LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 19


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Hari yang cerah untuk Kota Roma...kesibukan para warga dipagi hari dengan aroma Coffe bercampurkan aroma Saus tomat disepanjang jalan Kota Roma...


Nia memandangi setiap detailnya bangunan dan kesibukan para warga dipagi yang cerah tersebut didalam mobil yang kini membawanya ke Bandara FIUMICINO...


NIA : "[Aku siap!!...aku siap menemukan tempat baru El...kota ini...Trevi...Piazza Navona dan Villa Borghese adalah saksi kisah kita...aku tidak akan melupakan sekecil apapun yang telah kita lewati bersama...Kenangan itu akan terus ada didalam benakku...semua tentang dirimu akan selalu lekat pada ingatanku...Harummu...Suaramu...dinginnya tanganmu...dan detak jantungmu...itu semua akan selalu ku ingat dan kukenang...hingga pada akhirnya...Takdirlah yang akan menghilangkanmu dalam benakku...andai saja aku bisa memilih...aku ingin hidup bersamamu...namun entah apa yang membuatmu pergi meninggalkanku begitu saja...aku yakin kau memiliki alasan untuk meninggalkanku...tapi...bisakah kau menjelaskan padaku?...alasan apa yang membuatmu seperti ini?...alasan besar apa yang membuatmu meninggalkanku...dan alasan buruk apa yang membuatmu bagaikan pembunuh yang telah menikam hatiku yang dalam...apakah semua yang kau katakan kemarin hanyalah dusta belaka?...ataukah hanya sebuah rasa kasihan yang tertuju pada seorang wanita Buta..Lemah..dan Menyedihkan?]" (Dalam hati Nia sambil menatap jendela mobil yang membawanya ke bandara Fiumicino)


DISISI LAIN...Dirumah Keluarga Savero yaitu Saudara Nia yang tinggal di Indonesia...


IBU SARAH : "Zeyna!!!...Bangun nak...kamu gak berangkat kuliah?...bukankah hari ini kamu ada Rapat akhir buat acara pensi Lusa?" (Sambil membuka tirai kamar Zeyna)


ZEYNA : "Ya ampun Bu...Zeyna masih ngantuk..." (Sambil menutupi wajah dengan tangannya)


IBU SARAH : "Ouuh okeh...sesuai perjanjian kita kalau kamu tidak mau bangun...berarti Ibu harus pakai cara ke-2.."


"Byuuuuurr!!!" (Sarah menyiram Zeyna dengan Air)


ZEYNA : "Huaaa...Ibuuuu!!!..." (Bangun dari tidur nya sambil mengelapi wajahnya)


IBU SARAH : "Eeehh tidak boleh marah...kan kamu sendiri yang bilang sama Ibu...kalau kamu susah dibangunkan...Ibu siram Zeyna aja pakai air yang banyak..." (Tersenyum lalu melemparkan Zeyna sebuah handuk)


ZEYNA : "Huaaa...Ibu jahat...Zeyna tidak bisa nafas..." (Sambil menggosok-gosok hidungnya)


IBU SARAH : "Dasar anak ini...sudah tidak usah berpura-pura lagi...sekarang bangunlah...dan cepat sarapan...Oiya jangan lupa nanti setelah pulang kampus kita langsung ketemuan saja di bandara untuk menjemput Nia" (Sambil merapikan kasur Zeyna)


ZEYNA : "Iya-iya Ibu dan Ayah kan gak pernah peduli sama Zeyna...seharusnya Ibu jemput Zeyna kekampus" (Berdiri dari tempat tidurnya sambil mengelapi wajahnya dengan handuk)


IBU SARAH : "Kamu selalu saja mengatakan itu...sudah!!...Ibu dan Ayah harus berangkat...ingat kamu harus sarapan dulu...okeh!!" (Sambil mengikat rambutnya dan pergi dari kamar Zeyna)


Beberapa Jam kemudian...Di UNIVERSITAS VOX...


Terlihat para panitia Pensi sibuk dengan persiapan dan tugas mereka masing-masing...


ZEYNA : "Guys!!...kalian kalau mau masang Figur panggungnya yang benar dong...coba kalian lihat!!!...Gambarnya miring!!!...kalian fikir Pensi ini main-main Haaah???..." (Berteriak sambil melemparkan Lembaran Data Pensi)

__ADS_1


DELVIN : "Udah-udah kalian semua benarkan Figur di panggungnya...dan kerjakan yang lainnya dengan benar"


ZEYNA : "Vin...mendingan kamu aja deh yang ngurus panggung...aku gak sanggup lagi...mereka kerja sambil main Hp terus...bagaimana mau cepet selesai dan benar coba???" (Terduduk lemas sambil menatap panggung Pensi)


DELVIN : "Yaudah aku yang ngurus panggungnya...berarti kamu yang bujuk si Vampir itu buat tampil..." (Senyum Smirk)


ZEYNA : "Vin...kamu bercanda kan??...mana mungkin Coba dia mau tampil...Huuuft!!...si manusia super duper Dingin dan jutek kaya gitu mau tampil???...Hahahaha...Gak mungkin!!" (Berdiri dari duduknya dan tertawa)


NAYLA : "Apa nya yang gak mungkin Zey?"


ZEYNA : "Itu tuuh pujaan hati kamu sih Vampir...Delvin masih aja maksa buat ngajak Vampir itu tampil di acara Pensi nanti...Hahaha"


NAYLA : "Iiihh kamu apaan sih Zey...dia bukan Vampir!!"


ZEYNA : "Iyaa-iya deh bukan Vampir...Tapiiii...Drakula...Hahahaha!!!"


Tiba-tiba seseorang menabrak Zeyna dengan keras...dan Zeyna pun berteriak pada orang tersebut...


ZEYNA : "Heeyy!!...apakah kau punya mata???" (Berteriak)


Zeyna pun mendekati kearah orang tersebut dan langsung menarik paksa orang tersebut untuk menghadap kearahnya...


Dan ternyata orang tersebut adalah Raka...


ZEYNA : "Yaaaa!!...Raka!!...apakah kau sengaja menabrak ku??"


Terdiam Raka menatap Zeyna Delvin dan Nayla...


DELVIN : "Zey...udah deh gak usah di anggap serius...Raka...bagaimana dengan tawaranku soal Pensi?...apakah kau mau tampil?"


RAKA : "Tidak!"


Raka berpaling dari mereka dan langsung pergi meninggalkan mereka...


ZEYNA : "Dasar Vampir aneh...dingin...jutek...jelek!!!...dari dulu dia tidak pernah berubah!!" (Sambil berteriak dan menghentakkan kakinya dengan keras)

__ADS_1


NAYLA : "Zey...aku permisi..." (Berlari mengejar Raka)


ZEYNA : "Yaaa!! Nayla...apakah kau sudah tidak waras...mengejar pria sepertinya???" (Berteriak)


DELVIN : "Zey...bisa gak sih kamu gak teriak-teriak?..."


ZEYNA : "Kenapa?..gak suka?...okeh kalau gak suka...kita Putus!!!" (Menatap dingin kearah Delvin lalu pergi meninggalkan Delvin)


DELVIN : "Zey!!!" (Berlari mengejar Zeyna)


Disisi lain...didalam PESAWAT...


Terlihat Nia yang tertidur dan memimpikan kejadian di 7 tahun yang lalu...


NIA : "Ayah...apakah hari ini ayah akan membelikanku sepeda?" (Tersenyum sambil menggandeng tangan Ayahnya di sebuah pinggir jalan)


AYAH ALVARO : "Tentu saja...karna kamu mendapatkan nilai terbaik disekolahmu...maka sesuai janji Ayah kepadamu sebelumnya...Hari ini Ayah akan membelikanmu Sepeda...bagaimana apakah kau senang?" (Tersenyum)


NIA : "Tentu saja Nia sangaaat senang!!!" (Tersenyum)


Terlihat Ayah Alvaro dan juga Nia berada disebrang toko sepeda sambil berbincang dan tertawa...pada saat lampu merah menyala...Nia dan ayahnya pun menyebrangi jalan untuk mengarah ke Toko sepeda tersebut...


Namun tiba-tiba sebuah Mobil berwarna Merah melaju cepat dan tidak beraturan...saat itu Alvaro menyadari akan kehadiran Mobil tersebut mendekat kearah mereka...


Seketika Alvaro pun spontan mendorong Nia ke sisi jalan...yang membuat Nia terbentur pada bagian Kepala nya...


Beberapa detik kemudian Mobil merah tersebut melarikan diri dan meninggalkan Alvaro dan juga Nia yang berlumuran darah...


Ramai dan penuh kesedihan dilokasi tersebut...para warga sekitar mencoba membangunkan Nia yang sempat menggerakkan tangannya...


NIA : "A...Ayah...Ayaaahh!!" (Berbisik lalu menangis)


Air matanya terjatuh saat dirinya melihat Sosok ayah yang sangat dia Sayangi tersebut berlumuran dengan darah


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2