LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 24


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Taman Universitas Vox...


DELVIN : "Zeyna!!" (Memegang pundak Zeyna dari belakang)


ZEYNA : "Delvin...ada apa?" (Berdiri dari duduknya)


Zeyna dan Nia pun menatap Delvin...


DELVIN : "Li...lisa...??" (Manatap Nia)


ZEYNA : "Delvin...dia sepupuku...namanya Nia Felice...dan...Nia perkenalkan dia Delvin..."


NIA : "Nia felice...senang bertemu denganmu..." (Mengulurkan tangannya)


DELVIN : "De...Delvin..." (Membalas uluran tangan Nia)


Delvin terus menerus menatap Nia dari kaki hingga kepala...


ZEYNA : "Ouuh gitu yaa...sekarang kamu mulai ngelirik wanita lain..." (Dengan tatapan tajam mengarah Delvin)


DELVIN : "Ti..tidak...Zey bukan begitu...Tapi...dia sangat mirip dengan...Lisa..." (Menatap Zeyna lalu menatap Nia)


NIA : "Lisa?...sudah kedua kalianya seseorang mengatakan bahwa aku adalah Lisa...memangnya Lisa itu siapa?...apakah dia mirip denganku?"


ZEYNA : "Nia...Lisa itu salah satu teman kami...tapi dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu..."


NIA : "Ma...maaf aku pasti sudah membuat kalian sedih mengingatnya lagi..." (Menggenggam tangan Zeyna)


ZEYNA : "Tidak apa-apa...memang seharusnya kami selalu mengingatnya..." (Tersenyum)


DELVIN : "Seandainya Lisa masih ada...aku yakin kau pasti akan terkejut...kalian seperti Kembar" (Tersenyum menatap Nia)


NIA : "Benarkah??"


ZEYNA : "Sudah...tidak perlu dibahas lagi...Delvin ada apa kenapa kau mencariku?"


DELVIN : "Zeyna...Pak Romi memanggil kita...karna Acara Pensi berjalan sedikit tidak sesuai dengan rencana..." (Menatap cemas kearah Zeyna)


ZEYNA : "Aku tahu...pasti Reza mengadukannya ke Pak Romi...dasar si Prajurit Vampir itu...dia selalu saja bertindak berlebihan...padahal Raka baik-baik saja...Huuufft"


NIA : "Raka?...ada apa dengannya??"


ZEYNA : "Nia...maafkan aku untuk sementara ini aku tidak bisa berlama-lama denganmu...10 menit lagi Supir akan datang untuk menjemput kita...Kau pulanglah duluan...aku akan menyusul...karna masih banyak yang aku urus di sini..."


NIA : "Baiklah..."


Zeyna dan Delvin pun meninggalkan Nia...

__ADS_1


Beberapa saat kemudian seseorang tiba-tiba duduk disamping Nia...


RAFA : "Apakah kau baik-baik saja?"


NIA : "Ka...kau??" (Memundurkan duduknya)


RAFA : "Kau tenang saja aku bukan orang yang sama diatas panggung tadi...perkenalkan...Namaku Rafa...aku adalah kembarannya Pria yang ada diatas panggung tadi...dan dia bernama Raka..."


Terdiam Nia menatap Rafa...


RAFA : "Aku kesini ingin meminta Maaf atas tindakan adiku tadi...dia...dia memang selalu saja bertidak seperti itu...jadi aku harap kau tidak memasukan kedalam hati...apa yang telah dia lakukan kepadamu"


NIA : "[Zeyna benar...mereka berdua sangat berbeda...tapi...dengan sikapnya seperti ini...dia mengingatkanku dengan Elfatah...sifatnya lembut dan hangat sama seperti Elfatah...]"


RAFA : "A...apakah kau mau memaafkan adiku?"


NIA : "Kau tenang saja...aku tidak pernah merasa tersinggung dengan apa yang dia lakukan karna sebenarnya akulah yang salah...seharusnya aku tidak melakukan itu dihadapan banyak orang...aku mengertinya...dia pasti sangat terkejut dan malu ditatap begitu banyak orang dengan seseorang yang tidak dia kenal mengaku mengenalnya" (Tersenyum)


RAFA : "[Aku bisa melihat senyum Lisa lagi...wanita ini...aku tidak ingin kehilangannya lagi...tidak akan!!!]" (Menatap Nia dan tersenyum)


Beberapa Jam kemudian...dirumah keluarga Savero...


Hari telah malam...terlihat Nia berada diBalcon pada Rumah Zeyna sambil memandangi Bintang...


NIA : "Kenapa hatiku rasanya sangat hancur mengingat tatapan matanya yang penuh kebencian padaku dan mengingat perkataannya bahwa dia tidak mengenalku...ketika aku ada dipelukannya...aku sangat yakin bahwa dia adalah Elfatah...tapi...ketika aku melihat tatapan matanya yang melihatku seperti melihat orang asing...terasa seperti semua yang telah ku ukir hancur melebur tak tersisa menjadi debu...apakah kini ku harus menghentikan penantian dan rinduku?...apakah Cinta kita hanyalah sebuah dongeng?...aku seperti menanam bunga yang tidak bisa mekar...aku seperti menenggelamkan bulan dikala gelapnya malam...semuanya akan menjadi sia-sia...Dada ini rasanya sesak setiap kali ku mengingat semua tentang dirimu" (Sambil menatap Bintang lalu melepaskan kalung pemberian El kepadanya)


NIA : "Zey..."


ZEYNA : "Apakah kau masih memikirkannya?..."


NIA : "Zeyna...kau benar...Raka dan El...mereka sangatlah berbeda...tapi..aku akan katakan kepadamu...bahwa entah kenapa aku merasa sangat hancur melihatnya menatapku dengan kebencian...dadaku terasa sesak ketika mengingat El dan Raka secara bersamaan"


ZEYNA : "Besok...kau akan mengenal Raka lebih dari yang kau tau hari ini...aku berharap Raka bukanlah Elfatah...karna..."


NIA : "Karna apa?"


ZEYNA : "Walaupun aku sudah mengenalnya sejak kecil...tapi sering sekali aku dan yang lainnya seperti tidak mengenalnya...dia orang yang sangat tertutup dan dingin...bahkan kami tidak pernah melihatnya tersenyum maupun tertawa...semua pelajar takut dengannya dan memberinya sebuah julukan...yaitu Vampir...itu semua karna sifatnya yang Dingin...bahkan Raka dan Rafa juga sering berselisih...walaupun kau melihat mereka adalah saudara kembar...tapi nyatanya Raka dan Rafa tidak pernah akur...dan terlebih lagi Raka sangat di Istimewakan oleh ayahnya...yang membuat Rafa merasa bahwa Raka adalah saingannya..."


NIA : "Bukankah mereka kembar?...kenapa ayahnya lebih menyayangi Raka?"


ZEYNA : "Aku dan yang lainnya juga tidak tahu...tapi yang jelas...jika ada satu helai rambut pun yang membuatnya sakit atau marah...aku pastikan...Ayahnya pasti akan menghukum siapapun yang menaruh helaian rambut itu...dan langsung menghukumnya dengan kejam"


NIA : "Dengan kejam???"


ZEYNA : "Keluarga Elfatah adalah pemilik Perusahaan AVERUS...perusahaan yang memiki Daya perekonomian yang besar untuk Indonesia, Italia dan beberapa negara Eropa lainya...perusahaan Averus bergerak dibidang Properti...dan mereka memiliki hampir 40% tanah di setiap negara...jadi bisa dikatakan Keluarga Elfatah adalah raja bagi negara yang menaung dibawahnya...mereka memiliki kekuasaan atas negara lebih dari siapapun"


NIA : "Apakah mereka menghukum seseorang dengan kejam hanya karna membuat Raka sakit atau marah?...bukankah itu berlebihan?.."


Tiba-tiba Zeyna mengganggam tangan Nia...

__ADS_1


ZEYNA : "Nia...pokoknya aku mohon...lupakan Elfatah...dan jauhi Raka..."


NIA : "Ke...kenapa?"


ZEYNA : "Karna aku tidak ingin kau bersedih lagi...Nia...Cukup!!...hentikan penderitaan yang kau buat sendiri...Dia tidak pantas kau tangisi Nia..." (Menatap Nia dengan cemas)


Disisi Lain...


Dirumah keluarga Meizar terlihat Raka memasuki Ruang kerja Belva...


BUNDA BELVA : "Raka...kau baru pulang nak?" (Sambil membaca buku diruang kerjanya)


RAKA : "Bunda...Apakah ini obat baru lagi??"


BUNDA BELVA : "Benar...itu obat barumu...tadi sore pamanmu Lanzo menyiapkan obat itu untukmu..." (Sambil melangkah mendekat kearah Raka)


RAKA : "Aku tidak ingin meminum obat ini..." (Menaruh Botol obat tersebut dimeja yang ada disampingnya)


BUNDA BELVA : "Raka...Jangan lakukan ini lagi...bertahanlah...Bunda, ayahmu dan Lanzo Pamanmu...kami sudah bersusah payah untuk mendapatkan obat ini...Bunda mohon bersabarlah...sampai tiba waktunya...kamu akan mendapatkan pendonor yang cocok dengan mu Nak..." (Memegang Pipi Raka dengan mata yang berkaca-kaca)


RAKA : "Aku sangat lelah...sepanjang hidupku...aku hidup bergantung pada obat-obatan ini...sampai kapan??...sampai kapan aku akan terus seperti ini??"


BUNDA BELVA : "Raka...bunda tau ini sulit untukmu...tapi obat-obatan ini adalah hidupmu...kau tidak boleh melupakannya...kau harus tetap meminumnya...sampai ketika kau mendapatkan pendonor yang Cocok...maka semuanya akan menjadi baik-baik saja...bersabarlah nak..." (Memeluk Raka sambil menangis)


Beberapa saat kemudian...terlihat Raka yang sedang meminum Teh dan duduk disebelah Belva yang sedang membaca buku...


RAKA : "Bunda..."


BUNDA BELVA : "Heeem ada apa?"


RAKA : "Apakah Raka pernah ke Roma...???" (Menatap Belva)


Seketika Belva menutup bukunya dengan keras...


BUNDA BELVA : "Untuk apa kau menanyakan itu??...bukankah kau sudah tau...sejarah apa yang ada di kota Roma...Kita tidak pernah kesana...dan sampai kapanpun tidak akan pernah kesana!!!" (Menatap dingin kearah Raka)


RAKA : "[Kenapa Bunda terlihat seperti Ketakutan dan Marah???...setiap kali aku membahas apa saja yang terjadi padaku di 2 tahun yang lalu atau tentang Roma...Bunda dan Paman selalu seperti menutupi sesuatu dariku...apakah?...apakah yang dikatakan wanita itu benar?...bahwa aku dan dia saling mengenal???]" (Dalam hati Raka sambil menatap Belva)


BUNDA BELVA : "Raka...ini sudah malam...ingat...kau tidak boleh tidur terlalu malam...sekarang pergilah beristirahat" (Sambil membuka bukunya kembali)


Tanpa berkata Raka pun keluar dari Ruangan tersebut...


RAKA : "[Aku harus mencari tahu kebenarannya...Tatapan mata wanita itu (Nia)...dia menatapku dengan kesedihan...apakah yang dikatakannya adalah benar??...bahwa aku pernah ke Roma dan bahkan dekat dengannya...aku harus mencari tahu semuanya]" (Dalam hati Raka sambil melangkah menuju kamaranya)


DiRUANG KERJA BELVA...


BUNDA BELVA : "Sampai kapanpun...aku akan tetap menutupi kejadian itu...jika Raka sampai tau apa saja yang telah dia lalui dan dia ketahui di 2 Tahun yang lalu...maka...aku tidak tahu lagi bagaimana kondisi Raka setelahnya...Saat ini Raka sangat lemah...maut selalu ada disampingnya...kapanpun dan apapun itu yang bisa membuatnya Bersedih atau Marah...dia akan bertindak gegabah...dia akan menyalahkan dirinya...dan...dan kondisinya akan semakin memburuk...tidak!!!...aku tidak ingin kehilangannya...Raka adalah putraku...dia anak ku satu-satunya yang kumiliki...aku akan melakukan apapun untuknya...yaitu membuatnya bertahan dan tetap hidup" (Sambil merobek lembaran buku yang sedang dia pegang)


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2