
♡LOVE HEART♡
Disisi lain...DiRuang kerja keluarga Meizar...
BUNDA BELVA : "Sepertinya aku membutuhkan Asisten...akhir-akhir ini aku tidak bisa memegang semua pekerjaanku...karna aku terlalu sibuk memikirkan Pendonor Raka"
Dr. LANZO : "Yasudah cari saja asisten...tapi kalau bisa dia harus menginap disini...karna pekerjaanmu sangat banyak...dia pasti tidak bisa memegang semuanya hanya beberapa jam saja" (Sambil merapikan koleksi Kuas milik Raka)
BUNDA BELVA : "Lanzo...kenapa kau tidak kerumah sakit?"
Dr. LANZO : "Raka memintaku untuk membersihkan Kuas-kuas miliknya" (Sambil mengepakkan sebuah Kain)
Belva pun melangkah mendekat Lanzo...
BUNDA BELVA : "Kuas-kuas ini dulunya milik Bianca...dan kini Rakalah yang mengoleksinya"
Dr. LANZO : "Semalam aku memeriksa keadaan Raka saat dirinya telah tidur...lalu seperti biasanya...dia memimpikan kejadian itu lagi" (Menatap Belva dengan cemas)
BUNDA BELVA : "Apakah menurutmu Raka sudah mengingat semuanya???"
Dr. LANZO : "Semoga saja tidak...kalau sampai Raka mengingat semuanya kembali...maka aku takut dia akan bertindak gegabah sama seperti 2 tahun yang lalu"
BUNDA BELVA : "Sebelum Raka sembuh dari penyakitnya...Raka tidak boleh mengingat semuanya...karna Jantung Raka sangat lemah untuk menerima kenyataan itu...aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepadanya...aku tidak ingin kehilangannya Lanzo!!" (Menangis)
Lanzo pun memeluk Belva...
Disisi lain...Universitas Vox...terlihat Nia yang menangis sambil jalan dilorong kampus tanpa tujuan...tiba-tiba seseorang berdiri menghalangi langkah Nia...dan orang tersebut adalah Rafa...
RAFA : "Apa yang terjadi?...kenapa kau menangis??" (Mencoba Memegang pipi Nia)
Seketika Nia memundurkan langkahnya...
NIA : "Aku tidak apa-apa..." (Sambil mengusap air matanya)
RAFA : "Apanya yang bisa diakatakan baik-baik saja kalau air matamu membasahi pipimu..."
Seketika Rafa pun menarik Tangan Nia...
NIA : "Ka..kau..apa yang kau lakukan??" (Memberontak)
Tak terhiraukan Rafa oleh ucapan Nia...Rafa terus menerus menarik Nia...hingga pada akhirnya mereka berhenti tepat dihadapan Raka yang sedang melukis di dekat Danau Universitas Vox...
NIA : "Lepaskan Rafa...aku mohon lepaskan.."
Rafa pun melepaskan tangan Nia...dan langsung menonjok Raka yang sedang melukis...
Nia pun terkejut melihat Rafa menonjok Raka...
NIA : "Ra...Raka!!!" (Berteriak)
Nia mencoba lari untuk membantu Raka namun tiba-tiba Rafa menahan tangan Nia...
RAFA : "Kenapa kau mau membantunya??...bukankah dia yang telah membuatmu menangis???...jauhi dia Nia...dia tidak pantas kau tangisi!!"
Seketika Nia menghentakkan genggaman Tangan Rafa padanya...
NIA : "Memangnya kau siapa???...kenapa kau ikut campur dalam urusanku???" (Menatap Dingin kearah Rafa)
RAFA : "Nia!!!"
Terlihat Raka membangunkan dirinya dengan bibir yang berdarah karna pukulan Rafa kepadanya...
RAKA : "Apakah kau puas???" (Menatap Nia dengan tajam)
NIA : "Raka..aku tidak..."
__ADS_1
RAKA : "Kalau kalian ingin bertengkar...tidak seharusnya kalian mengajakku kedalam masalah kalian...lanjutkan saja...aku permisi" (Sambil merapikan alat-alat lukisnya lalu pergi)
Belum jauh Raka melangkah...Raka pun memberhentikan Langkahnya...
RAKA : "Kalian adalah pasangan yang sangat serasi...sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik!!" (Menatap tajam kearah Nia)
Nia terdiam akan kata-kata Raka kepadanya...tanpa disadari air matanya pun terjatuh...
RAFA : "Nia...kau lihat sendiri kan...bagaimana dia mengatakan itu kepadamu??"
NIA : "Rafa...terima kasih atas kerja kerasmu...tapi aku katakan sekali lagi kepadamu...kau tidak perlu ikut campur dalam masalahku...Terima kasih..."
Nia pun meninggalkan Rafa dengan langkah kaki yang terlihat lemas...
RAFA : "Aku tidak akan pernah melepaskanmu Nia...tidak akan" (Menatap Nia dari kejauhan)
Beberapa Saat kemudian...didalam kelas...terlihat Nia hanya bengong sambil mencoret-coret bukunya...pikiran Nia hanya mengingat tentang Elfatah...semua yang dia lalui bersama Elfatah terngiang dipikirannya...
Tiba-tiba seseorang melemparkan gulungan kertas ke kepala Nia...Nia pun terkejut dan menengok kearah belakang yaitu kearah orang yang melempar gulungan kertas tersebut...
NICHO : "Apakah kau orang kaya?" (Berbisik)
Nia hanya mengkerutkan alisnya menatap Nicho lalu melanjutkan coret-coret pada bukunya...
NICHO : "Apakah kau tuli?" (Berbisik dibelakang Nia)
Beberapa saat kemudian...
NICHO : "Apakah kau buta?...apakah kau kaya?...apakah kau miskin?...apakah kau sedih?...apakah kau senang?...apakah kau menangis?...apakah kau menyukaiku?" (Berbisik dari belakang Nia)
Tiba-tiba Nia berteriak dan mengentakkan mejanya...
NIA : "Hentikan orang aneh!!!!!!" (Berteriak sambil menghentakkan meja dengan keras)
Seketika semua orang menatap Nia...termasuk dosen mereka...
NIA : "Ti...tidak pak...bukan itu maksud saya...sa...saya...sayalah orang aneh pak" (Berdiri dari duduknya)
Seketika semua pelajar pun menertawai Nia...
PAK ROMI : "Iya kini saya bisa melihatnya...kau adalah orang yang aneh bahkan sangat aneh"
NIA : "Maafkan saya pak...saya permisi"
Nia pun pergi meninggalkan kelas...lalu tiba-tiba seseorang menepuk Pundak Nia...
NIA : "Ma..maaf pak saya tidak bermaksud menghina Bapak...tolong maafkan saya!!!" (Menutup matanya sambil menundukkan kepalanya)
NICHO : "Hahahaha...kakak kau sangat lucu...hahaha!!!" (Tertawa terbahak-bahak sambil duduk dihadapan Nia)
NIA : "Ka...kau???...rupanya kau lagi!!!...kau harus membayarnya!!!" (Memukuli pundak Nicho sambil berteriak)
NICHO : "Ampun...ampun kak...aku tidak bermaksud...Ampun!!!"
Nia terus menerus menepuk Pundak Nicho lalu tanpa sengaja Nia menabrak seseorang yang berada dibelakangnya...
NIA : "Ma...maaf aku tidak se...nga...ja.....Raka!!" (Menatap Raka)
NICHO : "Kak...maaf aku ti..dak...se..nga..ja..." (Menatap Raka)
Raka hanya menatap Nia dengan dingin lalu menghindar dari Nia untuk melanjutkan jalannya...
NICHO : "Kak Raka!!!" (Berteriak memanggil Raka)
Seketika Raka pun menghentikan langkah kakinya...
__ADS_1
NICHO : "Kak Raka...nanti malam ada pertandingan di Arena Averus...apakah kakak juga ikut???" (Tersenyum lebar menatap Raka dari belakang)
RAKA : "Apakah kau sudah siap kalah???"
NICHO : "Tidak!!!...aku lebih siap untuk menang kali ini!!!" (Tersenyum Smirk)
Raka pun pergi meninggalkan mereka...
NIA : "Apakah kau mengenalnya??"
NICHO : "Tentu saja...Kak Raka sahabatku bahkan aku sudah menganggapnya kakak keduaku setelah Kak Delvin...hahaha"
NIA : "Delvin...?"
NICHO : "Kenalkan..Namaku Nicho...aku adiknya Kak Delvin kekasihnya Kak Zeyna sepupu kakak" (Tersenyum)
Beberapa saat kemudian setelah menceritakan tentang dirinya kepada Nia di Taman UV...Nicho pun menatap Nia...
NICHO : "Apakah kakak sangat mengenali kak Raka?"
NIA : "Se...sepertinya"
NICHO : "Wow...kakak sangat beruntung...aku dan yang lainnya saja tidak bisa mengenalnya lebih jauh...memangnya kak Nia mengenalnya sejak kapan??"
NIA : "Aku hanya mengenalnya dalam 1 hari"
NICHO : "1 hari???...itu tidak mungkin"
NIA : "Hanya dalam 1 hari aku sudah bisa mengenal dan mengetahui keberadaannya" (tersenyum)
NICHO : "Apakah kakak kekasihnya kak Raka???...Bukankah..."
NIA : "Bukankah?...bukankah apa???"
NICHO : "Bukankah kak Raka sudah dijodohkan dengan kak Nayla sejak kecil??" (Menatap Nia)
Nia pun terkejut dan berdiri dari duduknya...
NIA : "Itu tidak mungkin..."
NICHO : "Oiya...Apakah kakak sudah pernah kumpul di Kantin jam 3 sore??"
NIA : "Be...belum...memangnya ada apa dengan kantin jam 3 sore?"
NICHO : "setiap jam 3 sore kita bakalan kumpul dikantin...kalau kakak belum pernah kesana mungkin hari ini kak Zeyna pasti mengajak kakak untuk kumpul juga...dan mengenali kakak kesemua anggota geng kita"
NIA : "Tu..tunggu...Geng???"
NICHO : "Ya itu hanya ucapan kerenku saja...maksudnya Aku...Kak Delvin..kak Zeyna..kak Raka..kak Rafa..kak Nayla dan Kak Calisa kita semua itu sudah bersahabat sejak SD dan selalu bersama...dan sejak itu juga kita selalu kumpul jam 3 sore dikantin sekolah kita"
NIA : "Ini sudah jam 3 sore..." (Sambil melihat jam tangannya)
NICHO : "Okeh...sebaiknya kita kekantin...mereka semua pasti sudah kumpul...ayo kak...ikut denganku"
Nia pun ikut bersama Nicho untuk menuju Kantin mereka...
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai...terlihat Nayla Rafa dan Delvin sedang tertawa...dan terlihat juga Raka hanya terdiam sambil menggambar sesuatu pada bukunya...
NICHO : "Hai semuanya para kakak-kakak ku!!!"
DELVIN : "Kau telat lagi!!"
NAYLA : "Dia selalu menjadi anggota terakhir yang datang...hahaha"
ZEYNA : "Nia.." (Menatap Nia)
__ADS_1
BERSAMBUNG》》》》》》》