
♡LOVE HEART♡
Darah yang keluar dari mulut Raka pun membuat Nayla histeris ketakutan...
NAYLA : "Aku mohon tolong Raka...Raka membutuhkan pertolongan...Zeyna!!!...Delvin!!! Aku mohon Raka butuh bantuan...aku mohon panggilkan Ambulance!!!...Raka!!!!" (Berteriak histeris sambil memeluk Raka)
Zeyna hanya menatap sinis kearah Raka sedangkan Delvin sibuk membantu Rafa memberikan pertolongan pertama kepada Nia...
Tak lama kemudian Rafa menggendong Nia untuk membawanya ke mobil Ambulance yang telah datang dilokasi tersebut...namun terlihat hanya ada 1 mobil ambulance yang ditelphone oleh Zeyna yaitu hanya untuk Nia...
Rafa, Zeyna dan Delvin meninggalkan Nayla dan Raka begitu saja karna telah panik oleh kondisi Nia yang tak juga sadarkan diri...
NAYLA : "Aku mohon bertahanlah Raka!!..aku mohon...Tolong!!!!...aku mohon siapapun itu Toloooongg!!!!!" (Menangis sambil berteriak)
Beberapa saat kemudian Reza pun datang dan langsung menggotong Raka kerumah sakit menggunakan mobil milik Raka...
1 jam kemudian...di Rumah sakit Averus...
RAFA : "Dokter!!..bagaimana keadaannya dok??" (Menatap cemas)
Dr. RIVAN : "Kau tenang saja...keadaan pasien baik-baik saja dia hanya mengalami Hiportemia karna terlalu lama didalam air yang bersuhu dingin...sebentar lagi pasien akan sadarkan diri...sebaiknya kalian jangan terlalu ramai didalam ruangan ini...saya permisi!!" (Tersenyum menatap Nia dan Rafa)
ZEYNA : "Terima kasih dokter..."
Disisi lain diruang Unit Gawat Darurat terlihat para dokter dan suster membawa Raka dalam keadaan tak sadarkan diri...
Dr. LANZO : "Reza!!!...bagaimana ini bisa terjadi???...apa yang terjadi pada Raka???" (Menatap Reza)
NAYLA : "Paman...ta...tadi..."
Belum sempat Nayla menyelesaikan ucapannya Reza pun menyela dan berkata...
REZA : "Nayla!!!...sebaiknya sekarang kau pulang...aku yang akan menjelaskan semuanya kepada Paman!!" (Menatap Nayla dengan dingin)
NAYLA : "Reza!!!...bagaimana bisa aku pulang???...aku sangat mengkhawatirkan Raka!!!...andai saja wanita itu!!!...wanita itu!!!"
REZA : "Cukup Nay!!!"
Dr. LANZO : "Nayla...yang dikatakan Reza benar...sebaiknya sekarang kamu pulang...untuk keadaan Raka...kau tidak perlu Khawatir semuanya akan baik-baik saja"
NAYLA : "Ba..baiklah Paman...tapi Nayla mohon...tolong kabarkan Nayla tentang kondisi Raka yang terbaru nantinya!!" (Menatap Cemas kearah Lanzo)
Dr. LANZO : "Tentu saja...kau tidak perlu khawatir..." (Sambil mengelus pundak Nayla)
Nayla pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut...
Dr. LANZO : "Reza...sebaiknya kita jangan memberitahu Belva tentang kondisi Raka saat ini karna kau tau sendiri apa yang akan terjadi jika Belva tau..."
REZA : "Baik paman..."
Dr. LANZO : "Baiklah aku akan memeriksa keadaan Raka..."
Terlihat Lanzo memasuki Ruang UGD tersebut dengan beberapa suster...
Disisi lain...Di sebuah Restaurant...
AYAH VIRAN : "Kesepakatan ini akan menjadi akhir yang baik..." (Tersenyum sambil menjabat tangan Wilson)
__ADS_1
AYAH WILSON : "Tentu saja..." (Tersenyum dan menjabat tangan Viran)
Beberapa saat kemudian...
AYAH VIRAN : "Bagaimana perkembangan anak-anak kita?...sepertinya semakin hari putri kecilku semakin mencintai pengerannya itu..." (Sambil tersenyum kecil)
AYAH WILSON : "Benarkah?...apa seharusnya kita percepat saja pertunangan mereka..hahaha" (Sambil menaruh gelas Coffe diatas meja)
AYAH VIRAN : "Itu adalah ide yang sangat kusukai!!...hahaha"
AYAH WILSON : "Aku akan membicarakannya dengan Raka dan juga Belva..." (Tersenyum)
AYAH VIRAN : "Aku sangat yakin dengan perjodohan ini...maka kita bisa mengalahkan Randy Keano"
AYAH WILSON : "Belum tentu...karna baru saja aku mendengar kabar bahwa dia telah tergabung oleh beberapa perusahaan Global...itu artinya kekuatan Averus dan Vittorio sekarang seimbang...jika saja Calisa tidak meninggal mungkin saja Randy akan bergabung dengan kita karna Putrinya dan juga putraku Rafa adalah pasangan kekasih...walaupun Randy tidak menyetujui hubungan mereka tapi aku yakin seorang ayah akan tetap menyayangi putrinya perlahan dia akan menerima hubungan Calisa dan Rafa" (Termangun oleh ingatan 2 tahun lalu)
AYAH VIRAN : "Kau tau Wilson?...masih ada Luna...kau bisa menyatukan Rafa dengan Luna...kalau kau mau..." (Senyum Smirk)
AYAH WILSON : "Itu tidak mungkin...Luna adalah adiknya Calisa...dia tidak mungkin berhubungan dengan Rafa"
AYAH VIRAN : "Berarti harapan kita bisa membuatnya bergabung dengan kita sudah pupus"
AYAH WILSON : "Kesalah pahaman antara aku dan Randy seperti tidak ada akhirnya"
AYAH VIRAN : "Dan itu semua karna Alvaro..." (Menatap Wilson)
AYAH WILSON : "Jangan sebut nama itu lagi...aku tidak ingin mendengar namanya!!!" (Menatap tajam kearah Viran)
AYAH VIRAN : "Kau tenang saja semuanya sudah berlalu 7 tahun...apa lagi yang perlu kau takuti?" (Menepuk pundak Wilson dan tersenyum Smirk)
Disisi lain...Rumah sakit Averus...
NIA : "Rakaa...." (Bergumam)
Rafa pun tersadar akan suara samar Nia...
RAFA : "Nia...apakah kau baik-baik saja?" (Sambil menggenggam tangan Nia)
NIA : "Raka!...aku tau kamu akan menolongku...aku yakin...kamu pasti akan menolongku" (Tersenyum menatap Rafa)
RAKA : "[Raka?...apakah hanya Raka yang ada didalam pikiranmu Nia??]" (Dalam hati Rafa sambil melepaskan genggaman tanganya terhadap Nia)
Perlahan Rafa melepas tangannya yang menggenggam tangan Nia...namun tiba-tiba Nia membangunkan dirinya dan langsung memeluk Rafa...
NIA : "Raka!!!...aku mohon jangan pergi...jangan tinggalkan aku lagi...aku membutuhkanmu...aku mencintaimu!!!" (Meluk Rafa dengan erat)
RAFA : "Apakah kau sangat bahagia??" (Berbisik ditelinga Nia sambil memeluk Nia)
NIA : "Aku sangat bahagia...karna kau sudah mengakuiku...jadi...aku mohon padamu jangan tinggalkan aku lagi...aku mohon!!!" (Menangis)
RAFA : "[Aku bahagia pada akhirnya kau memelukku...tapi disisi lain hatiku sangat hancur mendengarmu memanggilku dengan nama Raka...yaitu saudara kembarku sendiri...Niaaa...aku mencintaimu Nia....aku sangat mencintaimu...aku mohon lupakan Raka dan peluklah aku]"
Beberapa saat kemudian...terlihat Rafa sedang menyuapi Nia dengan sebuah bubur...
NIA : "Rafa...maafkan aku..." (Menatap Rafa)
Rafa yang sedang mengaduk bubur pun seketika menatap Nia...
__ADS_1
RAFA : "Nia..."
NIA : "Maafkan aku...karna aku dibutakan olehnya...aku sempat berfikir bahwa kau adalah dia...tapi nyatanya kalian sangatlah berbeda"
RAFA : "Selama kau bahagia...aku akan melakukan apapun untukmu...bahkan jika kau mau...aku bisa menjadi Raka untukmu...aku bisa menjadi Elfatah untukmu Nia" (Menggenggam tangan Nia)
NIA : "Terima kasih...karna kamu sudah mengertiku...tapi walau bagaimanapun kalian tetaplah berbeda...kamu adalah kamu...dan dia adalah dia...aku suka dirimu yang saat ini" (Tersenyum)
RAFA : "Aku juga menyukaimu..." (Tersenyum)
Seketika Nia terdiam dan menatap Rafa...
RAFA : "Hahaha...aku bercanda...kau tahu?...apapun yang aku ucapkan itu kau bisa menganggapnya sebuah lolucon...karna aku bukan tipe orang yang serius seperti Vampir itu...hahaha" (Tertawa menatap Nia)
NIA : "Ooouh haha aku kira..." (Tertawa kecil)
RAFA : "Kamu kira apa...?" (Menatap serius)
NIA : "Heemm mak...maksudku aku kira kau..."
RAFA : "Tuhh kan dibawa serius lagi...dasar Kucing kecil...hahaha" (Sambil mengusap kepala Nia dan tertawa)
Seketika Nia terdiam dan terkejut mendengar kata-kata Rafa kepadanya...
RAFA : "Nia...ada apa?...kenapa kau terdiam?"
NIA : "Kucing kecil???" (Bergumam dan Menundukkan kelapanya)
RAFA : "Nia..ada apa...??" (Menggenggam tangan Nia)
Teringat Nia akan kata-kata Elfatah kepadanya saat mereka berada di hadapan Colloseum...
2 tahun yang lalu...
Terlihat Raka tertawa karna melihat Nia menahan nafasnya...seketika Raka memegangi Kening dan Pipi Nia...
RAKA : "Heey...sudah...buang nafasmu...apakah kau akan terus menerus menahan nafasmu seperti ini?" (Mengelus Pipi Nia)
NIA : "Haaaah...haah...haaah!!...ke...kenapa kau tau aku menahan Nafasku??" (Sambil membuang nafasnya dengan engap)
RAKA : "Saat aku mencium pipimu...nafas hangat mu tidak mengenai wajahku...apakah itu baik untukmu??...dasar kucing kecil...Hahaha..." (Menggandeng Nia untuk masuk kedalam bangunan Colloseum yang ada dihadapan mereka)
Tersadar Nia akan ingatannya tersebut seketika dia pun berteriak...
NIA : "Aku bukan Kucing kecil!!!" (Berteriak sambil menutup telinganya)
RAFA : "Ni..Nia ada apa?..apa yang terjadi???" (Memegangi tangan Nia yang sedang menutupi telinganya)
Nia tersadar akan ucapan Rafa pun langsung melepas tangannya...
NIA : "Rafa...aku ingin pulang...aku mau pulang...!!!" (Menatap Rafa)
1 jam kemudian dirumah Zeyna...
RAFA : "Nia...apakah kau yakin baik-baik saja...?"
NIA : "Iya...aku baik-baik saja...terima kasih atas semuanya..." (Tersenyum)
__ADS_1
Nia pun langsung meninggalkan Rafa dan masuk kedalam rumah Zeyna...
BERSAMBUNG》》》》》》》