
♡LOVE HEART♡
Keesokannya...
Terlihat Dr.Rivan yang sedang membuka Perlahan Perban yang ada di Mata Nia...
Dr. RIVAN : "Nia...sekarang bukalah matamu perlahan...dan jangan dipaksakan jika terasa sakit..." (Membuka Perban pada mata Nia)
Terlihat Nia hanya terdiam...
IBU ALETA : "Sayang ka...kamu kenapa diam saja?...ayo bukalah matamu Sekarang" (Mengelus pundak Nia)
Tak juga Nia membukakan matanya...tiba-tiba Nia Merabakan tangannya untuk mencari tangan Aleta dan menggenggam tangan Aleta dengan kuat...
IBU ALETA : "Nia...sayang ada apa nak?"
NIA : "Ibu...a...apakah Elfatah sudah datang?...dimana El?...aku tidak mendengar suaranya..." (Merabakan tangannya untuk mencari keberadaan Raka)
Terdiam Aleta dengan pertanyaan Nia kepadanya tentang El yang rupanya tidak hadir didalam Ruangan tersebut...
Dr. RIVAN : "Apakah kalian menunggu seseorang?"
NIA : "Iya dokter...saya menunggu seseorang...dan sebelum dia datang...aku tidak ingin membukakan mataku dok..."
Terlihat Aleta yang menatap Cemas kepada Rivan...
Dr. RIVAN : "Tapi Nia...akan lebih baik kamu membukakan matamu sekarang karna Perban sudah dibuka dan bukankah kau ingin segera bisa melihat?...sebaiknya sekarang kau bukalah matamu perlahan...nanti setelah orang itu datang kamu bisa langsung melihatnya..."
NIA : "Ti..tidak dok...dia...dia sudah berjanji padaku...untuk menjadi orang pertama yang kulihat saat setelah ku menjalani Transplantasi mata ini dok...Ibu...Nia mohon tunggulah sebentar...mungkin saat ini El sedang dijalan terkena Macet Bu..." (Menggenggam tangan Aleta)
IBU ALETA : "Baiklah...bagaimana dok apakah boleh?" (Menatap Rivan)
Dr. RIVAN : "Baiklah saya akan memberimu waktu maksimal 20 menit...dalam 20 menit kemudian saya akan kembali...dan kau harus mulai membuka matamu Nia..." (Tersenyum)
NIA : "Baik...Terima kasih banyak Dok..." (Tersenyum)
Suara langkah kaki sibuk para Dokter, Suster, dan Pasien dirumah sakit tersebut terdengar jelas dipendengaran Nia...
Setiap kali ada seseorang jalan mendekat kearah Ruang rawatnya...Nia pun menengokkan kepalanya kearah Pintu diruangan tersebut...
Terlihat tangan Nia yang menggenggam erat selimut Yang menyelimuti sebagian kakinya...
NIA : "[El...kamu dimana?...apakah kau lupa dengan janjimu kepadaku?...apakah sesuatu yang buruk terjadi padamu saat ini?...aku mohon padamu...jangan hancurkan harapanku...jangan hancurkan kepercayaanku kepadamu...aku takut...aku sangat takut...jika semua kenangan yang terjadi diantara kita kemarin hanyalah sebuah mimpi Indahku saja...kamu dimana?...kamu dimana El?..." (Meremas keras selimut yang ada digenggamannya)
20 Menit kemudian...
Dokter Rivan pun masuk kedalam ruang rawat Nia...
__ADS_1
Dr. RIVAN : "Ini sudah saatnya Nia...kau harus membukakan matamu..."
IBU ALETA : "Nia sayang...bukalah matamu nak...mungkin Nak El bisa datangnya nanti malam...atau mungkin saat ini dia sedang ada Urusan yang sangat penting...Dia pasti akan datang..."
NIA : "Ibu...Haruskah Nia membukakan mata Nia?...El sudah berjanji padaku Bu...dia sudah berjanji padaku!!!" (Menangis)
Seketika Aleta pun memeluk Nia...
Dr. RIVAN : "Nia...kau belum membuka matamu tapi kau sudah menangis...Ayolah bukalah matamu...Air mata yang tertahan dimatamu yang tertutup...itu tidak baik Nia..."
IBU ALETA : "Nia...Ibu mohon bukalah matamu Nak..."
Nia melepaskan pelukan Aleta kepadanya...dan beberapa saat kemudian Nia pun membukakan matanya secara perlahan...
Buram dan samar yang ada dipenglihatan Nia...perlahan penglihatannya mulai jelas dan kini terlihat jelas wajah Aleta yang ada dihadapannya...
NIA : "I...Ibuuu!!" (Memeluk Aleta dan menangis)
Haru bahagia mengiringi suasana diruang rawat Nia...namun Kesedihan juga terlihat jelas diraut wajah Nia...
2 hari Kemudian...Dirumah Nia Jam 05:00 Subuh...
IBU ALETA : "Nia...Sayang...Niaa!!!"
Terlihat Ibu Aleta yang mencari-cari Nia disegala Ruangan rumah mereka...namun tak juga Ia menemukan Nia...dan kini Ibu Aleta menemukan Sebuah catatan kecil pada Kulkas mereka...
_______________________________________
Ibu maaf Nia pergi tanpa memberitahu Ibu sebelumnya...tapi Ibu tidak perlu Cemas...Nia hanya pergi ke Trevi Fountain kok...
Nia sayang Ibu 😘...
_______________________________________
IBU ALETA : "Anak ini sejak kapan bisa bangun sepagi ini?...Nia...Ibu tau kamu pasti mau menunggu El disana...Ibu hanya bisa berharap El akan datang dan menemuimu lagi" (Sambil menatap Foto Nia bersama ayahnya yang tertempel diKulkas mereka)
DISISI LAIN...TREVI FOUNTAIN...
Suara tawa riang dari pengunjung Trevi menggema di Telinga Nia bercampurkan suara Air mancur Fountain...
Tatapan Nia tertuju pada Trevi yang kini ada jauh dihadapannya...sambil mengingat semua yang telah dia lewati bersama Elfatah sewaktu dia baru pertama kalinya bertemu dengan El dan sewaktu dia kembali ke Trevi tersebut bersama El...
Langkah Nia mendekat kearah Trevi tersebut dengan tangan kanannya yang memegang sebuah kantung yang berisikan koin-koin...
Beberapa saat kemudian langkah Nia pun terhenti tepat dihadapan Trevi...
NIA : "[El...Aku mohon...kembalilah...kembalilah padaku...aku merindukan Suaramu...aku menginginkan Harummu...dan aku mengharapkan pelukanmu...Warna dan Cahaya yang kini kulihat bagaikan warna Abu...aku bisa melihat jelas semua warna namun aku tidak bisa merasakan warna pada dunia ini...aku sadar bahwa Pelangi yang penuh warna pun juga akan pergi...seharusnya aku tidak terpanah oleh warna pelangi itu...seharusnya aku tidak menantikan pelangi datang...karna pelangi datang dan pergi tanpa tanda dan pamit...dia hanya meninggalkan jejak...jejak yang kini menjadi sebuah rindu yang menyakitkan...setiap helaan nafas dan detak jantungku...berteriak akan rinduku kepada sang Pelangi...Rinduku hanyalah sebuah rindu yang sederhana kepadamu...yaitu Merindukan kehadiranmu disisiku...Kamu dimana Wahai sang Rinduku?...aku merindukan Rinduku yaitu kamu!!!...kamulah kerinduanku!!!]" (Didalam hati Nia sambil melemparkan koin-koin tersebut mengarah Trevi Fountain)
__ADS_1
Hari terus berjalan hingga kini hari telah malam...terlihat Nia hanya duduk terdiam sambil memandangi Trevi di anak tangga yang ada dihadapan Trevi...
Lampu-lampu Indah menghiasi Trevi telah dinyalakan...angin malam yang dingin menepis tubuh Nia yang kini gemetar kedinginan...dan sesekali air matanya terjatuh sambil mengingat semua yang telah dilaluinya bersama Elfatah alias Raka...
Jam 22:00...
Nia pun berdiri dari duduknya...Mata hidung telinga dan Tangannya memerah karna kedinginan...
Nia memutuskan untuk kembali kerumahnya namun saat dia membalikkan badanya...Nia terkejut dengan apa yang dia lihat dari kejauhan...
Yaitu sebuah lukisan yang tampak tidak asing baginya...yang berada dijendela salah satu Toko...
NIA : "I..itu...bu...bukankah Wanita yang ada dilukisan itu...adalah...a..aku???" (Menatap Lukisan tersebut sambil melangkah mendekat kearah toko tersebut)
Kini Nia berada tepat dihadapan Jendela Toko tersebut...seketika Nia pun menangis dan masuk kedalam Toko tersebut...
Criiiinggg!!!! (Suara Pintu Toko tersebut)
"Selamat malam...apakah ada yang bisa saya bantu Nona?" (Ucap seorang kakek pemilik toko tersebut menggunakan bahasa Italia)
Nia tak menghiraukan ucapan Kakek tersebut dan langsung mengambil Lukisan yang berada dijendela Toko tersebut...
Terlihat Kakek tersebut tersenyum melihat Nia yang menangis sambil memegangi lukisan tersebut...dan mendekat kearah Nia...
"Apakah kau menyukai lukisan itu nona?" (Tersenyum)
NIA : "Si...siapa pemilik lukisan ini Tuan?...Dimana orang itu?...aku mohon padamu Tuan...pertemukan aku dengannya...aku mohon Tuan!!!" (Dengan bahasa Italia sambil menangis dan memeluk lukisan tersebut)
"Maafkan saya nona...saya tidak mengenali pemilik lukisan tersebut" (Dengan bahasa Italia sambil menatap Trevi yang berada dibelakang Nia)
NIA : "Kalau tuan tidak mengenali pemilik lukisan ini...lalu bagaimana bisa lukisan ini bisa ada ditoko ini Tuan?"
"2 hari yang lalu saya melihat seorang pemuda yang menaruh lukisan ini diTrevi itu...lalu pemuda itu meninggalkan lukisan ini begitu saja...karna itulah lukisan ini ada disini...saya sangat menyukai lukisan ini...goresan warna pada lukisan ini terlihat digoreskan dengan Cinta...dan senyum pada gadis yang ada dilukisan ini sangat Cantik dan terpancarkan Kebahagiaan akan Cinta" (Tersenyum menatap Nia)
NIA : "Ti...tidak mungkin...El tidak mungkin membuang Lukisan ini...ke...kenapa El membuang lukisan ini?..kenapa dia tidak memberikan lukisan ini kepadaku...di...dia membuang lukisan ini tepat dihari aku menjalani Transplantasi mata...Ti...tidak mungkin!!!" (Menangis dan berteriak menggunakan bahasa Indonesia)
Tubuh Nia pun terduduk lemas sambil menangis dan memeluk erat lukisan tersebut...
Seketika kakek tersebut terkejut melihat Nia yang menangis dan terlihat seperti sangat hancur dengan perkataannya kepada Nia...
"Nona...maafkan saya...tolong maafkan saya..." (dengan bahasa Italia sambil membungkukkan badanya menatap Nia)
Nia hanya terus menerus menangis sambil memeluk lukisan tersebut...terlihat semua pengunjung toko tersebut pun menatap Nia dan merasa Iba...
NIA : "[Kenapa El???...Kenapa kau lakukan ini padaku???...kenapa kau Melukiskan warna dihidupku lalu setelah itu kau menghapus semua warna itu???...kenapa kau meninggalkan aku disaat kau sudah melontarkan begitu banyak janji dan kata-kata indah padaku???...kenapa kau pergi se...setelah aku mencintaimu...setelah aku bisa melihat warna dunia ini!!!]" (Dalam hati Nia sambil menangis)
Tiba-tiba tatapan Nia memudar tubuhnya gemetar suara orang-orang yang memerhatikan Nia mulai tersamar...Nia pun terjatuh Pingsan...
__ADS_1
BERSAMBUNG》》》》》》》