LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 18


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Nia terkejut dengan genggaman tangan Vino padanya...


VINO : "Nia...sebenarnya aku..a..aku..."


NIA : "Vino sebelumnya aku juga ingin memberi tahu mu sesuatu..."


VINO : "Heemm baiklah kau dulu yang bilang..." (Tersenyum)


NIA : "Vino...aku sudah memutuskan untuk Ku...Kuliah di Indonesia..." (Menatap Vino)


Seketika Vino melepaskan genggaman tangannya pada Nia...


NIA : "Seperti yang kau tau...dulu aku juga bermimpi buruk setiap malamnya...dan mimpi buruk itu bisa hilang karna aku pindah ke Italia disuasana baru dan orang-orang baru...karna itulah aku memutuskan untuk Pindah ke Indonesia lagi...mungkin saja mimpi buruk ku bisa hilang lagi..." (Tersenyum)


Vino terdiam dengan ucapan Nia...


NIA : "Vi...Vino...apakah kau mendengarkanku??" (Sambil melambaikan tangannya didepan wajah Vino yang terdiam)


VINO : "Heemm ten...tentu saja aku mendengarkan mu..." (Tersenyum)


NIA : "Kau mendengarkanku tapi kau seperti tidak mendengarkanku...Oiya ta..tadi kamu mau bilang apa padaku?"


VINO : "Aahh bukan apa-apa...aku...aku hanya mau bilang selamat atas prestasi yang kamu raih..." (Tersenyum)


NIA : "Ouuh aku kira kau akan mengatakan padaku tentang Kau dan wanita itu..."


VINO : "Wa...wanita?"


NIA : "Iyaa wanita yang selama ini kau ceritakan padaku...Wanita yang kau sukai itu looh"


Vino hanya tersenyum menjawab ucapan Nia kepadanya...


VINO : "[Kenapa siih Nia...kamu gak peka..wanita yang selama ini aku ceritakan itu adalah Kamu Nia...Kaulah yang Wanita yang kucintai selama ini...]" (Dalam hati Vino sambil menatap Nia yang sedang mencium Bunga darinya)

__ADS_1


Keesokannya...Jam 08:00 pagi...Dirumah Nia...


Terlihat Nia yang sedang terduduk diam di Trevi sambil makan Gelato yang dia beli diSekitar Trevi...


NIA : "[Perasaanku sangat Familiar dengan Trevi dan Gelato ini...El...bagaimana kabarmu hari ini?...apakah kau baik-baik saja?...apakah kau ingat denganku?...dan apakah kau merindukan ku?...sempat diriku merasa lelah dengan Penantian dan Rindu yang terus berteriak didalam hatiku...tapi lagi-lagi Cintaku membungkam teriakan Penantian dan Rinduku padamu...aku seperti sedang menantikan dan merindukan Bintang yang jauh disana...tak dapat ku gapai dan tak dapat kumiliki...hanya menantikan dan merindukan yang kubisa...aku berharap Penantian dan rasa Rinduku akan tetap ada didalam hatiku...yang aku takutkan adalah...ketika hatiku merasa lelah dengan Penantian dan Rindu itu sendiri...aku akan melupakan setiap kenangan kita...melupakan harum Vanilamu...dan melupakan Genggaman dingin tanganmu]" (Dalam hati Nia sambil menatap Trevia)


DISISI LAIN...INDONESIA...


AYAH WILSON : "Rafa...cepat panggil Raka...ini sudah waktunya kita berangkat..."


RAFA : "Untuk apa dipanggil...Itu dia sudah turun..." (Menunjuk Raka yang sedang jalan menuruni tangga sambil merapikan Jaz yang dia pakai)


AYAH WILSON : "Cepatlah Raka...kita sudah terlambat.."


Mereka pun berangkat menggunakan Mobil keluarga Elfatah...


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai disebuah Acara besar yaitu acara ulang tahun Perusahaan Averus milik keluarga Elfatah...


AYAH WILSON : "Viran...bagaimana kabarmu?" (Berjabat tangan dengan Viran)


AYAH VIRAN : "Aku baik-baik saja...bagaimana denganmu..." (Tersenyum dan membalas jabat tangan Wilson kepadanya)


AYAH VIRAN : "Ya tuhan Wilson...terakhir kali ku melihat mereka saat umur mereka 7 tahun dan kini?...astaga mereka tumbuh menjadi 2 pangeran tampan yang kembar Indentik!" (Terkejut melihat Raka dan Rafa)


AYAH WILSON : "Iya mereka sangat Tampan bahkan mengalahi ayahnya...hahaha...ayo nak beri salam untuk Om Viran ayahnya Nayla teman kalian...dan Om Viran baru kembali dari Inggris kemarin...ayah yakin kalian pasti sudah melupakan Om Viran...karna terakhir kalinya kalian bertemu saat diumur 7 tahun" (Tertawa kecil lalu tersenyum menatap Rafa dan Raka)


RAFA : "Saya Rafa om...senang bisa bertemu dengan Om Viran lagi!!" (Tersenyum)


AYAH WILSON : "Raka....." (Melirik kearah Raka yang terlihat hanya diam saja menatap Viran)


AYAH VIRAN : "Aah kau tenang saja Wilson...anak jaman sekarang memang seperti ini kok...iyakan Raka..." (Tersenyum sambil menepuk pundak Raka)


Raka hanya terdiam tak ada ekspresi apapun atas ucapan Viran kepadanya...tiba-tiba Raka meninggalkan mereka dan juga acara tersebut tanpa berpamit...


AYAH WILSON : "Raka!!...Raka...!!" (Berteriak kecil memanggil Raka)

__ADS_1


Tak juga ada tanggapan Raka pada teriakan Wilson...Wilson pun melanjutkan Perbincangannya dengan seluruh tamu yang hadir pada acara tersebut...


Disebuah taman luas yang dihiasi Lampu taman yang berwarna kekuningan Raka terduduk diam dibangku taman tersebut...


RAFA : "Apakah kau senang melihat Ayah dipermalukan olehmu???" (Duduk disamping Raka)


Terdiam Raka memandangi Bintang dilangit...


RAFA : "Hey!!...aku bicara denganmu!...kau selalu saja seperti ini...mangabaikan ku dan juga ayah...apakah kau pernah berfikir...Ayah sangat menyayangimu melebihi rasa sayangnya padaku...jadi apa lagi yang membuatmu selalu bertingkah seperti ini kepada Ayah?...kau bisa saja mengabaikan ku...tapi aku harap kau tidak mengabaikan Ayah!!"


RAKA : "Jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan padaku...maka tinggalkan aku sendiri..."


RAFA : "Haaah!!...lihatlah sikap dingin mu seperti inilah yang sangat kubenci dari mu...terkadang aku malu memiliki saudara kembar seperti mu...Orang-orang selalu salah mengira bahwa kau adalah aku dan aku adalah kau...teruslah bersembunyi...dan jangan pernah menunjukan dirimu pada dunia" (Berdiri dan tersenyum Smirk)


RAKA : "Kau tenang saja...aku tidak tertarik dengan dunia ini...aku akan terus menerus bersembunyi dibalik bayanganmu...ambil semua yang kau inginkan dari ku...tapi satu hal yang tidak akan pernah kuberikan padamu..."


RAFA : "Hah!!!...aku tau apa yang kau maksud..."


RAKA : "Kalau kau mengerti apa yang kumaksud...lakukanlah pada saat ku memintanya..." (Menatap dingin kearah Rafa lalu meninggalkan Rafa)


DISISI LAIN...ROMA...


Hari telah malam...terlihat Nia yang sedang merapikan koper miliknya...


IBU ALETA : "Nia...maaf Ibu tidak bisa ikut denganmu ke Indonesia...I..Ibu..."


NIA : "Ibuuu...iya Nia ngerti kok...lagi pula pilihan Ibu ini sangat tepat...para murid disekolah La Sapienza sangat membutuhkan Guru seperti ibu...justru Nia sangat bangga memiliki Ibu yang sangat dicintai begitu banyak murid disana...sampai-sampai Nia sering merasa cemburu kalau melihat Ibu sedang mengajar..." (Meluk Aleta)


IBU ALETA : "Heemm...tapi Ibu khawatir sama kamu nak..."


NIA : "Ibuuu...Nia kan di Indonesia tinggal dirumah Zeyna sepupu Nia...apa yang perlu dikhawatirkan lagi?"


IBU ALETA : "Heemm...Baiklah...Tapi kamu harus janji sama Ibu...Kalau kamu tidak boleh telat makan dan tidur tengah malam...seperti kebiasaan kamu disini...Janji???"


NIA : "Iyaa Ibu cantiiik...Nia janji!!!" (Meluk Aleta dengan gemas)

__ADS_1


IBU ALETA : "[Ibu sangat berharap dengan berkuliah di Indonesia kamu bisa melupakan semua kesedihanmu nak...terutama Elfatah...Kamu terlalu banyak menjatuhkan air mata mu untuk El...Ibu tidak akan menyetujui Hubungan kalian jika suatu saat nanti El datang kembali kedalam hidupmu...Dia tidak pantas untukmu...Nia...]" (Dalam hati Aleta sambil memeluk Nia)


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2