
Pembantu rumah tangga yang melihat Zie terguling pun berteriak histeris. Apa lagi putri majikannya itu terlihat tak bergerak dengan kening mengeluarkan darah.
Alina yang merasa telah melakukan perbuatan salah pun ketakutan. Ia gemetaran bahkan melepas pegangannya pada Gani.
Bocah itu menuruni anak tangga dengan berlinangan air mata, Gani memanggil nama Zie sambil mengguncangkan tubuh kakaknya itu. Penjaga rumah yang tidak bisa menghalau Alina tadi pun merasa sangat bersalah. Ia buru-buru kembali ke pos untuk mengambil ponsel jadulnya dan menghubungi Airlangga.
Sementara itu, di tempat pesta Zayn, Airlangga sibuk berbincang dengan Gia. Mereka terlihat sangat dekat, padahal hanya berbincang biasa sambil membahas hal-hal random.
“Ponselmu berbunyi,” ucap Gia sambil meminta piring yang ada di tangan Airlangga, agar pria itu bisa mengangkat teleponnya dengan nyaman, meski masih dengan memegang gelas wine berleher tinggi.
Airlangga cukup dibuat kaget karena panggilan itu dari si penjaga rumah. Ia merasa ada yang janggal hingga memutuskan untuk menjauh dari kerumunan orang-orang.
Mendapati Airlangga menjauh, Gia pun memutuskan untuk meletakkan piring pria itu ke tempat yang sudah disediakan, setelahnya dia ingin kembali ke tempatnya berdiri tadi tapi Zayn lebih dulu menahannya.
Gia kaget dan menoleh saat sebuah tangan mencekal lengannya. Ia pun malas mendapati sang mantan yang menurutnya tetap saja rupawan. Ya, meski benci tetap saja wajah tampan tidak ada salahnya untuk dikagumi.
“Lepaskan! Jangan pegang-pegang!” amuk Gia.
__ADS_1
Namun, Zayn bergeming. Sampai putri Indra itu menarik tangannya menjauh dengan paksa.
“Gi, apa tidak bisa kita menjalin hubungan baik kembali? aku benar-benar sudah berubah, aku minta maaf. Aku mohon jangan bersikap seperti ini padaku,” bujuk Zayn.
“Dengar! Aku sudah memiliki kekasih, apa kamu tidak lihat? aku tidak suka pria yang kekanak-kanakan. Aku suka duda. Airlangga lebih hot dari pada kamu, lihat saja! dari belakang saja dia terlihat sangat tampan,” cerocos Gia.
Zayn pun tak bisa membalas, apa lagi banyak mata yang memandang di sana. Jangan sampai dia dipikir bersikap kurang ajar dengan menggoda kekasih Airlangga.
_
_
“Iya Tuan, sebelumnya saya minta maaf, tapi ini tadi bu Alina datang dan menerobos masuk ke rumah. Saya tidak bisa mencegahnya.”
“Lalu apa yang dia lakukan sekarang? Apa dia mencoba mengambil Gani?”
“Betul tuan, juga mba Zie jatuh dari atas tangga dan tak sadarkan diri.”
__ADS_1
“Apa?”
Airlangga tentu saja terkejut, dia meminta penjaga rumahnya memanggil ambulance segera. Ia pun bergegas pergi dan lupa bahwa datang ke sana bersama Gia tadi.
Gia yang melihat Airlangga berlari pun heran. Dirinya hanya akan berakhir menjadi bahan olokan Zayn. Jika ditinggal begitu saja, bisa-bisa hancur martabatnya.
Gia menyusul bahkan berteriak memanggil nama Airlangga yang sudah hampir masuk ke mobil.
“Pria itu, apa dia gila? bagaimana bisa dia mau meninggalkan aku begitu saja,” omel Gia sambil berjalan cepat.
“Kenapa kamu ….!”
Gia hampir saja marah dan memaki Airlangga, tapi mulutnya tiba-tiba terdiam melihat mata pria itu berkaca-kaca dengan wajah cemas yang kentara.
“Alina datang dan ingin membawa Gani pergi, dan Zie jatuh dari atas tangga. Ia tak sadarkan diri.”
“A-a-apa?” Gia ikut syok mendengar hal itu. manik matanya nampak bergerak liar hingga dia mendekat dan meminta Airlangga duduk di kursi penumpang.
__ADS_1
“Biar aku yang membawa mobil, kita mungkin tidak akan selamat kalau kamu yang menyetir,” ucap Gia.