
♡LOVE HEART♡
Beberapa saat kemudian Raka pun keluar dari ruangan tersebut dan menatap Reza dengan dingin...
REZA : "Ra..Raka maaf...a..aku tidak tahu kalau....."
Terlihat Raka tidak menghiraukan dirinya dan meninggalkan Reza begitu saja...
REZA : "Raka!!...kita harus kesana secepatnya!!" (Teriak Reza menatap Raka yang meninggalkan dirinya)
Beberapa menit kemudian didalam mobil Raka...
REZA : "Raka...aku mohon disana kau harus menahan emosimu...karna dia adalah klien yang selama ini kau incar...perusahaan itu cukup berpengaruh di Italia...dan itu bisa memberikan keuntungan untuk Averus jika kita bisa menguasainya..." (Sambil melirik kearah Raka yang ada dibelakang dirinya dari spion tengah)
Raka hanya terdiam sambil meminum Alkohol yang kini ada ditangannya...
REZA : "[Gawat!!...dia selalu seperti ini!!...emosinya tidak bisa dikontrol kalau dia minum alkohol itu...sejak kejadian 8 tahun yang lalu dia selalu seperti ini...]" (Dalam hati Reza sambil melirik kearah Raka dari kaca spion)
8 Tahun yang lalu...ketika Raka tersadar dari obat bius sehabis menjalani operasi tranplantasi Jantung...Nama Nia lah yang selalu diucapkan Raka...
Hari demi hari berlalu namun tidak ada satupun yang berani memberitahu Raka tentang kepergian Nia yang kembali ke Roma...hingga 1 bulan kemudian secara tidak sengaja Raka mendengar ucapan Rafa dengan Nayla tentang kepergian Nia yang kembali ke Roma...
Terlihat kehancuran diwajah Raka yang terdiam mendengar kenyataan tersebut...dihari itu juga Raka menghilang tanpa jejak...namun di 2 bulan kemudian akhirnya Wilson berhasil menemukan Raka disebuah bangunan kosong yang gelap dan juga berbau Alkohol yang sangat pekat...
Kacau dan juga Putus asa yang terpapar diwajah Raka membuat Wilson menangis menatap putranya hancur berkeping-keping seperti tidak memiliki harapan untuk hidup...
Wilson pun membawa Raka kembali...hari berlalu bulan berlalu begitupun juga dengan tahun...
Raka kembali seperti semula akan tetapi walaupun dirinya seperti ada keinginan untuk hidup namun kenyataannya dirinya seperti tidak ada arah untuk hidup...
Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa Raka seperti terlahir kembali namun terlahir seperti Vampire yang dingin dan tak berperasaan...
Raka tidak pernah terlihat tersenyum maupun tertawa kepada siapapun...hanya ekspresi Datar dan Dingin yang selalu terlihat diwajahnya...
Dan Alkohol lah yang selalu menjadi teman dimanapun dia berada...
Saat ini...Kini terlihat Raka tertidur dengan Alkohol yang ada ditangannya...
REZA : "Raka...kita sudah sampai!" (Mencoba membangunkan Raka)
RAKA : "Niaa!!" (Gumam Raka yang tertidur)
REZA : "Raka!...kita sudah sampai ditempat pertemuannya!!" (Membangunkan Raka dengan mengguncangkan tangan Raka)
Raka pun terbangun dari tidurnya dan menatap Reza dengan dingin...
REZA : "Ma..maaf...ta..tapi kita sudah sampai.." (Sambil menundukkan kepalanya)
Raka pun keluar dari mobil tersebut dan menatap Restaurant tersebut dengan bosan...
Disisi lain...didalam Restaurant tersebut...
NIA : "Saya menyesal sudah membatalkan semua pertemuan yang ada dihari ini hanya untuk mendapatkan hal yang tidak PENTING!!!...katakan kepada Tuan Direktur kalian...kalau bukan hanya kalian yang ingin berinvestasi di Vittorio!!!" (Ucap Nia dengan kesal)
Nia pun mencoba untuk pergi meninggalkan Restaurant tersebut...
KARIN : "Bu Nia...tolong jangan seperti ini!!...saya akan dipecat jika Bu Nia seperti ini!!" (Teriak Karin sambil menahan Nia untuk Pergi dengan tatapan memohon)
NIA : "Maaf Bu Karin...saya tidak bisa menunggu Tuan Direktur anda yang sudah menganggap pertemuan ini TIDAK PENTING!!" (Ucap Nia dengan kesal)
Nia pun pergi meninggalkan restaurant tersebut dengan kesal...
Beberapa saat kemudian Raka pun masuk kedalam Restaurant tersebut dan menatap Karin dengan bingung...
REZA : "Karin...dimana klien kita?...kau bilang dia sudah menunggu kita!" (Sambil melihat sekeliling)
KARIN : "[Tamatlah riwayatmu Karin!!...kau akan dipecat!!!]" (Teriak Karin di dalam hatinya sambil menatap Raka dan Reza dengan takut)
__ADS_1
RAKA : "Dimana Klien nya?" (Menatap Karin dengan dingin)
KARIN : "Tuan ma..maaf...baru saja...klien tersebut...pe..pergi!" (Ucap karin dengan gagap Sambil menundukan kepalanya)
RAKA : "Sekarang juga putuskan semua Investasi kita dengan mereka selama ini...SEMUANYA!!!" (Ucap Raka dengan dingin)
Seketika Raka pun pergi dengan amarah dari Restaurant tersebut...
REZA : "Ka..Karin!!...kau tidak bercanda kan padaku??...mana mungkin dia pergi!!" (Teriak Reza dengan kesal)
KARIN : "Reza!!!...apa kau sadar mana mungkin ada orang yang mau menunggu sampai 5 jam lebih hanya untuk menunggu dia yang melupakan jadwal hari ini karna menganggap ini tidak penting!!!" (Teriak Karin dengan kesal)
Seketika semua orang yang ada disana pun menatap keduanya dengan sinis...
REZA : "Ya..yaudah kali...jangan teriak seperti itu...ka..kau tidak lihat mereka semua menatap kita?" (Bisik Reza sambil tersenyum menatap semua orang yang menatap mereka)
KARIN : "Kau duluan yang berteriak kepadaku!!!...memangnya salah jika aku berteriak kepada orang berteriak kepadaku!!!!" (Teriak Karin dengan kencang)
Beberapa saat kemudian didalam mobil Raka...
REZA : "Raka...yang kau ucapankan tadi tidak serius kan?...kau harus memikirkan semuanya dengan matang!" (Melirik kearah Raka)
RAKA : "Apa perlu ku mengulang semua yang kukatakan tadi??" (Ucap Raka dengan dingin sambil menatap jendela)
REZA : "Ti..tidak...baiklah aku akan menelphone Karin untuk memutuskan semua kontrak kita yang masih ada pada mereka!" (Melirik kearah Raka dengan ekspresi kesal)
Beberapa menit kemudian...didalam mobil Nia...terlihat Luna menelphone Nia yang sedang mengemudi seketika Nia pun menerima panggilan tersebut dan memberhentikan mobilnya dipinggir jalan...
NIA : "Ada apa Lun?"
LUNA : "Kak Nia gawat!!!.." (Ucap Luna dengan cemas)
NIA : "Gawat...gawat kenapa??" (Tanya Nia dengam bingung)
LUNA : "Baru saja mereka memutuskan semua kontrak Investasi yang ada diVittorio kak!!"
LUNA : "Barusan Karin bilang itu semua karna Kakak meninggalkan restaurant tersebut dan Tuan Direktur mereka ternyata datang setelah kakak pergi dari sana...Tuan direktur mereka marah dan langsung meminta Karin untuk memutuskan semua Investasi yang mereka berikan untuk Vittorio kak!!...bagaimana ini kak?...Vittorio saat ini sedang diambang kebangkrutan...dan satu-satunya yang bisa membuat Vittorio bertahan hanya karna Investasi dari mereka kak!!" (Ucap Luna sambil menangis)
NIA : "Apakah Direktur mereka itu Manusia??...dia sama sekali tidak punya Perasaan!!...kau tenang saja aku akan kesana menemuinya!!!...sekarang kau kirimkan padaku alamat perusahaannya...aku akan kesana secepatnya!!"
LUNA : "Kak..jangan bilang kak Nia mau marah-marah disana!...tidak kak...kakak tidak boleh marah-marah...karna mereka adalah satu-satunya yang bisa menyelamatkan Vittorio!!"
Nia pun mematikan penggilan telphone tersebut dengan kesal...
NIA : "Aku tidak akan membiarkan mereka dengan seenaknya memutuskan Kontrak itu...memangnya mereka pikir mereka adalah Dewa penyelamat hah!!!" (Ucap Nia dengan kesal)
Disisi lain...di Halaman sekolah La Venza..
ZARA : "yang jemput kita siapa?...Ayah...Bunda atau Bibi Luna??" (Ucap Zara sambil melihat sekeliling)
ZIRA : "Aku juga tidak tahu!!...Ayah tidak mengatakan apapun tadi siapa yang akan menjemput kita!!" (Sambil melepaskan Tas miliknya)
ZARA : "Huuuft aku lelah...sampai kapan kita menunggu mereka menjemput kita!!" (Ucap Zara sambil duduk disebuah bangku yang ada diHalaman sekolah tersebut)
ZIRA : "Zara...apakah kau sudah minum obatmu?...Bunda bilang kau tidak boleh melupakan obatmu!!" (Menatap Cemas kearah Zara)
ZARA : "Kau tenang saja aku sudah minum obatku...lihatlah kotaknya kosong!" (Tersenyum sambil menunjukan kotak obat yang kosong)
ZIRA : "Baguslah...aku kira kau melupakan obatmu!!" (Terduduk disamping Zara dengan lemas)
ZARA : "Lalu sampai kapan kita menunggu disini?"
ZIRA : "Aku juga tidak tahu!!"
Disisi lain...di perusahaan AVERUS...
Terlihat Nia yang masuk kedalam perusahaan tersebut dengan langkah kaki yang sangat cepat...
__ADS_1
Disisi lain dilantai 50...
RAKA : "Aku tidak ingin diganggu oleh siapapun...jangan biarkan siapapun yang masuk kedalam ruanganku!" (Ucap Raka sambil melemparkan beberapa berkas dihadapan Karin dan Reza dan masuk kedalam ruanganya)
KARIN : "Baik Pak!!" (Ucap dengan tegas)
REZA : "Dengarlah apa yang dia katakan...kalau tidak kau akan dipecat...hahaha!!" (Ejek Reza dengan tersenyum smirk menatap Karin)
KARIN : "Kau!!...awas saja aku akan membalasmu!!!" (Teriak karin dengan kesal)
Beberapa menit kemudian terdengar suara Lift yang berhenti dilantai 50 seketika Karin terbangun dari duduknya dengan panik dan menantikan langkah kaki seseorang yang terdengar sangat terburu-buru mendekat kearah dirinya...
Dan kini terlihat Nia yang melangkah mendekat kearah dirinya dengan ekspresi wajah yang Marah dan juga Kesal...
KARIN : "[Ya tuhan perasaan ku tidak enak!!...aku melihat ada Bom Atom yang siap meledakan mesiunya dihadapan Tuan Raka!!]" (Dalam hati Karin dengan takut)
NIA : "Dimana Tuan Direktur kalian???" (Tanya Nia dengan kesal)
KARIN : "Bu Nia...saya mohon jangan membuat masalah disini...aku tidak tahu dimana beliau...karna beliau belum kembali keruangannya!" (Ucap Karin dengan berbisik)
NIA : "Dia pasti ada diruangannya...karna kau berbisik kepadaku!!" (Menatap sebuah pintu yang ada disamping meja Kerja Karin)
KARIN : "Bu Nia...saya sangat mohon kepada Bu Nia...untuk tidak......"
Belum selesai Karin berucap tiba-tiba Nia masuk kedalam ruangan tersebut...
KARIN : "BU NIA!!!!" (Teriak Karin dengan panik)
NIA : "Permisi!!!" (Ucap Nia yang masuk kedalam ruangan tersebut)
KARINA : "Bu...maaf beliau tidak ada diruangannya...beliau pasti marah kalau ada yang masuk kedalam ruangannya!!" (Ucap Karin dengan panik sambil menahan tangan Nia)
NIA : "Permisi saya ingin bicara dengan anda" (Ucap Nia melihat seseorang duduk dihadapannya yang membelakangi dirinya)
KARIN : "[Tamat sudah aku!!!]" (Dalam hati Karin dengan lemas)
NIA : "Permisi...apakah anda dengar saya ingin bicara dengan anda!" (Ucap Nia sambil melangkah mendekat)
KARIN : "Mungkin hari ini adalah hari Kiamat!!" (Gumam Karin dengan menghelakan nafasnya)
NIA : "[Bau Alkohol yang ada diruangan ini sangat pekat]" (Dalam hati Nia sambil melihat beberapa botol minuman yang ada dimeja kerja Orang tersebut)
Tak terlihat orang tersebut membalikan kursinya sedari tadi...seketika Nia berteriak dan menghentakkan meja yang ada dihadapannya dengan keras...
NIA : "Apa kau tidak mendengarku!!!" (Teriak sambil menghentakkan meja dengam keras)
KARIN : "Kiamat besar!!" (Gumam Karin sambil menepuk kepalanya)
Beberapa saat kemudian orang tersebut pun memutarkan kursinya sambil melepaskan Earphone yang ada ditelingannya...
Seketika Tubuh Nia terguncang dan melangkah mundur ketika melihat bahwa Orang yang kini ada dihadapannya adalah Raka Elfatah...seseorang yang dia rindukan namun dia lupakan selama 8 tahun terakhir...
RAKA : "[Nia??]" (Dalam hati Raka sambil menatap Nia dengan terkejut)
NIA : "[Ra..Raka??]" (Dalam hati Nia sambil menatap Raka dengan terkejut)
KARIN : "Dan kini malaikat maut ada dihadapanku!!" (Gumam Karin sambil menatap Raka dengan panik)
Tiba-tiba seseorang datang dengan panik...
REZA : "Ada apa ini...Karin apa kau bodoh Raka bilang tidak boleh satu orang pun yang masuk kedalam ruangan....i...iniiii" (Ucap Reza dengan nada suara yang semakin pelan ketika melihat Nia)
KARIN : "Dan kini adalah akhir hidupku!!" (Gumam Karin sambil menatap Reza dengan lemas)
REZA : "Ni...Nia???...ja..jadi selama ini...kau...kau adalah pemilik perusahaan Vittorio???" (Ucap Reza dengan terkejut menatap Nia)
Terlihat Raka dan Nia hanya terdiam saling menatap dengan air mata yang tanpa Nia sadari terjatuh dari matanya...seketika Nia pun menghapus air matanya tersebut dengan kasar...
__ADS_1
BERSAMBUNG》》》》》》》