LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 35


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


KANTIN UV...


LUNA : "Kak Rafa...ini beberapa barang peninggalan kak Lisa yang kaka kasih ke kak Lisa.." (Sambil menyodorkan sebuah dus)


RAFA : "Terima kasih Luna...aku akan menyimpannya baik-baik" (Tersenyum)


ZEYNA : "Bagaimana kita rayakan kumpulnya kita lagi???"


NAYLA : "Setuju banget!!"


NICHO : "Setuju!!!"


ZEYNA : "Bagaimana Weekend nanti kita kumpul lagi di Villa milikku seperti dulu??"


LUNA : "Ta..tapi...aku belum tau apakah aku mendapatkan izin dari Ayah atau tidak..."


ZEYNA : "Luna...kamu bilang saja ada Tugas kampus dan kamu harus observasi sama beberapa temen kamu"


DELVIN : "Ngajarin yang gak bener lagi deeh"


ZEYNA : "Siapa bilang gak bener?...kan Luna juga butuh hiburan...emangnya salah kalau kita mau kumpul??"


DELVIN : "Yaudah terserah kalian deh..." (Sambil melirik handphonenya)


ZEYNA : "Kamu kenapa sih Vin??..." (Menatap Delvin)


DELVIN : "Kenapa apanya?"


ZEYNA : "Kamu masih marah sama kejadian tadi??"


NAYLA : "Udah-udah dong jangan ngerubah mood"


Terlihat Zeyna terus menerus melirik Delvin yang sedari tadi fokus terhadap handphonenya...tiba-tiba Zeyna menarik handphone Delvin secara paksa...


DELVIN : "Zeyna!!!" (Menatap dingin kearah Zeyna)


ZEYNA : "Kamu bisa gak sih...gak fokus ke Handphone kamu dulu??"


DELVIN : "Berikan handphoneku!!" (Mengulurkan tangannya)


Seketika Zeyna memasukkan Handphone tersebut kedalam tasnya...


DELVIN : "Ini...ini yang aku gak suka dari kamu Zey!!!" (Berdiri dari duduknya)

__ADS_1


ZEYNA : "Apa?...apa yang kamu gak suka dari aku Vin??...bukankah semuanya selalu salah dimatamu???" (Berdiri dari duduknya)


NICHO : "Perang dunia ke 3 akan dimulai!" (Berbisik)


Terlihat Rafa dan Nicho hanya saling menatap...


LUNA : "Kak Zeyna kak Delvin udah dong...baru juga aku bisa ketemu kalian lagi...sekarang kalian malah berantem" (Berdiri dari duduknya)


DELVIN : "Zeyna...kembalikan handphoneku!" (Mengulurkan tangannya)


ZEYNA : "Bisakah kamu menghargai Luna disini Vin?...udah 2 tahun baru kali ini lagi Luna bisa ketemu dengan kita...dan kamu?...kamu malah asik sama handphone kamu!!"


DELVIN : "Cukup Zey!!!...kamu pikir aku asik dengan handphoneku tidak memiliki alasan???...sekarang kembalikan handphoneku Zey" (Menatap dingin kearah Zeyna)


Seketika Zeyna pun memberika handphone Delvin dengan kasar lalu meninggalkan kantin tersebut...


RAFA : "Zeyna!!"


LUNA : "Kak Zeyna..!!"


RAFA : "Delvin!!...sekarang kamu kejar dia!"


DELVIN : "Untuk apa??...untuk apa aku mengejar wanita egois sepertinya Raf??...kalian tau??...saat ini ibuku dibawa kerumah sakit dan aku mengirim pesan kepadanya untuk meminta maaf karna tidak bisa mengantarnya ke rumah sakit...tapi seperti yang kalian lihat sendiri...Zeyna tidak pernah berfikir positif kepadaku...aku lelah dengannya...sikapnya yang egois dan kasar...dia tidak pernah memperdulikan perasaanku"


DELVIN : "Apakah tadi dia bertanya??...alasan kenapa aku fokus terhadap handphoneku...dia bahkan tidak peduli apapun selain tentang dirinya"


NICHO : "Kak Delvin biar aku saja yang mengejarnya...aku akan menjelaskan padanya tentang ibu kita..." (Berdiri dari duduknya)


Namun Delvin hanya terdiam dengan ucapan Nicho kepadanya...


NIA : "Biar aku saja yang mengejarnya...dia pasti ada ditaman..." (Sambil menepuk pundah Nicho)


NICHO : "Baiklah Kak..." (Tersenyum)


Beberapa saat kemudian...Ditaman UV...


NIA : "Zeyna..." (Menepuk pundak Zeyna dari belakang)


ZEYNA : "Ada apa...?" (Sambil menghapus air matanya secara diam-diam)


NIA : "Zey...aku tau kamu...niat kamu baik...karna kamu ingin semuanya Fokus pada kedatangan Luna...tapi...apakah kamu tau alasan Delvin melakukan itu?...kamu pasti lebih mengenal Delvin dari pada siapapun...menurutmu apakah Delvin adalah orang yang seperti itu?...ketika seseorang yang sangat kita Cintai tiba-tiba berubah dari biasanya...aku yakin dia pasti memiliki alasan yang baik...dan sudah seharusnya kita saling mempercayai dan menghargai satu sama lainnya"


ZEYNA : "Tapi Nia...Delvin itu benar-benar berubah...dia gak seperti biasanya...tadi pagi dia membentakku...dan sekarang?...dia bahkan menatapku seperti benci denganku..."


NIA : "Apakah kau tau kenapa saat ini Delvin sangat sensitive?.."

__ADS_1


ZEYNA : "Bagaimana aku bisa tau?...kalau dia saja bersikap dingin padaku sejak tadi pagi Nia..."


NIA : "Saat ini Ibunya Delvin sedang sakit...dan tadi dia memegangi handphone nya karna dia sedang mengirimkan pesan kepada ibunya bahwa dia tidak bisa menemani ibunya kerumah sakit karena sedang kumpul bersama kita"


Seketika Zeyna menatap Nia...


NIA : "Zey...Ketika kita mencintai seseorang...kita akan selalu menutupi duka kita dari orang tersebut...karna kita tidak ingin membuatnya sedih...itulah yang Delvin lakukan saat ini Zey...Semua yang terjadi didunia ini bukanlah sebuah kebetulan...pasti memiliki makna dan alasan tersendiri..." (Tersenyum menggenggam tangan Zeyna)


Seketika Zeyna memeluk Nia...


NIA : "[Seperti halnya diriku...aku selalu percaya bahwa Raka pasti memiliki alasannya tersendiri kenapa dia bisa seperti saat ini...dan pertemuanku dengan Raka di Roma bukanlah sebuah kebetulan...aku yakin Takdirlah yang mempertemukan kami...tapi satu hal yang tidak ku mengerti sampai saat ini...adalah kenapa Tuhan mempertemukan aku dengan Raka lalu memisahkan kami kembali?...alasan apa yang menyatukan dan memisahkan kami?...aku akan mencari tau jawabannya sampai pada akhirnya aku mengerti apakah itu baik ataukah buruk...aku siap dengan semua jawaban apa yang akan kuterima nantinya]" (Dalam hati Nia sambil memikirkan Raka)


Beberapa saat kemudian Zeyna dan Nia kembali ke Kantin UV...dan mereka pun merencanakan Acara tersebut di Villa milik Zeyna dihari Sabtu nanti...


4 Jam kemudian hari telah mulai malam...mereka pun kembali kerumah mereka masing-masing namun berbeda dengan Nayla dia memutuskan kerumah Bunda Belva untuk bertemu dengan Raka...


RUMAH KELUARGA MEIZAR...


NAYLA : "Tante...!!" (Sambil Mengetuk pintu ruang kerja Belva)


Belva pun membuka pintu tersebut...terlihat Belva yang sedang memegang Beberapa Kuas ditangannya...


BUNDA BELVA : "Nayla...ada apa nak?"


NAYLA : "Tante...aku ingin bertemu dengan Raka.."


BUNDA BELVA : "Looh bukankah Raka sedang ada di Rumahnya...maksud tante dirumah Ayah Wilson??" (Sambil melepas kacamatanya)


NAYLA : "Memangnya Raka tidak ada disini tante?"


BUNDA BELVA : "Pasti Raka belum memberitahu kamu kalau dia saat ini kembali kerumahnya...ayo masuklah..." (Tersenyum)


NAYLA : "[Bukankah tadi Rafa sendiri tidak tau keberadaan Raka?...itu artinya Raka tidak ada dirumahnya...dan...dan kenapa Tante terlihat tenang?...aku yakin pasti tante belum tau keadaan Raka saat ini...Kenapa Reza dan Paman menyembunyikan kondisi Raka??]" (Dalam hati Nayla sambil memasuki ruangan tersebut)


BUNDA BELVA : "Nanti kamu kesana saja kalau bertemu dengannya...oiya kenapa kamu mencarinya?..bukankah kalian sudah bertemu di Kampus?" (Sambil mengelapi beberapa Kuas)


NAYLA : "Hehehe...Nayla kangen sama Raka tante..."


BUNDA BELVA : "Kamu itu...tante kira ada apa...hahaha...dasar anak jaman sekarang"


NAYLA : "Hehehe iya tante...oiya...Tante...apakah aku boleh kekamarnya Raka?"


BUNDA BELVA : "Tentu saja boleh...kamar Raka ada disamping ruang kerja ini...kamu langsung saja kesana..." (Tersenyum)


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2