
♡LOVE HEART♡
Tangan Nia pun menyambut uluran tangan Raka kepadanya...
Kini terlihat keduanya berdansa bersama dengan diiringi alunan Biola dan dentingan Piano yang terdengar Lembut dan Romantis...
RAKA : "Apakah kau tidak bisa berdansa...?" (Berbisik ditelinga Nia)
NIA : "El...se..sebenarnya aku belum pernah berdansa..."
RAKA : "Tenanglah...sekarang Kau lepaskan Sepatumu..."
NIA : "Ke...Kenapa..?"
RAKA : "Sini biarku bantu.."
Raka pun membantu Nia untuk melepaskan Sepatu Heelsnya...
NIA : "El...ka..kau tidak perlu membantuku membukakan Sepatu ini.."
RAKA : "Peganglah pundakku agar kau tidak terjatuh..." (Menaruh tangan Nia dipundaknya)
Beberapa saat kemudian...
RAKA : "Sudah...sekarang Kau peganglah pundakku...dan genggam tanganku..."
Nia pun memegang pundak Raka dan menggenggam tangan Raka...
RAKA : "Lalu sekarang...majulah dan taruhlah kakimu diatas kakiku..."
NIA : "Taruh diatas kakimu???"
__ADS_1
RAKA : "Iya...sekarang kamu injak kakiku..."
NIA : "Tapi El...nanti kamu kesakitan..."
RAKA : "Hey...tidak perlu merasa seperti itu...ayolah cepat naiklah keatas kakiku..."
Nia terdiam dan merasa bingung apa yang harus dia lakukan atas ucapan Raka kepadanya yang menyuruhnya untuk Menginjak kakinya...
Tiba-tiba Raka pun menggendong Nia untuk menaruh langkah kaki Nia diatas kakinya...dan kini terlihat Nia yang menginjak kaki Raka...
Raka pun memulaikan langkah kakinya mengikuti alunan musik...
NIA : "El...apakah kakimu sakit..?"
RAKA : "Tidak...justru dengan begini aku dan kamu semakin dekat...seperti tidak ada jarak sedikitpun diantara kita..." (Tersenyum dan berbisik ditelinga Nia)
Beberapa saat kemudian Raka pun memeluk Nia dan mencium Pipi Nia...
NIA : "[Vanila...harum Vanila ini lagi...kenapa sekarang aku mencium harum Vanila lagi pada tubuh Elfatah...?]" (Dalam hati Nia sambil memeluk Raka)
Terasa getar dari telephone Pak Firman yang nyatanya kini Bunda Belva lah yang menelphone nya...
PAK FIRMAN : "Nyonya...apakah ada yang bisa saya bantu..?"
BUNDA BELVA : "Pak Firman ini sudah malam...kalian kemana saja?...dimana Raka?..apakah dia baik-baik saja?...apakah dia sudah minum obatnya?..."
PAK FIRMAN : "Nyonya tenang saja saya terus menerus menjaga Tuan Muda...sebentar lagi kami akan kembali..."
BUNDA BELVA : "Siapa gadis itu?...apakah Raka menyukainya?...Pak Firman kau sendiri sudah tau kalau Raka tidak boleh Kelelahan...Tertawa berlebihan dan bersedih...dan saat ini apa kau sadar?...jika Raka terus menerus bersama Gadis itu...Nyawa Raka dalam bahaya...semakin besar rasa kebahagiaan yang Raka rasakan saat ini...maka semakin besar juga Kesedihan yang akan Raka rasakan...apakah kau lupa...dulu Ini juga pernah terjadi Sebelumnya...dan untung saja aku telah memisahkan mereka...kau harus ingat...Nyawa Raka adalah segalanya bagi Averus, Wilson dan juga diriku...jika sesuatu yang buruk terjadi pada Raka lagi...maka kau tau...apa yang akan kulakukan kepadamu...!!!" (Memarahi Pak Firman sambil menangis)
Belva pun mematikan telephonenya dan menangis...terlihat Lanzo yang baru masuk kedalam kamar mereka...
__ADS_1
Dr. LANZO : "Belva...ada apa?...kenapa kau menangis?" (Memeluk Belva dari belakang)
BUNDA BELVA : "Lanzo...aku takut..." (Memeluk Lanzo)
Dr. LANZO : "Belva...maafkan aku...sampai saat ini aku belum bisa menyembuhkan Raka...dan bahkan aku belum bisa mendapat itu untuknya..."
BUNDA BELVA : "Raka adalah satu-satunya putraku...aku tidak ingin kehilangannya Lanzo...dia adalah Putra kita..." (Memeluk Lanzo dengan erat)
Dr. LANZO : "Kau saja yang bisa dikatakan ibu tirinya bisa setengah gila memikirkan keadaanya...lalu bagaimana dengan Wilson?...Ayah kandungnya...dia pasti sangat Hancur setiap kali melihat keadaan Raka yang selalu seperti ini..."
BUNDA BELVA : "Apakah kau sudah mendapatkan kabar dari Wilson..?"
Dr. LANZO : "Belva...Wilson mengatakan padaku bahwa dia tidak bisa menjemput Raka...karna kau sendiri tau bahwa Rumah ini adalah rumah peninggalan Bianca...Rumah ini penuh kenangan tentang Bianca bersama dengannya...pasti sulit baginya untuk bisa Kerumah ini lagi..."
BUNDA BELVA : "Kau benar...Wilson tidak mungkin bisa kesini karna rumah ini adalah Rumah dia dan juga Bianca...yaitu Ibunya Raka yang sudah meninggal saat melahirkan Raka..."
Dr. LANZO : "Bagi Wilson rumah ini adalah duka baginya...tapi bagi Raka rumah ini adalah kenangan terindah bagi Raka...karna Raka menemukan gadis itu...gadis yang kini berhasil membuatnya untuk bertahan..."
BUNDA BELVA : "Maksudmu...?"
Dr. LANZO : "Belva...apakah kau tidak mempercayai kekuatan Cinta...?"
BUNDA BELVA : "Tapi Lanzo...bukankah Cinta Juga yang bisa membuat Raka makin memburuk dengan penyakitnya saat ini?...dia bisa saja tertawa sampai lupa akan kesehatannya...dia bisa saja sedih jika terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu...Apakah itu yang kau maksud dengan kekuatan Cinta...???"
Dr. LANZO : "Jika yang kau katakan itu benar...tapi setidaknya Raka bisa merasakan kebahagiaan sebelum Dia benar-benar meninggalkan dunia ini...sekarang aku bertanya kepadamu...apakah kau ingin Hidup lama namun dengan keterpurukkan kesedihan dan kesepian disepanjang hidupmu...atau Hidup sebentar namun dengan Tawa Kebahagiaan dan Cinta didalam hidupmu yang singkat itu???...manakah yang akan kau pilih???"
BUNDA BELVA : "Aku akan memilih Untuk Hidup lama...walaupun aku tidak bahagia...tapi setidaknya aku bisa membahagiakan orang-orang yang mencintaiku...untuk bisa bertahan didunia ini..." (Menatap Dingin kearah Lanzo)
Dr. LANZO : "Itu namanya kau Egois Belva...kau hanya memikirkan kebahagiaanmu...tapi kau tidak memikirkan kebahagiaan Raka...jika kau meminta Raka memilih keputusan itu!!!"
BUNDA BELVA : "Iya kau benar...aku adalah Ibu yang Egois!!!...aku adalah ibu yang Egois yang mengingikan Putranya untuk tidak meninggalkanya...yang menginginkan putranya untuk tidak merasakan sakit lagi...Dan aku...aku adalah Ibu yang kejam...yang menginginkan putranya untuk tidak jatuh Cinta kepada siapapun agar dia bisa tetap Hidup dan berada disampingnya...!!!!" (Berteriak dan menangis Belva mengatakannya)
__ADS_1
Belva pun pergi meninggalkan Lanzo sambil menangis...
BERSAMBUNG》》》》》》》