LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 28


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Rumah Sakit Averus...terlihat dokter sedang memeriksa Nia...


RAFA : "Apakah dia baik-baik saja dok?"


Dr. RIVAN : "Dia baik-baik saja...hanya saja kepalanya habis terbentur...karna itulah dia pingsan..." (Menepuk pundak Rafa)


Dr. Rivan pun meninggalkan Rafa dengan Nia didalam ruang rawat tersebut...


RAFA : "Luka dikepalamu pasti Raka yang melakukannya...Nia...aku mohon jangan buatku semakin merasa takut...aku tidak ingin yang dulu terulang kembali...aku tidak ingin ada Calisa kedua...Kau adalah milikku Nia...hanya milikku...aku akan mempertahankanmu dan aku tidak akan membiarkanmu dekat dengan Raka...Cukup bagiku Calisa yang menjadi korban...tapi tidak denganmu...mereka akan melakukan hal yang buruk kepadamu" (Sambil menatap Nia dan menggenggam tangan Nia)


Disisi lain...Didepan rumah Zeyna...


DELVIN : "Zeyna...nanti malam aku akan menjemputmu..."


ZEYNA : "Baiklah..."


DELVIN : "Apakah kau akan mengajak Nia untuk nanti malam?"


ZEYNA : "Aku belum tau...tapi sebaiknya tidak...aku tidak ingin dia bertemu dengan Raka"


DELVIN : "Baiklah...aku pamit"


Zeyna menganggukkan kepalanya menatap Delvin...


DELVIN : "Tuuh kan...kamu selalu aja kaya gini...ngeliat aku mau pergi...tapi kamu kaya gak peduli banget..."


ZEYNA : "Delviiinn!!!"


DELVIN : "Zeynaaa!!!"


ZEYNA : "Delviiiiinnn!!!!" (Menatap Delvin dengan raut wajah marah)


DELVIN : "Jutek banget siih..." (Sambil menutupi kaca mobilnya)


ZEYNA : "Buka...!!!" (Sambil mengetuk kaca mobil Delvin)


Delvin pun membuka Kaca mobil tersebut dengan senyuman...


DELVIN : "Ayooo" (Sambil memanyunkan bibirnya dihadapan Zeyna)


ZEYNA : "Geer banget siihh!!"


Tiba-tiba Zeyna menarik Hidung Delvin...dan Delvin pun berteriak kesakitan...


DELVIN : "Aaaww Zey...kau jahat banget siih...sakit tau!!" (Sambil mengusap-ngusap hidungnya)


ZEYNA : "Hahaha...Uwee!!...siapa suruh resek banget siiih!...hahaha!!!" (Menjulurkan lidahnya dihadapan Delvin lalu tertawa)


DELVIN : "Ouuh gitu yaa...okeh...liat saja nanti malam apa yang akan aku lakukan...hahaha" (Senyum smirk lalu menutup Kaca mobilnya)


ZEYNA : "A...apa maksudmu??" (Mengetuk kaca mobil)


Tak terhiraukan oleh Delvin kata-kata Zeyna kepadanya...dia pun menancap Gas mobilnya untuk meninggalkan Zeyna...

__ADS_1


ZEYNA : "Delvin!!!...Yaaa!!!...lihat saja...aku akan membalasnya!!!" (Berteriak)


Tampak mobil Delvin telah jauh dari pandangan mata Zeyna...Seketika Zeyna tertawa kecil mengingat bibir Delvin yang manyun-manyun dihadapannya...


ZEYNA : "Hahaha...dia seperti anak kecil..." (Tertawa kecil)


Disisi lain...Rumah Sakit Averus...


Perlahan Nia membuka matanya...lalu Nia pun tersadar akan Rafa yang ada disampingnya sambil menggenggam tangannya...


NIA : "Rafa...!" (Mencoba melepaskan genggaman tangan Rafa padanya)


RAFA : "Apakah kau sudah merasa membaik?" (Menahan tangan Nia)


Nia mencoba untuk duduk dari rebahannya dan Rafa pun membantunya untuk duduk...


NIA : "Aku ingin pulang..."


RAFA : "Tapi dokter bilang...kau harus menghabiskan Infusanmu dulu baru bisa pulang.."


NIA : "Zeyna dan Bibi Sarah pasti mengkhawatirkanku..."


RAFA : "Aku sudah mengirim Pesan untuk Zeyna...bahwa kita sedang makan disebuah restaurant...aku tau kau pasti tidak ingin aku memberitahu mereka kalau kau ada dirumah sakit..."


NIA : "Terima kasih..." (Sambil melepaskan tangan Rafa yang menggenggam tangannya)


RAFA : "Apakah kau lapar..?" (Sambil menatap Tangan Nia)


NIA : "Tidak..aku tidak lapar...aku hanya ingin pulang..."


Beberapa saat kemudian...mereka pun berada didalam mobil milik Rafa...sesekali Rafa melirik Nia yang terlihat diam sambil menatap Kaca yang ada disebelahnya...


RAFA : "Apakah kau butuh sesuatu..?"


NIA : "Tidak...terima kasih"


RAFA : "Apakah kau mau Ice Gelato..??"


Seketika Nia menatap Rafa...


RAFA : "Aku sangat menyukai Gelato...apakah kau juga suka?"


Rafa pun memberhentikan mobilnya dipinggir toko yang menjual Gelato...Beberapa saat kemudian Rafa dan Nia pun duduk disebuah bangku taman sambil memakan Gelato tersebut...


Terngiang Nia akan ingatannya di 2 tahun yang lalu...


NIA : "A...apa ini??"


RAKA : "Makanlah...maka kau akan tau apa yang saat ini kau pegang..." (Menyuapi Nia dengan Gelato yang dia pegang)


Nia pun menggigit Gelato tersebut...


NIA : "Di...dingin!!..."


RAKA : "Ma...maaf...aku...aku..." (Menarik tangannya yang sedang menyuapi Nia)

__ADS_1


NIA : "Tidak...tadi aku hanya bercanda saja kok...hahaha"


RAKA : "Ouuh gitu yaa sekarang...kamu menipuku...baiklah kalau begitu aku akan memberimu sebuah hukuman..." (Senyum smirk)


Tersadar Nia akan ingatan tersebut...seketika air mata Nia pun terjatuh sambil menggigit Gelato tersebut dengan kasar...terlihat kini Gelato tersebut belepotan dipipi Nia...Nia hanya terus menerus mencoba menghabiskan Gelato tersebut dengan cepat dan dengan gigitan yang kasar...


Beberapa saat kemudian tiba-tiba Nia merintih kesakitan...


NIA : "Aawww!!...sshhhh!"


Tampak Gelato yang ada digenggaman Nia terjatuh dan Nia pun menangis...


RAFA : "Nia...ada apa??...apa yang terjadi denganmu??..."


Terlihat Wajah Nia yang belepotan dengan Gelato dan Lidah yang berdarah karna tergigit oleh dirinya sendiri...


RAFA : "Nia...cepat kita harus kerumah sakit...lidahmu berdarah..." (Sambil mengelapi pipi dan bibir Nia yang penuh dengan Gelato)


NIA : "Aku ingin pulang...aku ingin pulang Rafa!!!" (Menangis)


RAFA : "Baiklah...baiklah aku akan mengantarmu pulang sekarang..." (Sambil memakaikan Nia jaket miliknya dengan cemas)


Disisi lain...Dirumah Keluarga Meizar...


BUNDA BELVA : "Ternyata kau benar-benar akan tinggal disini Raka??" (Tersenyum)


RAKA : "Mungkin hanya untuk beberapa minggu...karna Ayah pasti marah denganku...kalau dia tahu aku ingin tinggal disini selamanya"


BUNDA BELVA : "Kau tenang saja...Bunda akan memberi tahu Wilson...soal menginapnya kamu disini lagi...kalau perlu bunda akan memohon pada ayahmu..." (Tersenyum sambil mengelus pundak Raka)


Beberapa saat kemudian...


BUNDA BELVA : "Ayo sekarang kita kekamarmu...Bunda sudah memindahkan kamarmu didekat Ruang kerja Bunda...agar kau juga bisa lebih dekat untuk membaca buku disana..."


RAKA : "Ruang kerja dan Perpustakaan menjadi satu...sebegitu sukanya Bunda membaca buku..."


BUNDA BELVA : "Karna buku bisa menghilangkan kesepian bunda dikala kamu tidak ada dirumah ini..." (Tersenyum)


Beberapa saat kemudian...Belva dan Raka pun berada dikamar Raka sambil merapikan beberapa Barang dan pakaian milik Raka...


RAKA : "Nanti malam Raka akan bertanding..." (Sambil merapikan pakaiannya)


BUNDA BELVA : "Tidak Raka...bunda sudah katakan kepadamu itu sangat berbahaya!"


RAKA : "Bunda tenang saja...nanti malam akan menjadi pertandingan Raka yang terakhir..."


BUNDA BELVA : "A...apa maksudmu??"


RAKA : "Setelah pertandingan nanti malam...aku tidak akan mengikuti pertandingan itu lagi...aku berjanji Bunda" (Menatap Belva)


BUNDA BELVA : "Baiklah...tapi kau harus membawa obatmu dan minum obat itu dengan tepat waktu...kau harus berjanji pada Bunda kau akan baik-baik saja!!" (Mengelus pipi Raka)


RAKA : "Raka janji..." (Menggenggam tangan Belva dan tersenyum)


BUNDA BELVA : "Teruslah tersenyum seperti ini nak...senyummu sangat berarti untuk bunda..." (Memeluk Raka)

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2