LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 34


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Disisi Lain...diTaman Vox...


REZA : "Nayla...apa yang kau ucapkan barusan??"


NAYLA : "Memangnya kau pikir apa??...bukankah sudah pasti aku akan mengatakan segalanya kepada mereka"


REZA : "Nay...Sebaiknya kau menahan dirimu untuk tidak melakukan itu...apa kau pikir Raka akan senang mendengar ucapan mu tadi???...kau salah!!!...justru Raka akan membencimu...aku peringatkan sekali lagi padamu Nay...Jangan bertingkah gegabah...semua tindakanmu akan berakhir buruk untuk dirimu sendiri!!"


NAYLA : "Lalu...aku harus apa?...apa yang harus aku lakukan setiap mereka menyudutkan Raka dan setiap mereka menghina Raka???...apakah aku harus diam seperti orang bodoh!!!" (Menatap tajam kearah Reza)


REZA : "Terkadang didunia ini menjadi seseorang yang bodoh bukanlah sebuah kebodohan...karna bagi mereka orang bodoh bukanlah ancaman...aku mohon hargai keinginan Raka...jika kau masih ingin bersamanya...aku harap kau ikuti saja apa yang Raka inginkan"


Reza pun pergi meninggalkan Nayla sendiri ditaman tersebut...beberapa saat kemudian Nayla melihat Nia dan Luna duduk bersama ditaman tersebut...Nayla pun mendekat kearah Nia...


LUNA : "Maaf kak...aku...aku..." (Menatap Nia)


NIA : "Kamu tidak perlu minta maaf padaku...memangnya memelukku adalah sebuah kejahatan?" (Tersenyum menatap Luna)


LUNA : "Wa...wajah kakak..."


NIA : "Mirip sama Calisa yaa?"


LUNA : "Kakak kenal Kak Lisa???"


NIA : "Aku tidak mengenalnya tapi teman-temanku mengenalnya...waktu pertama kali bertemu mereka...mereka juga mengira bahwa aku adalah Calisa"


LUNA : "Wajah kakak memang sangat mirip dengan kakak ku..." (Menatap dalam kepada Nia)


NIA : "Kau pasti adiknya Calisa.."


LUNA : "Iya aku adiknya Kak Lisa...Mata kakak...hidung kakak dan bahkan bentuk wajah kalian sangat mirip...kini aku merasa seperti benar-benar dihadapan kak Lisa" (Dengan mata berkaca-kaca menatap Nia)


Tiba-tiba seseorang berdiri dihadapan Luna dan Nia...


NAYLA : "Luna!!!"


LUNA : "Kak Nayla...!!" (Berdiri dari duduknya)


Seketika Nayla memeluk Luna...


NAYLA : "Lunaa...aku kangen banget sama kamu..." (Meluk Luna)


LUNA : "Aku juga kak...aku kangen kak Nayla..." (Meluk Nayla)

__ADS_1


NAYLA : "Kamu kenapa bisa kesini?...bukankah Om Randy pasti tidak mengizinkanmu untuk ke UV..."


LUNA : "Aku ingin memberikan beberapa barang peninggalan Kak Rafa yang ada dikamar kak Lisa...jadi ayah mengizinkan aku kesini" (Tersenyum)


NAYLA : "Ouuh Rafa...yaudah sebaiknya sekarang kita ke kantin saja...kita kumpul disana"


LUNA : "Baiklah..." (Tersenyun)


Beberapa saat kemudian...Dikantin UV...


NAYLA : "Aku sudah mengirimkan pesan ke semuanya untuk kumpul disini...sebentar lagi mereka semua datang kok..." (Tersenyum menatap Luna)


LUNA : "Aaahh aku benar-benar kangen sama kalian...terakhir kali kita kumpul disini benar-benar menjadi kenangan yang tak pernah kulupakan...Kak Lisa dengan Kak Rafa...Kak Zeyna dengan kak Delvin...dan...dan Kak Nayla dengan kak Raka...kalian benar-benar pasangan yang sangat serasi...aku bahkan sering merasa iri dengan kalian" (Tersenyum menatap Nayla)


NAYLA : "Kau tahu Luna?...aku dan Zeyna akan meneruskan perjanjian kita dimasa kecil...bahwa aku dan Zeyna akan menikah barengan...Aku dengan Raka...dan Zeyna dengan Delvin...kami akan meneruskan janji itu bersama-sama...walau Lisa kini tidak ada lagi diantara kita...tapi disini kita bisa melihat ada sisi Lisa baru..." (Tersenyum menatap Nia)


Seketika Nia terdiam menatap Nayla dan Luna yang menatap dirinya sambil tersenyum...


LUNA : "Kak Nia...Bo...bolehkah aku...menganggap kakak...adalah kakak ku..?" (Tersenyum menatap Nia)


NIA : "Te...tentu saja..." (Tersenyum)


LUNA : "Terima kasih kak Nia..." (Meluk Nia dengan senyuman)


NIA : "Iya sama-sama..." (Meluk Luna dengan senyuman)


Beberapa menit kemudian datanglah Rafa Zeyna Delvin dan Nicho di Kantin tersebut...


ZEYNA : "Lunaaa!!!" (Berteriak sambil berlari mendekat kearah Luna)


LUNA : "Kak Zeyna!!"


Zeyna pun memeluk Luna dengan erat...


ZEYNA : "Luna aku kangen banget sama kamu..." (Meluk Luna)


LUNA : "Aku juga kak Zey..."


NICHO : "Kamu pasti kangen juga sama aku kan???" (Sambil menyilakan tangannya dan tersenyum smirk kepada Luna)


LUNA : "Iiihh pede banget siih siapa juga yang kangen sama Alien.." (Dengan tatapan sinis)


RAFA : "kalian masih sama seperti dulu...kalau ketemu berantem mulu...hahaha" (Tertawa menatap Luna dan Nicho)


NAYLA : "Hahaha...jangan-jangan jodoh lagi...hahaha"

__ADS_1


LUNA : "No!!!...I dont have BF like him!!!...Alien aneh kaya gini siapa juga yang mau sama dia huuuhh!!" (Sambil duduk dan menatap sinis kearah Nicho)


NICHO : "Waaahh pede banget niih Cewe Bawel!!!...siapa juga yang mau sama Cewe super Bawel!!!...iiiih amit-amit jangan harap yaa!!!" (Sambil duduk dan menyikan tangannya)


DELVIN : "Udah-udah...jangan berantem mulu...entar kalau pisah kangen looh" (Sambil melepas jaketnya)


LUNA & NICHO : "NO!!!" (Berteriak Secara bersamaan)


ZEYNA : "No or Yes...kita tidak ada yang tau looh kedepannya kaya gimana...karna Jodoh tuhan yang nentukan"


NAYLA : "Kau salah Zey...bukan Tuhan yang merencanakan Jodoh...tapi kita sendiri yang menentukan siapakah Jodoh kita...dan aku sudah memutuskan bahwa jodohku adalah Raka dan selamanya hanya dia Jodohku..." (Menatap Zeyna Nia dan Luna dengan senyuman)


LUNA : "Iya-iya deeh jodohnya kak Nayla sudah pasti kak Raka...aku setuju kok...kalian pasangan yang sangat serasi...hahaha"


NAYLA : "That true...hahaha"


Terlihat Nia terdiam sambil mengaduk-ngaduk minuman miliknya...


ZEYNA : "[Nia pasti sedih mendengar ucapan Nayla...tapi itulah yang seharusnya dia sadari...aku harap setelah ini Nia berhenti untuk dekat dengan Raka]" (Dalam hati Zeyna sambil melirik Nia sesekali)


DELVIN : "Oiya kamu kesini memangnya dibolehkan sama Om Randy?"


LUNA : "Aku kesini sebenarnya mau kasih barang-barang pemberian kak Rafa ke Kak Lisa...karna pastinya Kak Lisa ingin kak Rafa memiliki semua ini lagi...dan sekalian biar aku bisa ketemu dengan kalian lagi...hehehe"


Disisi lain...Di Rumah Sakit Averus...


Dr. LANZO : "Raka...istirahatlah agar kondisimu membaik"


RAKA : "A...Apakah dirumah sakit ini ada pa...pasien yang tenggelam Paman?"


Dr. LANZO : "Aku paham siapa yang kau maksud Raka...Reza sudah ceritakan semuanya padaku...Raka...sebaiknya kau jauhi wanita itu...sepertinya dia mendekatimu ada maksud tertentu...bisa saja dia memiliki niat buruk kepadamu"


RAKA : "Paman...kau tidak perlu khawatir...aku memang tidak dekat dengannya...dan aku pun juga tidak mengenalnya"


Dr. LANZO : "Baguslah...ingatlah Raka...kondisimu tidak seperti yang lainnya...kau berbeda dan Special bagi kami...jadi jangan terlalu dekat banyak orang...ditubuhmu yang lemah setiap detiknya adalah anugrah untukmu...kapan pun dan dimana pun itu hal yang terburuk bisa saja terjadi kepadamu...jadi...jangan memperlihatkan dirimu dihadapan dunia...dan jaga jarak pada semua orang disekitarmu yang mungkin bisa membahayakan dirimu seperti ucapanmu sejak dulu"


RAKA : "Apakah separah itu kondisiku Paman??"


Dr. LANZO : "Sebelum kau mendapatkan pendonor yang Cocok dengan jantungmu maka aku pastikan kondisimu tidaklah baik Raka...Perasaan terlalu bahagia dan terlalu bersedih itu tidak baik untukmu...semakin banyak orang yang dekat denganmu maka semakin besar kamu akan merasakan kebahagiaan maupun kesedihan...yang bisa kau lakukan hanya satu hal saja...percayalah padaku Belva Wilson Reza dan Nayla...percayakan kami...dan jangan beri kami perasaan apapun selain rasa percaya...termasuk Cinta dan kasih Sayang...karna Cinta dan kasih Sayang bisa melukaimu dan bahkan membunuhmu...Ayahmu mempercayakan Aku dan Belva untuk kesembuhanmu...karna sejak Ayahmu kehilangan Bianca ibumu...dia benar-benar hancur...dan kini dia memendam rasa Sayangnya kepadamu karna dia tidak ingin merasakan kehancuran untuk kedua kalinya...dan ibumu...Ibumu sudah mengorbankan dirinya untukmu Raka...jadi...aku sangat berharap kau hanya memiliki perasaan Cinta hanya pada Ibumu...setiap kau mengingat wajah ibumu...kau harus bisa bertahan hidup demi dirinya" (Sambil menggenggam tangan Raka)


RAKA : "Rafa selalu membenciku karna akulah penyebab Ibu meninggal...kenapa Ibu mengorbankan dirinya untukku paman?...kalau pada akhirnya aku tidak bisa hidup normal seperti lainnya???"


Dr. LANZO : "Karna bagi seorang Ibu...memberikan nyawa untuk putranya adalah sebuah rasa Cinta...kau adalah bukti Cintanya kepadamu dan juga Rafa...saat ini Rafa tidak tau kondisimu selama ini...dan itu semua kau yang menginginkannya...Raka...bukankah seharusnya kita memberitahukan padanya tentang kondisimu?...dia selalu membencimu seperti musuh...kalian adalah saudara kembar...Ayahmu selalu sedih ketika Rafa mengatakan hal yang buruk tentangmu tanpa tau yang sebenarnya"


RAKA : "Aku tidak ingin dia tahu keadaanku yang sebenarnya...termasuk teman-temanku yang lainnya...lagi pula...aku tidak akan lama lagi didunia ini...jadi untuk apa aku mengharapkan kebaikan dari mereka" (Tersenyum)

__ADS_1


Dr. LANZO : "Raka!!...jangan pernah mengatakan kata-kata itu lagi!!...kau harus percaya semuanya akan baik-baik saja...kami sedang usahakan memberi siaran pendonor disemua rumah sakit...jadi jangan pernah berputus asa...percayalah ada banyak orang lain diluar sana yang memiliki penyakit lebih parah dari dirimu"


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2