LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 8


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Raka pun kembali mengarah Nia dan setibanya dia menuntun Nia kearah Piano tersebut...


Beberapa saat kemudian Raka pun memainkan Piano tersebut lagi bersama Nia...


Duduk berdekatan dan Tangan Raka yang menuntun Nia untuk memainkan Piano tersebut...membuat Jantung Nia berdegub dengan kencang...seluruh mata tertuju kepada keduanya...


Tangan dingin Raka menggenggam tangan Nia yang hangat...dan detak jantung keduanya memiliki irama yang sama yaitu berdetak dengan cepat...


10 menit kemudian permainan mereka pun selesai...dan lagi-lagi diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari para penikmat dentingan Piano mereka yang ada di Restaurant tersebut...


Tiba-tiba seorang pelayan restaurant tersebut memberikan bunga Mawar kepada Raka untuk diberikan ke Nia...


RAKA : "Nia...apakah aku boleh menjadi Amante didalam hidupmu?...dengan segenap Jiwaku dan seluruh nafasku akan kuberikan kepadamu...Bunga bermekaran...matahari bersinar...kupu-kupu berterbangan diatas mawar...Apakah aku pantas menjadi Amante mu Nia...??" (Berlutut dihadapan Nia dan menyodorkan Bunga mawar merah tersebut kehadapan Nia)


Seluruh para pengunjung di Restaurant tersebut bersiul terharu dengan apa yang Raka lakukan kepada Nia...beberapa dari mereka berteriak "VA BENE!!!" yang artinya "SETUJU!!! / TERIMA!!!"...


Nia pun mengambil Bunga tersebut dan tersenyum dengan pipi yang merona...


NIA : "Si...Io Va Bene..Amante!!!"


Seketika Raka pun mencium Tangan Nia dan memeluk Nia...


Ramai dan penuh kebahagiaan suasana Restaurant tersebut...


Namun terlihat Pak Firman yang tampak khawatir dengan apa yang Raka lakukan saat ini...beberapa saat kemudian telephone Pak Firman bergetar...dia pun mengangkat telephone tersebut...


PAK FIRMAN : "Nyonya...apakah ada yang bisa saya bantu..?"


BUNDA BELVA : "Raka dimana?...apakah kalian masih lama disana?...Pak Firman saya peringatkan kepadamu untuk menjaganya dengan benar...jika sesuatu yang buruk terjadi pada Raka...maka aku pastikan ini menjadi terakhir kalinya kau akan berkerja dengan kami...!!" (Dengan suara dingin)


Tak banyak kata dari Bunda Belva...dia pun mematikan telephone nya...dan terlihat Pak Firman semakin khawatir dengan apa yang dia lihat sekarang...yaitu Raka dan Nia terus menerus tertawa riang sambil makan direstaurant tersebut...


Pak Firman pun menghampiri Raka...


PAK FIRMAN : "Tuan...Cukup!!!...hari ini tuan sudah terlalu berlebihan...dan bahkan Tuan belum meminum obat tuan!!" (Dengan suara dingin)


Seketika Tawa keduanya terhenti dan menatap kearah Pak Firman...terlihat raut wajah Nia yang bingung dengan ucapan Pak Firman kepada Raka...dan terlihat juga Tatapan dingin dari Raka kepada Pak Firman...

__ADS_1


RAKA : "Nia...tunggu sebentar aku mau ke Toilet sebentar yaa..." (Menggenggam tangan Nia)


NIA : "Baiklah...jangan lama-lama yaa..." (Menggenggam tangan Raka)


Raka pun pergi bersama Pak Firman kearah Toilet...


PAK FIRMAN : "Tuan ini sudah jam 1 siang...seharusnya tuan minum obat itu tepat jam 12 siang tadi..." (Sambil menyodorkan botol Obat kepada Raka)


RAKA : "Haruskah Pak Firman mengatakan itu dihadapan Nia???" (Menatap dingin Pak Firman)


PAK FIRMAN : "Maafkan saya tuan...tapi ini demi kebaikan tuan...bukankah seharusnya sebuah hubungan diawali oleh kejujuran?...kenapa Tuan menyembunyikan Ini semua dari Nia...dia...dia adalah seseorang yang sangat kau Cintai...bukankah dia layak untuk mengetahui segalanya tentangmu?" (Menatap cemas kearah Raka)


RAKA : "Cukup!!!...ini adalah untuk terakhir kalinya Pak Firman ikut campur dengan urusanku...Aku harap ini tidak pernah terulang kembali...!!" (Tatapan dingin mengarah Pak Firman)


Tak lama kemudian Raka pun meninggalkan Pak Firman...


PAK FIRMAN : "Sampai kapan pun saya akan tetap ikut campur dengan apa yang kau jalani Raka...karna kau sudah bagaikan Putra bagiku...aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja...aku sudah berjanji pada diriku...untuk mengapdikan seluruh Jiwa ragaku untukmu sampai akhir hayatku" (Menatap Raka dari kejauhan)


Beberapa saat kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka...terasa suasana yang Canggung...beberapa kali Pak Firman menatap Nia dan Raka dari kaca Spion tengah mobil mereka...


Raka pun menatap dingin kearah Pak Firmam yang kini sedang melirik kearahnya dari spion tersebut...seketika Pak Firman menundukkan kepalanya yang mengartikan bahwa dirinya mengerti dengan maksud Raka kepadanya untuk menghentikan tatapan matanya kepada Dia dan juga Nia...


RAKA : "Collosseum!!...Arena Gladiator dan tempat dimana pertarungan antara binatang dan manusia dipertunjukkan pada Jamannya...bentuknya seperti Stadion lapangan bola namun kini beberapa bangunannya sudah runtuh dan tidak utuh...Warna bangunan ini mengarah ke Kuningan bercampurkan beberapa Lumut pada dinding bangunan ini...walaupun bangunan ini memiliki sejarah yang menyeramkan dan penuh darah yang berjatuhan pada bangunan ini...tapi kini bangunan ini terlihat damai sejuk dan Cantik..." (Sambil melihat sekeliling)


NIA : "Apakah tempat ini sangat indah?...bukankah sejarah menyeramkan tidak pernah lepas dari bangunan ini...lalu dari mana kau bisa mengatakan Bangunan ini terasa Damai Sejuk dan Cantik??" (Dengan ekspresi bingung)


RAKA : "Karna aku dan kamu!!...jika aku bersamamu tempat yang menyeramkan dan seburuk apapun itu...maka tempat itu akan menjadi tempat yang paling Indah" (Tersenyum dan menggandeng tangan Nia)


NIA : "El...apakah kau tadi kebanyakan makan Gula??"


RAKA : "Gula?...ti...tidak...memangnya kenapa?"


NIA : "Kata-kata kamu saat ini terlalu manis...sampai-sampai aku tidak bisa berkata-kata..." (Menutupi wajahnya yang kini merah merona)


RAKA : "Hahaha...kamu kenapa menutupi wajahmu?...hahaha..." (Tertawa menatap Nia)


Beberapa kali Raka menarik perlahan Tangan Nia yang terus menerus menutupi wajahnya...terlihat keduanya Tertawa bersama...tiba-tiba Nia pun memeluk Raka dengan erat dan menyembunyikan wajahnya dipelukan Raka...


RAKA : "Ooohh gini yaa...sekarang kamu berani peluk-peluk niih??...hahaha" (Memeluk Nia)

__ADS_1


NIA : "Memangnya peluk Amante sendiri tidak boleh?...bukankah kau mengatakan padaku tadi?...kalau kau memberikan Jiwa dan nafasmu untukku..."


RAKA : "Baiklah...sekarang tubuhku dan nafasku hanya milikmu seorang...kau boleh melakukan apapun padaku...termasuk......."


NIA : "Termasuk apa..?"


RAKA : "Memciumku!!!"


Seketika Nia pun melepaskan pelukannya kepada Raka...


RAKA : "Kenapa?...bukankah kau sendiri yang bilang padaku kaulah pemilik tubuh dan nafasku...bukankah itu yang kau mau??...maka Bibir ku juga menjadi milikmu...Nia..." (Mencubit Pipi Nia)


NIA : "Aaww...sa...sakit tau..." (Menggosokkan pipinya)


RAKA : "Masa siih sakit...aku kan cuman cubit sedikit...sini aku obati..." (Mengelus pipi Nia)


Seketika Raka pun mencium kedua Pipi Nia...


Terlihat Nia yang terkejut dengan tindakan Raka kepadanya dia pun menutup kedua matanya dan menahan nafasnya sampai-sampai wajahnya sangat merah...


Raka yang melihat Nia menutup matanya dan menahan nafasnya pun tertawa...


RAKA : "Hahaha...Nia...wajahmu kenapa merah seperti ini...apakah ka...kau demam??" (Pura-pura tidak tahu dengan apa yang sedang Nia lakukan yaitu menahan nafasnya)


Seketika Raka pun memegangi Kening Nia lalu Pipi Nia...


RAKA : "Heey...sudah...buang nafasmu...apakah kau akan terus menerus menahan nafasmu seperti ini?" (Mengelus Pipi Nia)


NIA : "Haaaaah...hah...haaaah!!!...ke...kenapa kau tau aku menahan nafasku??" (Sambil membuang nafasnya dengan engap)


RAKA : "Saat aku mencium Pipimu...nafas hangat mu tidak mengenai wajahku...apakah itu baik untukmu??...dasar Kucing kecil...Hahaha..." (Menggandeng Nia untuk masuk kedalam bangunan Colloseum yang ada dihadapan mereka)


NIA : "Aku bukan kucing kecil..."


RAKA : "Lalu apa?..kalau bukan kucing kecil...kau tau...wajahmu sangat imut saat seperti tadi...menahan nafas hingga wajahmu memerah...hahaha!!"


Langkah mereka terus mengelilingi Colloseum tersebut...sesekali Raka menjelaskan detail bentuk dan warna pada Nia tentang benda apapun yang mereka lewati...sesekali juga tawa keduanya pecah dengan ucapan Raka yang kadang membuat Nia tertawa...


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2