LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 43


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Hening dan sunyi suasana saat ini mendengar ucapan Nicho kepada mereka semua...


Seketika Nia menarik kalung yang ada digenggaman tangan Nicho dan menatap Nicho dengan tajam...


NIA : "Cukup Nicho!!!...aku bilang CUKUP!!!" (Berteriak Nia sambil menangis menatap Nicho)


NICHO : "Kak...Kak Nia..."


NIA : "Aku sangat lelah dengan semua ini...jadi aku mohon...hentikan dan lupakan semua yang diucapkan Nicho!!"


NICHO : "Tapi kak Nia!!"


NIA : "Raka..Nayla!!...aku minta maaf..." (Menatap Raka)


NICHO : "Tidak kak...Kenapa kakak Minta maaf???"


NIA : "Maaf...karena aku sudah mengganggu kalian...dan mulai saat ini...aku akan pastikan kepada kalian...aku akan menjaga jarak kepada kalian...kau tidak perlu khawatir Nay...semua yang diucapkan Nicho adalah kebohongan dariku...aku dan..dan Raka...aku dengannya tidak pernah bertemu dimanapun selain dikampus ini...akulah yang telah berbohong kepada kalian...aku berbohong agar aku bisa mendapatkan Raka...dan satu hal lagi...kalung ini!!..kalung ini ibuku yang memberikannya sejak kukecil...jadi aku harap Kalian tidak perlu mengkhiraukan aku lagi"


NICHO : "Kak Nia!!!" (Berteriak Menatap Nia dan Raka dengan tajam)


RAKA : "[A..apakah yang dikatakannya benar?...tapi kenapa?...kenapa aku justru kecewa??...kenapa aku mengharapkan ucapan Nicho adalah kebenarannya???...a..ada apa denganku??...]" (Dalam hati Raka sambil menatap Nia dengan kecewa dan tangan yang sudah mengepal)


NIA : "Aku permisi..."


NICHON : "Kak Nia!!...Kak Nia!!!" (Berteriak memanggil Nia yang pergi masuk kedalam Villa)


Nia pun pergi meninggalkan Halaman Villa tersebut...namun saat Nia sudah dekat dengan kamarnya tiba-tiba Raka menarik tangan Nia untuk masuk kedalam kamar Nia lalu mengunci pintu kamar tersebut dengan kasar...


NIA : "A...apa yang kau lakukan!!!" (Berteriak dan memberontakkan tangannya dari tarikan Raka)


Raka pun memojokkan Nia didinding dan menatap Nia dengan Tajam...


NIA : "Lepaskan aku!!!...apa yang kau lakukan???...aku mohon lepaskan aku!!!" (Berteriak sambil mencoba mendorong Raka dari hadapannya)


Saat Nia mencoba mendorong Tubuh Raka dari hadapannya seketika Raka mencium Bibir Nia...


____________________________________________


Aku tidak tahu kenapa kini ku sangat menginginkanmu...


Aku takut kehilanganmu...


Dan aku takut semua yang kau katakan adalah kebenarannya...


Tubuh dan Hasratku bukan diriku lagi yang mengontrolnya...entah dari mana Rasa ini berkembang setiap ku menggenggam tangan hangatmu dan hangatnya nafasmu yang mengenai wajahku...


Aku tidak mengenalmu...Aku tidak mengerti dirimu...dan aku tidak mengingatmu...


Tapi kenapa?...detak jantungku seperti mengenalmu..mengertimu dan mengingatmu...

__ADS_1


Jantung..Nafas dan Hidupku seperti nyata...


Dan mata ini...mata ini seperti tak asing bagiku...


Siapa kamu sebenarnya???


Apakah kita pernah bertemu?...apakah kita pernah bersama?...dan...dan apakah kita pernah saling mencintai???


____________________________________________


Sudah cukup lama mereka berciuman...tanpa disadari Nia pun membalas Ciuman tersebut...


Beberapa saat kemudian terdengar denting alarm pada Jam Tangan yang kini dipakai oleh Raka...yang membuat keduanya menyadari akan kegilaan mereka...


Raka terus menerus menatap Nia...begitupun sebaliknya...


RAKA : "Kenapa kau membalasnnya??" (Menatap Nia dengan dekat)


Terdiam Nia yang tersadar akan apa yang dia lakukan tersebut tanpa dia sadari...


NIA : "Keluar!!" (Membuang wajahnya dari tatapan Raka kepadanya)


RAKA : "Jika semua yang dikatakan Nicho adalah kebohongan...lalu kenapa kau membalas Ciumanku??" (Menatap Nia dengan dalam)


NIA : "Karna aku Suka sama kamu!!!...Aku..Suka..Sama kamu!!!...tapi semua yang selama ini aku katakan kepada kalian adalah sebuah kebohongan...A..aku berbohong...agar aku bisa memilikimu!!!" (Seketika menatap Raka)


Terkejut Raka yang mendengar ucapan Nia kepadanya...bahwa semua tentang Roma bersamanya adalah sebuah kebohongan...


Raka hanya terdiam menatap Nia dan terlihat Tangan Raka yang sudah mengepal dengan diiringi suara Denting dari Jam tangan miliknya yang semakin cepat...


RAKA : "Aku sudah mendapatkan jawabannya...ternyata yang selama ini kutakuti tidak pernah terjadi...aku bersyukur bahwa aku..tidak..pernah mengenalimu...dan satu hal lagi...Terima kasih...karena kau sudah memberikanku jawaban yang ingin ku dengar!!!" (Menatap Nia dengan Amarah)


Seketika Raka pun pergi meninggalkan kamar tersebut dengan aura yang sangat Dingin dan Kekecewaan yang sangat besar...


Terduduk lemas Nia dan menangis mengingat semua yang baru saja dia katakan kepada Raka...


Tiba-tiba Nia teringat akan 2 jam yang lalu sebelum semua ini terjadi...


Yaitu tepat saat mereka semua baru datang di Villa tersebut mereka pun masuk kedalam kamar mereka masing-masing...terdengar suara nada dering dari ponsel milik Nia...Nia pun mengangkat ponsel tersebut dan terdengar suara Pria yang memanggil nama Nia dengan pelan...


NIA : "Halo...maaf ini siapa?"


"Nia...Apakah kini kau sedang bersama Elfatah?..." Ucap orang tersebut dengan nada yang pelan


NIA : "Elfatah??...da...dari mana kau tahu??"


"Nia...saya mohon jauhi Raka...jauhi dia sekarang juga!!!...aku akan memberitahu alasannya kepadamu nanti...tapi sekarang juga kau harus pergi dari sana!!!...Jangan pernah mengatakan apapun tentang dirimu dan Elfatah di Roma kepada siapapun!!!...termasuk Raka!!!...jika seseorang tau bahwa kau dan Raka pernah bertemu...maka kau...dan juga Ibumu...kalian akan dalam BAHAYA!!!" Berteriak orang tersebut dengan ketakutan


NIA : "Ta...tapi pak..."


Tiba-tiba Pria tersebut menutup Telphonenya...Nia terdiam ketakutan dan berfikir keras apakah yang dikatakan Pria tersebut adalah sebuah Ancaman ataukah Peringatan kepada dirinya...Nia pun memutuskan untuk menutupi semua yang terjadi padanya bersama Raka di Roma tersebut karena Pria tersebut mengatakan bahwa Jika dia memberi tahu kepada siapapun itu tentang dirinya dan Elfatah di Roma maka dia dan Ibunya akan dalam Bahaya...

__ADS_1


NIA : "Tidak!!!...Pria itu pasti tau sesuatu...tapi kenapa?...kenapa dia melarangku untuk memberitahu Raka dan yang lainnya???...bukankah Raka memang tidak pernah percaya dengan yang selama ini kuberi tahu padanya???...A..aku harus mencari tau semuanya"


Nia pun tersadar akan ingatannya tersebut dan membangunkan dirinya sambil menghapus air matanya...


NIA : "Aku harus mencari tau semuanya...apa yang sebenarnya terjadi?...Siapa Pria itu?...dan kenapa dia tau segalanya?"


Nia pun bergegas merapikan barang-barangnya untuk dimasukan kedalam koper miliknya...


Disisi Lain...Rumah Sakit Averus...


Dr. LANZO : "Kau BODOH!!!...aku tidak menyangka kau akan memberitahu Raka tentang kepergiannya ke Roma!!!...apa kau Fikir aku melakukannya tanpa Alasan???...sekarang juga Kau harus menjemput Raka disana...Raka tidak boleh bertemu dengan Gadis itu!!!" (Menonjok dan memukul Reza dengan kasar didalam ruang rawat Raka)


REZA : "Ma...maafkan aku Paman...Aku tidak bisa berbohong pada Raka...a...aku!!"


Tiba-tiba seseorang mendorong keras pintu ruang rawat tersebut dan berteriak kepada Lanzo...


BUNDA BELVA : "kenapa??...kenapa kau tidak memberitahuku tentang kondisi Raka selama ini???...Di mana Raka sekarang???...Dimana????" (Berteriak sambil memukuli Dada Lanzo)


Dr. LANZO : "Belva tenanglah...Raka baik-baik saja..." (Mencoba memeluk Belva)


BUNDA BELVA : "Bagaimana jika Gadis itu memberitahu kepadanya tentang Roma???...Bagaimana Lanzo???...saat ini kondisi Raka sangat lemah...kita tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika Gadis itu memberitahukan padanya tentang Roma...Jika...Jika Raka mengingat semuanya...bagaimana dengannya???...Lanzo!!...aku mohon padamu...Aku tidak ingin kehilangan Raka!!!...aku tidak ingin kehilangannya!!!" (Berteriak dan menangis terisak-isak)


Dr. LANZO : "Cukup Belva...jangan menyiksa dirimu...aku akan menyuruh orang-orang ku untuk menjemput Raka secepatnya...kau tenang saja Raka tidak akan mengingat kejadian itu...kita sudah menguburnya bertahun-tahun...dia tidak akan mengingat semuanya!!" (Memeluk Belva)


Disisi Lain...Roma..Italia...


Langit yang mulai malam...lampu-lampu mulai dinyalakan menghiasi kota Roma...


IBU ALETA : "Aku sangat merindukan anak nakal itu...terakhir kali anak itu menelphoneku itu 3 hari yang lalu...sampai saat ini dia tidak bisa ku hubungi...apakah dia baik-baik saja?...apakah dia sudah tidur?...di Indonesia sudah jam 23.00 malam?...anak itu tidak pernah memperdulikan perasaan ibunya yang sangat khawatir disini!!" (Sambil menatap Trevi Fountain)


Tiba-tiba seseorang datang dan menyodorkan Ibu Aleta dengan sebuah Coffe...


IBU ALETA : "Nak Vino??" (Terkejut menatap Vino yang ternyata juga ada di Trevi tersebut)


VINO : "Apa kabar Tante?" (Tersenyum)


IBU ALETA : "Tentu saja tante baik-baik saja...bagaimana dengamu?...apakah kau baik-baik saja?"


VINO : "Akhir-akhir ini aku kurang baik Tante..." (Tersenyum)


IBU ALETA : "Kamu sakit??"


VINO : "Aku Rindu dengan Nia!" (Tersenyum menatap Trevi Fountain)


IBU ALETA : "Huuufft Tante kira kamu sedang sakit..." (Tersenyum menatap Vino dan Trevi Fountain)


VINO : "Apakah Tante tidak ingin menemui Nia disana?"


IBU ALETA : "Tante ingin sekali kesana tetapi...saat ini ujian untuk Universitas sedang dilaksanakan...tante tidak bisa mengambil Cuti dalam waktu yang lama"


VINO : "Tante...Apakah...Vino..boleh..menemui Nia di Indonesia tante??" (Menatap Ibu Aleta dengan senyuman)

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2