
♡LOVE HEART♡
Nia pun dengan cepat menaiki Lift untuk menuju kamar bernomor 5252 dilantai 25 pada Hotel tersebut...
Sesampainya Nia didepan Pintu kamar dinomor 5252 tersebut...dengan cemas Nia membuka kamar itu dan mencari keberadaan Luna yang tak terlihat ada didalam kamar tersebut...
Namun beberapa saat kemudian terdengar suara shower yang menyala berasal dari kamar mandi yang kini ada dihadapan Nia...
Seketika Nia pun terduduk lemas dikasur yang ada dibelakangnya...yang menandakan bahwa dirinya tenang bahwa Luna ada didalam kamar mandi tersebut dan baik-baik saja...
Saat Nia terduduk dikasur tersebut tiba-tiba Kepalanya terasa berat dan aura tubuhnya menjadi panas...
NIA : "Aah..ada a..apa denganku...ke..kenapa kepalaku rasanya sangat berat!" (Ucap Nia dengan panik)
Nia pun membangunkan dirinya dan mengetuk pintu kamar mandi dengan kondisi tubuhnya yang merasakan hal aneh...
NIA : "Luna...apa kau masih lama didalam...se..sepertinya...ada yang aneh denganku!...Lu..Luna..Aaahh!!" (Mengetuk pintu kamar mandi tersebut dengan lemas)
Tiba-tiba pintu kamar mandi tersebut pun terbuka...seketika tubuh Nia terjatuh lemas ditubuh seseorang yang terasa dingin dan juga kekar...
NIA : "Lu..Luna...aaah!!!" (Gumam Nia dipelukan tubuh orang tersebut)
Orang tersebut pun mendorong Nia perlahan dan menatap Nia yang kini terlihat wajahnya memerah...
Seketika Mata Nia terbelalak ketika melihat orang yang kini ada dihadapannya adalah Raka Elfatah...
NIA : "Ra..Raka??" (Ucap Nia dengan lemas)
RAKA : "Nia...ada apa denganmu?...kenapa tubuhmu sangat panas?..apa kau demam??" (Ucap Raka sambil memeriksa suhu tubuh Nia dibagian kening dan juga leher dengan cemas)
NIA : "Ra..Raka...aku...aku juga tidak tahu apa yang terjadi denganku...ta..tapi ini rasanya sangat tidak nyaman" (Ucap Nia sambil mencengkram baju handuk yang saat ini Raka pakai)
Raka terus menerus menatap Nia dengan Khawatir dan seketika menggendong Nia untuk dibawa keatas kasur yang ada dihadapan mereka...
RAKA : "Saat ini kau demam...tenanglah...aku akan memanggil Dokter untuk memeriksa keadaanmu!...tunggulah sebentar!" (Ucap Raka dengan panik)
Raka pun membangunkan dirinya dari posisi duduk disebelah Nia...namun saat Raka terbangun dari duduknya tiba-tiba Nia menggenggam tangan Raka dengan kuat...
NIA : "Jangan pergi!!...a..aku mohon!!...tubuhku rasanya sangat tidak nyaman...aku mohon tetaplah disini!!" (Ucap Nia sambil menggenggam tangan Raka)
RAKA : "[Suhu tubuhnya panas dan tatapannya seperti penuh dengan hasrat...Sepertinya seseorang telah sengaja memberikan Nia obat perangsang!...siapa yang telah berani melakukan ini??...apakah dia ingin menjebak Nia??]" (Dalam hati Raka sambil menatap Nia dengan cemas)
Nia pun semakin tak bisa menahan dirinya...dia pun mencengkram kuat selimut yang ada didekatnya...
RAKA : "Tenanglah...aku akan menolongmu!" (Ucap Raka sambil menggenggam tangan Nia)
__ADS_1
Raka pun mendekat kearah Nia dan mencium bibir Nia dengan lembut...namun saat Raka mencium Nia...seketika Nia dengan kasarnya membalas ciuman tersebut...
Tangan Nia kini terlihat mengalungi leher Raka dan mengelus Rambut Raka sama seperti yang dia lakukan di malam 8 tahun yang lalu...
Satu persatu terlihat pakaian Nia terlepas dari tubuhnya termasuk Dress yang saat ini dia pakai...
Tanpa diduga tiba-tiba Nia membukakan Baju Handuk yang saat ini Raka pakai dengan cepat dan seketika Raka pun juga melepaskan semua pakaian yang tersisa ditubuh Nia dengan cepat...
Ciuman mereka terlepas dan saling menatap satu sama lainnya...
Dengan suara deepnya Raka pun berbisik ditelinga Nia...
RAKA : "Aku sangat mencintaimu Nia...sampai kapanpun kau hanya milikku...dan hanya untukku!" (Bisik Raka dengan suara deep dan nafas beratnya)
Keduanya pun melalui malam yang panjang tersebut dengan melonjaknya perasaan mereka terhadap satu sama lainnya...
Mungkinkah malam ini bisa merubah kisah mereka seperti apa yang Nicho harapkan??...ataukah justru menghancurkan mereka??...yang pasti...yang saat ini Raka dan Nia tau malam ini adalah hal yang tak bisa mereka hindari...melonjaknya perasaan mereka yang saling merindukan bercampurkan efek dari obat yang kini ada ditubuh Nia membuat keduanya melupakan segalanya yang telah mereka lalui beberapa tahun terakhir...
Seakan malam ini adalah malam terakhir mereka...Hasrat mereka pun melonjak...hembusan nafas mereka pun bersatu disatu helaan...
Sentuhan lembut Raka menenggelamkan Nia yang seakan menginginkan lebih dari sentuhan lembut...dan tatapan mata Nia seakan berkata bahwa dia menikmati apa yang saat ini Raka lakukan padanya..
Dipagi hari yang sedikit mendung...terlihat kini Raka memeluk Nia yang menghadap kearah dirinya...
Selimut putih menyelimuti tubuh mereka yang tanpa sehelai pakaian...
RAKA : "[Aku kira yang terjadi semalam adalah mimpi]" (Dalam hati Raka dengan tersenyum)
Tubuh Nia tiba-tiba bergerak dan memeluk Raka dengan erat...
RAKA : "Apa kau tau Nia?...Aku sangat mencintaimu...dan karna Cinta itulah yang membuatku bertahan selama 8 tahun ini...setiap hari aku selalu berharap kau ada dipelukanku seperti ini...menatap matamu dan melihat bayangan diriku yang ada dimatamu...dan..." (Ucap Raka dengan tatapan yang sangat dalam kepada Nia)
Belum selesai Raka menyelesaikan ucapannya...tiba-tiba tubuh Nia bergerak kembali...seketika Raka pun menutup matanya...
NIA : "Heemm...sshh" (Desis Nia yang merasakan sekujur tubuhnya sangat lemas dan juga sakit)
Nia pun membukakan matanya dengan perlahan...dan menatap wajah Raka yang kini ada dihadapannya dengan diam...
NIA : "[Apakah aku sudah tidak waras?...kenapa aku bisa membayangkannya ada dihadapanku?]" (Dalam hati Nia sambil menatap Raka dengan matanya yang telah berkaca-kaca)
Nia pun mencoba menyentuh wajah Raka...namun saat Nia menyentuh wajah Raka...dirinya terkejut mengetahui kenyataan bahwa yang ada dihadapannya kini bukanlah khayalan dirinya...
Seketika Nia pun membangunkan dirinya dan menutupi tubuhnya dengan selimut karna terkejut melihat tubuhnya yang tanpa sehelai pakaian...
NIA : "[A..apa yang terjadi denganku?...ke..kenapa i..ini bisa terjadi??]" (Dalam hati Nia dengan panik)
Nia pun seketika terbangun dari duduknya dan dengan cepat memakai pakaian dirinya yang terlihat berserakan dilantai...
__ADS_1
NIA : "[A..apa yang kulakukan??..kenapa aku bi..bisa??]" (Dalam hati Nia dan menatap Raka dengan menangis)
Berlari Nia dari kamar tersebut dengan penampilan yang sangat berantakan dan menangis...
RAKA : "[Apakah ini semua adalah hal yang menjijikan bagimu Nia??...kau berlari dan menangis seakan kau menyesali apa yang pernah kita lakukan di 8 tahun yang lalu dan semalam!!!]" (Dalam hati Raka dengan dingin)
Raka pun terbangun dari duduknya dan masuk kedalam kamar mandi...
Didalam kamar mandi...
Air Shower yang sangat dingin membasahi sekujur tubuh Raka yang terlihat terdiam dan hanya menatap kosong kearah dinding yang ada dihadapannya...
Disisi lain...Dirumah Nia dan Vino...
VINO : "Kenapa Nia tidak bisa dihubungi dari semalam??" (Ucap Vino sambil menelphone Nia)
ZARA : "Ayah...apakah Bunda sudah berangkat kerja?...aku tidak melihat Bunda sejak kemarin" (Tanya Zara sambil memakai Tas sekolah miliknya)
ZIRA : "Iya..Zira juga tidak melihat Bunda!"
VINO : "Bunda sedang ada urusan pekerjaan yang sangat mendesak...mungkin saat ini Bunda kalian ada di kantor...sekarang kita berangkat...kalian akan terlambat" (Ucap Vino sambil merapikan jaz yang ia pakai)
Vino pun mengantar Zira dan Zara kesekolah mereka...namun disepanjang jalan dirinya terus-menerus mencoba menelphone Nia tanpa menghiraukan ucapan Zira dan Zara yang sedari tadi bertanya kepada Vino...
ZARA : "Ayah!...Zara ingin bertemu Bunda!!" (Ucap Zara dengan merengek)
ZIRA : "Zira juga Ayah...Zira sangat merindukan Bunda!!"
Zira & Zara terus menerus merengek kepada Vino yang sedari tadi tak memerdulikan mereka...tiba-tiba Vino berteriak kepada Zira dan Zara dengan keras yang membuat mereka gemetar ketakutan menatap Vino...
VINO : "Apa kalian tidak bisa diam???" (Teriak Vino dengan kesal)
Seketika Zara pun menangis karna ketakutan dengan amarah Vino kepada mereka...Zira yang melihat Zara menangis pun seketika memeluk Zara...
VINO : "Apakah kalian tidak lihat?...Ayah sedang mencoba menghubungi Bunda kalian!!!...Zara sudah jangan menangis!!...kau sudah besar kenapa kau menangis??" (Ucap Vino dengan kesal)
ZIRA : "Zara...sudah tenanglah!" (Bisik Zira sambil memeluk Zara dan menatap Vino dengan ketakutan)
Untuk pertama kalinya Zira dan Zara melihat seseorang marah besar kepada mereka...itulah mengapa kini keduanya terlihat ketakutan menatap Vino yang sedari tadi bergumam kesal sambil mencoba menelphone Bunda mereka...
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di sekolah mereka...ketika Zira dan Zara keluar dari mobil seketika Vino menancap gas mobilnya dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan kedua anaknya tersebut...
ZIRA : "A...Ayah!!...bekal kami belum aku ambil!!!" (Teriak Zira menatap mobil Vino yang menancap Gas meninggalkan mereka)
Disisi lain...Vittorio...
LUNA : "Kenapa sampai saat ini kak Nia tidak menghubungiku??" (Ucap Luna dengan cemas sambil menatap handphone miliknya)
__ADS_1
BERSAMBUNG》》》》》》》