LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 68


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


La Venza...terlihat Zira dan juga Zara sedang sibuk berlatih diruang Balet mereka...


Gerakan tubuh mereka sangat anggun disertai oleh suara dentingan piano Für Elise yang dimainkan oleh Bella guru mereka...


Terayun tangan dan juga kaki Zira Zara dengan bergantian mengikuti dentingan tersebut...sorak gembira berseteru oleh kawanan Zira Zara yang melihat penampilan keduanya yang sangat kompak dan juga anggun...


Namun tiba-tiba fokus Bella terpecahkan saat melihat Raka yang lewat didepan kelas tersebut...seketika dirinya terbangun dari duduknya dan memanggil Raka...


IBU BELLA : "Tuan Raka!!!" (Teriak Bella dengan tersenyum)


Tak terhiraukan oleh Raka suara Bella yang memanggil dirinya...Terlihat wajahnya yang kecewa menatap Raka yang tak meperdulikan dirinya...


Saat itu juga Zara pun terjatuh karna terkejut mendengar dentingan piano tersebut yang seketika terhenti...


ZARA : "Aaaww!!!" (Jerit Zara yang kesakitan memegangi dengkulnya)


ZIRA : "Zara!!...apa kau baik-baik saja??" (Menatap Zara dengan cemas)


Sorak gembira para murid yang ada disana pun berubah menjadi tawa yang menghina keduanya...Bella pun tersadar akan tatapannya terhadap Raka ketika para murid tertawa melihat Zara yang terjatuh...


IBU BELLA : "Zara!!...apa kau baik-baik saja?...maaf ibu tidak bermaksud!" (Cemas menatap Zara)


ZARA : "Tidak bu...aku tidak apa-apa...aku Izin keruang Kesehatan saja"


IBU BELLA : "Baiklah...ibu akan membantumu!"


ZARA : "Tidak perlu...Zira bisa membantuku bu!" (Senyum menatap Bella)


IBU BELLA : "Baiklah!"


Zira pun membopong Zara dengan perlahan untuk keruang kesehatan...


Selang beberapa saat kemudian tiba-tiba denting suara dari jam tangan milik Zara berbunyi...


Alisnya berkerut kesakitan memegangi dada kirinya...dan air keringat pun membasahi wajahnya karna menahan rasa sakit...


ZARA : "Ssshh...Aaaa!!" (Desis Zara menahan sakit pada Dada kirinya)


ZIRA : "Za...Zara!!...apa yang terjadi denganmu?...apa kau belum meminum obatmu??" (Tanya Zira dengan panik menatap Zara yang kesakitan)


ZARA : "O..Obatku ada didalam ko..kotak bekal!!...Ssshh!!"


ZIRA : "Ya tuhan!!...aku bahkan belum sempat mengambil kotak bekal itu dimobil Ayah!!...Zara!!...bertahanlah!!...Tolong!!!...Help!!!...Aiuto!!!!" (Teriak Zira dengan panik)


RAKA : "Zara!!!" (Teriak Raka yang cemas menatap Zara kesakitan)


Raka pun menggendong Zara dengan cemas...saat Raka membawa Zara menuju Parkiran terlihat Bu Bella yang berlari mengejar Raka dengan tergesah-gesah...


IBU BELLA : "Tu..Tuan Raka tunggu!!!" (Teriak Bella dengan tergesah-gesah)


Bella pun terkejut melihat Raka yang menggendong Zara dengan mata yang memerah dan juga berkaca-kaca...

__ADS_1


IBU BELLA : "Tuan Raka...apakah kau..kau menangis??" (Menatap Raka dan Zara dengan bingung)


RAKA : "Tolong telphone Kedua orang tua Zara dan Zira secepatnya...saya akan membawa Zara ke rumah sakit Averus...Cepat!!!" (Ucap Raka dengan sibuknya menggendong Zara)


IBU BELLA : "Ba..baiklah...saya akan menelphone keluarganya!!"


RAKA : "Zira...cepatlah masuk kita tidak boleh terlambat kerumah sakit!!"


Zira pun dengan panik masuk kedalam mobil Raka...dan seketika Raka pun menancap gas mobil tersebut...


IBU BELLA : "Aaa Tuan Raka!!!...aku ingin ikut!!!" (Teriak Bella menatap mobil Raka)


Disisi lain...


Nia masih saja melihat satu persatu Video yang ada di gallery handphone miliknya...


Namun tiba-tiba handphone miliknya tersebut berdering dan munculah nama Ibu Bella pada panggilan tersebut...


NIA : "Bu Bella??..." (Bingung Nia menatap panggilan tersebut)


Tanpa berfikir lagi Nia pun langsung mengangkat panggilan tersebut karna merasa yakin bahwa itu pasti ada hubungannya dengan Zira & Zara...


IBU BELLA : "|Bu Nia...!!!|" (Ucap Bella dengan panik)


NIA : "|Bu Bella?...ada apa?|"


IBU BELLA : "|Bu Nia saat ini Zara sedang dilarikan ke Rumah sakit Averus...mungkin penyakitnya kambuh...saya juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi...ta..tapi....|" (Ucap Bella dengan panik)


Belum sempat Bella menyelesaikan ucapannya seketika handphone Nia terjatuh dari tangannya dan menatap kosong kearah Cermin yang ada dihadapannya...


NIA : "[Dan terjadi lagi!]" (Dalam hati Nia sambil menatap kosong kearah cermin yang ada dihadapannya)


Disisi lain...Rumah Sakit Averus...Ruang UGD...


ZIRA : "Zara!!!...Zaraaa!!" (Teriak Zira yang menangis menatap ruang UGD dengan ketakutan)


RAKA : "Zira tenanglah nak...Paman yakin Zara akan baik-baik saja!!!" (Ucap Raka sambil menatap Zira)


Seketika Raka pun memeluk Zira dan tanpa disadari air matanya pun juga terjatuh...


RAKA : "[Ketika aku melihat Zara...rasanya seperti melihat cermin...seperti inikah rasa khawatir Ayah Bunda dan Paman Lanzo dihari itu??...dan...kenapa rasanya aku sangat takut?...aku takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap Zara...bahkan dadaku rasanya sangat sesak melihat Zara ada digendonganku dengan wajahnya yang kesakitan...dan tangisan Zira seakan mencambukku akan ingatanku yang ingin kulupakan!!]" (Dalam hati Raka sambil memeluk Zira dengan erat)


Tiba-tiba...


ZIRA : "Bundaaa!!!" (Teriak Zira dengan menangis menatap Nia yang hadir dihadapannya)


Seketika Zira pun melepaskan pelukan Raka darinya dan berlari kearah Nia...saat itu juga Zira pun memeluk Nia dengan erat dan tangisnya semakin terisak-isak...


ZIRA : "Bunda!!!...Zira sangat merindukan Bunda!!!" (Menangis Zira memeluk Nia)


Raka pun berdiri dan membalikkan badannya...tubuhnya menjadi kaku dan matanya terbuka lebar menatap seseorang yang disebut Bunda oleh Zira adalah Nia...


NIA : "Zira!!...maafkan Bunda...seharusnya Bunda selalu bersama kalian...Maafkan Bunda!!" (Memeluk Zira)

__ADS_1


Langkah kaki Raka perlahan mendekat kearah Nia yang kini sedang memeluk Zira...


Nia pun menyadari seseorang kini ada dihadapannya sedang menatap dirinya...seketika dirinya terkejut melihat Raka lah yang ada dihadapannya kini...


ZIRA : "Bunda!!...aku takut!!...apakah Zara akan baik-baik saja?...apakah dia akan sembuh??" (Melepaskan pelukan dirinya kepada Nia dan Menatap Nia)


Tak terhiraukan ucapan Zira...terlihat Nia terus-menerus menatap Raka yang kini ada dihadapannya...


Zira pun menatap Nia bundanya dan juga Raka paman baiknya saling menatap...seketika dirinya menuntun tangan Raka untuk mendekatkan Raka dengan Nia...


ZIRA : "Bunda!...kenalkan...dia Paman baik!!...aku sudah pernah ceritakan ke Bunda tentang paman yang sering menolongku dan juga Zara...dialah paman itu!" (Menuntun Tangan Raka dan tersenyum menatap Raka dan Nia)


Dengan panik Nia merapikan syal yang saat ini dia pakai dengan gemetar...


Saat Nia merapikan syal yang dia pakai...sempat Raka melihat tanda merah yang ada dileher Nia...Raka pun menatap Nia dengan merasa bersalah mengingat apa saja yang telah dia lakukan semalam dengan Nia...


Suasana menjadi canggung tak ada satupun diantar keduanya yang memulai pembicaraan...tiba-tiba Dokter Rivan keluar dari ruang UGD dan menatap Nia dengan terkejut...


Dr. RIVAN : "Raka...Ni..Nia????" (Terkejut menatap Nia dari kaki hingga kepala)


NIA : "Dokter Rivan??" (Menatap Rivan dengan bingung)


Dr. RIVAN : "Ya tuhan ternyata dunia ini sangat sempit..." (Tersenyum kaku menatap Nia dan juga Raka)


NIA : "Dokter!!..bagaimana keadaan Putriku Zara???...apakah dia baik-baik saja???" (Tanya Nia dengan cemas)


Dr. RIVAN : "Za..Zara putrimu???" (Terkejut menatap Nia Raka dan Zira)


NIA : "Bagaimana kedaannya???" (Ucap Nia dengan cemas)


Dr. RIVAN : "Za..Zara baik-baik saja...heem maksudku untung saja Zara cepat dibawakan kerumah sakit...dan ditangani dengan cepat...jika tidak mungkin keadaannya tidak sebaik sekarang...sekarang saya akan membawa Zara keruang rawat inap" (Menatap Raka Nia dan Zira dengan curiga)


Belum lama kemudian keluarlah Zara dengan beberapa perawat yang mendorong tempat tidur rawatnya untuk dibawakan keruang rawat...


Nia pun menuntun Zira untuk mengikuti para perawat tersebut...


Dr. RIVAN : "Raka!!..aku tidak menyangka kau!!...kau bahkan sudah punya anak dengan Nia???...ya tuhan aku sempat khawatir melihatmu terpuruk di 8 tahun yang lalu...tapi ternyata Takdir berpihak kepadamu!!...walaupun terlambat...Selamat ya!!!...semoga kalian bahagia!!!" (Tersenyum menatap Raka)


Rivan pun menepuk pundak Raka dan pergi meninggalkan Raka dengan tersenyum kebahagiaan...


Terdiam Raka menatap ruang UGD dengan ingatannya yang terus bermunculan tentang dirinya bersama Nia di Roma maupun di Indonesia...


Suara Nia memanggil nama dirinya dan sentuhan Nia yang menyentuh dirinya semuanya terlintas diingatan Raka begitu saja tanpa terkontrol oleh dirinya...


Tiba-tiba terdengar suara Luna dan Nicho yang terkejut menatap Raka kini ada dihadapan ruang UGD...


LUNA : "Kak Raka???" (Seketika berhenti berlari dan menatap Raka dengan terkejut)


NICHO : "Ya tuhan...sepertinya kiamat akan terjadi dihari ini!!" (Menatap Raka dengan cemas)


LUNA : "Kak Raka" (Menepuk pundak Raka dengan perlahan)


Raka pun membalikkan badanya dan menatap Luna Nicho dengan tatapan kosong...

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2