
♡LOVE HEART♡
NIA : "Bukti?...maksudmu?" (Tanya Nia dengan bingung)
Seketika Raka mendekat kearah wajah Nia dan mencium Bibir Nia dengan lembut...terlihat Nia yang terkejut atas tindakan Raka kepadanya secara tiba-tiba tersebut pun menahan nafasnya...
Beberapa saat kemudian Raka melepaskan ciuman mereka dan menatap Nia yang terlihat masih menahan nafasnya dan memejamkan matanya...
RAKA : "Apakah kau menahan Nafasmu Nia?" (Bisik Raka dihadapan wajah Nia)
Seketika muncul bayangan dan suara diingatan Raka...terlihat Raka dan Nia sedang berada di hadapan Collosseum...mereka berciuman namun Nia menahan Nafasnya hingga wajahnya memerah...Ucapan yang dilontarkan Raka kepada Nia saat itu hampir sama dengan apa yang barusan dia katakan kepada Nia...
RAKA : "[Bayangan dan suara ini!!...aku yakin itu bagian dari ingatanku bersama Nia diRoma!!]" (Dalam hati Raka sambil menatap Nia)
Perlahan Raka mengelus pipi Nia dengan tatapannya yang dalam...Nia pun seketika membuka matanya dan membuang nafasnya dengan terengah-engah...
RAKA : "apakah kau akan terus menerus menahan nafasmu seperti itu?" (Mengelus Pipi Nia)
NIA : "Kata-kata itu??" (Menatap Raka dengan terkejut)
RAKA : "Aku pernah mengatakan kata-kata itu saat kita berada dihadapan Collosseum" (Tersenyum sambil mengelus pipi Nia)
NIA : "A..apakah kau sudah ingat semuanya??" (Mengusap Kepala Raka)
RAKA : "Belum semuanya...tapi mungkin sebentar lagi...aku akan ingat semua kenangan kita di Roma" (Tersenyum)
NIA : "Syukurlah!!" (Tersenyum dan memeluk Raka)
RAKA : "Baiklah...sekarang aku akan mengantarmu pulang" (Mengelus rambut Nia dan tersenyum)
NIA : "Tidak!...aku tidak ingin pulang...aku tidak ingin mendengar semua pertanyaan yang Zeyna tanyakan padaku...aku sangat tau apa yang akan dilakukan Zeyna jika aku tidak menceritakan semua kepadanya...sementara saat ini aku belum siap menceritakan semuanya kepadanya...aku tidak ingin dia salah paham atas apa yang ku putuskan ini!" (Menatap Raka dengan cemas)
RAKA : "Baiklah...bagaimana kalau saat ini aku menebus 2 tahun yang menghilang diantara kita??" (Tersenyum)
NIA : "Maksudmu?"
__ADS_1
RAKA : "Kita akan menghabiskan waktu bersama berhari-hari sampai kau merasa bosan denganku" (Tersenyum)
NIA : "Bosan?...bagaimana kalau aku tidak pernah bosan denganmu?...apakah boleh kita selalu bersama selamanya?"
RAKA : "Kau tau?...kau dan juga Nayla...kalian memiliki 1 sifat yang sama..."
NIA : "A..apa?...aku dan dia sama??"
RAKA : "Kalian berdua...sama-sama Agresif...hahahaha!!!" (Mencubit pipi Nia lalu tertawa)
NIA : "Aww...sakit!!" (Mengelus pipinya)
RAKA : "Masa sih sakit...sini aku obatin..."
Seketika Raka mencium kedua Pipi Nia dengan gemas...
NIA : "Raka!!.." (Mencubit perut Raka)
RAKA : "Aww...sakit Nia!!" (Seketika mengelus-ngelus perutnya)
RAKA : "Ouuuh kalau gitu aku akan kasih kamu hukuman!!...sekarang kita lihat apakah kau akan meminta ampun padaku nanti!!" (Sambil menyalakan mesin mobilnya)
NIA : "A...apa maksudmu??"
Seketika Raka menancap gas mobilnya dengan kencang...
NIA : "Raka!!!...apa yang kau lakukan??...aaaaahh!!" (Teriak Nia sambil menutup matanya)
Beberapa menit kemudian Raka pun menghentikan Mobilnya dan menggenggam tangan Nia...
RAKA : "Ma..maaf...apakah kau sangat takut??" (Menatap Nia dengan cemas)
NIA : "A...aku sangat takut dengan kendaraan yang mengebut seperti itu Raka!!" (Menangis)
RAKA : "Maaf aku tidak tau kalau kau sangat takut dengan itu!!" (Seketika mengusap air mata Nia)
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka pun masuk kedalam sebuah rumah dan ternyata rumah tersebut adalah Rumah pribadi milik Raka yang selama ini Raka sembunyikan dari siapapun termasuk Bunda Belva Paman Lanzo dan Ayah Wilson...
Terlihat Nia yang menyandarkan kepalanya dipundak Raka...keduanya duduk bersebelahan disebuah Sofa...dengan tangan Raka yang terus menerus menggenggam tangan Nia...
NIA : "7 tahun yang lalu...aku dan ayahku mengalami kecelakaan besar...dan itu semua karena sebuah mobil yang melaju dengan cepat...awalnya mobil itu ingin menabrakku...namun tiba-tiba ayahku mendorongku dengan kuat...dan pada akhirnya...a..ayahku lah yang tertabrak oleh mobil itu...sedangkan aku...aku terlempar tidak jauh dari tempat itu...aku terlepar dikaca besar milik sebuah Cafe yang ada disana...beberapa serpihan kaca itulah yang mengenai kedua mataku...sejak saat itu...aku kehilangan Ayah dan juga penglihatanku...sampai saat ini...kami tidak pernah menemukan pelaku itu...bahkan polisi pun angkat tangan atas penyelidikan itu...setelah hari itu berlalu...hidupku sangat hancur...hampa dan gelap...
Setiap hari aku selalu menyesali apa yang telah terjadi...kenapa bukan aku?...kenapa bukan aku yang menjadi korban?...kenapa harus Ayahku???...
7 tahun yang lalu...
IBU ALETA : "Nia sayang...ibu mohon makanlah nak...sudah 3 hari kamu tidak makan maupun minum nak!!" (Menangis menatap Nia yang melamun)
Begitupun dihari-hari selanjutnya...aku bernafas namun jiwa ku seperti kosong...ekspresi diwajahku seakan hilang tanpa jejak...
Beberapa bulan kemudian...aku mulai melanjutkan hidupku...tersenyum dan tertawa itu semua kulakukan hanyalah sandiwaraku didepan ibuku...aku sadar bahwa bukan hanya aku yang kehilangan Ayah saat itu...
Namun ibuku juga...ibu kehilangan sosok suami yang dia cintai...aku egois...aku melupakan betapa terpuruknya ibuku saat itu...hingga ketika saat itu aku bertemu denganmu di Roma...
Pertemuan kita yang tanpa sengaja...seperti sebuah takdir yang memiliki begitu banyak alasan atas pertemuan itu...dan Trevi...Trevi adalah saksi pertemuan kita...
RAKA : "Aku yakin apapun yang saat ini kau lakukan...itu adalah yang terbaik...ayahmu melakukan itu karena dia sangat menyayangi putrinya...aku harus berterima kasih kepada Ayahmu atas Cinta yang dia berikan kepadamu Nia...aku akan berjanji kepada Ayahmu...untuk menjagamu seperti hal nya beliau menjagamu...dan aku akan mencintaimu hingga nanti aku bisa bertemu dengan Ayahmu...dan mengatakan bahwa...aku sangat mencintai putrinya!!" (Sambil mengelus rambut Nia)
Keduanya pun saling memeluk dan bercerita tentang semua hal yang mereka lalui dimasa lalu yaitu di Roma...
3 Jam kemudian hari semakin malam...tanpa disadari Nia tertidur dipelukan Raka...
RAKA : "Apakah kau mendengarkan ku Nia?" (Sambil mencoba menoleh kearah wajah Nia)
Raka pun menyadari bahwa Nia telah tertidur dipelukannya...perlahan Raka pun menggendong Nia dan membawa Nia kedalam sebuah kamar yaitu kamar miliknya...
Beberapa saat kemudian Raka pun berbaring tepat disamping Nia dan menatap Nia terus-menerus yang tertidur menghadap dirinya...
RAKA : "Aku sangat penasaran...apa yang membuatku meninggalkanmu di 2 tahun yang lalu?...beberapa hari ini semua bayangan yang muncul diingatanku sangatlah indah...lalu bagaimana bisa aku meninggalkanmu?...apa yang terjadi padaku?...sehingga aku meninggalkanmu begitu saja" (Bisik Raka sambil mengelus rambut Nia)
BERSAMBUNG》》》》》》》
__ADS_1