
♡LOVE HEART♡
Hari telah malam...Terdengar suara gaduh dari kamar Zeyna...Nia pun mengetuk kamar Zeyna...
NIA : "Zeyna!!..apakah kau baik-baik saja???" (Sambil mengetuk pintu kamar Zeyna)
ZEYNA : "Iya aku baik-baik saja!!!" (Berteriak)
Beberapa saat kemudian Zeyna pun keluar dengan kondisi yang berantakan dan sedikit cemong pada wajahnya...
NIA : "Hahaha...Zey...ka..kamu kenapa??..lihatlah wajah kamu Cemong kaya gitu...hahaha" (Tertawa)
ZEYNA : "Pliiss bantuin aku...!!!" (Menarik Nia kedalam kamarnya)
Beberapa saat kemudian...
NIA : "A...apa?...kau tidak bisa dandan?"
ZEYNA : "Nia...tolong bantuin aku...aku harus terlihat Cantik malam ini..."
NIA : "Tapi ada syaratnya..."
1 Jam kemudian...
ZEYNA : "Yaaa Nia!!...ini terlalu berlebihan" (Berteriak sambil mengelapi bibirnya yang memakai lipstick warna merah terang)
NIA : "Maaf Zey se...sebenarnya aku juga tidak bisa berdandan...hehehe" (Tertawa kecil lalu tersenyum)
ZEYNA : "Yaudah kalau kaya gitu berarti kesepakatan kita gagal..."
NIA : "Tapi Zey kita udah sepakat...kalau aku mendandanimu maka kau akan mengajakku diacara malam ini!!"
ZEYNA : "Tidak!!...kau bahkan tidak bisa mendandaniku..."
NIA : "Zeyna Pliiss..ajak aku yaa..pliisss..." (Sambil meluk tangan Zeyna dan masang wajah melas)
ZEYNA : "Heeemm lihatlah wajahmu ini...rasanya ingin sekali ku cakar...kau pintar sekali memelas...Okeh-okeh!!!...kau menang...kau boleh ikut!!" (Sambil menatap Nia dengan sinis)
NIA : "Huaaa...thank you Zeyna cantik!!!" (Meluk Zeyna)
Beberapa saat kemudian terdengar suara klakson mobil yang ternyata Delvin lah membunyikan klakson mobilnya...
Zeyna dan Nia pun turun dan keluar dari rumah mereka...
DELVIN : "Kau ikut Nia..?" (Menatap Nia lalu menatap Zeyna)
NIA : "Tentu saja..." (tersenyum)
Zeyna pun memutarkan bola matanya dan langsung masuk kedalam mobil Delvin...tiba-tiba terdengar klakson motor milik Nicho yang berada dibelakang mobil Delvin...
NICHO : "Hai Kak Nia...!!!" (Menengokkan kepalanya kearah kiri dari belakang mobil Delvin)
NIA : "Nicho??"
ZEYNA : "Nia...cepet masuk...kita sudah telat..."
NIA : "Tidak...aku pergi dengan Nicho saja..."
Nia pun jalan menuju Nicho dan langsung duduk diMotor Nicho...
ZEYNA : "Nia apakah kau yakin ingin naik motor bersamanya??" (Melirik Nia dari kaca Spion)
NIA : "Tentu saja!!" (Tersenyum)
ZEYNA : "Baiklah...kau jangan menyesalinya"
NIA : "A...apa?...kau bilang apa???"
ZEYNA : "Tidak!!"
NICHO : "Kak Nia pegangan yang kuat yaa!!!"
NIA : "Baiklah..."
DELVIN : "Zey...kenapa kau tidak memberitahu padanya kalau Nicho itu....."
Belum sempat Delvin menyelesaikan ucapannya terdengar suara Gemuruh motor Nicho yang menancap Gas yang diiringi suara teriakan Nia karna terkejut...
NIA : "Aaaaa!!!...Nicho!!!!!..." (Berteriak)
DELVIN : "PEMBALAP!!!....Baru saja ingin kukatakan!" (Menatap Zeyna)
__ADS_1
Seketika Zeyna pun tertawa...
ZEYNA : "Aku sengaja melakukannya...biar dia kapok...hahaha"
DELVIN : "Pasti kamu juga yang nyuruh Nicho kesini...biar dia bareng Nia...Astaga...Iblis kecilku ini sangat kejam sama sepupunya sendiri..hahaha"
ZEYNA : "Tidak aku tidak kejam dengannya...aku hanya ingin dia bisa jera...jera untuk dekat dengan Raka...hanya itu...hanya itu keinginanku untuk Nia..." (Menatap Delvin)
DELVIN : "Baiklah...kaulah yang paling tahu apa yang terbaik untuknya..." (Mengusap kepala Zeyna)
Disisi lain...Kencang dan Menyelinap sana-sini motor yang dibawa Nicho membuat Nia ketakutan...pegangannya terhadap Nicho berubah menjadi Pelukan yang sangat kuat karna ketakutan...
NICHO : "Kak Nia tenang saja...kita akan sampai di Arena dengan cepat!!!"
NIA : "[Bocah bodoh ini tidak takut mati!!!...aku benci bocah ini...dia sengaja melakukannya...Yaaaa!!!...kau benar-benar bocah bodoh...ya Tuhan tolong lindungi aku...Ibuuu...Nia takut!!...Bocah bodoh ini benar-benar ingin membunuhku!!!]" (Dalam hati Nia sambil memeluk Nicho dengan kuat dan memejamkan matanya)
Beberapa menit kemudian Nicho dan Nia pun sampai di Arena Averus...terdengar suara ramai dari para hadirin ditempat itu...dan terdengar juga suara gemuruh dari beberapa motor yang telah disiapkan untuk Pertandingan nanti...
Nia pun turun dari motor Nicho dengan kaki yang lemas dan rasa yang ingin mual...
NICHO : "Apakah kak Nia baik-baik saja?...wajah kakak sangat Pucat!!!" (Menatap Nia)
Seketika Nia berteriak...
NIA : "Yaaaa!!!...Kau benar-benar sengaaaa....." (Dengan tubuh yang lemas sambil menunjuk-nunjuk Nicho)
Belum sempat Nia menyelesaikan ucapannya dia pun Muntah...seketika Nia pun berlari untuk menjauh dari keramaian...
NICHO : "Kak Nia..!!!!" (Berteriak memanggil Nia)
Nia terus menerus berlari hingga suatu ketika dia tidak tahan dengan rasa ingin muntahnya tersebut...dia pun muntah kembali namun sayangnya kali ini muntah tersebut secara tidak sengaja mengenai Raka yang tepat berdiri dihadapannya...
NIA : "Aahhh...ma...maaf...aku..aku...ti..dak...se...nga..jaaa.." (Secara perlahan menatap Raka dari kaki hingga wajah)
Ketika Nia melihat bahwa orang tersebut adalah Raka...dia pun melangkah mundur dengan ketakutan ingin melarikan diri...namun belum sempat melarikan diri...Raka menahan Tangan Nia dan menarik tangan Nia...
RAKA : "Tidak seharusnya kau lari dari kesalahanmu!!!" (Menarik Nia lalu menatap Nia dengan Tajam)
NIA : "Maaf...aku mohon maafkan aku...aku tidak sengaja...aku tidak tahan..."
Seketika Raka pun menarik tangan Nia secara kasar...terus menerus ditarik hingga ketika mereka memasuki sebuah Ruangan Raka pun langsung mengunci ruangan tersebut...
NIA : "A...apa yang ingin kau lakukan???" (Melangkah mundur menjauh dari Raka)
Tiba-tiba Raka perlahan membuka Kemejanya...satu demi satu kancing pada kemejanya pun terbuka olehnya...
NIA : "Hentikan!!!..apa yang kau lakukan???...kenapa kau membuka pakaianmu???...kau...kau adalah pria Mesum!!!" (Sambil menutupi Matanya dengan kedua tangannya)
RAKA : "Kaulah yang mesum!!...sekarang cepatlah Cuci dan keringkan kemejaku ini...aku akan memberimu waktu 20 menit untuk menyelesaikannya..." (Sambil melemparkan kemejanya diwajah Nia)
Nia terkejut dengan kemeja yang dilemparkan kepadanya pun langsung melempar kembali kemeja tersebut kepada Raka...
RAKA : "Apa yang kau lakukan???" (Berteriak)
NIA : "Seharusnya aku yang menanyakan itu kepadamu...apa yang kau lakukan???"
Tiba-tiba Raka menarik tangan Nia dan mendekatkan Nia kepadanya...
RAKA : "Haruskah aku menjelaskan tentang muntah yang kau berikan dikemejaku ini???" (Berbisik ditelinga Nia)
NIA : "Ba..baiklah...aku akan membersihkannya...tapi aku mohon lepaskan aku" (Sambil memejamkan matanya)
RAKA : "Cepatlah...aku tidak punya waktu bersama wanita sepertimu!!!" (Mendorong Nia)
Seketika Nia pun langsung mengambil kemeja tersebut dan langsung membersihkan kemeja tersebut di Washtub yang ada diruangan tersebut...
Beberapa kali Nia melirik Raka pada Cermin yang ada dihadapannya...Cermin tersebut menangkap bayangan Raka dengan jelas yang kini berdiri dibelakang Nia tanpa memakai Kemeja...sesekali Raka juga menyadari akan lirikan Nia kepadanya...
RAKA : "Apakah kau puas melihat tubuhku???" (Melirik Nia dari Cermin)
NIA : "Ti..tidak!!!...aku melihatmu karna aku takut kau akan mendekat!!!" (Berteriak sambil memejamkan matanya)
Terdengar Raka tertawa kecil karna ucapan Nia kepadanya...Nia pun seketika membuka matanya karna mendengar suara tawa Raka yang sangat mirip dengan Elfatah...
NIA : "Ka...kau Tertawa??" (Menatap Raka dari cermin)
Seketika Raka menatap Nia dari cermin dengan tatapan dingin...
NIA : "Ma..maaf...sepertinya kau tidak seperti yang mereka katakan..." (Menatap Raka dari cermin)
Raka terdiam dengan ucapan Nia kepadanya...diapun membuang pandangan wajahnya mengarah jendela yang kini berada disamping kirinya...
__ADS_1
NIA : "Orang-orang bilang padaku...bahwa kau tidak memiliki ekspresi...kau tidak pernah menangis maupun tertawa...tapi nyatanya mereka salah menilaimu...kau bisa tertawa...kau bisa menangis...dan kau juga sama seperti mereka...kau ingin dimengerti...kau ingin dihargai...tapi kau selalu menutup dirimu dari mereka karna suatu hal...kenapa?...kenapa kau selalu menutup dirimu dari mereka?...kau telah membuat mereka salah menilaimu...kau sama seperti mereka...kau hidup...kau bernafas...dan kau juga ingin dicintai" (Membalikkan badannya dan menatap Raka)
RAKA : "Kau salah...aku tidak sama seperti mereka...aku sangatlah berbeda dari mereka...aku tidak hidup...tidak bernafas...dan tidak membutuhkan Cinta...yang kubutuhkan adalah ketenangan...dan kau!!...kau selalu merampas ketenanganku!!!" (Menatap Nia dengan tajam)
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut...
REZA : "Raka...apakah kau ada didalam?" (Sambil mengetuk pintu)
Raka pun membukakan pintu tersebut...
REZA : "Raka...aku sudah membawakan kemejamu...sekarang gantilah pakaianmu dan minum obat ini..." (Menyodorkan Raka sebuah kemeja dan beberapa botol obat)
Seketika Raka menepis Kemeja dan botol obat-obatan tersebut lalu menatap Nia...yang terlihat sedang memperhatikan botol obat-obatan tersebut...
RAKA : "Keluar!!!" (Berteriak menatap Nia)
Nia pun tersadar akan tatapannya terhadap obat-obatan tersebut dan menatap Raka yang terlihat marah...
REZA : "Raka..maafkan aku..." (Berbisik sambil menatap Raka dan Nia)
RAKA : "Apa kau tidak dengar?...Keluar!!!" (Berteriak menatap Nia)
Nia pun bergegas keluar dari ruangan tersebut...saat Nia benar-benar keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba Raka menutup pintu ruangan tersebut dengan keras...yang membuat Nia terkejut...
NIA : "Apakah dia normal???...baru saja dia bisa tertawa...tapi dalam sekejap dia bisa semarah dan semenyeramkan ini!!" (Sambil mengelus dadanya karna terkejut)
Terdengar samar suara Raka yang sedang membanting barang-barang didalam ruangan tersebut...
NIA : "Ke...kenapa dia semarah ini?...apakah obat-obataan itu bukan obat biasa?...apakah dia sedang sakit???"
Nia yang penasaran pun menempelkan kepalanya dipintu tersebut untuk mendengarkan apa saja yang akan dikatakan Raka didalam ruangan tersebut...
RAKA : "Apakah kau bodoh???...kau memberikan obat-obatan itu dihadapan wanita itu!!" (Sambil melemparkan Gelas yang kini ada disampingnya)
REZA : "Raka...maafkan aku...kau tidak melihat wanita itu..." (Memundukkan kepalanya)
RAKA : "Sekarang ambil obat-obatan itu...aku tidak akan meminum obat-obat itu!!"
REZA : "Raka...tolong jangan abaikan obat-obatan itu...jika terjadi sesuatu kepadamu...maka Bunda akan murka kepadaku!!"
RAKA : "Apakah kau tidak lihat...aku baik-baik saja...aku tidak butuh obat-obatan itu!!!"
REZA : "Raka...saya mohon minumlah obat ini..." (Sambil menyodorkan obat-obat tersebut dihadapan Raka)
Dibalik pintu...
NIA : "Kenapa dia harus minum obat-obatan sebanyak itu?" (Berbisik)
Didalam ruangan tersebut...Raka pun meminum obat-obatan tersebut...
REZA : "Raka...untuk motor yang akan kau gunakan balapan nanti sudah aku siapkan seperti biasanya...aku mengisi bensin dimotormu untuk ukuran hanya beberapa putaran terdekat di garis Finish akhir...aku sudah mempersiapkannya"
RAKA : "Ini adalah pertandingan terakhirku...kau harus mempersiapkan semuanya dengan benar..."
REZA : "Raka...kalau ini benar pertandingan terakhirmu...tapi kenapa kau masih mau mengalah dari Rafa?...setiap bertanding yang seharusnya menang adalah kau...tapi selama ini kau selalu saja mengalah darinya...kau sengaja membuat dirimu kalah dan ditertawakan oleh mereka semua"
RAKA : "Aku akan selalu menjadi bayangan Rafa...dan sampai kapanpun hanya akan menjadi bayangannya...kau sendiri tau apa yang akan terjadi padaku sebentar lagi...mungkin saja setelah ini...aku tidak bisa melihat dunia ini...lalu untuk apa aku menunjukkan diriku pada dunia?...Reza...aku percayakan semuanya kepadamu...kau..Bunda..Paman..dan Ayah...kalian adalah kekuatan yang tuhan berikan padaku...aku sangat mengandalkan kalian...dan aku sangat mempercayaimu Reza!!!...hanya kau...yang...ku..per..caya..." (Menatap Reza lalu tiba-tiba Raka terduduk menahan rasa sakit)
REZA : "Ra...Raka!!!"
NIA : "A...ada apa dengannya?...kenapa Reza berteriak???"
Seketika Nia pun berlari mencari bantuan hingga ketika dia memanggil beberapa Staf arena tersebut dan meminta mereka masuk kedalam ruangan tersebut...namun saat ruangan tersebut dibuka rupanya tidak ada siapapun didalam ruangan tersebut...
STAF 1 : "Nona...dimana orang yang sedang sakit itu???" (Sambil melihat sekeliling)
STAF 2 : "Disini tidak ada siapa pun..."
NIA : "Be...benarkah???"
Nia pun masuk kedalam ruangan tersebut dan melihat sekeliling yang rupanya memang tidak ada siapapun selain mereka...
STAF 1 : "Nona...maaf tapi kalau ingin membuat masalah tolong jangan main-main dengan ucapanmu!!"
NIA : "Ta..tapi aku berkata benar...tadi ada orang yang sakit!!"
Para staf pun meninggalkan Nia dengan ekspresi yang sedikit marah...
NIA : "Dia dimana?..apakah aku salah dengar?...tapi beberapa sangat jelas kudengar teriakan Reza pada Raka dan juga perkataanya bahwa selama ini Raka sengaja mengalah dari Rafa...untuk apa?..untuk apa dia mengalah?..aaah aku tidak mendengar kelanjutannya dengan jelas!!...lalu sekarang dimana obat-obatan itu?" (Sambil melihat sekeliling untuk mencari obat-obatan yang dilempar Raka tadi)
1 jam kemudian...terdengar suara sorak para penonton pertandingan Balap motor tersebut...dan terlihat juga Raka..Rafa..Delvin..Nicho dan beberapa peserta balapan motor lainnya sudah siap siaga dibarisan starting mereka...
__ADS_1
NIA : "Aku kira Raka tidak mengikuti Pertandingan ini...karna setelah diruangan tadi..aku tidak bisa menemukannya...nyatanya dia kini terlihat baik-baik saja..." (Sambil menatap Raka yang sedang berbicara dengan Reza)
BERSAMBUNG》》》》》》》