LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 45


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


KEESOKANNYA...Pagi hari yang mendung didaerah Puncak...


Zeyna, Delvin, Nicho, Nayla, dan Luna Mereka semua pun kembali ke Jakarta dengan raut wajah yang kacau dan sedih...sunyi diantara mereka...disepanjang jalan tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara mengingat kejadian semalam...


Di Rumah Zeyna...


Terlihat Nia yang sudah berpakaian rapih dan berlari kelantai bawah dengan raut wajah yang Sedih dan ketakutan...


BIBI SARI : "Nak Nia!!!...Nak Nia mau kemana???" (Menatap Nia dengan cemas)


NIA : "Bi...Nia...Nia harus menemui seseorang!!" (Menatap Bi Sari dengan Sedih)


BIBI SARI : "Ada apa nak?...kenapa kamu menangis?...memangnya kamu mau bertemu dengan siapa??" (Merapikan rambut Nia yang terlihat kacau)


NIA : "Bibi tenang saja Nia tidak akan lama...Nia harus bertemu dengan orang itu...Nia janji...Nia tidak akan lama...!!!" (Menatap Bi Sari sambil menggenggam tangan Bi Sari)


Nia pun kembali berlari dan pergi meninggalkan Bi Sari tanpa menghiraukan ucapan Bi Sari kepadanya...


BIBI SARI : "Nak Nia!!!..Nak Nia mau kemana???" (Berteriak menatap Nia yang berlari dan menaiki sebuah mobil Taxi)


Beberapa saat kemudian...Nia pun turun dari Taxi tersebut dan melihat sekeliling dirinya yang ternyata tempat tersebut adalah Cafe Gelato yang pernah ia kunjungi bersama Nicho...


NIA : "Tempat ini??" (Menatap Cafe Gelato yang ada dihadapannya)


Tak lama kemudian terlihat seseorang melambaikan tangannya kepada Nia dari dalam Cafe tersebut dengan senyuman...


NIA : "Apakah dia orangnya??" (Menatap orang tersebut yang melambaikan tangannya pada Nia)


Bergegas Nia masuk kedalam Cafe tersebut dan duduk dihadapan orang tersebut dengan raut wajah yang penuh dengan sejuta pertanyaan...


NIA : "Apakah..kau orang itu?..." (Menatap bingung kepada orang tersebut)


"Apakah kau lupa dengan suara ku...Nia??" (Menatap Nia dengan senyuman)


NIA : "[Suara ini?...di...dia!!]" (Dalam hati Nia sambil menatap orang tersebut)


"Kau masih seperti Nia yang dulu...wajahmu dan Rambutmu tidak pernah berubah!!...bedanya...kali ini kau sudah bisa melihatku" (Tersenyum menatap Nia)


NIA : "Cepatlah katakan padaku...Siapa kamu?...dan...dan kenapa kamu tau banyak tentangku dan juga Elfatah???"

__ADS_1


"Baiklah...kita mulai dengan perkenalan...kenalkan...Nama saya Firman...saya adalah asisten Raka Elfatah sejak kecil...apakah kini kau meningatku??" (Mengulurkan tangannya kepada Nia)


NIA : "Pak...Pak Firman!!!" (Menatap Pak Firman dengan terkejut)


PAK FIRMAN : "Syukurlah kau mengingatku nak Nia!" (Tersenyum menatap Nia)


NIA : "Bu..bukankah...?"


PAK FIRMAN : "Bukankah saya sudah mati??...heemm ternyata dugaanku benar selama ini Raka tidak mencariku karena mereka mengatakan kepada kalian bahwa aku sudah Meninggal saat kecelakaan itu terjadi..." (Tersenyum menatap Nia)


NIA : "Ti...tidak...bukan itu maksudku...bahkan Raka pun tidak pernah mengatakan apapun tentang Pak Firman padaku...lalu bagaimana bisa aku berfikir seperti itu..." (Menatap Pak Firman dengan merasa bersalah)


PAK FIRMAN : "Heem baiklah...kau tidak perlu canggung seperti ini kepadaku...kau bisa memanggilku Paman..." (Tersenyum)


NIA : "Pa..paman??" (Menatap Pak Firman dengan bingung)


PAK FIRMAN : "Hahaha kenapa kau bingung?...memangnya kau mau memanggilku apa?...Ayah?...Om?...atau Bapak??...hahaha...Nia...Nia!!" (Tertawa menatap Nia)


NIA : "Paman!!...baiklah aku akan memanggil Pak Firman dengan sebutan Paman..." (Tersenyum)


PAK FIRMAN : "Baiklah...Paman...itu terdengar lebih baik dari pada PAK..." (Tersenyum)


Sudah beberapa saat mereka terlihat berdiam diri dan sunyi...tiba-tiba Pak Firman memberikan Nia sebuah Hanphone yang berisikan beberapa Video didalamnya...


Nia pun mengambil Handphone tersebut dan menonton salah satu Video yang sudah diputar oleh Pak Firman sebelumnya...


Terlihat Nia yang terkejut dengan isi Video tersebut...


NIA : "I..Ini...Video ini!!!..apa ini Paman??" (Menatap Pak Firman dengan mata yang berkaca-kaca)


PAK FIRMAN : "Sejak kecil akulah yang mengawal Raka dimanapun dia berada...bahkan disaat kondisi terburuknya...Tangan kecilnya selalu *** tanganku saat penyakitnya kambuh...raut wajahnya yang penuh dengan kesedihan dan kesakitan hampir setiap saat ku melihatnya...Rasa cemasku setiap detiknya selalu tertuju pada anak itu...aku sangat mengenali anak itu...aku...aku mengabdikan hidupku hanya untuk anak itu...karena aku menyayanginya seperti seorang ayah kepada putranya...setiap hari aku tidak pernah melihatnya tertawa dan juga menangis...karena kedua emosi itulah yang harus dia jauhi...dia tidak pernah mencintai maupun membenci....hidupnya penuh harapan namun jiwanya seperti kosong...raut wajahnya datar sama seperti perasaannya...ketika anak itu sedang merasakan sakit dia tidak pernah meneteskan air mata sedikitpun dari matanya...ketika dia dibenci oleh saudara kembarnya sendiri dia tidak pernah membenci alasan kenapa dia dibenci...ketika seluruh orang disekitarnya menertawainya dan bahkan membencinya karna sifatnya yang terlihat dingin dan angkuh dia tidak pernah menghiraukan semua itu...ketika seseorang bahkan melukainya dan membuatnya masuk kedalam ruang operasi kembali dia tidak pernah merasakan sedih maupun menolak untuk masuk kedalam ruang neraka itu kembali...tapi...hingga pada akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang mampu membuat jantung lemahnya itu berdetak lebih kuat...yang mampu menyadarkan dirinya akan kedua emosi itu...yang mampu membuatnya tertawa dan menangis...yang mampu membuatnya mengerti akan indahnya dunia yang dia miliki...dan...yang mampu membuatnya mencintai dan juga membenci...yaitu dirimu...Nia...kaulah yang membuatnya hidup...kaulah yang membuatnya tersadar...dan kaulah yang membuatnya mencintai" (Menatap Nia dengan dalam)


NIA : "Paman...aku mohon jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada Raka??...apa maksud Video ini??...ke..kenapa Raka berada didalam ruang operasi sejak kecil???" (Menangis menatap Pak Firman)


PAK FIRMAN : "Sebenarnya Raka sangat tidak menyukai akan hal ini...tapi aku harus memberitahu ini semua kepadamu Nia...kau berhak mengetahui segalanya...karna kau adalah alasan dirinya bisa tetap hidup" (Menatap Nia dengan sedih)


NIA : "Katakan padaku Paman...aku mohon!!" (Menangis dan menggenggam tangan Pak Firman)


PAK FIRMAN : "Nia...sebenarnya...sebenarnya sejak dulu hingga saat ini...kondisi Raka tidak baik...saat Rafa dan Raka dilahirkan...Tepat di tanggal 20 April di Kota Roma...dokter menyatakan bahwa Bianca hanya bisa melahirkan 1 putranya saja karna kondisi Bianca yang tidak memungkinkan untuk melahirkan...sejak awal dokter sudah mengatakan padanya bahwa dengan penyakit jantung lemahnya itu dia tidak bisa melahirkan seorang anak pun karena itu cukup berbahaya untuk dirinya...namun...Bianca tetap menginginkan untuk memberikan Wilson seorang buah hati...yaitu bukti Cintanya kepada Wilson...Bianca sengaja tidak meminum obat-obat kontrasepsi agar dirinya hamil...hingga dihari melahirkan pun Wilson tetap meminta Bianca untuk menggugurkan kandungannya tersebut...tetapi Bianca tidak menghiraukan ucapan Wilson kepadanya...bahkan dokterpun mengatakan kepada Bianca...bahwa jika Bianca tetap ingin melahirkan kedua anaknya tersebut dia akan kehilangan nyawanya...namun dia tetap ingin melahirkan kedua putranya tersebut...dan pada akhirnya Bianca menghembuskan nafas terakhirnya ketika Raka terlahir........


Dr. CAKRA : "Bayinya tidak menangis!!...suster tolong angkat kaki Bayi itu dan tepuk pundaknya...Bayi itu harus menangis!!!"

__ADS_1


SUSTER 2 : "Baik dok!!!"


Suasana menjadi tegang dengan suara pacu jantung yang kini dipakai Bianca berdenying dengan keras...Terlihat dokter Cakra menutupi Bianca dengan kain putih dengan kesedihan...


Dr. CAKRA : "20 April Jam 20.00 Waktu Roma...hembusan nafas terakhir Nyonya Bianca" (Sambil menatap Bianca dan jam tangan milik Bianca)


SUSTER2 : "Dokter!!...belum ada tanggapan dari Bayi ini dok!!...bahkan Denyut nadinya sangat lemah!!" (Menatap Cakra dengan cemas)


Dr. CAKRA : "Anak ini...memiliki kesamaan seperti ibunya...suster!!...cepat siapkan tindakan selanjutnya...Bayi ini harus melalui tindakan itu"


SUSTER 1 & 2 : "Baik Dok!!!"


PAK FIRMAN : "Sejak kecil Raka mengidap Lemah Jantung...dia tidak pernah merasakan apa yang anak-anak lainnya rasakan...belum cukup disitu...bahkan saudara kembarnya sendiri...Rafa...dia selalu menyalahkan Raka akan kematian Bianca yaitu ibu mereka...Rafa selalu membenci Raka seperti musuhnya...Raka selalu menerima semua ucapan Rafa kepadanya...karena dia sendirilah yang memutuskan untuk tidak memberitahu Rafa akan keadaannya saat ini"


Menangis Nia mendengar ucapan Pak Firman tentang penyakit yang selama ini diderita oleh Raka...


PAK FIRMAN : "Nia...apakah kau masih ingat saat dihari dimana kau dan juga Elfatah seharusnya mengelilingi kota Roma?...namun kalian membatalkannya...hanya karna Raka merasakan sakit...suara alarm pada jam tangan Raka itu adalah salah satu tanda bahwa penyakitnya kambuh...detak jantung Raka tidak seperti manusia lainnya...kadang detak jantungnya melemah tapi adakalanya detak jantungnya juga bisa lebih cepat dari manusia normal lainnya...penyakit yang dia derita sejak kecil bukanlah penyakit jantung biasa...sejak kecil hingga saat ini entah sudah berapa kali jarum yang telah menusuk ditubuh Raka...entah berapa kali Raka keluar dari ruang operasi untuk mempertahankan hidupnya...Nia...sebenarnya bukan ini inti dari pembicaraan kita hari ini...sebenarnya aku ingin memintamu melakukan sesuatu untuk Raka..." (Menatap Nia dengan dalam)


NIA : "Pa...Paman...apakah Raka bisa disembuhkan??...pakah penyakitnya bisa disembuhkan???...tolong..aku mohon jawab pertanyaanku Paman...apakah Raka bisa sembuh dari penyakitnya???...apapun...apapun itu akan ku lakukan jika itu demi kesembuhan Raka...aku akan melakukannya Paman!!!" (Menangis sambil menggenggam tangan Pak Firman)


PAK FIRMAN : "Kau...harus menjauhinya...Nia" (Menatap Nia dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca)


Seketika tangis Nia terhenti dan menatap Pak Firman dengan bingung...


PAK FIRMAN : "Memang benar kini Raka mampu mengenal kedua emosi itu...memang benar kini Raka seperti hidup...tapi satu hal yang kusadari sejak 2 tahun yang lalu...pertemuan kalian...pertemuan kalian adalah sebuah kesalahan...kalian...tidak seharusnya bertemu...kalian tidak seharusnya saling mengenal...dan...kalian...tidak seharusnya saling mencintai" (Menatap Nia dengan air matanya yang terjatuh)


NIA : "A..apa maksudmu Paman?...ke...kenapa...." (Menatap Pak Firman dengan dalam)


PAK FIRMAN : "Nia...aku akan memohon kepadamu...jika kau benar-benar mencintainya...aku mohon...jauhi Raka...jauhi Elfatah...kalian tidak seharusnya bertemu...pertemuan kalian adalah sebuah kesalahan...pertemuan kalianlah yang telah memperburuk keadaan Raka saat ini...sampai kapanpun...kalian tidak akan pernah bersatu...karena kalian tidak ditakdirkan untuk bersama" (Menatap Nia sambil menepuk tangan Nia)


Nia yang terkejut mendengar ucapan Pak Firman kepadanya tersebut pun seketika berdiri dari duduknya dan menatap Pak Firman dengan tangis yang tak tertahankan...


PAK FIRMAN : "Ini demi kebaikanmu dan juga Raka...saat ini Raka mulai mengingat semua kenangan kalian di Roma...tapi satu hal yang perlu kau ketahui Nia...jika Raka terus menerus mencoba mengingat semuanya...dan memaksakan dirinya untuk mengingat semuanya...apakah dia akan baik-baik saja??...apakah kondisinya akan membaik???....tidak Nia...justru itu semua memperburuk keadaannya!!" (Menatap Nia yang berdiri dari duduknya)


NIA : "Kenapa??...kenapa paman???...kenapa Paman memberitahuku semuanya tapi setelah itu paman memintaku untuk menjauh darinya???..kenapa???" (Berteriak dan menangis Nia mengatakannya)


PAK FIRMAN : "Ada beberapa hal yang tidak bisa kujelaskan padamu Nia...tapi aku berani bersumpah...ini semua demi kebaikan Raka dan juga dirimu...aku mohon Nia...aku mohon Jauhi Raka...dan...dan kembalilah ke Roma!!" (Seketika berlutut dihadapan Nia)


Menangis Nia mengingat semua kenangan dirinya bersama Raka diRoma...


NIA : "[Trevi...Phantheon...Piazza Navona...Colosseum...dan Villa Borghese...apakah semua itu bisa kulupakan??...apakah semua yang kuingat tentang dirinya bisa kulupakan??...penantianku...penantianku selama ini...apakah semua itu bisa kulupakan???...apa yang sebenarnya yang kau takdirkan padaku Tuhan???...kenapa kau mempertemukan aku dengannya hanya untuk dipisahkan???...kenapa harus ada pertemuan jika berujung perpisahan???...kenapa...kenapa mencintai jika hanya berujung kehampaan dan rasa sakit???]" (Menangis Nia sambil menepukkan dadanya yang terasa sesak mengingat semua kenangan dirinya bersama Raka di Roma)

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2