bagus modelnya, aku ragu sama pilihan kamu itu. Kamu itu sudah tua, seleramu jauh di bawahku,” ejek Gia agar Airlangga sadar diri jika dia lebih pintas memilih ketimbang Airlangga.

__ADS_1


“Aku memang sudah berumur tiga puluh enam tahun, tapi jangan salah! Gini-gini aku berjiwa muda, nggak kalah sama kamu yang umurnya dua puluh empat tahun,” ucap Airlangga dengan jumawa. “Bahkan teman Zie saja ngefans kepadaku, aku sampai dijuluki Hot Daddy,” ujar Airlangga lagi menyombongkan diri.


Gia malah tertawa mendengar ucapan Airlangga yang dianggapnya berlebihan, hingga kemudian memberikan paksa jas yang dipilihnya ke Airlangga.


“Sudah, berdebat terus juga tidak akan ada selesainya. Mending kamu coba jasnya, nanti minta pendapat Alvian dan Citra,” kata Gia yang tidak ingin terus bertengkar dengan Airlangga karena hal sepele.


“Kamu juga coba ini, biar mereka nentuin mana pilihan yang paling bagus!” Airlangga juga memberikan gaun pilihannya ke Gia.


Mereka pun mencoba satu persatu, lantas memperlihatkan ke Citra dan Alvian. Hingga kemudian kini giliran Alvian dan Citra yang berselisih akan pilihan mereka.


“Yang pertama tadi lebih bagus,” kata Alvian yang memilih pakaian pilihan Gia.


“Seleramu! Yang kedua lebih bagus!” sanggah Citra tidak setuju dengan pendapat sekretaris Airlangga itu.


Gia dan Airlangga saling tatap, mereka jadi semakin bingung karena pendapat Alvian dan Citra ternyata juga berbeda.


“Sudah! Kenapa kalian jadi ribut sendiri? Begini saja, aku akan coba couple-an dengan Citra, Alvian dengan Gia. Jadi nanti lihat, mana yang benar-benar bagus jika dipakai bersamaan,” kata Airlangga memberi solusi.


Gia bingung karena Airlangga malah ingin mencoba baju pilihan pria itu dengan Citra, hingga tiba-tiba Gia pun keceplosan bicara.

__ADS_1


“Yang sepasang kekasih ‘kan kita.”


__ADS_2