
♡LOVE HEART♡
Seketika hening mereka semua menatap Nia...
NAYLA : "Lisa..???"
NICHO : "Heey kak Nayla...dia bukan kak Lisa...kenalkan semuanya...Nama kakak ini Nia Felice...dia adalah..."
RAFA : "Sepupunya Zeyna yang baru pindah dari Roma..."
DELVIN : "Dan sekarang dia satu semester denganmu"
NICHO : "Lohh...kalian semua sudah tahu?..."
Nia pun duduk disamping Zeyna begitupun dengan Nicho yang duduk disamping Nia...
NAYLA : "Kalian sudah mengenalnya...tapi tidak mengenalinya kepadaku...hai Nia!!!...perkenalkan namaku Nayla Zura...senang bisa bertemu denganmu!" (Tersenyum menatap Nia dan mengulurkan tanganya)
NIA : "Namaku Nia Felice...senang bisa bertemu denganmu juga..." (Tersenyum dan membalas uluran tangan Nayla kepadanya)
NICHO : "Okeh...karna semuanya sudah kumpul...sekarang waktunya makan!!!"
ZEYNA : "Nia...aku...maafkan aku tadi..."
NIA : "Zeyna...sudah lupakan yang terjadi tadi...aku sudah melupakannya dan kau juga harus melupakannya" (Tersenyum)
DELVIN : "Zey...kamu mau makan apa?" (Menatap Zeyna)
ZEYNA : "Aku tidak lapar"
DELVIN : "Baiklah aku juga tidak makan" (Sambil menutup buku menu)
ZEYNA : "Delviiin...jangan kaya anak kecil deh...udah kamu makan aja"
DELVIN : "Aku akan memesankan makanan...tapi kau juga harus makan..." (Sambil membuka kembali buku menu tersebut)
NAYLA : "Oiya Nia umur kamu berapa tahun?"
NIA : "19 tahun..."
NAYLA : "Umurmu dan Nicho kan sama tapi kenapa Nicho manggil kamu Kakak?" (Menatap Nia lalu menatap Nicho)
NICHO : "Waahh ternyata kita seumuran!!" (Menatap Nia)
NAYLA : "Kamu lahir bulan apa Nia..?"
NIA : "Bulan Juli..."
NICHO : "Berarti aku tidak salah memanggilmu kakak...karna kau tua bulan denganku...hahaha!!" (Tertawa)
DELVIN : "Setahuku itu tidak lucu..." (Dengan tatapan datar)
NAYLA : "Biasalah anak receh...hahaha" (Tertawa sambil senyum kearah Nicho)
NICHO : "Tapi recehnya itu receh Dollar dong...hahaha"
Nayla, Delvin, Nia, Rafa dan Zeyna pun tertawa mendengar ucapan Nicho tersebut...
Beberapa saat kemudian makanan mereka pun telah datang...namun Nia bingung karna melihat pesanan Raka belum juga datang...Raka hanya terdiam fokus menggambar sesuatu pada bukunya...
NIA : "Bagaimana dengan Raka?...pesanannya belum datang" (Menatap Raka)
NAYLA : "Ouuh kau tenang saja...Raka sudah datang kok pesanannya...Taraaa!!!" (Sambil memegang sebuah kotak makan dan menunjukkannya ke Nia)
Nia pun tersenyum lalu memulai makannya...
__ADS_1
NICHO : "Wah...kak Nayla perhatian banget sama kak Raka...setiap hari kakak selalu membawakan Kak Raka bekal...sekali-kali aku juga mau dong!!!"
NAYLA : "Memangnya kau Vegetarian seperti Raka??...hehehe" (Sambil tertawa kecil)
Seketika Nia tersedak dengan makanannya...
NIA : "Uhuuk...uhukk...uhukk!!!" (Tersedak)
RAFA : "Nia...apakah kau baik-baik saja" (Sambil memberikan Nia gelas minum miliknya)
Nia pun minum dari gelas yang Rafa berikan kepadanya...
NICHO : "Astaga...kak Nia...kakak minum dari gelas kak Rafa???..."
Seketika Nia tersedak kembali dan langsung menaruh gelas tersebut lalu menatap Raka...
Terlihat Raka tidak menghiraukannya dan masih dalam fokusnya yang sedang menggambar...Nia pun berdiri dari duduknya...
NIA : "Aku permisi..." (Berdiri dari duduknya sambil menatap Raka dengan mata yang berkaca-kaca)
ZEYNA : "Kau mau kemana Nia??"
Nia tidak menghiraukan ucapan Zeyna kepadanya dan langsung meninggalkan kantin tersebut...
NICHO : "Bukankah itu sebuah ciuman secara tidak langsung?...Kak Rafa juga...kenapa harus dikasih gelas milik kakak?"
Rafa hanya terdiam melirik Raka lalu berdiri dari duduknya...
RAFA : "Biar aku saja yang mengejarnya...Zeyna...aku akan mengantarnya pulang" (Menatap Zeyna)
Terlihat Zeyna menganggukkan kepalanya menatap Rafa...
Langkah kaki Nia sangat cepat sambil menghapus air matanya dengan kasar...sesekali dirinya juga mengelapi Bibirnya...
Tiba-tiba Rafa menarik tangan Nia lalu memeluk Nia...
NIA : "Lepaskan!!!...lepaskan aku!...aku mohon lepaskan aku!!!" (Memberontakkan dirinya sambil memukul dada Rafa)
RAFA : "Aku tidak akan melepaskanmu Nia...menangislah...berteriaklah...dan pukulah aku semaumu...aku tidak akan meninggalkanmu" (Memeluk Nia dengan erat)
NIA : "Aku mohoonn lepaskan aku...aku mohonnn!!" (Menangis sambil memukuli dada Rafa)
Beberapa saat kemudian...Nia pun menghentikan pukulannya dan bersandar lemas dipelukan Rafa kepadanya...
NIA : "Kenapa?...kenapa dia melakukan ini kepadaku?...kenapa???" (Berteriak)
Rafa hanya terdiam memeluk Nia yang terus menerus berteriak dan menangis...
NIA : "Akuu...A...aku..."
Blur dan samar dipandangan Nia kini yang kepalanya terasa sakit...Nia pun terjatuh pingsan...
RAFA : "Nia...Niaa...bangunlah Nia!!"
Disisi lain...Kantin UV...
NAYLA : "Zeyna...apakah Nia baik-baik saja??"
ZEYNA : "Dia baik-baik saja..."
NAYLA : "Tapi tadi wajahnya sangat pucat..."
Seketika Zeyna menghentikan makannya dan menatap Delvin...
DELVIN : "Ada apa..?"
__ADS_1
ZEYNA : "Aku harus pulang...aku lelah"
DELVIN : "Yaudah sekarang aku antar kamu pulang..." (Sambil merapikan piring Zeyna)
NICHO : "Kak Delvin..nanti malam kaka ikut?"
DELVIN : "Aku menyusul saja..."
ZEYNA : "Aku duluan yaa Nay"
NAYLA : "Kamu juga pucat Zey...apakah kau sakit???"
ZEYNA : "Enggak kok...aku baik-baik aja...aku duluan yaa byee..."
NAYLA : "Byee..."
Zeyna dan Delvin pun pergi meninggalkan kantin tersebut...Tiba-tiba...
REZA : "Raka!!" (Sambil mengulurkan telphone kepadanya)
RAKA : "Nayla...kau pulanglah...Reza akan mengantarmu..." (Berdiri dari duduknya)
NAYLA : "Tidak!...aku akan pulang bersamamu" (Menahan tangan Raka)
RAKA : "Jangan membuatku mengatakannya lagi..." (Melepaskan tangan Nayla dengan keras)
REZA : "Tapi Raka...bagaimana kau mau pulang??...siapa yang akan mengantarmu??"
Raka hanya terdiam lalu meninggalkan mereka dan mengangkat telphone tersebut yang kini ada digenggamannya...
BUNDA BELVA : "Raka...apakah kau baik-baik saja?"
RAKA : "Aku selalu baik-baik saja...apakah ada yang ingin Bunda katakan padaku?"
BUNDA BELVA : "Ti..tidak...bunda hanya merindukan suaramu...oiya nanti malam Kuas dari Mesir akan datang...apakah Bunda saja yang menaruhnya di Lemari Kacamu?"
RAKA : "Nanti malam Raka akan kesana..."
BUNDA BELVA : "Syukurlah..."
Raka pun mematikan Telphone tersebut dan menatap Reza...
RAKA : "Ambilkan beberapa barang yang tersisa di Rumah Averus...aku akan tinggal diRumah Bunda mulai nanti malam"
REZA : "Tapi Raka...Om Wilson pasti akan marah"
RAKA : "Lakukan saja apa yang ku katakan!!!" (Sambil melemparkan Telphone yang ada digenggamannya)
Seketika Nicho tersedak melihat dan mendengar Raka marah...
NICHO : "Uhuk...uhuuk...uhuk!!!...Sial...lagi-lagi untuk kesekian kalinya aku terkejut melihatnya marah" (Sambil mengusap dadanya lalu minum)
REZA : "Raka!!!...maafkan saya!!!...saya akan mengambil semua pakaian dan barang-barang mu disana!!" (Menundukkan kepalanya)
RAKA : "Dan jangan lupa siapkan Motorku untuk nanti malam..."
Reza hanya menundukkan kepalanya...Raka pun pergi meninggalkan mereka...
NAYLA : "Reza...apakah Raka membawa obatnya??" (Menatap Raka)
REZA : "Kenapa kau mengatakan obat dihadapan Nicho??" (Berbisik dan melirik ke arah Nicho yang sedang minum)
NAYLA : "Maaf...aku tidak sengaja"
BERSAMBUNG》》》》》》》
__ADS_1