
♡LOVE HEART♡
Disisi lain...Villa Savero...
Terlihat Rafa yang melihat Nia keluar dari Villa tersebut sambil membawa kopernya pun seketika mengejar Nia dan menahan Tangan Nia untuk tidak pergi...
RAFA : "Aku mohon jangan Pergi!!" (Menahan tangan Nia dan menatap Nia)
NIA : "Rafa...aku harus pergi...aku...aku tidak bisa disini!!" (Menatap Rafa sambil menangis)
RAFA : "Baiklah...aku akan menemanimu...aku akan mengantarmu!!"
Beberapa saat kemudian terlihat Hujan yang sangat deras disepanjang jalan mereka...Gelap..Sepi..dengan Kabut yang menyelimuti malam itu...
RAFA : "Apakah kau kedinginan??" (Sesekali melirik Nia yang mengusap-ngusap tangannya)
Rafa pun menghentikan mobilnya dan seketika memakaikan Nia dengan jaket yang dia pakai...
Wajah keduanya sangat berdekatan bahkan nafas mereka saling mengenai satu sama lainnya...seketika Rafa menatap Nia dengan dekat...
RAFA : "[Kau sangat mirip dengannya...aku seperti melihat Lisa ada dihadapanku]" (Dalam hati Rafa sambil menatap Nia dengan dekat)
Tak lama kemudian Rafa pun mendekatkan wajahnya untuk mencium Nia..namun tiba-tiba Nia membuang wajahnya dan berkata...
NIA : "Maafkan aku Rafa...aku...aku tidak bisa" (Membuang wajahnya dan menatap Luar jendela mobil)
RAFA : "Ma..maaf...tidak seharusnya aku melakukan itu" (Seketika menjauh dan menatap Nia dengan gugup)
Canggung diantara keduanya...Rafa pun melanjutkan perjalanan mereka hingga pada akhirnya setelah 4 jam perjalanan mereka pun sampai dirumah Zeyna...terlihat Nia yang tertidur lelap dengan wajahnya yang menghadap Rafa...
RAFA : "Kenapa kau mengirim seseorang yang sangat mirip dengannya Tuhan?...Aku sangat merindukan Lisa...setiap kali ku melihat Nia...seakan-akan aku melihat Lisa kini ada dihadapanku" (Menatap Nia dan mengusap rambut Nia yang tertidur)
Rafa pun menggendong Nia untuk masuk kedalam rumah tersebut...
|Ting...tong!!| (Suara bel rumah Zeyna yang ditekan oleh Rafa)
BIBI SARI : "Lohh nak Nia..nak Rafa?...ka..kalian??" (Menatap Nia dan Rafa dengan bingung)
RAFA : "Bi...dimana kamar Nia?"
Bi Sari pun menunjukkan kamar Nia kepada Rafa yang berada dilantai Atas...setelah sampai dikamar Nia...Rafa pun merebahkan Nia dikasurnya...
BIBI SARI : "Apakah nak Nia sakit??" (Menatap Nia dengan Cemas)
__ADS_1
RAFA : "Hanya sedikit tidak enak badan...oiya Bi...tante Sarah dimana?"
BIBI SARI : "Nyonya sedang keluar kota dengan Tuan sejak seminggu yang lalu"
RAFA : "Heemm..baiklah"
BIBI SARI : "Baiklah" (Menatap Rafa)
RAFA : "Baiklaaah!" (Menatap Bibi Sari)
BIBI SARI : "Ba..baik..laah" (Menatap Rafa dengan bingung)
RAFA : "Huufft Bibi gak peka banget siih" (Menatap Bi Sari lalu menatap Pintu)
BIBI SARI : "Tidak!!...Bibi tau apa yang mau kamu lakukan...kamu mau Bibi pergi dari kamar ini lalu kamu tutup pintu kamar ini...habis itu kamu apa-apain nak Nia kan???" (Menatap Rafa dengan tegas dan melipatkan tangannya)
RAFA : "Heeemm Bibi terlalu pintar...hahaha" (Tertawa menatap Bi Sari)
BIBI SARI : "Sudah sana...kau pulang nanti Bibi aduin ke Nak Zeyna loohh!!" (Mendorong Rafa dengan cepat)
RAFA : "Sebentar saja Bi...Rafa cuman mau kasih kecupan kening!"
BIBI SARI : "Kecup!..kecup!!...memangnya kamu siapanya nak Nia??...tidak boleh...kalian bukan Muhrim!!!...kalau mau kecup nak Nia...kamu harus menikahinya!!" (Mendorong Rafa)
RAFA : "Baiklah!!!...aku akan menikahinnya Bi!" (Menatap Nia dan Bi Sari)
BIBI SARI : "Benarkah???...yasudah nikahnya besok pagi saja...sekarang kau pulanglah anak muda!!" (Mendorong Rafa kembali untuk keluar dari rumah tersebut)
Bi Sari pun mengunci Rumah tersebut dengan cepat...
BIBI SARI : "Dasar anak jaman sekarang...mereka dengan mudahnya bilang menikah???...mereka tidak tahu saja...menikah itu bukanlah hal yang mudah dan sepele...memangnya kalian sudah yakin dengan pasangan kalian masing-masing??...banyak sekali anak muda dijaman sekarang dengan mudahnya menikah diusia yang belum matang dan bahkan mereka menganggap Menikah hanyalah sebuah jembatan menuju Nafsu!!!" (Gumam Bi Sari sambil mematikan beberapa lampu dirumah tersebut)
Disisi lain...Villa Savero...
|Triing!!| (Suara pesan masuk pada Ponsel Zeyna dan Nicho)
Dikamar Zeyna...
ZEYNA : "A..apa???...Nia pulang???"
Dikamar Nicho...
NICHO : "Kak..Nia pulang!!"
__ADS_1
Seketika Raka yang ada didekat Nicho pun menatap Nicho dan merampas Handphone Nicho untuk membaca Pesan tersebut...
NICHO : "A..apa yang kak Raka lakukan???...kembalikan ponselku!!" (Berdiri dan menatap Raka)
Terlihat Raka terkejut yang rupanya pesan tersebut dikirimkan oleh Rafa kepada Nicho...
RAKA : "Apa maksudnya ini?"
NICHO : "Apa yang kak Raka tanyakan...itu semua tidak ada urusannya lagi dengan kak Raka!!" (Merampas ponselnya dari Raka)
Tiba-tiba terdengar suara ramai dari luar Villa yang ternyata kini Diluar Villa Savero terlihat beberapa orang berjaz hitam ingin menerobos masuk kedalam Villa tersebut dengan kasar...bahkan beberapa penjaga Villa sampai ada yang terluka karena sikap kasar para Pria tersebut yang sedari tadi ingin masuk kedalam Villa...
Diruang Tamu...
DELVIN : "Siapa kalian?...apa yang kalian lakukan???" (Berteriak sambil menodongkan Tongkat Baseball)
"Minggirlah anak muda...kami tidak punya urusan denganmu!!!" (Ucap Salah satu pria tersebut dengan lantang)
Mendengar suara bising dan ramai tersebut...Raka Nicho Zeyna Nayla dan Luna pun turun ke Ruang Tamu...dan terkejut melihat beberapa pria yang berpakaian Hitam tersebut dengan membawa senjata api (Pistol)...
ZEYNA : "Siapa kalian???" (Berteriak ketakutan)
"Kami hanya ingin membawa Raka...sebaiknya kalian tidak perlu ikut campur!!!" (Berteriak sambil menatap Raka)
NAYLA : "Raka??...tidak!!!...jika kalian ingin uang...aku akan memberikannya berapa pun yang kalian minta...tapi tolong jangan Raka!!!" (Berteriak sambil menggandeng tangan Raka)
|Doorr!!!| (Suara lepasnya peluru yang ditembakan oleh salah satu pria tersebut mengarah atap Villa)
Seketika Nayla Zeyna dan Luna berteriak ketakutan...
RAKA : "Jika yang kalian inginkan adalah diriku...bawalah aku...tapi dengan satu syarat...lepaskan mereka semua...jangan ada yang terluka sedikit pun!!!" (Berteriak menatap para pria misterius tersebut)
Terlihat salah satu pria misterius tersebut melangkah mendekat kearah Raka dan seketika menusukkan Raka dengan sebuah suntikan yang membuatnya Jatuh pingsan tak sadarkan diri...
NAYLA : "Tidak!!!...Raka!!!...aku mohon jangan sakiti dia!!!...aku mohon!!!" (Berteriak menatap Raka yang jatuh pingsan)
"Kalian tidak perlu khawatir...Raka aman pada kami...kami menerima perintah ini dari Tuan Lanzo...yaitu pamannya Raka...jadi...sebaiknya kalian tidak melaporkan ini kepihak berwajib!!" (Menatap Nayla sambil menunjukkan Kartu perintah dari Lanzo)
NAYLA : "Ta...tapi kenapa kalian ingin membawanya pergi???"
"Tidak ada yang bisa kami katakan kepada kalian...kami permisi!!"
Para pria misterius tersebut pun pergi dengan membawa Raka yang kini tak sadarkan diri...
__ADS_1
BERSAMBUNG》》》》》》》