Lembaga Perlindungan Duda

Lembaga Perlindungan Duda
Bab 58 : Pilihan


__ADS_3

Rafli sudah terpojok dan tidak bisa berkata-kata, dia diam karena kesal dan hanya bisa mengepalkan telapak tangan di samping tubuh.


Para dewan pengawas pun pamit, Rafli juga tidak bisa mencegah atau melakukan pembelaan lagi. Di saat para dewan pengawas pergi, Rafli langsung menatap Gia dan marah.


“Semua gara-gara kamu!” amuk Rafli dengan nada suara tinggi Gia.


“Kok gara-gara aku. Pak Rafli sendiri yang serakah. Aku di sini hanya mencoba jujur, kenapa Pak Rafli tidak terima?" tutur Gia. "Lagipula LPA memang akan hancur jika direkturnya seperti Anda. Pak Rafli sudah berbuat salah, jadi pantas mendapat pelajaran,”imbuhnya panjang lebar.


Rafli begitu geram dan ingin memukul Gia, tapi staff yang berada di sana langsung menatap tajam ke Rafli, hingga akhirnya Rafli kalah dan memilih pergi dari ruangan itu.


“Tenang saja, Gia. Kami akan selalu berpihak kepadamu,” ucap salah satu staff.


“Apa kamu tidak ingin kembali bekerja di sini?” tanya staff satunya.


Gia mengulas senyum, kemudian membalas, “Terima kasih karena kalian sudah mendukungku. Tapi aku harus berpikir dua kali untuk kembali bekerja di LPA.”

__ADS_1


Sementara itu, Zayn mendengar informasi dari Irawan jika Gia berada di LPA. Pria itu pun bergegas datang ke LPA untuk bertemu dengan Gia.


Benar saja, Zayn bertemu Gia di sana. Gia yang baru saja keluar dari LPA pun terkejut melihat mantan kekasihnya.


“Gi, apa bisa kita bicara sebentar?” tanya Zayn sambil menghadang langkah kaki Gia.


Gia merasa aneh karena Zayn tiba-tiba muncul dan ingin bicara dengannya. Menurut Gia sudah tidak ada lagi hal yang perlu mereka bicarakan.


“Mau bicara apa lagi? Antara kita sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas,” ucap Gia.


“Apa kamu tadi bertemu Airlangga? Alvian bilang Airlangga tidak bisa menemuiku karena pergi mengurus masa depan,” ujar Zayn yang penasaran.


“Memang, Airlangga ingin melamarku, kami bertemu dan membicarakan hal itu,” ucap Gia yang kesal.


“Airlangga itu duda, masa kamu mau sama duda?” tanya Zayn yang secara tidak langsung menghina Airlangga.

__ADS_1


“Apa salahnya dengan duda? Menurutku duda malah lebih berpengalaman,” jawab Gia, lantas meninggalkan Zayn karena malas berdebat dengan pria itu.


**


Di apartemennya. Alina sedang memikirkan tentang tawaran Airlangga saat di kantor polisi. Karena masalah ini, dia bahkan sudah kehilangan beberapa kontrak pekerjaan.


“Auda, apa menurutmu aku harus menerima tawaran Airlangga soal Gani?” tanya Alina ke asistennya itu.


“Kalau menurutku, itu satu-satunya jalan terbaik untukmu,” jawab Auda mencoba memberikan arahan ke Alina.


“Tapi Gani anakku, bagaimana kalau aku tidak boleh bertemu dengannya lagi?” tanya Alina cemas.


Auda menghela napas berat, lantas menjelaskan.


“Kamu juga tidak begitu perhatian ke Gani. Kasihan dia jika bersamamu dan selalu kamu abaikan. Kalau kamu sayang, lebih baik lepaskan saja Gani,” jawab Auda memberikan saran.

__ADS_1


Alina terlihat bingung, kemudian kembali berkata, “Padahal aku ingin mendapatkan hak asuh Gani agar bisa mendapat tunjangan dari Airlangga.”


“Ketimbang memikirkan tunjangan, lebih baik kamu bekerja keras untuk hidupmu agar lebih baik. Jangan memikirkan mencari celah atau memanfaatkan orang lain. Bukankah kamu ini sebenarnya sedang mendapat teguran. Apa kamu mau tetap mempertahankan Gani, tapi karirmu hancur dan ada kemungkinan kamu akan dipenjara? Lebih baik kamu pikirkan semua dengan baik-baik dan jangan ambil keputusan gegabah yang akan merugikanmu.”


__ADS_2