LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 9


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


1 Jam kemudian mereka pun keluar dari bangunan tersebut...


RAKA : "Kau tunggulah disini...aku akan membeli sesuatu untuk kita..."


NIA : "Ka...kau mau kemana??"


Raka pun meninggalkan Nia sendirian...beberapa saat kemudian Raka pun datang dengan membawakan Nia sesuatu yaitu Gelato...


NIA : "A...apa ini??"


RAKA : "Makanlah...maka kau akan tau apa yang saat ini ku berikan padamu..." (Menyuapi Nia dengan Gelato yang dia pegang)


Nia pun menggigit Gelato tersebut...


NIA : "Di...dingin!!..."


RAKA : "Ma...maaf...aku...aku..." (Menarik tangannya yang sedang menyuapi Nia)


Seketika Nia pun menahan tangan Raka dan menggigit Gelato itu kembali...


RAKA : "Nia!...nanti mulutmu bisa kedinginan..."


NIA : "Tidak...tadi aku hanya bercanda saja kok...hahaha"


RAKA : "Ouuh gitu yaa sekarang...kamu menipuku...baiklah kalau begitu aku akan memberimu sebuah Hukuman..."


Nia pun langsung memundurkan langkahnya untuk menghindar dari Raka yang ingin memberikan hukuman kepadanya namun belum sempat menjauh Raka menarik tangan Nia...


Seketika Raka mencium Bibir Nia dengan mulutnya yang penuh dengan Gelato...


Terlihat Nia yang terkejut dengan apa yang Raka lakukan kepadanya...


Kini terlihat keduanya berciuman dengan Mulut yang dipenuhi oleh Gelato...


Beberapa saat kemudian Raka pun menghentikan Ciuman mereka dan mengelapi Bibir Nia yang belepotan dengan Gelato yang dia berikan kepada Nia melalui mulutnya...


RAKA : "Apakah hukumannya tidak cukup???" (Sambil mengelapi bibir Nia dengan tanganya)


NIA : "Ti...tidak...i..itu sudah cukup..." (Mengelapi bibirnya dengan tanganya)


Seketika Raka pun menggenggam tangan Nia yang juga sedang mengelapi bibirnya dari sisa Gelato pada bibirnya...


RAKA : "Manis...hangat...dan terasa hidup...itu yang aku rasakan saat aku menciummu tadi...untuk pertama kalinya dalam hidupku...aku merasa hidup..." (Menggenggam tangan Nia dengan tatapan yang dalam)


NIA : "Hidup??...bukankah kau memang hidup?...El...kau tau...terkadang aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan kepadaku...tapi entah kenapa...aku selalu mengkhawatirkanmu..." (Menggenggam tangan Raka dengan kedua tanganya)


RAKA : "Apa yang perlu kau khawatirkan dariku?...bukankah aku adalah milikmu?...kapanpun dan apapun yang mau kau lakukan padaku itu adalah hakmu..." (Memeluk Nia)


NIA : "Aku mau kau berjanji kepadaku satu hal..." (Memeluk Raka)


RAKA : "Apa itu...?"


NIA : "Aku mau kau tidak akan pernah meninggalkanku...dan datang disetiap ku memanggil namamu..."

__ADS_1


RAKA : "Bukankah kau hanya meminta 1 hal dariku...tapi permintaan yang kau katakan barusan ada 2 lohh.."


NIA : "Yaudah berarti aku minta 2 hal darimu yaitu...Aku mau kau tidak akan pernah meninggalkanku...dan datang disetiap ku memanggil namamu...apakah kau mau berjanji kepadaku??" (Melepaskan pelukannya dan menatap kearah suara Raka)


RAKA : "Bukankah itu terlalu berlebihan..?"


NIA : "Berlebihan?..."


RAKA : "Iya...kau meminta padaku untuk tidak meninggalkanmu dan juga selalu hadir disaat kau memanggilku...bukankah itu terlalu berlebihan?...bagaimana caranya agar aku bisa terus berada disampingmu...dan dari mana aku bisa tau kalau kau memanggilku...??"


Nia pun seketika terdiam...


RAKA : "Baiklah..baiklah...aku akan berjanji kepadamu...aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan akan datang disaat kau memanggil namaku...bagaimana?" (Memeluk Nia)


Tak ada kata-kata yang terucap dari Nia...Nia hanya terdiam dan memeluk Raka dengan erat...


Beberapa saat kemudian mereka pun melanjutkan ketempat terakhir yang menjadi tempat tujuan akhir mereka yaitu Villa Borghese...


RAKA : "Taman terbesar yang ada di Roma ini memiliki pemandangan yang Sejuk dan Indah...dengan beberapa Patung-patung Artistik...Bunga-bunga Cantik bermekaran...Air mancur...dan Danau disekitar Taman ini membuat yang datang ketempat ini merasakan indahnya Surga yang tuhan ciptakan dibumi ini" (Menatap Taman Bunga Tulip dan Mawar terhampar luas yang kini berada dihadapan mereka)


NIA : "Indah...pasti sangat Indah pemandangan Taman ini...suara kicauan Burung masih terdengar walau hari telah sore...udaranya sejuk namun sedikit dingin seperti di daerah pegunungan...dan harum Dedaunan bercampurkan harum Bunga-bunga yang ada ditaman ini...Pasti Taman ini sangat Indah!!!" (Tersenyum sambil menghirup udara yang ada ditaman tersebut)


RAKA : "Ditaman ini ada 3 Museum tapi sepertinya kita tidak bisa kesana...karna hari telah sore dan mulai gelap...bagaimana kalau kita ke Villa yang ada disini untuk beristirahat...??"


NIA : "Baiklah aku setuju..." (Tersenyum)


Namun baru beberapa langkah mereka jalan terlihat 2 kuda yang datang menghampiri keduanya bersama pak Firman...


PAKA FIRMAN : "Tuan muda...saya sudah siapkan Kuda ini untuk Kalian tunggangi..."


RAKA : "Baiklah..."


RAKA : "Apakah kau takut menaiki Kuda...?" (Menatap wajah Nia yang tampak cemas)


NIA : "Eehh...ti...tidak...aku..tidak takut..."


Seketika Raka pun naik keatas salah satu kuda tersebut yang berwarna Putih dan mengulurkan tangannya kepada Nia...


Pak Firman pun Membantu Nia untuk naik keatas Kuda tersebut tepat didepan Raka...


Kini terlihat keduanya berada di 1 kuda yang cantik...mereka pun pergi menggunakan kuda tersebut...terlihat juga pak Firman yang menaiki kuda lainnya untuk mengikuti Raka dari belakang...


RAKA : "Jangan takut...aku ada bersamamu...aku akan melindungimu dari apapun..." (Berbisik ditelinga Nia)


NIA : "Aku percaya kepadamu El..." (Tersenyum)


15 menit kemudian mereka pun sampai disebuah Penginapan yang terasa sepi dan penuh kemewahan...


NIA : "Ke...kenapa penginapan ini sangat sepi...?"


RAKA : "Karna untuk hari ini...penginapan ini hanya untuk kita berdua..." (Menggandeng tangan Nia kedalam sebuah Lift)


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai dilantai teratas pada penginapan tersebut yaitu lantai 7...


Terlihat meja makan yang hanya untuk mereka berdua saja...dengan lelampu indah dan bunga yang menghiasi seluruh Tempat itu...

__ADS_1


Raka pun menarikkan tempat duduk untuk Nia duduki...


NIA : "Apakah kita masih berada diPenginapan tadi...?" (Sambil duduk dikursi yang telah Raka tarik untuknya)


RAKA : "Saat ini kita berada di Lantai 7 penginapan ini...dan sekarang aku bisa melihat semua pemandangan Indah di Taman Borghese ini...lampu-lampu taman mulai dinyalakan seluruhnya...Air Mancur bercahaya dengan lampu warna-warninya...bunga-bunga taman terlihat lebih bercahaya dan indah dengan cahaya lampu taman...dan Danau yang kini dikelilingi oleh lampu warna-warni pun juga terlihat lebih indah dari sebelumnya...dan saat ini yang ada disekitar kita adalah lampu-lampu indah berwarna kekuningan berpadupadankan dengan bunga Violet berwarna Ungu dan Bunga Mawar berwarna Merah...dengan seorang Bidadari yang kini Bercahaya dan Cantik melebihi dari semua pemandangan itu tepat berada dihadapanku...kini aku bisa melihat bahwa dunia ini penuh warna dan keindahan...hidup rasanya seperti tak nyata...terkadang aku takut apa yang saat ini aku lihat dan aku rasakan hanyalah sebuah mimpi indahku...tapi...ketika aku menggenggam hangatnya tanganmu seperti ini...aku sadar bahwa semua ini nyata...kau nyata...hidupku nyata...dan Cintaku juga nyata..." (Menggenggam tangan Nia sambil tersenyum)


NIA : "Dan kau juga Nyata dalam hidupku Elfatah..." (Menggenggam tangan Raka)


Beberapa saat mereka pun Makan makanan yang telah mereka pesan...dan kali ini Raka hanya memesan Salad Buah...


NIA : "Apakah kau tidak lapar?...dengan hanya memakan Salad sedari tadi siang???"


RAKA : "Bagiku ini sudah cukup...biasanya aku tidak hanya makan salad kok...koki dirumahku sudah tau apa saja yang harus aku makan jadi tidak sepenuhnya aku hanya makan salad saja"


NIA : "Ouuh aku kira kamu hanya makan salad saja...Hehehe..."


RAKA : "Aku tidak boleh makan sembarangan terutama dengan bahan apa saja yang mereka pakai...hanya para koki pribadiku yang boleh memasakkan makanan untukku..."


Seketika Nia pun menghentikkan Makannya dan terdiam...


RAKA : "A...ada apa...?"


NIA : "El...apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan kepadaku...??"


RAKA : "Ti...tidak...memangnya ada apa?"


NIA : "Terkadang...aku seperti sangat mengenalimu...tapi kadang aku juga seperti tidak mengenalimu..."


Seketika Raka pun menghentikan Makannya dan menatap Pak Firman yang sedikit jauh dibelakang Nia...


NIA : "Apakah ada sesuatu yang belum kau katakan kepadaku El...??"


Tak ada jawaban apapun dari Raka yang hanya diam membisu menatap Nia dan Juga Pak Firman...


Tiba-tiba Pak Firman menghampiri mereka...


PAK FIRMAN : "Tuan muda...saat ini sudah jam 18:30...kini saatnya ke Taman yang ada dipenginapan ini..."


RAKA : "Ba...baiklah...Nia apakah kau sudah selesai makannya...?"


NIA : "Eehh i..iya aku sudah selesai makannya..."


RAKA : "Baiklah...sekarang kita ketempat selanjutnya...Ayoo.." (Menggandengn tangan Nia)


NIA : "[Entah kenapa aku selalu merasa ada yang El sembunyikan dariku...dan dari setiap kata-kata yang dia ucapkan kepadaku memiliki makna seakan dia akan pergi jauh...aku mengenalnya hanya dalam 2 hari tapi entah kenapa aku bisa Jatuh Cinta kepadanya...dia yang hanya kukenal dalam 2 hari...dan dia yang hanya kukenal dari harum tubuhnya dan suaranya...aku ingin mengenal dirinya lebih dari yang kukenal saat ini...karna semenjak aku bertemu dengannya...entah kenapa aku merasakan Aura kesedihan yang pekat pada dirinya...Tubuhnya dingin seperti es...dan beberapa kali saat aku memeluknya aku mendengar detak jantungnya sangat cepat dan tidak beraturan...beberapa kali Pak Firman juga mengatakan hal yang sama sekali tidak kumengerti...El...sebenarnya siapakah dirimu yang sebenarnya?...dan apa yang kau sembunyikan dariku???]" (Dalam hati Nia sambil menggenggam erat tangan Raka yang dingin)


Mereka pun sampai disebuah bangunan yang dihiasi dengan lelampuan dan bunga indah...terdengar juga suara alunan Piano dan biola pada tempat itu...


RAKA : "Bangunan ini berbentuk lingkaran yang tidak terlalu besar...dikelingi Tiang-tiang tinggi memutari bangunan ini dengan atap yang membentuk Kubah...warna Bangunan ini mengarah warna Krem dengan lampu yang berwarna kekuningan...dan kini dihadapan kita juga ada beberapa pemain piano dan biola..."


NIA : "A...apa yang akan Kita lalukan disini...?"


RAKA : "Berdansalah denganku...Nia...!!" (Berlutut dihadapan Nia dan mengulurkan tangannya didekat tangan Nia)


Tangan Nia pun menyambut uluran tangan Raka kepadanya...

__ADS_1


Kini terlihat keduanya berdansa bersama dengan diiringi Alunan Biola dan Dentingan Piano yang terdengar Lembut dan Romantis...


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2