LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 11


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Disisi lain...ROMA...


Beberapa menit kemudian Raka pun mengantar Nia pulang karna hari semakin malam...


RAKA : "Apakah kau senang dengan hari ini...?" (Tersenyum sambil menatap Jendela mobilnya)


Tak ada jawaban dari Nia atas pertanyaannua tersebut...Raka pun terkejut dengan kepala Nia yang tiba-tiba terjatuh dipundaknya...


Terlihat Nia yang telah terlelap tidur dipundak Raka...


RAKA : "Kau pasti sangat kelelahan..." (Menggenggam tangan Nia)


PAK FIRMAN : "Tu...Tuan muda...Tuan muda pasti juga kelelahan...sebaiknya sekarang tuan minum obatnya...karna sejak siang Tuan tidak mau meminum obatnya..." (Sambil sesekali melirik Raka dari Spion)


RAKA : "Apakah kau tidak lihat?...aku baik-baik saja...ketika aku bersama Nia...entah kenapa aku merasa sehat...aku merasa seperti manusia yang sehat..." (Sambil menatap Tangannya yang menggenggam tangan Nia)


PAK FIRMAN : "Tapi tuan muda...Obatnya harus tetap diminum...Saya takut tuan muda kambuh lagi..."


Seketika Raka menatap dingin kearah lirikan Pak Firman kepadanya...


PAK FIRMAN : "Ma...Maafkan saya Tuan..." (Menundukkan kepalanya)


1 Jam kemudian mereka pun sampai dirumah Nia...terlihat Nia masih terlelap dipundak Raka...


Terlihat Ibu Aleta yang membukakan pintu mobil Raka dan melihat Nia yang tertidur pulas dipundak Raka...


RAKA : "Shuuut...Tante tenang saja...biar saya yang membawa Nia masuk kedalam..." (Tersenyum)


IBU ALETA : "Baiklah...Terima kasih nak El...Biar tante yang bawa tasnya Nia..."


Raka pun menggendong Nia terlihat Ibu Aleta yang sudah masuk kedalam rumah Nia yang membawa Tas Nia...


Tiba-tiba Pak Firman lari menghampiri Raka..


PAK FIRMAN : "Tu...Tuan muda!!!...tolong jangan lakukan ini...biar saya saja yang membawa Nona Nia kedalam...Tu...Tuan bisa kelelahan!!!" (Lari dan berteriak menghampiri Raka yang sedang menggendong Nia)

__ADS_1


RAKA : "aku baik-baik saja...Pak Firman tidak perlu cemas...tunggu saya disini saja..." (Menatap dingin kearah Pak Firman)


Raka pun pergi menggendong Nia kekamar Nia...


Saat Raka merebahkan Nia dikasurnya...tiba-tiba Tangan Raka tertahan oleh tangan Nia yang tanpa disadari Nia menggenggam tangan Raka sangat kuat...


NIA : "El...jangan pergi...aku mohon jangan tinggalkan aku..." (Menggenggam erat tangan Raka karna mengigau)


RAKA : "Nia...aku tidak akan meninggalkanmu...Selama aku masih bernafas...aku bersumpah...hanya kaulah satu-satunya yang ku Cintai...hingga akhir hayatku..." (Melepaskan genggaman tangan Nia secara perlahan)


Beberapa saat kemudian Raka berhasil melepaskan genggaman Nia ditangannya...lalu mencium Kening Nia...


RAKA : "Aku akan kembali...kita akan bertemu lagi di Trevi Fountain..." (Tersenyum)


Raka pun keluar dari kamar Nia...


IBU ALETA : "Nak El...tante berterima kasih banyak sekali kepadamu...karna Untuk pertama kalinya Nia bisa memiliki seorang teman...dan untuk pertama kalinya juga Nia bisa mengelilingi kota Roma ini...sejak dulu keinginan Nia adalah mengelilingi Kota Roma ini...dan itu sudah tercapai itu semua berkat kamu...Terima kasih banyak Nak El..." (Tersenyum menatap Raka)


RAKA : "Tante tidak perlu berterima kasih padaku...justru aku yang akan berterima kasih pada tante...karna Tante sudah melahirkan seorang Putri yang Ceria nan Cantik seperti Nia...aku bersyukur...Tuhan mempertemukan aku dengan Nia...karna Nia lah aku bisa merasakan kebahagiaan ini...Terima kasih Madre..." (Tersenyum lalu membungkukkan badannya dihadapan Ibu Aleta)


RAKA : "Saya Pamit tante...karna sudah larut..."


IBU ALETA : "Aah iya...hati-hati yaa.." (Tersenyum)


RAKA : "Baik Tante..."


DISISI LAIN...INDONESIA


Terlihat Bi Sinah pembantu di keluarga Elfatah gusar dan khawatir...sedari tadi ia berdiri tepat dihadapan sebuah pintu kamar...


BIBI SINAH : "Tuan muda...saya mohon bukalah pintunya...sejak kemarin tuan tidak makan...Jika Tuan besar tahu bahwa tuan muda belum makan...nanti saya yang dimarahi..." (Sambil mengetuk pintu kamar dengan cemas)


AYAH WILSON : "Ada apa ini?...apakah dia tidak juga keluar dari kamarnya...???"


BIBI SINAH : "Maafkan saya tuan...Tuan muda belum juga membukakan pintu kamarnya..."


AYAH WILSON : "Biarkan saja Bi...aku sangat memahaminya...saat seseorang kehilangan orang yang dicintai maka setengah jiwanya ikut pergi bersama orang tersebut...apa yang saat ini dilaluinya adalah sebuah perpisahaan yang menyakitkan...Biarkan saya saja yang masuk kedalam..." (Mengambil makanan yang dibawakan oleh Bi Sinah)

__ADS_1


BIBI SINAH : "Baik tuan...saya permisi..."


Beberapa saat kemudian Ayah Wilson pun masuk kedalam kamar tersebut menggunakan Kunci Cadangan...


Suasana gelap dan juga Dingin dikamar tersebut...terlihat Rafa yang terduduk diam diatas kasurnya dengan tatapan kosong...


AYAH WILSON : "Rafa...Ayah tau apa yang saat ini kamu lalui adalah sebuah kesedihan yang mendalam...tapi apakah kau akan terus seperti ini???...menghukum dirimu sendiri dengan berdiam diri didalam kegelapan ini???...bukankah seharusnya kau pergi menemuinya untuk terakhir kalinya???...ini semua bukanlah kesalahanmu Rafa...Ikhlaskan dia...agar dia bisa pergi tanpa membawa beban..." (Melangkah perlahan kearah tempat tidur Rafa)


Tak juga ada jawaban dari Rafa...Wilson pun menaru makanan yang dia bawa keMeja yang berada disamping tempat tidur Rafa...


AYAH WILSON : "Kau dan juga Raka...kalian adalah satu-satunya nyawa yang ayah punya...jika sesuatu yang buruk terjadi pada kalian...entah apa lagi yang akan menjadi alasan ayah untuk tetap berada disini...Ayah tau kehilangan adalah sebuah penderitaan terbesar yang tuhan ciptakan...terlebih jika kita kehilangannya untuk selamanya...apa kau pikir ayah tidak mengerti perasaanmu saat ini???...inilah yang ayah rasakan ketika Ibu kalian dinyatakan meninggal..."


Tiba-tiba Wilson terdiam dan memandang foto keluarga yang ada pada meja Rafa...


AYAH WILSON : "Sekarang lanjutkan hidupmu...anggaplah kau hidup hanya untuk orang-orang yang menyayangimu..."


RAFA : "Apakah kesedihan ini akan berakhir jika aku melanjutkan hidupku???...dan apakah jika aku melanjutkan hidupku dia akan kembali???...bukankah melanjutkan hidupku adalah sebuah rasa syukur karna ditinggalkannya???...tidak!!!...aku tidak ingin melanjutkan semua yang telah dia tinggalkan...termasuk hidup ini!!!"


AYAH WILSON : "Lalu apa yang akan kau katakan padanya jika kau mau mengakhiri hidupmu karna dirinya???...bukankah dia akan membencimu setelah itu???...dia akan merasa bersalah pada dirinya yang menyebabkan orang yang sangat dia cintai mengakhiri hidupnya karna dirinya...Rafa!!!...jangan bertindak lemah...kau adalah penerus Averus...dan hanya kamu yang bisa meneruskan Averus..." (Menatap dingin Rafa)


Seketika Rafa menatap bingung kearah Ayah Wilson...


RAFA : "Kenapa hanya aku???...bukankah kau juga memiliki Putra yang lainnya???...yaitu Putra kesayanganmu itu...kenapa harus aku yang menanggung semuanya???...Apakah Ayah tau?...sejak kecil Ayah selalu membedakan aku dan juga Raka...Ayah selalu menganggap hanya Rakalah putramu...apakah aku tidak berarti bagimu???...Apakah Ayah lupa?...saat Ibu melahirkan Rakalah...Ibu meninggal!!!" (Berdiri dari duduknya dikasur dan mentap dingin kearah Ayah Wilson)


AYAH WILSON : "Cukup!!!...hentikan semua ucapanmu itu...Apakah kau tidak sadar...Raka adalah adikmu...kalian adalah saudara kembar...tidak sepantasnya kamu mengucapkan itu tentang Adikmu!!!...dan tentang kelahirannya yang menyebabkan Bianca meninggal...itu semua telah tuhan takdirkan...kau tidak bisa menyalahkan Raka sebagai alasan meninggalnya ibu kalian..."


RAFA : "Haaah!!!...terjadi lagi...lagi-lagi ayah membelanya...Aku sangat penasaran selama ini kenapa Ayah selalu saja membelanya dan selalu lebih sayang kepadanya dibandingkan diriku...Apakah Ayah sadar???...terkadang Ayah bertingkah menyayanginya seakan-akan dia akan meninggal dihari esok...."


"Plaaaak!!!!" Ayah Wilson menampar Rafa dengan keras...terlihat Rafa yang terdiam dengan tamparan Wilson kepadanya...


AYAH WILSON : "Ra...Rafa...Ayah...ayah tidak sadar...maafkan..."


RAFA : "Cukup Ayah!!!...aku paham...sekarang keluarlah...aku tidak butuh siapapun...kau kembalilah ke putra kesayanganmu itu...!!!" (Terduduk diam dikasurnya)


Ayah Wilson pun keluar dari kamar Rafa dengan tangan yang gemetar dan rasa bersalah karna sudah menampar Rafa...


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2