
♡LOVE HEART♡
10 menit kemudian...
Arka dan Nia pun keluar dari Mobil tersebut...
ARKA : "Pantheon!!!...Dengan atap yang berbentuk segitiga...Warna cat yang sedikit mengarah ke Abu-abu...dan 12 tiang yang tinggi didepannya menghiasi bangunan ini...bagaimana?...apakah kau sudah bisa membayangkannya??"
NIA : "Pasti bangunan ini sangat Cantik...aku bisa membayangkan dan merasakannya...terdengar suara anak-anak kecil yang riang dan tertawa disekitar Bangunan ini...itu pasti karna bangunan ini sangat Indah..." (Tersenyum)
RAKA : "Apakah kau ingin memasuki Bangunan ini?"
NIA : "Apakah boleh??"
RAKA : "Tentu saja boleh...walaupun bangunan ini tempat beribadah umat katolik...tapi kita bisa kok memasuki bangunan ini sebagai Turis..."
NIA : "Baiklah...aku mau.."
Raka pun mengajak Nia untuk memasuki Bangunan Pantheon tersebut...
RAKA : "Saat kita berada diluar tadi kita lihat atapnya berbentuk segitiga...tapi saat kita masuk...aku melihat Atapnya berbentuk Lingkaran dan sangat Cantik...dengan atap yang berbentuk Kubah lingkaran dan dihiasi beberapa Aksen kotak-kotak...sekarang aku juga melihat Cahaya dari Titik tengah kubah ini...ada sebuah Cahaya terang dari lingkaran yang kini tepat berada diatas kepala kita..."
NIA : "Tapi...aku merasakan sedikit kesedihan ditempat ini...aku mendengar tangisan dari seseorang...tapi aku juga mendengar tawa dari seseorang...menurutmu tempat ini seperti apa?"
RAKA : "Tempat ini memang dipenuhi dengan kesedihan dan juga tawa bagi yang mengunjunginya...karna sebagian dari orang-orang yang datang ditempat ini untuk berdoa...dan melepaskan beban hidupnya..."
NIA : "Pantas saja...aku bisa merasakannya...tempat ini penuh rasa dan aura..."
RAKA : "Tunggu...A...apa maksudmu??...kau..kau bisa membaca Aura??"
NIA : "Heemm...tidak seperti yang kau bayangkan...aku tidak bisa membaca Aura seperti yang kau pikirkan...aku hanya bisa menebaknya dari apa yang kurasakan dari tempat ini...hehehe" (Tertawa kecil)
RAKA : "Apakah kau bisa menebak Auraku saat aku bersamamu??"
NIA : "Iya tentu saja..."
RAKA : "A...apa yang kau rasakan?"
NIA : "Saat pertama kali kita bertemu aku merasakan Aura dingin dan..."
RAKA : "Dan?...Dan apa??"
NIA : "Dan Kesedihan!!..."
RAKA : "Kau...kau salah...aku tidak pernah merasakan kesedihan didalam hidupku..."
NIA : "Benarkah?...tidak pernah?"
RAKA : "Tentu saja...sejak aku lahir didunia ini...hidupku selalu terpenuhi dengan semua yang aku inginkan...dan bahkan Ayahku...Bundaku...Paman...dan semuanya sangat menyayangi ku lebih dari siapapun..."
NIA : "Waahh hidupmu sangat beruntung yaa...Kau terlahir dikeluarga yang Sangat menyayangimu dan bahkan sepertinya mereka sangat menjagamu...sampai-sampai Pak Firman memasang Alarm dijam tangannya...jika terjadi sesuatu kepadamu...maka Jam tangan itu akan mengeluarkan Alarmnya..." (Tersenyum)
RAKA : "Da...Dari mana kau tau??"
NIA : "Kemarin bukankah Pak Firman mengatakan tentang Alarm itu.."
RAKA : "Heemm...iya kau benar...Jam itu memang dipasangkan oleh Ayahku dan juga pamanku kepada Pak Firman..."
NIA : "Untuk apa?...bukankah dia selalu berada disampingmu?"
RAKA : "Jam itu dipasang agar aku tidak bisa kabur dari mereka..."
__ADS_1
NIA : "Ka..kabur??"
RAKA : "Iya..mereka takut aku akan kabur dari rumah makanya Ayahku memasangkan Jam itu kepada Pak Firman agar bisa melacak keberadaanku..."
NIA : "Benarkah?...waah jam itu sangat bagus...boleh tidak aku memakai jam itu juga??"
RAKA : "Untuk apa?"
NIA : "Agar aku bisa melacak keberadaanmu..."
RAKA : "Bukankah kau tidak membutuhkan jam itu...?"
NIA : "Ke...kenapa??"
RAKA : "Bukankah kau bisa melacakku?...kemarin saja kau bisa menebak...bahwa akulah yang ada dirumahmu..."
NIA : "Vanila..." (Tersenyum)
RAKA : "Vanila?...maksudmu??"
NIA : "Karna aku mencium harum Vanila...jadi aku bisa tau bahwa yang ada dihadapanku itu adalah kau...Elfatah.."
Seketika Raka pun mengendus baju dan juga tangannya...
RAKA : "Vanila?...aku tidak berbau Vanila!!"
NIA : "Benarkah?...tapi setiap kali aku dekat denganmu aku mencium Harum Vanila darimu"
RAKA : "Nia...Aku tidak pernah memakai parfume Vanila..."
Seketika Nia pun mendekatkan dirinya kehadapan Raka dan mengenduskan hidungnya...
NIA : "Tuhh kan...aku mencium Harum Vanila darimu"
NIA : "Kyaaa!!!...El!!!" (Berteriak dan memeluk Raka)
Semua mata pun tertuju kearah mereka...Raka pun menundukan kepalanya kesetiap orang yang melihat kearah mereka...
RAKA : "Ni...Nia...aku hanya bercanda..."
NIA : "Kau tau?...aku sangat takut dengan hantu...sekarang cepatlah ganti Parfume mu!!"
RAKA : "Nia...sudah berapa kali kukatakan padamu aku tidak memakai Parfume Vanila..."
NIA : "Pokoknya aku tidak mau tahu...kau harus pakai Parfume lainnya sekarang!!" (Meluk Raka sambil menarik kemeja yang Raka pakai)
RAKA : "Ba..baiklah...aku akan memakai Parfume lainnya...tenanglah aku akan menyemprotkan Parfume lainnya...sekarang lepaskan dulu kemejaku...semua orang menatap kita!!" (Berbisik kepada Nia)
Nia pun melepaskan pelukan dan juga tangannya yang menarik-narik kemeja Raka...
RAKA : "Ayo...sekarang kita keluar dari bangunan ini...aku akan membeli Parfume baru...untukku pakai..."
Raka dan Nia pun kembali kemobil mereka dan meninggalkan Pantheon tersebut...beberapa saat kemudian mobil tersebut pun berhenti tepat dihadapan Toko Gucci yang menyatu dengan Toko Parfume Italian...
NIA : "Ini dimana?" (Sambil jalan digandeng oleh Raka memasuki Toko tersebut)
RAKA : "Bukankah kau memintaku untuk mengganti Parfume yang lain?...naah sekarang aku akan menggunakan Parfume ini..." (Sambil menyemproti sebuah Parfume kebaju dan lengannya)
NIA : "Baiklah...yang banyak yaa!"
RAKA : "Coba sekarang kau hirup apakah aku masih berbau Vanila??"
__ADS_1
Nia pun mendekat kearah Raka dan menghirup dalam-dalam baju Raka...
NIA : "Sudah!!...Akhirnya harum menyeramkan itu sudah tidak ada lagi...Huufft"
RAKA : "Menyeramkan???..."
NIA : "Iya menyeramkan...kan kau bilang harum Vanila itu adalah Harum Hantu...I..Itu sangat menakutkan...!!"
Tiba-tiba Raka pun tertawa...
NIA : "A...ada apa?.."
RAKA : "Nia...aku hanya bilang jangan-jangan yang kau Cium itu adalah Harumnya hantu...bukan berarti Harum Vanila itu adalah harumnya hantu...Hahahaha...kau benar-benar sangat Lucu...hahaha" (Tertawa terbahak-bahak)
NIA : "Ouuh..A...aku pikir yang kau maksud harum Vanila adalah harumnya Hantu..."
Raka pun kembali tertawa sambil mengusapkan kepala Nia...
RAKA : "Hahaha Nia..Niaaa..!"
Tiba-tiba tanpa disangka Pak Firman masuk kedalam toko tersebut dan menghampiri Raka yang sedang tertawa...
PAK FIRMAN : "Tu...Tuan muda...sudah cukup tertawanya Tuan..."
Seketika Raka pun menghentikan Tawanya tersebut dan menatap Pak Firman...
NIA : "Loohh kok El gak boleh ketawa Pak??"
RAKA : "Tentu saja!...kalau aku terus menerus tertawa...lalu kapan kita bisa melanjutkan perjalanan kita...Pak Firman sebaiknya tunggu kami diluar saja...aku dan Nia akan menyusul keluar..." (Menatap dingin kearah Pak Firman)
PAK FIRMAN : "Ba...Baik tuan..."
Pak Firman pun keluar dari Toko tersebut...
NIA : "El...tau gak?...Pak Firman aneh banget deh...aku merasakan Aura ke khawatiran yang besar padanya...apakah dikeluarganya sedang ada yang sakit atau terkena masalah?"
RAKA : "Iya...kau benar...dikeluarga Pak Firman ada yang sedang sakit..."
NIA : "Pantas saja...pasti yang sedang sakit itu Anaknya...karna rasa khawatirnya itu sangat besar...terdengar suaranya yang sedikit gemetar dan dingin...tapi langkah kakinya perlahan seperti sedang memikirkan sesuatu..."
RAKA : "[Nia!...kenapa kau sangat memahami Perasaan seseorang?...jika terus seperti ini...aku tidak bisa berada didekatmu lagi...aku pikir memiliki teman yang tidak bisa melihat...itu aman bagiku untuk bisa menyembunyikan kenyataannya...tapi dengan dirimu yang seperti ini...aku...aku takut tidak lama lagi kau akan mengetahui semua tentang diriku...]" (Dalam hati Raka sambil menatap Nia)
NIA : "Baiklah kita sudah mendapatkan Parfume baru...sebaiknya kita melanjutkan perjalan kita...El"
RAKA : "Tunggu!!...kau tunggulah disini..."
NIA : "Kau mau kemana?"
Raka pun pergi meninggalkan Nia...dan beberapa saat kemudian Raka kembali dan menarik Nia untuk mendekat kearahnya...
NIA : "A...apa yang kau lakukan?"
Tanpa diduga Raka memakaikan Nia sebuah kalung dengan Liontin berbentuk Matahari...
NIA : "Ka...kalung?" (Memegangi kalung tersebut)
RAKA : "Aku ingin kau memakai kalung ini...selama yang kau bisa..."
NIA : "A...Aku akan memakai kalung ini selamanya" (Tersenyum menghadap suara Raka sambil menggenggam Liontin tersebut)
RAKA : "Baiklah kita lihat saja nanti...sampai kapan kau akan mempertahankan Kalung itu untuk tetap berada ditempatnya yaitu dilehermu..." (Tersenyum menatap Nia)
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan berhentilah disebuah Alun-alun besar yang bernama PIAZZA NAVONA...
BERSAMBUNG》》》》》》》