LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 40


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Keesokkannya terlihat langkah kaki sibuk Zeyna yang menyiapkan barang-barangnya untuk dibawa ke Villa nanti sore...


ZEYNA : "Huaa!!...sangat melelahkan...Nia!!..Nia!!!...Huuh jangan bilang anak ini belum bangun dari tidurnya...Sumpah ya dia masih saja susah bangun pagi!!" (Sambil menguncir rambutnya dengan tubuh yang penuh dengan keringat)


Zeyna pun bergegas menuju kamar Nia dengan gumamnya memarahi Nia karena belum bangun dari tidurnya...beberapa saat kemudian Zeyna pun membuka Pintu kamar Nia dan terkejut melihat penampilan Nia yang sangat berantakan...


ZEYNA : "Ya ampun Nia!!!...Ka...kamu ngapain siiih?..kenapa wajah dan rambutmu berantakan???" (Sambil mendekat kearah Nia yang sedang mondar-mandir menelphone seseorang)


NIA : "Nicho...nanti kita lanjutkan lagi...aku harus mandi sekarang"


NICHO : "Heem pasti sudah ada kak Zeyna ya?...yaudah nanti aku Telphone kak Nia lagi deh"


Nia pun mematikan Telephone nya dan menatap Zeyna dengan senyuman...


ZEYNA : "Sumpah Nia...sekarang aku seperti melihat orang gila dihadapanku...Pufftt Hahahaha!!" (Tertawa Zeyna sambil menatap Nia)


NIA : "Zeyna!!!...jahat banget siih!!" (Memanyunkan bibirnya)


ZEYNA : "Udah sana buruan mandi...kamu juga belum siap-siapkan barang apa saja yang mau dibawa ke Villa nanti sore kan??"


NIA : "Iya...semalam aku tidak sempat membereskan barang-barangku..."


ZEYNA : "Yaudah sanaa!! Cepat mandii!!" (Sambil mendorong Nia untuk masuk kedalam kamar mandi)


Disisi lain...dirumah sakit Averus...terlihat Reza memasuki ruang rawat Raka dengan gugup...


RAKA : "Ada apa?...kenapa wajahmu sangat pucat?"


REZA : "Raka...apakah kau sudah meminum obatmu?"


RAKA : "Aku bertanya kepadamu...kenapa kau malah berbalik bertanya kepadaku??"


REZA : "Ma..maaf...a..aku..."


RAKA : "Katakan padaku?...apa yang terjadi padamu??" (Menatap Reza dengan bingung)


Tiba-tiba Reza menyodorkan sebuah Lembaran kertas kepada Raka dengan gugup...seketika Raka pun membaca Surat tersebut dan menatap Reza dengan bingung...


RAKA : "Apa ini?"


REZA : "Su...surat itu...aku dapatkan da...dari Pusat penerbangan di Ro...Roma Italia...." (Mengatakannya dengan gugup)


Seketika Raka terkejut dan menatap Reza yang kini terlihat gugup...

__ADS_1


RAKA : "A...apa maksudmu???"


REZA : "Didalam surat tersebut terdapat da..data penerbangan...atas namamu...Raka!"


RAKA : "Katakan padaku dengan jelas!!!" (Dingin Raka menatap Reza yang terlihat gugup)


REZA : "Beberapa minggu yang lalu kau pernah mengatakan padaku untuk mencari tahu tentang kejadian 2 tahun yang lalu terutama tentang Roma...saat itu aku langsung pergi kebandara Soekarno untuk mencari tahu data penerbangan dirimu selama 2 tahun ini...tetapi yang tertera pada penerbangan di sana atas namamu di 2 tahun yang lalu menghilang...dan bahkan mereka baru menyadari tentang hilangnya data tersebut...padahal 2 tahun yang lalu setelah kau mengalami kecelakaan kau sempat pergi ke America dan juga Tiongkok untuk pengobatan Jantungmu...karna itulah aku meminta bantuan temanku yang tinggal di Roma untuk mencari tahu data penumpang pesawat dari Indonesia menuju Italia...dan...dan surat yang saat ini kau pegang adalah hasilnya...bahwa......"


Seketika Reza menghentikan ucapannya dan menatap Raka dengan ragu...


RAKA : "Cepat katakan padaku!!!" (Berteriak Raka menatap Reza yang menghentikan ucapannya)


REZA : "Bahwa...2 tahun yang lalu...kau...kau pernah pergi ke...Roma!...dan kau tahu Raka?...kau tidak sendiri kesana...Bun...Bunda Belva..Paman..dan...dan Pak Firman...mereka juga ke Roma bersamamu...Raka!"


Seketika Raka menatap surat tersebut dan menatap Reza dengan rasa tak percayanya...Raka pun membangunkan dirinya dari tempat tidur dengan Infusan yang terlepas dari tangannya...


REZA : "Raka!!!...kenapa kau berdiri??" (Menahan Raka yang ingin berjalan mengarahnya)


RAKA : "A..apa maksudmu Reza???...itu...itu tidak mungkin!!...untuk apa...untuk apa Paman dan Bunda berbohong kepadaku???" (Sambil menarik baju Reza dengan kuat)


REZA : "Raka...awalnya aku juga tidak percaya...tapi...data tersebut Sah dan benar adanya...mungkin saja data yang ada di penerbangan Indonesia menghilang karena sudah dihilangkan oleh Paman atau Bunda...agar tidak meninggalkan jejak kepadamu Raka...dan...dan kau tahu Raka?...tepat setelah kau kembali ke Indonesia...saat kau dan juga Pak Firman sedang mengendarai mobil dimalam hari dekat Rumah sakit Phoenix...disaat itulah kau...kau dan juga Pak Firman mengalami kecelakaan beruntun itu!!...yang menyebabkan kau mengalami Amnesia Disosiatif...yaitu kehilangan ingatanmu di 2 bulan sebelum kecelakaan itu terjadi..."


Raka terdiam dengan pikiran dan matanya yang tidak beraturan...seketika muncul beberapa bayangan pada ingatannya...terdengar suara tawa seseorang dengan di iringi suara musik yang terdengar tidak asing dipendengarannya...


REZA : "Raka!!...kau..kau kenapa???" (Dengan panik mengatakannya)


Beberapa menit kemudian...Dokter pun keluar dari ruang rawat Raka dan menatap Reza dengan Cemas...


Dr. RIVAN : "Reza...saat ini kondisi Raka sedang tidak baik...jadi saya harap kau bisa menjaganya dengan baik..."


REZA : "Apakah dia baik-baik saja?...apakah kondisinya memburuk kembali Paman??"


Dr. RIVAN : "Kondisinya masih sama seperti sebelumnya...tapi saat aku memeriksa detak jantungnya...detak jantungnya tersebut jauh lebih lemah dari sebelumnya...aku akan mengatakan ini kepadamu Reza...Raka memiliki Jantung yang lemah sejak dia dilahirkan itu karna dia mewarisi penyakit tersebut dari Bianca yaitu ibunya...seseorang yang memiliki jantung yang lemah..sudah dipastikan jiwa dan tubuhnya pun juga lemah...dia tidak boleh merasakan tekanan yang berat...entah itu kebahagiaan maupun kesedihan...jadi inilah yang kumaksudkan darimu Reza...Aku ingin kau menjaganya bukan hanya pada fisiknya saja...namun dengan perasaannya pun juga..." (Menatap Reza sambil menepuk pundak Reza)


Reza pun terduduk lemas menyesali dengan apa saja yang dia katakan kepada Raka...


Dr. RIVAN : "Sebaiknya kau temani dia didalam...dan kalau perlu untuk sementara ini jauhkan dia dari seseorang terdekatnya...karna aku sendiri tidak tahu kapan Raka bisa merasakan kesedihan maupun kebahagiaan tersebut"


Rivan pun pergi meninggalkan Reza yang kini terdiam duduk sambil merenungi perkataannya kepada Raka...


Tiba-tiba terdengar nada dering dari telphone genggam milik Reza yang nyatanya Bunda Belva lah yang menelphone dirinya...sekejap Reza pun mengangkat Telphone tersebut dengan gugup...


BUNDA BELVA : "Reza...apakah kau sedang bersama Raka??...karna sudah lama sekali Raka tidak menemuiku...tidak biasanya dia seperti ini...aku ingin bicara dengannya"


REZA : "Bunda...ta..tapi saat ini Raka sedang berada dikamar mandi...aku tidak bisa masuk kedalam kamarnya..."

__ADS_1


BUNDA BELVA : "Baiklah nanti aku akan menelphonenya langsung...sekarang aku butuh bantuanmu Reza...apakah kau bisa kesini secepatnya?"


REZA : "Baiklah aku akan kesana secepatnya Bunda"


Belva pun mematikan Telphone tersebut...beberapa saat kemudian ketika baru saja Reza ingin masuk kedalam Ruang rawat Raka terdengar Nayla yang berlari dan menepuk pundak Reza dengan Semangat...


NAYLA : "Rezaa!!!!" (Menepuk pundak Reza)


REZA : "Na...Nayla??...ada apa kenapa kau kesini???"


NAYLA : "Tentu saja aku ingin menemui Raka...memangnya siapa lagi yang ingin kutemui disini??"


REZA : "Aaah kebetulan aku sedang ada urusan lainnya...sebaiknya kau yang menjaga Raka...karna Bunda Belva memangilku...aku harus segera kesana"


NAYLA : "Baiklah...aku yang akan menjaga Raka...sekarang kau pergilah...serahkan Raka padaku" (Tersenyum dengan ceria menatap Reza)


REZA : "Lihatlah dirimu saat ini...kau seperti Kucing kecil yang memelas padaku"


Reza pun meninggalkan Nayla tepat didepan Ruang rawat Raka dengan senyum smirknya...


NAYLA : "Apa-apaan dia...berani sekali padaku!!" (Menatap sinis kearah Reza dari kejauhan)


Beberapa saat kemudian Nayla pun masuk kedalam ruang rawat tersebut...dan terlihat Raka yang telah tersadar dan duduk pada kasurnya...


NAYLA : "Raka!!...apakah kau baik-baik saja???" (Menatap bingung kearah Raka)


RAKA : "Ada apa?...kenapa setiap hari kau selalu kesini??"


NAYLA : "Haruskah aku jawab pertanyaanmu ini?...bukankah sudah jelas kau tau alasanku kesini setiap harinya??"


RAKA : "Keluar!!..."


NAYLA : "Raka!!...sampai kapan?...sampai kapan kamu selalu dingin kepadaku??...aku mengenal kamu lebih dari siapapun...aku...aku tau segalanya tentang kamu dibandingkan orang lain...lalu...lalu kenapa kau selalu dingin kepadaku???...tidak bisakah sekali saja kau hargai perasaanku???"


RAKA : "Jika kau memang sudah mengerti diriku lebih dari siapapun...seharusnya kau tau kenapa aku bersikap seperti ini kepadamu!!!...ataukah...perlu kukatakan alasanya kepadamu lagi???"


NAYLA : "Cukup!!...aku tidak ingin mendengarnya...apapun yang kau katakan...aku percaya dengan apa yang ku rasakan...aku tidak akan pernah menyerah dan melepaskanmu Raka!!"


Terlihat Raka menghelakan nafasnya dan berdiri dari duduknya...


NAYLA : "Raka!!..kau mau kemana??...saat ini kondisimu tidak baik!!" (Berlari menghampiri Raka dan menggandeng tangan Raka)


RAKA : "ini bukan pertama kalinya aku berkondisi buruk seperti ini...seharusnya kau sudah terbiasa akan hal ini...dan kusarankan padamu...sebelum kubenar-benar menghilang dari dunia ini...sebaiknya kau menyerah dan pergilah...pergilah mencari seseorang yang bisa memberimu Cinta...Cinta yang kau inginkan...karna aku tegaskan kepadamu sekali lagi...bahwa aku...aku tidak bisa memberikan itu kepadamu...sampai kapanpun...aku tidak bisa mencintai siapapun...termasuk dirimu!!!" (Menatap dingin kearah Nayla)


Seketika Nayla melepaskan tangannya yang menggandeng Raka dengan perlahan dan dengan mata yang telah berkaca-kaca karna menahan tangisnya...

__ADS_1


RAKA : "Sekarang kau pulanglah...aku tidak ingin kau menyia-nyiakan hidupmu hanya untuk angin sepertiku" (Sambil menghelakan nafasnya dengan lemas)


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2