Love Grow Slowly

Love Grow Slowly
26. Barbeque party


__ADS_3

"*Sakit tahu! Eh!?" Yuki membelalakkan matanya saat ia menenggak ke atas melihat seseorang yang tadi menariknya. Dadanya berdetak kencang.


"Gavin!?" Pekik Yuki dan ia menoleh kebelakang melihat orang yang tadi dibawanya.


"Kok Gavinnya ada dua*!!?"


🌸🌸🌸


Kini Yuki dan kedua pria ini telah duduk di salah satu tempat duduk di toko yang Yuki tuju tadi. Yuki terus memperhatikan kedua orang ini. Bagaimana mereka bisa semirip itu?


"Jelaskan Vin. Ada hal yang aku ga tahu disini" ujar Yuki sambil menyendokkan shortcake kemulutnya.


"Oke, gua jelasin"


"Kenal juga kagak"


Ucapan si kembar ini malah bersamaan. Itu membuat Yuki memijat pelipisnya yang pusing. Gavin beralih menatap Kevin dengan tajam. Dan Kevin pun menaikkan bahunya dan memiringkan kepalanya.


"Jadi, dia ini kembaran gua. Namanya Kevin" ujar Gavin.


"Dan kita kembar identik lohh. Dan gua ini kakaknya" ujar Kevin tiba-tiba dengan nada bersahabat.


"Ck, cuma beda 10 menit juga bangga banget" sahut Gavin.


"Biarin, yang penting kan gua hidup 10 menit lebih lama dari Lo" ketus Kevin.


"Jadi, ada dimana kau selama ini? Aku tak pernah melihat mu?" Tanya Yuki.


"Jerman"


"Ngapain?"


"Belajar lah. Disana gua belajar manajemen sama perbisnisan"


"Hhmm, begitukah? Kapan kau datang?"


"Kemarin sore"


"Sore? Gavin!"


"Apa?" Akhirnya Gavin membuka suaranya.


"Kok ga ngasih tahu sih. Semalam kan kita VC"


"Ga usah dipermasalahin. Ga penting" jawab Gavin.


Yuki mengerucutkan bibirnya imut dan melahap kembali kue dihadapannya. Yuki memanggil pelayan untuk memesan lagi. Kali ini, Yuki memesan es krim strawberry.


Dddrrrrtttttt..


Ponsel Gavin bergetar. Sepertinya Gavin mendapatkan pesan baru.


Andro Lirenshi


Gua sama Louis udah selesai rapat.


Sekarang kita lagi ngambil pesanan daging sapinya nih. Udah di bumbui loh. Tinggal di bakar saja.


Valeria bilang, dia bakalan nyusul. Dia abis tanding terus pulang dulu. Mau mandi katanya, bau


Oke.


Pesan Andro panjang sekali. Gavin melirik jam yang tertera di ujung layar ponselnya. Sekarang waktu menunjukkan pukul 5.30. wow. Berarti mereka sudah cukup lama menghabiskan waktu disini.


Yuki dan Kevin malah langsung akrab dan terus mengobrol. Padahal tadi Yuki terlihat kesal dan Kevin juga sedikit marah karena tiba-tiba Yuki menariknya. Ia mengira bahwa Kevin adalah Gavin.


"Louis sama Andro lagi beli dagingnya" ujar Gavin.


"Wihhh.. cepet banget. Yaudah, pulang yuk" ucap Kevin.


"Beli daging? Buat apa?" Tanya Yuki.


"Kita mau bikin barbeque party dong. Dalam rangka menyambut kepulangan gua" pamer Kevin.


"Pengen ikut~ boleh ya?" Pinta Yuki.


"Lo kan baru nyampe. Emang ga ngerasa jetlag?" Tanya Gavin.


"Ga kok. Yaudah aku pesen beberapa cake ya. Tunggu sebentar" Yuki bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kasir.


"Huhh, Untung gua ga bawa mobil Lo Gav" ujar Kevin.


"Kenapa?"


"Pake nanya lagi. Udah tahu mobil Lo cuma muat 2 orang doang. Coba kalo tadi gua bawa mobil Lo, Yuki bakalan naik taksi"


Beberapa menit kemudian, Yuki kembali dengan 3 kotak yang ia tengteng di kedua tangannya. Gavin berdiri dan mengambil alih kotak kue yang di bawa Yuki kemudian disusul oleh Kevin. Mereka keluar dari toko itu bersamaan.


"Dimana Lo parkir mobil?" Tanya Gavin.


"Tuh!" Kevin menunjuk ke arah kanan mereka. Tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Gavin menaruh kue-kue itu dibagasi dan duduk di kursi kemudi. Gavin menyuruh Yuki untuk duduk di sampingnya dan Kevin malah duduk di belakang.


"Eh, tunggu-tunggu. Ini kan mobil gua, kenapa gua yang dibelakang. Tukeran Gav!" Ujar Kevin.


Gavin mengacuhkan Kevin dan menjalankan mobilnya. Di perjalanan, Yuki terus mengoceh bagai burung beo yang meminta makan. Kevin juga sesekali menyahut.


Tetapi Gavin? Boro-boro menjawab, membuka suaranya saja tidak. Gavin benar-benar berbanding terbalik dengan Kevin yang sedikit bawel juga ternyata.


Dan karena Kevin bawel juga lah penyebab utama mengapa mereka berdua sering bertengkar. Bahkan setelah 3 tahun tak bertemu, mereka tetap saja bertengkar di setiap situasi. Pasti ada saja hal yang membuat mereka menjadi tak sependapat.


🌸🌸🌸


Setibanya di rumah Gavin dan Kevin, Kevin turun terlebih dahulu untuk mengambil kue di bagasi kemudian disusul Yuki dan Gavin. Sena yang melihat Yuki dari kejauhan pun langsung berlari menghampiri Yuki dengan antusias.


"Kak Yuki!!!!" Sena berhamburan memeluk Yuki dengan erat. Cukup lama mereka berdua berpelukan. Gavin masih menunggu keduanya, sedangkan Kevin sudah masuk kedalam. Sampai akhirnya Louis dan Andro pun tiba.


"Yuki ikut party?" Tanya Louis.


"Party!?" Pekik Sena.


"Iya betul. Barbeque party!" Ujar Yuki.


"Sena, bisa kau atur hiasan untuk party? Suruh saja para pelayan dan mereka akan membantumu. Kau cukup jadi mandor saja" ujar Gavin.


"Siap kak" kemudian Sena pergi meninggalkan keempat orang ini.


"Apa kabar Ki? Gimana? Florida menyenangkan?" Tanya Andro.


"Yaah begitulah. Seperti pulang kerumah rasanya. Oh ya, Vale mana?"


"Dia pulang dulu. Karena habis turnamen. Kita bawa dagingnya lohh" ujar Andro.


"Udah tahu. Oh ya, aku juga udah bawa cake. Apa kalian beli sosis dan kentang?"


"Tidak. Tapi Valeria sepertinya bisa"


"Sip."


Kemudian mereka masuk dan berjalan ke halaman belakang rumah. Halaman belakang rumah Gavin sangat luas. Ada kolam renang dan lapangan basket. Hari ini mereka akan bakar-bakar di lapangan basket dan makan di dekat kolam renang. Karena enak untuk dipakai duduk di bawah. Mereka berencana untuk menggelar karpet saja. Supaya terasa seperti sedang piknik kemah.


1 jam kemudian, Valeria datang dengan membawa sosis, kentang dan jamur sebagai tambahannya. Valeria langsung memeluk Yuki lama.


Tak peduli jika Sena terus berteriak karena ingin ikutan berpelukan. Valeria tetap tak mau melepaskan Yuki. Setelah puas, Valeria dan Yuki pun langsung menarik Sena, ya mereka bertiga berpelukan. Manis sekali.

__ADS_1


"Uhhh pengen ikutan dipeluk dong" ujar Kevin. Dan itu menggelikan bagi Gavin. Huh, terkadang Gavin malu jika harus mengakui Kevin sebagai kembarannya.


Valeria melepas pelukannya dengan Yuki dan Sena, kemudian beralih memeluk Kevin. Kevin membalas pelukan Valeria dengan lembut.


"Welcome home bro" ujar Valeria.


"Thanks"


"Oke! Kita mulai Party!"


"Yeaaayy...."


🌸🌸🌸


Matahari kini sudah tenggelam. Senja telah berakhir. Yang ada hanya bulan yang membantu menerangi dunia ini dengan keindahan cahayanya. Terdengar suara jangkrik di malam hari menambah ketenangan suasana malam ini.


Party sudah dimulai. Sena sudah selesai dengan hiasan. Valeria dan Andro yang bertugas memanggang daging. Kevin dan Louis sedang keluar untuk membeli beberapa minuman dingin. Sedangkan Yuki dan Gavin malah sedang belajar.


Andro dan Valeria sudah melarang mereka untuk membantu. Mereka malah menyuruh Gavin dan Yuki belajar di tengah pesta. Dan ya, mereka sedang belajar di ruang keluarga.


Gavin meletakkan pensil yang sedari tadi di pegangnya dan menyenderkan punggungnya di sofa seraya menghela nafasnya.


"Capek" ujarnya.


"Udahan ya?" Lanjut Gavin.


"Sedikit lagi Vin. Tinggal bagian ini doang kok. Kamu pasti bisa. Aku bantuin deh" bujuk Yuki


Kemudian Gavin mengangguk dan mengambil kembali pensilnya yang tadi. Yuki mulai membantu Gavin berhitung. Yup, mereka sedang belajar matematika. Karena dijadwal ujian, matematika diujikan terlebih dahulu. Jadi Yuki harus menekan pelajaran yang satu ini. Agar Gavin paham hingga diluar kepalanya.


10 menit kemudian...


Kevin datang dengan sekotak soda kalengan dan Louis membawa beberapa jus.


"Udahan belum? Laper nih gua" ujar Kevin.


"Ini juga udahan kok"


Gavin merapihkan bukunya dan Yuki membantunya. Karena Gavin juga merasa lapar. Jadi dia sedikit lebih cepat membereskan semua buku yang yang tadi dipakai. Dan setelah selesai, Yuki dan Gavin pun menyusul untuk bergabung di halaman belakang. Dan pesta pun sudah siap.


"Ayo sini!" Ajak Valeria.


Mereka duduk membuat sebuah lingkaran. Dan Yuki duduk diantara si kembar ini. Ih, rasanya gimana gitu. 1 Gavin saja sudah membuatnya terkadang sedikit jengkel. Dan sekarang Gavinnya ada 2. Baiklah lupakan itu.


"Ayo kita cheers" Valeria mengangkat tinggi gelas berisi jus jeruk miliknya dan diikuti dengan yang lainnya.


"Untuk kepulangan Yuki dan Kevin!"


"Cheers!"


Mereka mulai meminum minuman yang tadi mereka angkat. Mereka mulai makan bersamaan karen sudah lapar. Hm, berapa kalori yang akan bertambah di tubuh mereka malam ini?


"Hhmm" Yuki berdeham saat mengunyah daging sapi di mulutnya.


"Ada apa?" Tanya Valeria.


Mereka langsung beralih menatap Yuki bersamaan.


"Dagingnya kekurangan merica" ujar Yuki.


"Eh? Merica? Aku tak menambahkan bumbu apapun. Soalnya Andro bilang, ini sudah dibumbui." Tutur Valeria.


"Yaudah, karena Valeria baru bakar beberapa, kita lanjut bakar lagi yuk Vale" ajak Yuki.


"Ayooo"


Valeria dan Yuki berdiri dan mengambil beberapa daging kemudian mereka bakar. Dan tak lupa, Yuki menambahkan merica dan juga lada. Yuki memang paham kalau soal masak-memasak.


Tawa, canda dan obrolan terus saja mereka lakukan untuk melepas rindu dengan Kevin dan Yuki. Yuki terus membakar daging sapi, sedangkan Kevin terus memakannya.


"Enak tahu. Ini lebih enak dari yang sebelumnya"


"Iya iya. Masakan Yuki emang paling enak udah" ujar Valeria.


Yuki terus membakar dagingnya hingga habis. Semua sudah selesai dimasaknya. Karena kecerobohan Louis yang menumpahkan sebotol jus apel, akhinya mereka pindah ke meja piknik. Untung saja Gavin memilikinya. Kalau tidak, mereka sepertinya harus terpaksa mencari karpet lain. Dan itu ribet!


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Karena Gavin ingin buang air kecil, jadi ia pamit sebentar untuk ketoilet.


Setelah urusannya denga toilet selesai, ia berhenti sebentar dan berpikir. Apa Yuki sudah izin pada kakaknya? Tanpa bertanya, Gavin langsung mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Axel.


Niiiittt niiiittt niiiittt..


"Lama banget sih ngangkat telpon doang" gumam Gavin


"Halo?"


Ahh, akhirnya ada jawaban dari seberang sana.


"Halo kak, ini Gavin"


"Udah tahu"


"Cuma mau ngasih tahu, kalau Yuki ada di rumah gua"


"Pantes tuh anak ga pulang-pulang. Ngapain?"


"Barbeque party"


"Yuki masih disana?"


"Iya lah"


"Oke. Nanti kalau udah selesai, telpon aja. Entar gua jemput ke rumah lu"


"Oke"


"Rumah lu dimana?"


"Gerald mansion. Cari sendiri"


Tut Tut Tut


Gavin memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya. Ia berjalan kembali ke tempat pesta. Disana masih ramai dengan penuh candaan. Gavin duduk di samping Yuki. Dan ada yang aneh, Yuki kenapa jadi diam?


Gavin mengambil jus jeruk dan menuangkannya ke dalam gelasnya. Gavin terus menatap Yuki dari samping. Yuki terus saja mengerjapkan matanya dan terkadang kepala terhuyung. Gadis ini sepertinya ngantuk berat.


Tapi tiba-tiba Yuki terhuyung ke kiri dan berakhir menyender pada Kevin. Dengan sigap, Gavin menarik Yuki dan ia pun jadi menyender pada Gavin. Ah, Yuki tertidur ternyata. Huh, sudah Gavin duga. Gavin terus memegangi Yuki sambil mencoba untuk berdiri.


"Eh, Yuki kenapa?" Tanya Kevin dan yang lainnya pun jadi panik gara-gara Kevin menanyai Yuki.


"Sssssttt"


"Kalian lanjut aja. Yuki gua bawa kedalam dulu" ujar Gavin pelan.


Hening seketika.


Setelah Gavin sudah dipastikan berdiri, dia menaruh tangan kanannya di belakang lutut Yuki dan tangan kirinya berada di punggung Yuki. Ya, Gavin membopong Yuki ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Gavin membawa Yuki ke ruang keluarga, karena disana Sofanya cukup besar. Ia menurunkan Yuki di sofa dengan perlahan, takut membuat Yuki terganggu. Ibu Gavin yang melihat itu pun langsung menghampiri anaknya.


"Kenapa Yuki?"


"Ketiduran. Bisa tolong ambilkan selimut?"


"Baiklah tunggu disini. Jangan ditinggal loh Yukinya"

__ADS_1


Tak lama kemudian, ibu Gavin kembali dengan membawa sebuah selimut tebal dan Gavin menerimanya. Ibu Gavin hanya memberikan selimut dan pergi lagi.


Gavin menyelimuti Yuki dengan perlahan dan lembut. Gavin memperhatikan wajah polos Yuki yang sedang tertidur pulas. Lalu ia merapikan anak rambut Yuki yang menutupi wajah cantiknya. Benar-benar cantik. Tanpa ia sadari, Gavin tersenyum, hanya karena menatap wajah Yuki.


Kemudian ia teringat suatu hal, ia harus mengabari kakaknya. Huh, ribet.


Niiiittt niiiittt


"Halo?"


"Jemput Yuki sekarang"


"Party nya udahan?"


"Yuki ketiduran"


"Sudah kuduga"


"Jemput sekarang"


"Otw"


BIP


Jika tadi Axel yang memutuskan telponnya secara sepihak, sekarang gantian. Gavin lah yang baru saja mematikan telpon secara sepihak. Dan ternyata di belakangnya sudah ada Valeria yang entah sejak kapan ia berdiri di sana.


"Apa?"


"Yuki kenapa Vin?" Tanya Valeria sambil menatap Yuki.


"Jetlag. Biasa lah. Ngeyel" jawab Gavin sambil menatap Yuki yang tertidur.


"Dia ga apa-apa kan?"


"She is fine, Vale. She just feel asleep"


"Begitukah?"


"Ya, sepertinya dia kurang tidur"


"Okay bye"


Valeria meninggalkan mereka berdua dan kembali ke pesta. Lalu Valeria memberi tahu kepada yang lain kalau Yuki baik-baik saja.


Valeria duduk kembali di sebelaha Andro dan langsung mengambil sosis bakar itu lalu memakannya.


"Yuki fhine ghuysh" ujar Valeria sambil mengunyah.


"Telan dulu Vale" Andro mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap bibir kekasihnya.


"Hah, kalian mesra banget sih" gerutu Kevin yang memperhatikan tingkah dua sejoli ini.


"Oh iya. Btw, menurut Lo Kev, Yuki gimana?" Tanya Valeria yang sudah berhasil menelan makanannya.


"Hm, awalnya sih gua ngira kalau Gavin berubah jadi pedofil" jawab Kevin spontan.


"Bwaaaahahahahahahhaah...." Tawa mereka pecah bersamaan.


"Lo ngomong apa sih Kev Kev"


"Iya, gua kan cuma menyimpulkan apa yang gua liat doang. Ternyata setelah dia cerita, gua kaget banget, kalian semua satu kelas. Gua kira dia ini seumuran sama Sena cuma agak tinggi aja"


"Kita semua sekelas. Kecuali si telmi" ujar Andro.


"Ini semua kan kesalahan Lo!" Sahut Louis.


"Ahahahahaha bagus bagus"


"Jangan ketawa!"


🌸🌸🌸


30 menit kemudian...


Ting tong Ting Tong


Cklek.


"Mana Yuki" tanya Axel.


"Ada. Masuk dulu" ujar Gavin dan membawa Axel serta Zen masuk kedalam.


Saat ayah Gavin hendak naik keatas, ia mengurungkan niatnya saat melihat seorang Axelerious berada dirumahnya kemudian beralih menghampirinya.


"Ada apa kau datang kesini?" Tanya ayah Gavin dengan ramah.


"Menjemput adikku yang ketiduran disini"


"Hmm, biarkan dia menginap disini saja. Anak-anak yang lain juga sepertinya akan menginap" ujar ayah Gavin.


"Maaf tuan, kami tak bisa membiarkannya" ujar Zen yang mulai ikut berbicara.


"Kenapa?"


"Yuki belum tidur selama 2 hari"


"Apa!? 2 hari?" Gavin terkejut.


"Yaa, 2 hari"


"Apa yang dilakukannya kali ini?" Tanya ayah Gavin.


"Dia harus menyelesaikan laporan keuangan. Kemarin deadline terlalu mengejarnya"


"Laporan keuangan!?" Gavin kembali terkejut


"Iya Gav. Apa tak ada yang memberitahu mu kalau Yuki adalah direktur keuangan di Cortez Company?" Tutur ayah Gavin.


Gavin diam tak menjawab.


"Uwaah.. apa yang dilakukan seorang Axelerious di rumah ku?" Ujar Kevin antusias.


"Huh, berhentilah bertanya" Axel mengusap wajahnya berulang kali.


"Kami akan menjemput Yuki, adik kami" ujar Zen.


"Yuki adalah adikmu? Jadi Yuki adalah bagian dari keluarga Cortez!?"


"Iya Kev. Sudahlah. Biarkan dia pergi membawa Yuki. Gavin, antar mereka. Silahkan ikuti Gavin" ujar ayah Gavin.


Gavin pun langsung berjalan menuju ruang keluarga dimana dia menidurkan Yuki disana. Axel mengikutinya dari belakang dan Zen menunggu mereka di mobil.


Axel menatap Yuki dengan penuh perhatian. Diusapnya kening adik tercinta hingga menyingkirkan helaian rambut di keningnya. Axel bersikap sangat lembut terhadap Yuki.


"Selimutnya pinjam dulu ya" ujar Axel dan Gavin hanya mengangguk.


"Kau tak membangunkannya?" Tanya Gavin.


"Dia takkan bangun. Tidur seperti pingsan. Huh, seharusnya ku suruh dia meminum pil tidurnya" gumam Axel pelan.


Axel mengangkat Yuki dan membopongnya keluar dari mansion. Axel berjalan dengan tenang tanpa terlalu berguncangan. Diluar, sudah ada Zen yang membuka pintu mobil dengan lebar dan Axel memasukannya dan menidurkan Yuki di jok belakang. Lalu Axel menutup pintu mobil dengan pelan.


"Terimakasih telah menjaga Yuki"


"Sama - sama"

__ADS_1


__ADS_2