
♡LOVE HEART♡
Suara tawa Raka dan Nia terdengar diiringi lagu Ámame_Il Volo yang dinyanyikan oleh para penyanyi jalanan dengan sorak ceria suara para pengunjung yang ikut menyanyikan lagu tersebut...dan terlihat senyum Nia yang menatap Raka dengan bahagia...Rambut hitamnya terhembus angin mengenai wajahnya dan sinar matahari menyoroti kecantikan pada senyumnya yang menuju Raka...
NIA : "Apa yang kau lakukan??...ayolah ikuti alunan musiknya...kemarikan tanganmu!!!.." (Tersenyum)
Nia menarik tangan Raka dan menari tepat dihadapannya...keduanya pun menari mengikuti alunan musik yang dimainkan para penyanyi jalanan tersebut...
RAKA : "Nia!!!...Hah..haahh...haaah...Hah!!!" (Teriak Raka yang tersadar dari pingsannya)
Begitu jelas bayangan wajah Nia yang ada dimimpinya itu...bahkan suara tawa mereka dan musik Ámame terdengar seperti nyata...
RAKA : "A...apa yang baru saja kulihat?...mimpi itu seperti nyata?...senyum itu...dan suara tawa itu...Nia!!!" (Dengan nafas yang terengah-engah)
Beberapa saat kemudian terlihat Belva masuk kedalam ruang rawat tersebut dan menatap Raka dengan cemas...
BUNDA BELVA : "Raka!!..ada apa nak???...apakah kau merasakan sakit kembali???" (Berlari mendekat kearah Raka dan mengusap pundak Raka)
RAKA : "Kenapa?...kenapa Bunda dan Paman membohongiku sejauh ini???...kenapa kalian berbohong kepadaku???" (Berteriak dan menatap Belva dengan dingin)
BUNDA BELVA : "Raka...bunda mohon padamu...jangan berteriak nak...jangan paksakan dirimu untuk mengingat semuanya!!" (Menangis menatap Raka)
RAKA : "Lalu apa yang harus kulakukan?...Minum obat??...berdiam diri??...ataukah menjadi orang yang bodoh???...sampai kapan?...sampai kapan Bunda dan Paman akan menyembunyikan semuanya dariku??...kenapa kalian berbohong padaku hanya untuk menutupi kepergianku ke Roma???...apakah ada hal besar lainnya yang kalian sembunyikan dari ku???...katakan padaku Bunda...aku sangat mempercayai kalian...tapi kenapa kalian menyembunyikan hal ini kepadaku??...memangnya apa saja yang kulakukan di Roma sehingga kalian menyembunyikan ini semua dariku???" (Berteriak menatap Belva dengan mata yang berkaca-kaca)
BUNDA BELVA : "Ra...Raka..." (Menangis menatap Raka)
Tiba-tiba terdengar denting suara alarm pada jam tangan Raka...dan sekejab terlihat Raka yang *** Bajunya karena menahan rasa sakit pada bagian dadanya...
BUNDA BELVA : "Raka!!!...hentikan!!!...kau tidak boleh berteriak...Dokter!!!...Dokter!!!" (Berteriak dan menangis sambil memeluk Raka)
RAKA : "A...apakah..aku...aku ti..tidak pan..tas ba..ha..gia Bunda??...ke..kenapa kalian...ka..kalian mem..bohongiku???" (Dengan suara pelan dan gagap Raka mengucapkannya)
BUNDA BELVA : "Maafkan bunda Raka...tolong maafkan bunda...bunda mohon kamu harus kuat...jangan tinggalkan bunda Raka...bunda mohon padamu nak!!!" (Menangis memeluk Raka)
RAKA : "Sshhh aaaakh!!...haah...hah..Nia...aku ingin...Nia..." (Meringis kesakitan Raka dengan suara yang semakin lemah)
Disisi lain...Cafe Gelato...
NIA : "Aku...aku tidak bisa meninggalkannya paman!..Aku...Nia Felice...aku tidak akan pernah meninggalkannya...apapun yang paman katakan padaku...tidak akan pernah membuatku pergi meninggalkannya...sampai kapanpun...aku akan terus menunggunya...sampai kapanpun!!!" (Menangis terisak isak)
Nia pun pergi meninggalkan Cafe tersebut dengan tangisan yang terasa sesak pada dirinya...
NIA : "[Raka...kamu dimana?...aku...aku membutuhkanmu...kau berjanji padaku untuk datang setiap kumemanggil namamu...tapi sampai saat ini kau tidak pernah menepati janjimu itu!!...aku...aku tidak ingin kehilanganmu...untuk apa tuhan?...untuk apa kau memberiku mata ini jika aku tidak bisa melihatnya?...untuk apa kau mempertemukan kami jika aku harus menjauhinya?...aku menginginkannya Tuhan...aku ingin amanteku...aku ingin Rakaku!!]" (Dalam hati Nia sambil menangis terisak-isak)
Nia terus menerus berlari dipinggir jalan dengan tangis yang tak tertahankan...semua orang menatap Nia dengan bingung dan iba...beberapa kali langkah kaki Nia tergoyahkan dan hampir terjatuh...
__ADS_1
Hingga saat dia menyebrangi jalan pun tidak menghiraukan mobil dan motor yang lalu lalang disamping dirinya dan hampir menabrak dirinya...
Terlintas semua ucapan Raka kepadanya saat mereka di Roma dan saat mereka bertemu kembali di Universitas Vox...semua kenangan suara yang dia dengar pada saat diRoma bersama Raka terdengar ditelinganya...
NIA : "[Trevi??...aku menyesal mempercayai kebohongan itu...memang benar Trevi itu mempertemukan aku dengan Elfatah kembali...tapi kenapa?...kenapa pertemuan ini lebih buruk dari pada penantian??...apa yang bisa kulakukan untuk merubah segalanya?...aku...]" (Dalam hati Nia sambil menyebrangi jalan dengan tatapan kosong)
Tiba-tiba terdengar suara klakson Mobil yang sangat keras mendekat kearah Nia...
Terlihat Nia hanya menatap sebuah mobil merah mendekat kearahnya dengan laju mobil yang sangat cepat dan tidak beraturan...
Sekejab seseorang menarik tangan Nia dan menjauhkan Nia dari tengah jalan tersebut...
NICHO : "Kak Nia!!!...apakah kak Nia bodoh??...kenapa kakak melakukan itu???" (Berteriak dan menatap Nia yang menangis)
NIA : "Bagaimana...bagaimana aku bisa melupakannya Nicho???" (Menangis dan menatap Nicho)
Seketika Nicho pun memeluk Nia...
NICHO : "Bukan ini jalannya kak!!...kenapa kakak mau mengakhiri hidup kakak dengan cara itu???...ini bukan kak Nia yang kukenal...cukup kak...jangan menangis untuk orang yang sama sekali tidak pernah menangis untuk kak Nia!!!" (Berteriak dan memeluk Nia dengan erat)
2 Jam sebelumnya...dirumah Zeyna...terlihat Zeyna yang telah sampai dirumah mereka dan memanggil-manggil nama Nia...
ZEYNA : "Nia!!...Nia!!!" (Berteriak memanggil nama Nia)
ZEYNA : "Pergi??...pergi kemana Bi?...apakah dengan Rafa??"
BIBI SARI : "Bibi...Bibi juga tidak tau...tapi tadi bibi melihat ekspresi wajah nak Nia sangat cemas...bibi sudah menanyakan padanya untuk pergi kemana?...tetapi..nak Nia pergi begitu saja dengan taxi!!" (Menatap Zeyna dengan Cemas)
ZEYNA : "A...apa???"
Zeyna pun menelphone Rafa dan juga Nicho untuk mencari tahu keberadaan Nia saat ini...namun keduanya mengatakan bahwa Nia tidak ada bersama dengan mereka...
NICHO : "Kak Zeyna tenang saja aku akan mencari kak Nia...!!"
2 Jam kemudian...Nicho pun menemukan Nia yang berada dipinggir jalan dan mulai melangkah kearah tengah jalan...seketika Nicho pun menarik tangan Nia kesisi jalan tersebut...
20 menit kemudian...Di sebuah taman dekat Cafe Gelato...
NICHO : "Sekarang kak Nia minumlah ini..." (Menyodorkan Nia sebuah air mineral)
Sunyi diantara mereka...Nicho hanya bisa melirik Nia sesekali...dirinya tidak mampu menanyakan apa saja yang baru saja terjadi padanya...
NIA : "Nicho...Jika suatu hari nanti kau berada dihadapan sebuah pilihan antara Cinta atau Hidup...mana yang akan kau pilih?...jika kau memilih Cinta maka kau bisa kehilangan Hidup...tapi jika kau memilih Hidup maka kau akan kehilangan Cinta...Manakah yang akan kau pilih???" (Menatap Danau yang ada dihadapan mereka)
NICHO : "Aku akan memilih...Cinta..." (Menatap Nia)
__ADS_1
NIA : "Cinta?..." (Menatap Nicho)
NICHO : "Jika aku memilih Hidup maka Hidupku akan sia-sia karena aku tidak pernah merasakan Cinta...aku memilih Cinta...karena aku yakin walaupun hari esok aku akan mati itu...setidaknya aku bisa merasakan Cinta dan kebahagiaan sebelum ku mati...tapi...jika Cinta memang membutuhkan Hidup...maka aku akan memilih Hidup" (Menatap Danau)
Beberapa saat kemudian Nicho pun menatap Nia yang terlihat melamun menatap Danau sambil menggenggam kalung miliknya..
NICHO : "Apa yang akan kak Nia pilih?...Cinta atau Hidup?" (Menatap Nia)
NIA : "Aku?...Setelah ku mengetahui semuanya
...sepertinya aku akan memilih Hidup" (Meneteskan air matanya)
NICHO : "Kenapa?" (Menatap Nia)
NIA : "Karena aku sangat membenci kisah Romeo dan Juliet...mereka memilih Cinta...dan pada akhirnya mereka berdua mati dengan sia-sia"
NICHO : "Sia-sia?...apakah mati atas dasar Cinta itu Sia-sia?...bukankah Cinta juga bisa dikatakan Hidup?...lalu bagaimana jika seseorang merelakan Cintanya hanya untuk Hidup?...apakah dia...layak dikatakan Hidup???"
NIA : "Sejatinya Hidup atau Cinta keduanya berada digaris yang sama...kenapa harus ada pilihan jika keduanya berada digaris yang sama?...bukankah keduanya bisa dijalani bersama?...kau bisa mencintai karena hidup...dan kau bisa hidup karena mencintai...tapi jika kedua hal itu menjadi sebuah pilihan...aku akan memilih Hidup...Hidup untuk Cinta" (Menatap Danau sambil menggenggam kalung dilehernya)
Disisi lain...Rumah sakit Averus...
Terlihat Belva keluar dari ruang rawat Raka dengan menangis...
BUNDA BELVA : "Aku perintahkan kepada kalian semua...cari gadis itu dimana pun dia berada...dan bawa dia kehadapanku!!!" (Dengan aura dingin Belva mengatakannya)
"Baik!!!...Nyonya!!!" (Teriak para pria berjaz Hitam yang berdiri tepat disamping Belva)
RAKA - NIA - RAFA - NICHO
LOVE or HEART...?
NIA : "HEART..."
RAKA : "LOVE..."
RAFA : "LOVE..."
NICHO : "LOVE..."
LOVE TO BE HEART..♡..AND HEART TO BE LOVE
BERSAMBUNG》》》》》》》
__ADS_1