LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 13


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


ROMA...RUMAH RAKA...


RAKA : "Paman..." (Berbisik)


Dr. LANZO : "Raka...apakah terasa sakit lagi?" (Memegangi Tubuh Raka)


RAKA : "Ti..tidak...aku tidak merasakan sakit lagi..."


Dr. LANZO : "Syukurlah..." (Menatap Raka dengan senyuman)


RAKA : "Paman...aku ingin bertanya kepadamu tentang kejadian 5 tahun yang lalu..."


Seketika Lanzo terkejut dan wajahnya memucat...


Dr. LANZO : "A..apa yang ingin kau ta...tanyakan?"


RAKA : "Aku baru saja memimpikan hal itu lagi Paman...terkadang aku berfikir apakah mimpiku itu nyata pernah terjadi atau hanya Bunga mimpi burukku saja?..." (Menatap Lanzo)


Dr. LANZO : "Raka...paman sudah berkali-kali mengatakan kepadamu...kalau mimpi yang selama ini kamu mimpikan itu hanya bunga tidurmu saja...dan waktu itu memang kamu pernah mengalami kecelakaan...tapi semuanya baik-baik saja...walaupun kau juga sempat dirawat beberapa hari...tapi lihatlah semuanya baik-baik saja..." (Tersenyum)


RAKA : "Baiklah..."


Dr. LANZO : "Sekarang kamu istirahatlah...Paman harus menemui seseorang dulu.."


Lanzo pun keluar dari kamar Raka...dan terlihat Pak Firman yang masuk kedalam kamar Raka...


PAK FIRMAN : "Tuan muda..."


RAKA : "Pak...Aku butuh bantuanmu..." (Menatap Pak Firman dengan Cemas)


DISISI LAIN...KAMAR NIA...

__ADS_1


(Suara radio memainkan lagu Grande amore~~~)


Melamun Nia menggenggam Kalung pemberian Raka kepadanya...


NIA : "[apakah besok kau akan datang kembali?...aku sangat merindukanmu Amante...entah kenapa suara tawa dan bisikan mu terngiang dipendengaranku...dinginnya tangamu yang menggenggam erat tanganku kini kurasakan...dan harum Vanila mu tercium olehku...apakah rasa rinduku tak tertahankan lagi?...sehingga aku bisa merasakan kehadiranmu disisiku saat ini...Rinduku menenggelamkan malam...Rinduku menggelapkan sinar bulan...Dan...Rinduku menghancurkan Malam berbulan terang...sepekat itukah Rinduku kepadamu?...tak terbendung lagi Rinduku kepada harummu...yang kini mengisi kekosongan jiwaku...Ketika kekosongan ini terisi oleh Rinduku kepadamu...rasanya seperti hembusan angin yang mengisi ruang hampa...terasa terisi namun tak tampak terisi...kegilaanku terhadap Rindu semakin pekat ketika aku memikirkan detak jantungmu yang beradu dipelukanku...Cemasku memikirkan hari esok...bagaimana jika hari esok kehampaan ini terjadi lagi?...apakah aku akan sanggup menahan Rinduku yang menggila ini?...bagaimana hari esok tak sama lagi dengan hari kemarin?...apakah aku masih bisa sanggup menahan Rinduku yang menghujam jantungku?...Rinduku ringan seperti hembusan angin...namun Rinduku juga berat seperti padang kekaisaran yang berlumuran darah...yang kapanpun bisa meneteskan air mataku...sekarang aku berfikir...apakah yang sedang kuasakan kini adalah sebuah rasa Rindu?...ataukah sebuah rasa Takut?...takut akan kehilangan seseorang yang mengisi kehampaanku...Amante!...cepatlah datang...tepis semua rasa Rindu maupun rasa Takutku akan kehampaan ini...Aku sangat Merindukanmu!!]" (Dalam hati Nia sambil terdiam dan menggenggam erat kalung pemberian Raka kepadanya)


DISISI LAIN...KAMAR RAKA...


Terlihat Raka yang sedang memainkan Pianonya...


(FÜR ELISE ~ LUDWIG VAN)


Dengan aura yang dingin Raka memainkan dentingan piano tersebut...sesekali dirinya mencoba mengingat kembali mimpinya...


Dentingan Piano yang dimainkan Raka pun semakin cepat...cepat...dan semakin cepat lagi...kemudian diakhiri dengan dentuman keras tangannya pada Piano tersebut yang mengakibatkan tanganya terluka dan berdarah...


Tatapannya penuh kebencian dan aura yang sangat dingin...air matanya pun menetes bersamaan dengan darah yang kini juga menetes dari tanganya...


RAKA : "[Menyesal?...yaa kini aku sangat menyesal...aku sangat menyesali segala yang terjadi dihari kemarin...tidak seharusnya aku mengukir garis indah padanya...tidak seharusnya aku mengisi kehampaannya...dan tidak seharusnya aku jatuh cinta padanya...Kelayakkan ku terhadapnya tak pernah terfikirkan olehku...aku begitu egois memikirkan Cintaku kepadanya...tanpa kurasa dan tanpa kusadari...aku adalah Luka baginya...aku adalah beban untuknya...dan akulah Kehampaannya...terlena aku dalam Cintaku kepadanya sampai-sampai aku melupakan wajahnya...wajahnya yang dulu penuh dengan kebencian yang tertuju kepadaku...Bodohnya aku memberinya sebuah kepercayaan atas Cinta...yang seharusnya akulah kebenciannya...akulah kesedihannya...Nia!!...maafkan aku...maafkan aku...]" (Dalam hati Raka sambil menatap tangannya yang berdarah)


Terlihat Nia yang terduduk diam diatas ranjang rumah sakit menantikan suara yang ingin dia dengar yaitu suara Elfatah...


Langkah kaki para suster dan dokter terdengar jelas ditelinga Nia...Tak terhiraukan oleh Nia ucapan para Dokter dan Suster yang sesekali menyapa Nia...


NIA : "[El...apakah kau akan datang hari ini?...aku tau kamu pasti datang...aku sudah menuliskan surat didepan pintu rumahku...bahwa aku akan menjalani Operasi Transplantasi hari ini...aku yakin kau akan datang...menepati janjimu kepadaku!!]"


IBU ALETA : "Nia...apakah kau takut??"


NIA : "Ti..tidak...Nia tidak takut bu.." (Tersenyum)


IBU ALETA : "Lalu kenapa wajahmu sangat cemas dan pucat?...apakah kau demam??" (Sambil mengelus Jidat dan pipi Nia)


NIA : "Ibuuu...Nia baik-baik saja kok...Nia cuman sedikit tegang aja...hehehe..." (Tersenyum sambil menggenggam erat tangan Aleta yang sedang mengelus pipinya)

__ADS_1


IBU ALETA : "Syukurlah kamu baik-baik saja...Tegang itu hal yang biasa bagi semua orang yang akan menjalani Operasi...apalagi setelah operasi ini berjalan dengan baik...hidupmu akan berubah Nia...kamu akan melihat indahnya kota Roma ini..." (Tersenyum)


Beberapa Jam kemudian...setelah melewati operasi Transplantasi mata dengan lancar...Nia pun dibawa keruang rawat...terlihat Ibu Aleta yang sedang mengelapi tangan Nia dengan kain basah...sesekali dirinya menoleh kearah Pintu jika ada suara langkah kaki yang mendekat kearah ruangan tersebut...Aleta berharap Raka akan datang untuk menemui Nia...


DISISI LAIN...RUMAH NIA...


Tatapan penuh kesedihan Raka mendekat kearah Rumah Nia...dan langkahnya terhenti melihat sebuah surat yang kini dia injak...


Raka pun mengambil surat tersebut dan membacanya...


_____________________________________


Amante!!...Aku tau kau akan datang untuk menepati janjimu kepadaku...


Kau tau?...sejak kemarin aku sudah memanggil namamu hingga 350 kali namun kau juga tak kunjung datang...apakah kau lupa?...kau sudah berjanji kepadaku untuk datang disetiap kumemanggil namamu...


Tapi kau tak perlu cemas...aku tidak marah kok sama kamu..tapi aku akan memberikanmu sebuah hukuman...


Yaitu aku ingin kau menepati janjimu untuk menjadi orang pertama yang kulihat saat kubukakan mataku nanti...


Kini tepat di hari ini aku sedang menjalani Transplantasi mataku...entah kenapa Pihak Rumah sakit memajukan jadwal operasinya...tapi ada satu hal yang pasti...yaitu aku sangat merindukanmu dan aku ingin kau menjadi orang pertama yang kulihat nanti...


Aku akan menunggu kehadiranmu...dan aku tidak akan membukakan mataku sebelum kau datang membawakan lukisan yang telah kau janjikan untukku...


Aku sangat merindukanmu Amante!!... :)


_NIA_


____________________________________


Terdiam Raka membaca surat tersebut...


PAK FIRMAN : "Apakah ada yang bisa saya bantu Tuan?"

__ADS_1


RAKA : "Antarkan saya kerumah sakit terdekat..." (Sambil menatap Pintu rumah Nia)


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2