LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 25


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Pagi yang cerah menyambut senyum Nia yang jalan mengelilingi Universitas Vox bersama Zeyna...


Namun Zeyna terus menerus menceritakan tentang Delvin kepadanya bukannya tentang Kampus mereka...


Nia hanya menanggapinya dengan senyuman hingga suatu ketika dirinya mendengar suara dentingan piano yang samar dari suatu ruangan...Nia pun mendekat kearah Ruangan tersebut dan tertinggal oleh Zeyna yang sedang asyik menceritakan hubungannya dengan Delvin...


NIA : "Für Elise!!!" (Melangkah mendekat kearah sebuah Ruangan)


Langkah Nia pun terhenti tepat dihadapan Ruangan tersebut...terdengar suara dentingan piano tersebut semakin cepat dan sangat cepat...


Nia pun memberanikan dirinya untuk membuka pintu ruangan tersebut...dan melangkah perlahan mengarah seseorang yang kini membelakanginya sedang memainkan Piano tersebut...


Beberapa saat kemudian dentingan piano tersebut pun diakhiri oleh dentuman keras pada piano tersebut yang membuat Nia terkejut dan sedikit memundurkan langkahnya...


RAKA : "Apa yang kau lakukan disini???...beraninya kau masuk kedalam ruangan ini!!!" (Berteriak membelakangi Nia)


NIA : "Ma...maaf...aku tidak sengaja mendengar suara dentingan piano mu yang indah...dan aku sangat menyukai dentingan piano tersebut...ja..jadi aku..."


RAKA : "Keluar!!!"


Terdiam Nia sambil mencoba melihat wajah orang tersebut...


RAKA : "Apakah kau tidak dengar???" (Memutarkan Kursi yang dia duduki)


Mereka berdua pun sama-sama terkejut dan saling menatap saat Raka membalikkan badannya...


NIA : "El..Elfatah??"


Terdiam Raka menatap Nia dengan dingin...


NIA : "Mak...maksudku Raka..."


RAKA : "Keluar!!!" (Berdiri dari duduknya)


NIA : "Sebentar!!...ada yang ingin ku tanyakan padamu..."


Nia pun melangkah mendekat kearah Raka...


RAKA : "Tidak ada yang perlu kau tanyakan lagi padaku!!!"


NIA : "Ke...kenapa suaramu sama sepertinya??...kenapa Harum vanilamu juga sama sepertinya?...dan...dan kenapa tanganmu yang dingin...sama sepertinya?...kenapa???...kenapa semua yang ada pada dirimu sama sepertinya???...kalau kau memang bukan dia...lalu...kenapa kalian seperti orang yang sama???...kenapa...kenapa jantungku berdegub dengan kencang saat kau memelukku kemarin???" (Melangkah mendekat kearah Raka dengan mata yang berkaca-kaca)


Langkah Nia terus mendekat kearah Raka hingga pada akhirnya Jarak mereka sangat dekat...seketika Nia pun memeluk Raka dengan erat...


NIA : "Harum Vanila ini...dan suara detak jantung ini...kau adalah Elfatah...kau adalah amante ku!!!" (Menangis sambil memeluk Raka)


Raka hanya diam membisu dengan pelukan Nia dan mendengarkan ucapan Nia kepadanya...namun tiba-tiba dia tersadar akan pelukan Nia kepadanya...

__ADS_1


RAKA : "A...Apa yang kau lakukan???" (Mendorong Nia dengan keras)


Terlihat Nia menatap Raka dengan kesedihan dan kekecewaan...


RAKA : "Aku akan katakan kepadamu untuk yang terakhir kalinya...bahwa aku...aku tidak mengenalmu!!!...dan aku sarankan kepadamu...untuk tidak hadir dihadapan ku lagi...aku sangat benci dengan orang yang lancang sepertimu!!!" (Dengan tatapan tajam)


Raka pun hendak meninggalkan Nia...namun seketika Nia menahan tangan Raka...


NIA : "Aku yakin...saat ini kau pasti berpura-pura tidak mengenaliku...aku yakin kau meninggalkanku karna memiliki alasan yang kuat...aku...aku percaya padamu...El..." (Menggenggam tangan Raka sambil menangis)


Genggaman tangan Nia kepada Raka sangat kuat...namun tiba-tiba Raka menghentakkan tangan Nia dengan keras...yang membuat Nia terjatuh dan kepalanya terbentur pada kursi Piano yang ada disampingnya...


"Aaaaaaw!!" (Teriak Nia saat kepalanya terbentur)


Tak terhiraukan oleh Raka suara teriakan Nia...Raka pun meninggalkan ruangan tersebut begitu saja...


Terlihat Nia hanya menatap Raka yang meninggalkannya begitu saja dengan air mata yang terjatuh dari matanya...


NIA : "Aku tidak akan pernah berhenti El...penantian ku selama ini...aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya...aku akan membuatmu mengakui bahwa kau adalah Elfatah...kau adalah amante ku..." (Menangis sambil memegangi keningnya yang sedikit terluka)


Disisi lain...Taman UV (Universitas Vox)...


ZEYNA : "Sumpah yaa...anak ini selalu saja menghilang...entah apa yang kali ini dia lakukan...terakhir kalinya kemarin dia menghilang dan ternyata ada diatas panggung bersama Vampir itu...semoga saja kali ini dia tidak bersama Vampir itu..." (Sambil melihat sekeliling mencari Nia)


Tiba-tiba Nayla datang dan menepuk pundak Zeyna...


NAYLA : "Zey!!" (Menepuk pundak Zeyna)


NAYLA : "Hahaha...wajahmu pucat sekali...Oiya Apakah kau melihat Raka???"


ZEYNA : "Tidak!!...aku belum melihatnya seharian ini...memangnya kenapa?...dan lagi pula untuk apa kau tanyakan dia padaku tentu saja aku tidak tahu!!!"


NAYLA : "Aku membawakan bekal ini untuknya..." (Tersenyum)


ZEYNA : "Kenapa kau tidak mencarinya di Ruang Musik?"


NAYLA : "Baru saja aku dari sana...dan dia tidak ada disana...dan anehnya...pintu Ruang musik Raka terbuka lebar...tidak biasanya ruangan itu tidak dikunci"


Tiba-tiba pandangan Zeyna teralihkan karna melihat Nia berlari sambil memegangi Keningnya dari kejauhan...


ZEYNA : "[Aku punya firasat yang buruk!!!]" (Dalam hati Zeyna sambil melihat Nia dari kejauhan)


NAYLA : "Yaudah...kalau kau melihatnya kabari aku yaa Zey...karna kata Tante Belva...Raka belum makan sejak semalam..."


ZEYNA : "Iya nanti aku kabari...aku...aku permisi...bye Nayla!!!"


Zeyna lari meninggalakn Nayla begitu saja karna melihat Nia...


NAYLA : "Zeyna ada apa???" (Berteriak)

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Zeyna yang terus berlari...


NAYLA : "Zeyna aneh banget akhir-akhir ini" (Menatap Zeyna dari kejauhan)


Zeyna yang mengejar Nia pun akhirnya berhenti tepat dihadapan Nia...Nia yang melihat Zeyna tiba-tiba ada dihadapannya pun terkejut dan terjatuh...


NIA : "Aaaww...Zeyna!!" (Sambil memegangi Lengannya yang terbentur oleh sebuah Batu)


ZEYNA : "Ni...Nia maaf aku tidak bermaksud..." (Menuntun Nia untuk berdiri)


Beberapa saat kemudian...diTaman UV...


Terlihat Zeyna sedang memakaikan Nia sebuah Obat dikeningnya yang terluka...


ZEYNA : "Nia...Sudah berulang kali aku katakan kepadamu Hentikan Nia..." (Menatap Nia)


NIA : "Zeyna...aku yakin...Raka adalah El yang selama ini bersamaku di Roma..."


ZEYNA : "Cukup Nia!!!...apakah kau tidak memikirkan ibumu???...Bibi Aleta menelphone ku saat sebelum kau sampai di Indonesia..."


NIA : "Ibu??"


ZEYNA : "Nia...Bibi Aleta mengatakan padaku untuk menjagamu disini...dan Bibi juga bilang kepadaku bahwa Bibi ingin kau bisa melupakan Elfatah...setiap harinya kau selalu saja memikirkan pria itu...setiap sore pulang sekolah dan libur sekolah kau selalu ke Trevi Fountain untuk menunggunya hingga malam...apakah kau tidak memikirkan ibumu??...aku saja bisa membayangkan bagaimana khawatirnya Bibi saat melihat kau bertingkah seolah hanya dia yang kau inginkan didalam hidupmu...kau Bodoh Nia!!...kau melupakan bagaimana jahatnya pria itu yang sudah meninggalkanmu begitu saja tapi kau masih menunggunya...Nia cukup Nia!!!...aku mohon...demi aku dan Ibumu...tolong...lupakan Elfatah...lupakan dia Nia...dia tidak pantas kau tunggu...dia tidak pantas kau tangisi...dia adalah pria jahat yang telah membuatmu seperti ini!!!"


Seketika Nia berdiri dari duduknya dengan mata yang berkaca-kaca...


ZEYNA : "Nia...Raka dan Elfatah adalah orang yang berbeda...jadi aku mohon...jauhi Raka...jangan jadikan Raka obsesimu hanya karna kau mengiranya dia adalah Elfatah!!!"


NIA : "Cukup...Cukup...Cukup Zey!!!" (Berteriak sambil menutupi telingannya)


Nia pun menangis sambil menutupi telinganya...


NIA : "Aku mohon Cukup mengatakan itu tentangnya..." (Menangis terisak-isak)


ZEYNA : "Niaaa.." (Menatap Nia dengan Cemas)


NIA : "Iya kau benar...dia jahat...dia tidak pantas ku tangisi...dia tidak pantas ku tunggu...tapi bagaimana dengan perasaanku Zey???...hatiku tidak bisa merelakannya...hatiku tidak bisa melupakannya...aku selalu memikirkannya...suaranya selalu terdengar ditelingaku...dan...dan harum Vanilanya selalu kucium dimanapun ku berada...lalu...bagaimana caranya aku bisa melupakannya???...bagaimana Zey???...Aku pun tidak ingin seperti ini...aku...aku tidak ingin menunggunya...aku tidak ingin mengingatnya...tapi...tapi lagi-lagi semuanya kembali seakan tidak membiarkanku untuk melupakannya...dan Iya kau benar...aku terobsesi oleh Raka...aku menyukainya...entah karna dia sangat mirip dengan El atau yang lainnya...tapi satu hal yang pasti...aku tidak ingin kehilanganya lagi...aku...aku akan mempertahankannya!!!"


ZEYNA : "Niaaa...tidak Nia...kau tidak boleh menyukainya!!" (Berdiri dari duduknya)


NIA : "Kenapa???...kenapa kau selalu melarangku untuk dekat dengannya???...Zey!!!"


ZEYNA : "Nia!!!...dia orang yang sangat Kejam!!!...aku mohon jauhi dia...jauhi dia!!!"


NIA : "Kau bahkan tidak mengatakan padaku alasannya...lalu bagaimana aku bisa menjauhinya?...Zeyna...aku tahu kau mengkhawatirkanku...tapi ini adalah hidupku...kau tidak berhak melarangku untuk menjauhinya" (Menatap Zeyna dengan dingin sambil menangis)


Nia pun pergi meninggalkan Zeyna ditaman itu...


ZEYNA : "[Nia...aku mohon jauhi Raka...Raka memang tidak jahat...tapi orang-orang yang menyayanginya lah yang jahat...aku mohon jauhi Raka]" (Dalam hati Zeyna sambil melihat Nia dari kejauhan)

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2