
♡LOVE HEART♡
Raka pun membalikkan badannya dan menatap Luna Nicho dengan tatapan kosong...
NICHO : "Kak Raka...aku bisa jelaskan semuanya...aku...." (Ucap Nicho dengan panik)
Tak terhiraukan ucapan Nicho kepadanya Raka pun pergi meninggalkan keduanya...
NICHO : "Kak Raka!!!...aku berani bersumpah aku...aku tidak!!..." (Teriak Nicho sambil menatap Raka yang masuk kedalam sebuah ruang rawat)
Didalam ruang rawat...
ZARA : "Bunda!!" (Ucap Zara dengan samar dan menatap Nia)
NIA : "Zara!...Zara sayang...apakah masih terasa sakit?...apakah rasanya sangat sakit nak??" (Mencium tangan kecil Zara dan menatap Zara dengan cemas)
ZARA : "Zara...sangat merindukan bunda!!" (Menangis menatap Nia)
Nia pun mengusap air mata Zara dan mencium kening Zara...
NIA : "Bunda disini sayang...bunda disini!!" (Sambil menatap Zara dan mencium tangan kecil Zara)
Tatapan Zara tiba-tiba teralihkan ketika Raka masuk kedalam ruangan tersebut...seketika Zara mengulurkan tangannya mengarah Raka dan menatap Raka dengan haru...
ZARA : "Paman!!!" (Menangis menatap Raka dan mengulurkan tangan kanannya menghadap Raka)
Raka pun melangkah mendekat kearah Zara dengan sesekali melirik Nia yang terlihat merasa tak nyaman akan kehadiran dirinya didalam ruangan tersebut...
RAKA : "Syukurlah semuanya baik-baik saja!" (Tersenyum menatap Zara dan menyambut uluran tangan Zara padanya)
ZIRA : "Paman terima kasih banyak...kalau saja paman tidak menolong Zara...aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya!" (Menatap Raka dan Zara)
RAKA : "Paman sangat bersyukur kau baik-baik saja...karena itu paman ingin berpamitan dengan kalian" (Tersenyum menatap Zara dan Zira)
ZARA : "Tidak...paman tidak boleh pergi!!" (Ucap Zara dengan menggelengkan kepalanya)
RAKA : "Zara...saat ini paman punya pekerjaan yang sangaaat banyak...dan lagi pula kita bisa bertemu lagi disekolah...jadi...paman harap kamu bisa cepat sembuh agar bisa bertemu dengan paman lagi.." (Tersenyum sambil menggenggam tangan Zara)
ZARA : "Paman harus janji padaku...paman harus menemuiku besok disini!!" (Ucap Zara dengan merengek)
RAKA : "Paman tidak bisa janji...tapi akan paman usahakan!...heem Zira...kamu adalah kakak terbaik untuk Zara!...paman harap kalian tidak pernah bertengkar" (Tersenyum menatap Zara dan Zira)
Raka pun melepaskan genggaman tangan dirinya kepada Zara dan keluar dari ruangan tersebut...
Saat Raka keluar dari ruangan tersebut ternyata dirinya berpas-pasan dengan Vino yang terlihat panik dan terkejut melihat seorang pria yang keluar dari ruang rawat Zara...
Vino hanya menatap Raka dengan tajam dan masuk kedalam ruangan tersebut tanpa mengatakan apapun...
__ADS_1
NICHO : "Kak Raka!!..." (Menatap Raka dengan cemas)
Terlihat Raka hanya melewati Nicho dan Luna dengan diamnya...
LUNA : "Nicho...sebaiknya kau ikuti kak Raka!"
NICHO : "Baiklah!!"
Di dalam Ruang Rawat...
VINO : "Nia!...apakah kau baik-baik saja???...apakah kau terluka???" (Menatap Cemas kearah Nia)
Nia hanya menatap Vino dengan bingung dan sibuk merapikan Syal yang dia pakai...
LUNA : "Saat ini yang sedang sakit adalah Zara...kenapa kak Vino malah menanyakan keadaan kak Nia???" (Ucap Luna dengan kesal menatap Vino)
VINO : "A..aku juga mengkhawatirkan Zara...tapi sejak semalam Nia tidak kembali...bagaimana aku tidak cemas!!" (Ucap Vino dengan kesal menatap Luna)
NIA : "Aku mohon...tolong jangan buat keributan disini...saat ini Zara harus beristirahat...kalau kalian mau bertengkar...sebaiknya diluar ruangan ini!" (Ucap Nia sambil merapikan selimut yang dipakai Zara)
VINO : "Apa kau tau Nia?...kau menghilang semalaman apa kau tidak memikirkan ku?...aku sangat mencemaskanmu!!!" (Ucap Vino dengan kesal menatap Nia)
LUNA : "Kak Vino...sebaiknya kak Vino tunggu diluar...apa kak Vino sadar?...Zara dan Zira ketakutan melihat Kak Vino yang seperti ini!!" (Ucap Luna dengan kesal)
ZARA : "A..Ayah...Kenapa Ayah marah-marah lagi?" (Ucap Zara dengan takut)
LUNA : "Lagi??..." (Ucap Luna yang terkejut mendengar ucapan Zara tersebut)
LUNA : "Zara katakan pada bibi...apakah kau lupa membawa obatmu?..sampai-sampai tidak minum obat seharian???"
ZARA : "Obat-obat itu aku simpan didalam kotak bekalku ta..tapi kotak bekalku tertinggal didalam mobil Ayah!"
LUNA : "A...apa???"
VINO : "Nia...aku tidak sengaja terburu-buru meninggalkan mereka...aku panik dan cemas karna kau tidak pulang semalaman!!"
NIA : "Keluar!..."
VINO : "Nia!!..."
NIA : "KELUAR!!!" (Teriak Nia dengan kesal)
Vino pun keluar dari ruangan tersebut dengan kesal...
ZIRA : "Bunda!...kenapa Bunda marah dengan Ayah??...ini bukan salah Ayah Bun!!" (Ucap Zira yang ketakutan menatap Nia dan juga Vino bertengkar)
LUNA : "Zira sayang...sini nak sama Bibi!!...saat ini apapun yang kamu lihat barusan lupakan semuanya...semuanya akan baik-baik saja!" (Memeluk Zira)
__ADS_1
Nia pun terduduk lemas menatap Zara dan juga Zira...
Disisi lain...Dirumah Raka...
Dengan cepat Raka masuk kedalam rumah miliknya tanpa menghiraukan Nicho yang sedari tadi mengejar dan berteriak memanggil dirinya...
NICHO : "Kak Raka!!...awalnya aku juga tidak tahu kalau sebenarnya kak Nia sudah memiliki anak!!!...aku bersumpah!!!..apapun yang aku lakukan semalam itu semua aku lakukan tanpa sepengetahuanku tentang kak Nia!!!...Kak Raka tolong izinkan aku masuk...Kak!!!" (Teriak Nicho sambil menggedor pintu rumah Raka dengan panik)
Terus menerus Nicho menggedor pintu rumah Raka dengan kencang...namun tiba-tiba dirinya terdiam menatap Pintu tersebut...
NICHO : "Tunggu!!...Kau BODOH!!!...sangat BODOH!!!...kenapa kau sedari tadi menggedor pintu ini??...kau sendiri tahu Sandi Pintu rumah ini!!!" (Teriak Nicho sambil menendang pintu tersebut dan menepuk jidatnya dengan kesal)
Seketika Nicho pun masuk kedalam Rumah Raka dan berlari menuju kamar Raka dengan panik...
NICHO : "Kak Raka!!!" (Teriak Nicho dengan nafas yang terengah-engah sambil mendorong pintu kamar Raka)
RAKA : "Kau!!!...kenapa kau bisa masuk kedalam rumahku???" (Ucap Raka dengan 1000% tatapan bingung dirinya kepada Nicho)
NICHO : "Hah..haaah..hah!!...Tanggal ulang tahun kak Nia!!!" (Ucap Nicho dengan terengah-engah sambil menunjuk kearah luar)
RAKA : "Keluar!!!"
NICHO : "Tidak!!!...kak Raka pasti mau melakukan hal yang buruk seperti 8 tahun yang lalu!!"
RAKA : "Sekarang juga aku katakan padamu...KELUAR!!!" (Ucap Raka dengan tatapan dinginnya)
NICHO : "Kak Raka...apakah kak Raka Bodoh???" (Teriak Nicho dengan kesal)
Setika Raka menatap Nicho dengan tajam...
NICHO : "Ma..Maksudku bu..bukan seperti itu...Sekarang kak Raka pikirkan lagi!!...Apakah kak Raka tidak merasa familiar dengan kondisi Zara saat ini???...apakah kak Raka tidak menyadari kalau Zara dan Zira adalah kembar identik???...semua itu sama persis dengan apa yang kak Raka lalui!!!" (Teriak Nicho dengan kesal)
Terdiam Raka mendengar ucapan Nicho tersebut...seketika dirinya mengingat kembali saat-saat dirinya bersama Zara dan Zira...
NICHO : "Sekarang hanya ada 1 pertanyaan yang akan kutanyakan kepada kak Raka!!!...Apakah kak Raka dan kak Nia pernah melakukan hubungan Intim di 8 tahun yang lalu???" (Ucap Nicho dengan nafasnya yang terengah-engah)
Tatapan mata Raka seketika menatap Nicho dan mengingat semua yang pernah terjadi padanya dan juga Nia dimalam 8 tahun yang lalu...
NICHO : "Oooh ya tuhan!!!...aku sangat lelah...bicara kepada manusia ini membuatku kehabisan nafas!!!...huuufftt!!!" (Mengeluh Nicho sambil duduk diatas kasur Raka)
Nicho terduduk lemas sambil mengelapi keringatnya dengan selimut milik Raka...
Tiba-tiba Raka menatap Nicho...
Dan terlihat Nicho yang sedang mengelapi keringatnya dengan selimut Raka pun seketika panik melemparkan selimut tersebut mengarah wajah Raka dan menutupi wajah Raka...
NICHO : "Astaga!!!" (Panik Nicho sambil melempar selimut tersebut ke wajah Raka)
__ADS_1
RAKA : "NICHO!!!!!!!!!!" (Teriak Raka dengan kesal)
BERSAMBUNG》》》》》》》