Lembaga Perlindungan Duda

Lembaga Perlindungan Duda
Bab 59 : Calon istri


__ADS_3

Setelah berpikir dan meminta pendapat Auda, akhirnya Alina menemui Airlangga untuk membahas masalah Gani. Dia datang ke perusahaan Airlangga agar bisa bertemu dengan pria itu.


“Apa yang membuatmu datang ke sini?” tanya Airlangga saat menemui Alina.


“Sebenarnya kedatanganku ke sini untuk menyampaikan keputusan yang sudah aku ambil,” jawab mantan istrinya itu.


Airlangga diam menatap Alina, memperhatikan dan mencoba menebak apa yang ingin disampaikan wanita itu.


“Lalu?” tanya Airlangga.


“Aku akan memberikan hak asuh Gani, asal kamu mencabut berkas tuntutan di kantor polisi,” jawab Alina.


“Tidak masalah.” Airlangga terlihat tenang, meski dalam hatinya sangat senang karena akhirnya Alina mau mengalah.


“Tapi aku juga minta kamu meminta maaf ke Zie, karena sudah membuat Zie sakit,” ucap Airlangga kemudian.


“Tentu, aku janji akan meminta maaf kepadanya,” balas Alina. Ia jelas akan menyetujui apapun permintaan Airlangga, asal nama baiknya terselamatkan.


**


Setelah bertemu dengan Airlangga, Alina sengaja mendatangi sekolah Zie. Ia menunggu sampai jam sekolah gadis itu habis.


“Apa masih lama?” tanya Alina ke Auda.

__ADS_1


“Sepertinya sebentar lagi,” jawab Auda yang sejak tadi setia menemani.


Tidak lama setelahnya, bel tanda jam sekolah telah usai terdengar. Tampak anak-anak mulai berlarian dan ada pula yang berjalan sambil mengobrol. Alina melihat Zie yang berjalan bersama Marsha, hingga kemudian meminta Auda untuk memanggil mantan anak tirinya itu.


“Zie.” Auda memanggil lantas menghampiri Zie dan Marsha.


Zie menoleh dan bingung karena ada Auda di sana. Merasa bahwa manager Alina itu bukan orang jahat, Zie pun berhenti melangkah untuk menunggu.


“Alina mau bicara denganmu, apa kamu ada waktu?” tanya Auda. Ia tidak langsung memaksa Zie karena takut gadis itu akan menolak mentah-mentah.


Zie mengerutkan alis mendengar pertanyaan Auda, dia lantas menatap mobil Alina sebelum kemudian menoleh Marsha, seolah meminta pendapat dari temannya itu.


“Bagaimana? Tidak lama, kok.” Auda mencoba membujuk.


“Kalau kalian ingin bicara, bicara saja. Aku akan diam dan tidak mengganggu, aku hanya akan makan saja,” ucap Marsha karena merasa kalau Alina dan Zie diam karena ada dia di sana.


Alina menatap Zie, hingga akhirnya membuka pembicaraan di antara mereka.


“Sebenarnya aku menemuimu karena ingin minta maaf,” ucap Alina.


Zie diam mendengar ucapan Alina. Dia ingat dulu Alina awalnya baik kepadanya, tapi kemudian akhirnya bersikap jahat dan terkadang membuatnya menangis karena sakit hati. Kali ini pun Zie tidak ingin jika sampai Alina bersikap seperti dulu.


Alina bingung karena Zie hanya diam dan tidak mau membalas ucapannya, hingga dia pun kembali bicara.

__ADS_1


“Aku benar-benar menyesal dan berharap kamu mau memaafkan. Tadi aku juga sudah ketemu papamu dan berjanji memberikan hak asuh Gani,” ucap Alina lagi.


Mendengar nama Gani, akhirnya Zie pun buka suara.


“Aku sudah memaafkan tante sejak lama. Jika memang tante berkata akan memberikan hak asuh Gani, aku harap tante bisa menepati janji dan tidak lagi mendekati Gani. Gani benar-benar trauma, jadi jangan buat dia semakin takut,” ucap Zie ke Alina.


“Tentu, aku sekarang akan benar-benar melepas Gani,” balas Alina mengiakan.


**


Sementara itu, Gia menjadi pengangguran paska resign dari LPA. Dia pun akhirnya mengisi waktu dengan membantu Indra di perusahaan. Dia pergi untuk mempresentasikan hasil perkebunan sang papa, Gia pergi ke kantor Airlangga untuk menawarkan kedelai.


“Kedelai dari petak perkebunan baru kami berkualitas super, bijinya juga lebih besar dari kedelai kualitas biasa. Saya jamin kecap produksi AIR FOOD akan lebih mantap jika memakai kedelai ini,”ucap Gia. Tapi, harganya sedikit mahal sesuai dengan kualitasnya,” imbuhnya menjelaskan kualitas kedelai yang ditawarkan.


“Aku tidak mungkin menaikkan harga kecap, atau aku akan didemo para emak-emak di seluruh Wakanda. Mungkin aku ambil kedelai yang biasanya saja,” ujar Airlangga menjelaskan.


“Sebenarnya respon masyarakat tentang naik atau tidaknya harga kecap, tergantung dari strategi marketing AIR FOOD. Jika memang strateginya bagus, naik pun menurutku tidak jadi masalah.” Gia malah mengajak debat Airlangga.


“Bukan seperti itu juga, Gia. Emak-emak jaman sekarang maunya itu murah kualitas sama. Naik seratus rupiah saja mereka bisa-bisa demo.”


Gia dan Airlangga terus saja berdebat karena harga kedelai, hingga Gia berkata, “Masa kamu pelit sama calon istri, gimana nanti kalau sudah jadi istri.”


“Hah … coba ulangi ucapanmu tadi?”

__ADS_1


__ADS_2