LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 52


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Disisi lain...Dirumah keluarga Elfatah...terlihat Wilson duduk disebuah sofa pada ruang keluarga dengan ekspresi yang sangat kacau...mengingat ucapan Lanzo bahwa kondisi Raka setiap harinya semakin memburuk dan tidak memiliki harapan hidup yang lebih lama lagi...karna Jantung yang mereka dapatkan untuk didonorkan kepada Raka ternyata tidak sehat untuk dicangkokkan kepada jantung Raka...


Beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki seseorang yang jalan dibelakang Wilson dengan tergesah-gesah...dengan Tegas Wilson pun berkata...


AYAH WILSON : "Jangan Pergi!!!" (Sambil menatap Foto keluarga Elfatah dihadapannya)


RAFA : "Ayah!...Rafa sedang ada urusan yang sangat penting...Sudah 2 hari Ayah melarang Rafa untuk tidak meninggalkan rumah ini...Sampai kapan ayah melarang Rafa untuk tetap dirumah ini...sampai kapan Yah???" (Teriak Rafa dengan kesal dan membanting tas yang dia bawa)


AYAH WILSON : "Duduklah disini...ada yang ingin ayah katakan padamu Rafa..." (Sambil menghelakan nafasnya dan membuka Jaz yang ia pakai)


RAFA : "Tidak sekarang Yah...ada hal yang lebih penting yang harus ku lakukan...Aku pergi!"


Rafa pun membalikkan badannya dan hendak meninggalkan ruangan tersebut...namun baru beberapa langkah Rafa ingin meninggalkan ruangan tersebut Tiba-tiba suara gelas pecah terdengar keras dari arah Wilson berada...seketika Rafa menoleh kearah Wilson ayahnya dan terkejut melihat Ayahnya terpapar dilantai tak sadarkan diri...


Rafa pun berlari dan berteriak meminta bantuan para pelayan untuk memanggilkan Dokter Lanzo...


Beberapa menit kemudian...


Dr. LANZO : "Kondisi Wilson sangat menurun dan tidak stabil...huufftt!" (Menghelakan nafasnya sambil menyuntikkan Wilson sebuah obat)


RAFA : "Paman...sebenarnya apa yang terjadi pada Ayah?...kenapa beberapa hari ini ayah terlihat sangat murung dan...dan sedih??" (Menatap Wilson)


Dr. LANZO : "Sepertinya Wilson belum memberitahumu apa yang terjadi saat ini...sebaiknya kau tanyakan sendiri kepadanya...hanya Ayahmu lah yang bisa menceritakan kegelisahaan dan kesedihannya kepadamu Rafa...yang harus kau ketahui adalah...saat ini Ayahmu sangat membutuhkanmu Rafa...dia sangat membutuhkan kehadiranmu disisinya" (Menepuk pundak Rafa dan tersenyum ragu)


Lanzo pun pergi meninggalkan Kamar Wilson...


AYAH WILSON : "Raka...Raka..." (Gumam Wilson dengan suara samar)

__ADS_1


RAFA : "Ayah!!...Rafa disini Yah!!" (Menggenggam tangan Wilson dengan kuat)


Wilson pun membuka matanya secara perlahan dan menatap Rafa dengan haru...


AYAH WILSON : "Raka!!...syukurlah nak kamu baik-baik saja...ya tuhan...Ayah sangat menyayangimu nak...ayah mohon bertahanlah...bertahanlah demi ayahmu...Ayah tidak ingin kehilanganmu nak...ayah tidak sangup harus kehilanganmu Raka...Ayah akan mati jika kehilanganmu nak!!!" (Menangis Wilson sambil mengelus pipi Rafa)


RAFA : "[Raka???...Raka lagi???...apakah yang ada diingatan Ayah hanya ada Raka???...apakah aku tidak ada artinya untuk Ayah???]" (Dalam hati Rafa sambil menangis menatap Wilson)


AYAH WILSON : "Jika perlu...sekarang juga kita harus kerumah sakit...kau harus tetap menjalani tranplantasi itu Raka...kau harus tetap melakukannya...Ayah!!...Ayah yang akan memberikan Jantung ayah untukmu nak...ayolah sekarang kita kerumah sakit...kau harus menjalani operasi itu...kau harus bisa...kau harus sembuh...kau harus hidup nak...kau harus tetap hidup!!!" (Menangis Wilson sambil mencoba membangunkan dirinya dari ranjang miliknya)


RAFA : "A..Ayah...apa yang ayah lakukan?...apa maksud ayah??...kenapa ayah mengatakan hal seperti itu???" (Tanya Rafa sambil mencoba menenangkan Wilson yang hendak membangunkan dirinya)


Seketika Wilson tersadar akan kenyataan bahwa bukan Raka lah yang saat ini ada dihadapannya...Wilson pun menatap Rafa dengan menangis...


RAFA : "Apakah kini ayah sudah sadar bahwa aku bukan Raka???...sekarang katakan padaku...apa yang sebenarnya sedang terjadi???...dan...dan apa maksud dari semua perkataan yang ayah ucapkan barusan kepadaku Yah???...Katakan padaku!!" (Menangis Rafa menatap Wilson)


Semua pengorbanan yang Raka lakukan untuk Rafa...Semua kebungkaman yang Raka lakukan untuk Rafa...dan Semua penderitaan Raka karena ucapan Rafa...itu semua ditelan habis oleh Raka dengan obat-obatan yang selama ini menemani detik demi detik yang ada dikehidupan Raka hingga saat ini...semuanya dilakukan oleh Raka hanya dengan satu alasan...


Yaitu...Raka tidak ingin membuat Rafa bersedih sama seperti saat Rafa mengingat bahwa Raka adalah penyebab ibu mereka meninggal...Jika suatu hari nanti Raka pergi untuk selama-lamanya...dia ingin semua orang tidak bersedih akan kepergiannya...dia hanya ingin menjadi Angin...


Yang datang menyejukkan lalu pergi tanpa bekas...


Air mata menetes tak tertahankan seperti halnya air terjun yang penuh dan tanpa batas...tangannya mengepal tanda sebuah penyesalan besar dari semua yang dia lakukan selama ini kepada Raka...


Rafa pun berdiri dari duduknya dan menatap Wilson dengan rasa bersalah yang amat besar...terlintas diingatannya semua perlakuan buruk dirinya kepada Raka selama ini dan semua ucapan yang kasar dan menyakitkan sering dilontarkan oleh Rafa kepada adiknya tersebut yaitu Raka...namun tak pernah sedikitpun Raka membalas semua yang dilakukan dan diucapkan dirinya kepada Rafa...


Rafa pun berlari meninggalkan Wilson dengan kekesalan...kekesalan kepada dirinya sendiri...


Hari telah malam...

__ADS_1


Disisi lain...terlihat Raka dan Nia saling berpelukan duduk didepan sebuah TV...


NIA : "Apakah kau tidak bosan?...sedari tadi sore kita diposisi seperti ini...dan sambil menonton...Kartun!"


RAKA : "Tidak!...aku sama sekali tidak bosan...coba lihatlah Tom & Jerry selalu saja bertengkar...tapi ada kalanya mereka akur untuk melawan binatang lainnya...Mereka sangat lucu!" (Tersenyum menatap Tv)


NIA : "I..Iya mereka lucu..." (Dengan ekspresi Cemberut)


Beberapa saat kemudian Nia pun bergerak sedikit demi sedikit untuk merubah posisi dirinya yang telah kaku karena tidak bergerak sedari tadi sore yang tenggelam dalam pelukan Raka kepada dirinya...


RAKA : "Nia...ada apa?.. kenapa kau tidak bisa diam?" (Memeluk erat Nia)


NIA : "Ra..Raka...tanganku pegal sekali tertekan seperti ini terus sama kamu!" (Sambil mencoba merubah posisi)


RAKA : "Kalau kau terus bergerak seperti ini...kau akan membangunkan Singa yang tertidur...apa kau paham??" (Berbisik ditelinga Nia)


NIA : "Si...singa?...me..memangnya ada singa disini???" (Seketika diam dan berbisik-bisik mengatakannya kepada Raka)


RAKA : "Memangnya kau tidak tau...aku punya Singa???" (Berbisik)


NIA : "Ti...tidak!" (Berbisik dengan takut)


RAKA : "Ya tuhan kau bahkan tidak tau kalau semua Pria punya Singa?...Hahahahaha!!!" (Tertawa Raka dengan keras)


NIA : "Kau!!!...dasar Pria Mesum!!!"


Seketika Nia berdiri dan menatap Raka dengan canggung...


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2