
♡LOVE HEART♡
1 jam kemudian terdengar suara motor Nicho datang dihadapan Nia yang kini berada dipinggir jalan...
NICHO : "Kak Nia...ada apa?...tumben banget malam-malam butuh bantuanku!!" (Menatap Nia)
Tanpa berkata Nia pun naik keatas motor Nicho...
NICHO : "Ki...kita mau kemana??"
NIA : "Antarkan aku kerumah Raka!"
NICHO : "U..untuk apa?...Kak Nia ini sudah malam...sebaiknya besok saja kita kesana...karna percuma saja kita kesana karna Kak Raka tidak ada dirumahnya..."
NIA : "Dari mana kau tau dia tidak ada dirumahnya??"
NICHO : "Saat kemarin Kak Nia pergi meninggalkan kantin...kak Raka menerima telphone dari bundanya...dan aku dengar kalau kak Raka sekarang tinggal disana..."
NIA : "Kalau begitu antarkan aku kesana..."
NICHO : "Maaf kak Nia...aku tidak tau dimana rumahnya...dan diantara kami semua yang tau pastinya hanya kak Nayla..."
NIA : "[Nayla??...apakah benar Raka dan Nayla adalah pasangan kekasih??...sejak kapan mereka memiliki hubungan itu??...apakah sebelum aku mengenal Raka Nayla lah yang mengenal Raka...??]" (Dalam hati Nia sambil turun dari motor Nicho)
Seketika Nia terduduk lemas dipinggir jalan dan menangis...
NICHO : "Kak Nia!!...apa yang terjadi denganmu?...apakah kau sakit??" (Menggenggam tangan Nia)
NIA : "Nicho...apakah Raka dan Nayla benar pasangan kekasih??...la..lalu sejak kapan mereka menjadi pasangan kekasih???" (Menangis menatap Nicho)
NICHO : "Kak Nia kenapa?...kenapa kakak menanyakan hubungan mereka?..."
NIA : "Nicho jawab aku...sejak kapan mereka menjadi pasangan kekasih???" (Berteriak menatap Nicho)
NICHO : "Me...mereka sudah menjadi pasangan kekasih sejak mereka ke...kecil..."
Terguncang tubuh Nia mendengar perkataan Nicho kepadanya...
NICHO : "Kak Raka dan Kak Nayla sudah dijodohkan sejak mereka kecil...mereka sering terlihat bersama...bahkan bisa dikatakan satu-satunya orang yang bisa dekat dengan kak Raka selain kak Reza dan bundanya adalah kak Nayla...dan hanya kak Nayla lah yang akan mampu dan pantas menjadi pengantin Kak Raka kelak...karna sejak Kak Raka dilahirkan...Kak Raka telah diberikan tali perjodohan dengan kak Nayla...saat Kak Raka dilahirkan...ibunya meninggal dan itu bisa dikatakan sebagai kesialan...demi memutuskan kesialan tersebut pada akhirnya Ayahnya kak Raka berencana untuk memutuskan kesialan tersebut dengan cara Menjodohkan kak Raka dengan wanita yang lahir ditanggal yang sama dengan Ibunya kak Raka...dan wanita itu adalah Kak Nayla...yang kebetulan juga Ayahnya kak Nayla adalah teman dekat Ayahnya kak Raka...dan...pada akhirnya perjodohan itu terlaksana..."
NIA : "La..lalu...apakah mereka saling mencintai???..apakah mereka menjalani keseharian mereka seperti pasangan kekasih???" (Menangis menatap Nicho)
NICHO : "[Tunggu sebentar...kenapa Kak Nia menangis??...apakah kak Nia memiliki perasaan dengan kak Raka??...tidak mungkin!!...jika benar ini akan menjadi kisah yang sangat rumit...itu tidak mungkin]" (Dalam hati Nicho sambil menatap Nia)
NIA : "Nicho!!!..jawab pertanyaanku!!!"
NICHO : "A...apakah kak Nia menyukai kak Raka?"
Terdiam Nia mendengar pertanyaan Nicho kepadanya...seketika Nia pun bangun dari duduknya...
NICHO : "Kak Nia...tolong jawab Aku...apakah kakak menyukai kak Raka???...sejak kapan kakak menyukainya???" (Menatap Nia)
NIA : "Ini bukanlah urusanmu.." (Membalikan badannya dan menangis)
NICHO : "Tunggu sebentar!!...apakah pria yang kak Nia kenal dalam 1 hari itu adalah benar kak Raka???"
NIA : "Terima kasih aku sudah merepotkanmu...aku permisi!!"
Nia berlari meninggalkan Nicho...namun sayangnya Nia menjatuhkan kalung miliknya dihadapan Nicho...saat Nia meninggalkan Nicho...Nicho yang ingin menahan Nia pun terhenti niatnya karna melihat Kalung yang terjatuh dihadapannya...
__ADS_1
NICHO : "Kak..Niaa!!...kalungnya!!" (Berteriak menatap Nia dari kejauhan)
Tak tampak Nia yang menghiraukannya...
NICHO : "Kalung ini?...tunggu!!...bukankah kalung ini adalah milik kak Nayla??...dari mana kak Nia memiliki ini..???"
KEESOKKANNYA...
Terlihat para pelajar menjalani hari seperti biasanya...terdengar juga suara bising dari beberapa pelajar yang berbincang bercanda dan bahkan memutarkan musik yang kencang...
Terlihat Nia berjalan dilorong kampus sambil melamunkan perkataan Nicho tentang Raka dan juga Nayla...beberapa saat kemudian langkah Nia terhenti dihadapan sebuah ruang musik...dan ternyata ruang musik tersebut adalah ruang musik pribadi milik Raka tempat pertemuan dirinya dengan Raka saat Raka memainkan pianonya...
Nia pun masuk kedalam ruangan tersebur dan ternyata didalam ruangan tersebut ada Nayla yang sedang membersihkan Piano milik Raka...
NAYLA : "Nia...??"
NIA : "Apakah aku mengganggumu?"
NAYLA : "[Tentu saja kau menggangguku...kaulah penyebab Raka keritis saat ini]" (Dalam hati Nayla sambil mengepalkan tangannya)
NIA : "Apakah kau bisa memainkan piano..?"
NAYLA : "Tentu saja aku bisa...setiap hari minggu Raka mengajariku untuk bermain Piano" (Tersenyum)
NIA : "Benarkah?...lagu apa yang sering kau bawakan..?"
NAYLA : "Für Elise dan Moonlight sonata...dua instrumen itu yang paling disukai Raka...bahkan Ciuman pertama kami diiringi oleh Dentingan piano Für Elise" (Tersenyum menatap Nia)
Seketika Nia membuang wajahnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca...Beberapa saat kemudian Nayla pun memainkan Piano tersebut yang membawakan Instrumen Für Elise dengan ketukan cepat...
NAYLA : "Für Elise diciptakan disaat Beethoven dinyatakan kehilangan pendengarannya...jadi bisa dikatakan Für Elise adalah Aib karyanya yang seharusnya tidak diketahui oleh banyak orang...tapi kau tahu Nia?...suatu ketika Für Elise ditemukan dan disebar luaskan...termasuk kabar bahwa Beethoven mengalami ketulian...menurutmu apa yang terjadi pada Beethoven sang Seniman terbesar dimasanya...diCap sebagai seniman yang telah gugur dihadapan seluruh dunia hanya karna dia Tuli...jika aku menjadi Beethoven aku akan pergi sejauh-jauhnya dan melanjutkan hidupku sebagai orang biasa...berbeda dengan keputusan beethoven saat itu...saat itu dia memutuskan untuk melanjutkan impiannya sebagai Seniman...tapi kini kau bisa melihat bahwa hidupnya telah menjadi kesia-siaan karna terlalu banyak berharap pada Impian...Beethoven meninggal dengan berbagai penyakit yang di deritanya dan bahkan dia tidak pernah menikah alias tidak menemukan kebahagiaan didalam hidupnya...Nia!!...aku akan bertanya kepadamu...manakah yang akan kau pilih?..apakah kau akan seperti Beethoven menyia-nyiakan segalanya hanya demi satu hal...ataukah menjadi seperti yang kukatakan..untuk meninggalkan semua kesia-siaan dan melanjutkan hidupmu jauh dari Impianmu???" (Berdiri menatap Nia dengan senyuman)
Terdiam Nia mendengar ucapan Nayla kepadanya...terlihat kini Nayla mendekat kearah Nia...
Nayla pun pergi meninggalkan ruang Musik tersebut...
Disisi lain...Kantin...
RAFA : "Zey...dimana Nia?" (Sambil melihat sekeliling)
ZEYNA : "Dia ada dikamar mandi...tadi aku pisah dengannya disana"
NICHO : "Tumben Kak Raka belum terlihat..." (Sambil minum Jus)
Seketika mata Zeyna dan Rafa menatap tajam kearah Nicho...Nicho pun terkejut dengan tatapan mereka dan tersedak oleh minumnya...
NICHO : "Uhuk...uhuk!!..uhukk!!...ke..kenapa kalian menatapku seperti pembunuh??" (Menatap Zeyna dan Rafa)
ZEYNA : "Yaaa!!!...apakah aku harus menjelaskan semuanya kepadamu???...kau benar-benar tidak berguna dan juga bodoh!!" (Berteriak sambil meleparkan gulungan kertas kepada Nicho)
NICHO : "A...ampun kak..aku tidak tahu!!...ampun!!!...memangnya ada apa dengan kak Raka!!!" (Berteriak sambil menepis beberapa gulungan kertas yang dilempar Zeyna kepadanya)
ZEYNA : "Sekali lagi kau sebut nama itu...maka tidak ada ampun bagimu!!!"
NAYLA : "Ada apa ini..??" (Duduk disamping Nicho)
NICHO : "Kak Nayla tolong aku...kak Zeyna jahat padaku hanya karna aku menyebut nama Kak Raka..."
Seketika Nayla menatap Zeyna...
__ADS_1
ZEYNA : "Bu...bukan seperti itu maksudku Nay..."
NAYLA : "Aku tahu kalian pasti sangat membenci Raka karna kejadian kemarin...tapi satu hal yang akan kukatakan kepada kalian...sampai kapanpun aku akan tetap dipihak Raka...Apakah kalian pernah berfikir kenapa selama ini Raka hanya diam saja setiap kalian melontarkan begitu banyak hinaan kepadanya...begitu banyak tuduhan yang kalian lontarkan kepadanya...tapi dia tidak pernah menghiraukan semuanya...dia membuang semua perkataan kalian kepadanya seperti sampah...dia menutup telinganya untuk tidak mendengar perkataan yang menyakitkan kepadanya...dia menutup matanya untuk tidak melihat tatapan kebencian dari kalian...itu semua karna!!!...karna!!!..." (Dengan nada sedikit tinggi dengan tatapan dingin)
Belum sempat Nayla menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Reza datang menepuk pundak Nayla...
REZA : "Nayla...ada yang ingin kubicarakan kepadamu!!"
NAYLA : "Semuanya harus berakhir...kau tidak bisa menahanku Reza!!!" (Berteriak dan berdiri dari duduknya)
Seketika Reza menarik Nayla secara kasar untuk menjauh dari Kantin...
NICHO : "Semua yang diucapkan kak Nayla benar...tidak seharusnya kita selalu menyudutkan kak Raka..." (Menatap Zeyna)
ZEYNA : "Apakah kini kau memihak pada Vampir itu???" (Menatap tajam kearah Nicho)
DELVIN : "Zey tenanglah...kamu lagi datang bulan yaa...tau gak hari ini kamu galak banget dari biasanya..." (Menggenggam tangan Zeyna)
Seketika Zeyna melepaskan genggaman tangan Delvin dengan kasar...
ZEYNA : "Apakah sekarang kau juga memihaknya???...apakah kejadian kemarin tidak cukup untuk membuktikan tentang ke angkuhannya???...sampai kapanpun aku akan benci dengannya...dia lah penyebab Nia tenggelam...jelas-jelas kemarin dia lihat Nia tenggelam tapi kenapa dia tidak menolong Nia???" (Berdiri dari duduknya dan Berteriak menatap Delvin)
NICHO : "Tunggu...kemarin Kak Nia tenggelam???"
ZEYNA : "Sampai kapan kau tidak dewasa dan bodoh seperti ini Nicho???...kau...dan juga kakakmu kalian sama saja..."
Zeyna pun meninggalkan kantin...
DELVIN : "Zeyna!!!..." (Menahan tangan Zeyna)
ZEYNA : "Apa lagi yang perlu kau katakan padaku??"
DELVIN : "Ulangi perkataan mu kepadaku dan juga Nicho barusan!!!" (Menatap dingin kearah Zeyna)
NICHO : "Su...sudahlah kalian seperti ini lagi...sebentar-sebentar berantem...habis itu manis-manis manja..."
DELVIN & ZEYNA : "Diam!!!" (Berteriak bersamaan dan menatap Nicho)
NICHO : "Kheemm...ba..baiklah...lanjutkan...aku tidak akan mengganggu kalian...hehehe...silahkan lanjutkan para kakak-kakak ku...hehehe" (Tersenyum panik)
Dengan perlahan Nicho memundurkan langkahnya...Beberapa saat kemudian Nicho pun meninggalkan Zeyna dan Delvin...
ZEYNA : "Delvin...aku lelah...sebaiknya kita bicarakan lagi nanti..."
DELVIN : "Zey...selama ini aku bisa menerima semua ucapanmu kepadaku yang kasar...tapi aku ingatkan padamu...aku tidak akan diam saja jika kau berkata kasar tentang Nicho...dan aku harap kedepannya kita bisa lebih saling menghargai lagi...karna hubungan tanpa saling menghargai...itu hanya akan berakhir menyakitkan!" (Menatap Zeyna)
Delvin pun pergi meninggalkan Zeyna...terlihat Zeyna terdiam dengan ucapan Delvin kepadanya sambil menutup mulutnya...
Disisi lain...terlihat Luna sedang membawa sebuah dus yang berisikan beberapa barang milik Calisa sambil mencari keberadaan Rafa di Universitas Vox tersebut...
Namun tiba-tiba seseorang berdiri dihadapannya yang keluar dari sebuah ruangan dan ternyata orang tersebut adalah Nia...
Seketika Dus yang sedang dipegang Luna pun terjatuh berserakan...
NIA : "Ma..maaf aku pasti mengejutkanmu..." (Menatap Luna lalu membereskan beberapa barang yang terjatuh)
Namun saat Nia membereskan barang-barang tersebut dirinya terkejut melihat sebuah Foto tampak seseorang yang berada didalam foto tersebut sangat mirip dengannya...
NIA : "I...ini...siapa wa...wanita ini??" (Berdiri dan menyodorkan Foto tersebut kepada Luna)
__ADS_1
LUNA : "Kak Lisaaa!!!" (Menangis lalu memeluk Nia dengan erat)
BERSAMBUNG》》》》》》》